Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage

Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage
Episode 22 - Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (III)



...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (III)...


'Sebenarnya Pangeran Charles aku panggil Pengkhianat …,"


'Karena di tahun akan datang, Pangeran Charles akan masuk aliran sesat, dengan tujuan ia mau menumbangkan kekuatan tiang Kerajaan Ernk dengan bantuan sihir hitam,' jelasku pada Zack.


Zack lalu tercengang mendengarkan penjelasan dariku mengenai Pangeran Charles. Ia bingung, kenapa aku bisa mengetahui hal ini.


'Ekhmmm, bagaimana Kevin bisa mengetahui tentang Pangeran Charles ke depannya?' tanya Zack kembali penasaran dengan sungguh-sungguh.


'Kau, bisa tahu Zack dari aura tubuh Pangeran Charles sudah banyak energi sihir hitam sudah disalurkan. Akibat bermain banyak wanita,'


'Jika aura energi sihir hitam sudah masuk ke dalam tubuh seorang, maka kemungkinan besar orang tersebut akan terpengaruhi sama pengguna sihir hitam, untuk menjerumus ia mengikuti kemauan penggunanya,' lanjutku menjelaskan lagi.


'Jadi, begini rupanya. Zack pun merasa aneh pada Aura sihir yang sudah ada campuran sihir hitamnya. Berarti kita harus waspada sekarang dengan maraknya sihir hitam ini,' tutur Zack yang ngerti dijelaskan aku tadi.


'Zack, kemungkinan minggu depan kita akan, mengamati pergerakan Pangeran Charles secara dekat dan menelusuri penggelapan perdagangan manusia oleh ia,'


'Zack, apa kau mau ikut bersamaku?' ajakku.


Zack pun meresponnya.


'Zack, akan terus mengikuti kemauanmu, Kevin,' terima Zack dengan senang hati.


Aku senang dengan Zack dapat membantuku untuk membongkar kasus penggelapan perdagangan manusia, yang terpikirkan olehku sekarang adalah Clan Bayangan sudah memulai aksinya dengan mengambil tubuh-tubuh manusia tidak bersalah di curi dan di bunuh. Setelah dilakukan keduanya, barulah sisanya dimutilasi untuk mengambil beberapa bagian tubuh.


Kegunaan bagian tubuh manusia ini, untuk melakukan ritual dan adat sesat di Clan Bayangan. Tetapi, satu saja tujuan Clan Bayangan yaitu membuka portal kegelapan dengan syarat harus menyerahkan jantung dan darah manusia yang telah dibunuh, dengan begini maka para iblis akan senang di alam lain dengan serahkan ini.


'Pergerakan Clan Bayangan sudah dimulai dengan memburu manusia, yang harus aku lakukan mengungkapkan kasus ini ke publik. Dengan ini rencana pertama Clan Bayangan bisa gagal total,' pikirku.


Zack memperhatikan aku di dalam cincin sihir mendengarkan pikiranku.


'Terus, apa yang kita lakukan untuk mengungkapkan kasus ini, Kevin?' tanya Zack.


'Ini rencanaku Zack, pertama aku akan menjadi pengemis di Kota Cyrilo sambil mengamati Pangeran Charles, kedua, aku akan mengambil hasil pengamatan jika sudah benar kejadian itu barulah aku mulai bergerak, ketiga, aku akan membawa Paman Eric untuk melakukan penyamaran dengan aku menjadi budak sebagai jaminan uang bagi Paman Eric,'


'Penyamaran ini harus dilakukan dengan teliti, salah sedikit saja. Maka Paman Eric akan ketahuan sama Pangeran Charles, jadi aku harus bekerjasama dan berkoordinasi sama Paman Eric,' sambungku.


'Perencanaan yang bagus Kevin, minggu depan kita akan mulai beraksi!' teriak Zack dalam cincin sihir.


Akibatnya, Bibi Reina mendengarkan suara teriak di sekitarnya.


"Kevin, apa kau mendengarkan suara teriak?" tanya Bibi Reina terdiam sejenak.


Aku pun berusaha berdalih kepada Bibi Reina mengenai suara Zack yang tadi teriak.


"Ekhmm, mungkin saja perasaan Bibi Reina saja, karena Bibi Reina membawa Kevin ke lorong yang sepi dan banyak bunga mawar merah. Sepertinya ada roh-roh gentayangan." Sanggahku berpura-pura memeluk Bibi Reina.


Perkataan dariku, membuat Bibi Reina ketawa dan merasakan suasana sekitar.


"Haha, Kevin. Mana ada roh-roh gentayangan di lorong bunga mawar ini, kamu takut rupanya, Bibi hanya merasa ada teriak doang." Lirih Bibi Reina tertawa sambil memegangku.


"Mungkin saja, perasaan Bibi saja Kevin. Kalau gitu kita lanjut keliling lagi, eh ini Bibi belum menjelaskan tentang tempat ini yah?" tanya Bibi Reina menoleh kepadaku.


Sementara aku hanya mengangguk kepala pada Bibi Reina. "Belum Bibi," kataku sambil menatap ke Bibi Reina.


Bibi Reina kemudian memejamkan matanya. "Huft, baiklah Bibi lupa. Kalau gitu kita lanjutkan perjalanan ini sambil Bibi menjelaskan semua denah Kerajaan Ernk ini," hembus Bibi Reina yang merasa masih belum selesai penjelasan.


Bibi Reina pun melanjutkan perjalanan denganku yang digendong di tubuhnya, sambil berjalan ini Bibi Reina menjelaskan semua tempat pertemuan yang Bibi Reina singgahi dan sempatnya beliau menjelaskan tentang para pelayan Kerajaan Ernk. Sampai tentang anaknya kedua dan ketiga pun tidak luput dari penjelasan.


Sebenarnya ini agak jenuh bagiku, tapi aku bisa memilah sedikit informasi dari penjelasan Bibi Reina tentang bagian Istana Kerajaan Ernk ini. Bagiku, penjelasan ini seperti materi tentang geografi penjelasan tentang letak denah pada tempat yang berada, atau menjadi pemandu wisata yang menjelaskan banyak sekali tentang tempat.


Tidak berlangsung lama, begitu banyak yang tempat yang aku kunjungi bersama Bibi Reina, hingga sampailah kami di tempat taman besar di Istana Kerajaan Ernk. Ketika berada disini, sedari tadi aku mengunyah cemilan selai stroberi yang aku siapkan di cincin sihir. Sedangkan Bibi Reina meminum air di tempat air mancur tersebut.


"Ahhh, segarnya minum air mancur ini," ucap Bibi Reina merasa segar.


Setelahnya, Bibi Reina membasuh wajahnya, ketika sudah selesai. Bibi Reina membalikkan badannya untuk menuju diriku yang tidak jauh dari air mancur.


Sesudahnya sampai menuju diriku, Bibi Reina duduk di sampingku sambil memperhatikan aku makan cemilan stroberi dengan tenang dan diam mengunyahnya.


"Kevin, habis itu mau kemana lagi kamu berjalan?" tanya Bibi Reina dengan senyum memperhatikan aku makan.


Karena keadaan mulutku masih penuh, aku mengangkat tangan untuk menunggu jawabanku setelah menelan semua makanan. Bibi Reina melihat tanganku mengangkat, kemudian terdiam sebentar.


Gluk…


"Hmmm, Kevin mau pergi ke Penjara Kerajaan Ernk, apakah bisa Bibi?" ungkapan ang ingin pergi ke tempat kelam.


Bibi Reina pun tersentak mendengarkan ungkapan yang ingin pergi kesana.


"Hah! Kevin ingin melihat tempat di sana?" tanya Bibi Reina dengan serius menatap mukaku.


Aku melihat keseriusan Bibi Reina mempertanyakan tentang hal lalu aku jawabnya.


"Iya, Bibi Reina. Soalnya Kevin penasaran dengan omongan Paman Eric yang bilang 'Masukkan ke Penjara.' Dari sini Kevin penasaran pada tempat itu," jelasku pada Bibi Reina dengan pelan.


"Karena Bibi bertanya tempat lagi, mungkin inilah Kevin mau melihat disana. Habis itu Kevin mau pergi ke lapangan berlatih pedang pasukan penjaga ini," sambungku kembali sambil menundukkan kepala.


Bibi Reina merasakan keinginanku untuk melihat pelaku kejahatan yang dikurung di Penjara Kerajaan Ernk, lalu berdiri membawaku.


"Baiklah, Bibi akan menuruti kemauan Kevin. Asalkan Kevin jangan memberitahukan ini kepada publik secara terbuka." Tegas Bibi Reina yang merasa kasihan padaku.


Mendengarkan tegasnya Bibi Reina, lalu aku menganggukkan kepala dan memegang jari kelingking Bibi Reina.


"Kevin, janji tidak akan menyebarkan ke publik!" janjiku pada Bibi Reina.


Bibi Reina menoleh ke belakang lalu terduduk untuk memegangi jari kelingkingku.


"Jangan sampai ingkar janji yah, Kevin." Usul Bibi Reina yang tersenyum.


"Iya, Bibi!" putusku menerima janji ini.


Sampai ada badannya yang merinding ketakutan, jika mengatakan Penjara Kerajaan Ernk. Karena keinginan tahuku atas tempat ini, aku hanya mau melihat misteri Penjara Kerajaan Ernk yang menakutkan.


Tidak lama berjalan yang begitu melelahkan, aku berada di belakang Istana Kerajaan Ernk bersama Bibi Reina. Keadaan yang agak sepi dan hanya terdengar suara teriakkan di bawah tanah membawaku berpikir bahwa letak Penjara Kerajaan Ernk bersembunyi di bawa tanah.


Bibi Reina sedari tadi muka serius mencari sebuah timbok katrol untuk membuka gerbang penjara tersebut. Setelah mencarinya tombol katrol yang tersembunyi di celah dinding batu berbentuk beton.


Akhirnya tombol katrol itu menyala. Dan tanah di sekitarnya bergerak, membuka seperti sebuah gerbang bawah tanah.


"Kevin, berpeganglah pada tubuh Bibi!" suruh Bibi Reina padaku ketika beliau memegang tombol katrol.


Aku pun memegang kaki Bibi Reina, karena takut ada sesuatu yang terjadi apa-apa sambil aku memejamkan mata. Tiba-tiba guncangan keras gerbang tanah itu terbuka lebar menuju bawah tanah.


Seusai semuanya telah aman tidak ada guncangan lagi, aku membuka mata untuk melihat gerbang penjara itu, siapa sangkat gerbang itu sangatlah besar dan hawa mengerikan keluar dari bawah tanah.


Namun, ketika aku merasakan di dalam sana penuh siksaan dan kekejaman pasukan penjaga dalam menghukum para penjahat yang telah melakukan kejahatan besar.


"Kemarilah Kevin, kita akan masuk ke dalam sana," panggil Bibi Reina padaku.


Untuk pergi kesana, aku memegang tangan Bibi Reina untuk turun tangga yang banyak ini secara pelan-pelan, sama halnya dengan Bibi Reina juga berjalan pelan-pelan. Ketika sampai di jalan raya, aku dan Bibi Reina di sambut dengan pasukan penjaga yang was-was.


Langsung mengacungkan pedang ke leher Bibi Reina, tanpa mengenal satupun orang yang bermartabat ini. Bibi Reina mengenai pasukan yang was-was sama kedatangan beliau, langsung berkata pada pasukan penjaga.


"Jangan khawatir ini aku. Aku kesini membawa anak kawan sahabatku berkunjung ke Penjara Kerajaan Ernk, lepaskan penjagaan pedang kalian yang mengacung pada leherku," lirih Bibi Reina yang keras berkata pada pasukan penjaga.


Setelah mendengarkan perkataan ini, Kepala Pasukan Penjaga Penjara datang dan menyuruh pasukan penjaga lainnya melepaskan pedangnya dan menyuruh memberikan hormat secara berbaris serentak membungkukkan badannya.


"Salam Ratu Kerajaan Ernk, maafkan kesalahan kami jika anda merasakan ketidaknyamanan, silahkan menghukum kami semua," salam Kepala Pasukan Penjaga Penjara itu memberikan penghormatan sambil meminta maaf atas kesalahannya.


"Tidak apa kalian semua jangan terlalu serius dengan hukuman yang aku berikan. Aku kesini hanya melihat para tahanan kejahatan, apa kalian sudah melaksanakan semua perintahku ini?" tanya Bibi Reina melirik matanya ke Kepala Pasukan Penjaga Penjara.


Kepala Pasukan Penjaga Penjara melihat lirikan mata Bibi Reina langsung menyodorkan bukti serta catatan kejahatan yang dilakukan para tahanan tersebut.


"Sudah, semua Ratu. Inilah adalah catatan kejahatan yang kami tulis menjadi satu berkas dokumen untuk dipaparkan kepada Ratu agar mudah dalam mengadilinya." Papar Kepala Pasukan Penjaga Penjara itu terduduk menyerahkan berkas catatan kejahatan.


Bibi Reina mengambil semua berkas yang sudah dikumpulkan, lalu memeriksa dengan cepat dan ia tersenyum melihat hasil capaian yang diinginkannya tercapai.


"Baiklah, terima kasih untuk kerja keras kalian semua. Aku akan melihat pelaku kejahatan ini sambil membawa berkas yang kalian dibuat. Dan sekarang lanjutkan pekerjaan kalian masing-masing, janganlah hiraukan aku berada disini," terang Bibi Reina memberitahu pasukan penjaga lainnya.


Setelah memberitahukan, pasukan penjaga kemudian bubar menjalankan pekerjaan masing-masing. Ketika aku mengikuti jalan Bibi Reina menuju ke dalam penjara ini, aku merasakan hawa pengap dan lembab di sekitar area ini. Dengan penerangan hanya memakai api obor yang tertancap di sekeliling dinding membawa suasana seperti berada di tempat penyiksaan.


Usai berjalan terus beberapa langkah, aku berada di tengah penjara ini sudah mendengarkan teriakan dan tangkisan dari para tahanan yang tersiksa secara keras oleh pasukan penjaga lainnya.


"Akhhhh!!!"


"Tolong aku!!! Ahh…!!"


"Maafkan kesalahanku!!!"


Plak!!


"Hiks… hiks… ampuni saya. Saya mohon!!"


Plak!!


Suara kesakitan begitu bergema di Penjara ini, penyiksaan yang terus datang dari dipukul memakai kayu, hingga di cambuk menggunakan ekor ikan pari yang tajam dan tidak pernah lepas.


Di sana banyak penjahat merasa tersiksa dengan ada yang diancam mati atau tersiksa secara sadis, jika penjahat itu tidak membongkar kejahatan selama perbuatan ia lakukan di beberapa Kota Cyrilo.


Di jeruji besi yang penuh darah-darah siksa begitu lengket dan bau melekat pada jeruji besi itu nampak para tahanan yang tersiksa secara batin dan fisik.


"Kevin, bagaimana perasaanmu melihat ini semua. Kau merasa belas kasihan atau kau merasa simpati pada mereka?" tanya Bibi Reina menoleh padaku.


Aku pun tahu semua tentang Penjara Kerajaan Ernk yang terkenal kejam daripada Penjara Kerajaan Seymour yang berada di Benua Eusian, dimana para tahanan itu dilempar kepada rakyatnya sendiri untuk disiksa atau bisa dibilang main hakim sendiri tanpa memutuskan tahanan penjahat itu punya kasus kecil atau besar.


Kecuali ada kasus yang menyimpang dari peraturan Kerajaan Seymour, mungkin saja tahanan penjahat itu dihukum pancung atau ditembak.


"Tidak, yang ada bagi Kevin ini adalah hukuman setimpal untuk tahanan penjahat, agar ia merasa hukuman itu tetap ada dan memberikan efek jera," jawabku melirik ke beberapa bagian jeruji besi yang terisi beberapa tahanan.


Bibi Reina mendengarkan penjelasan lalu tersenyum karena penyiksaan secara sadis ini adalah bagian rencananya dari Bibi Reina untuk memberitahu kepada penjahat di Kota Cyrilo agar tidak berbuat jahat lagi kepada orang lain.


Tanpa sadar aku melalui semua beberapa jeruji besi yang terisi penyiksaan oleh pasukan penjaga terhadap tahanan penjahat tersebut. Dan ada sebagian yang terjerat rantai besi yang berat dan jeruji besi itu sangatlah gelap.


Begitu juga ada yang terikat di kursi besi yang disediakan beberapa aliran listrik untuk menyiksanya. Siapa sangka bahwa rata-rata penjahat ini adalah berstatus sebagai bandit yang malang tertangkap oleh pasukan penjaga, hingga ada juga pembunuh berantai, pencuri sampai pemerkosaan.


Entah kenapa aku merasa para penjahat ini mirip dengan di Bumi, namun berbeda dengan di bumi hanya dipenjara saja dan di tahan beberapa tahun. Kalau disini lebih tersiksa hingga jaminan untuk keluar sangat sulit.


Berjalan dari ruangan tengah, akhirnya melanjutkan lagi berjalan ke ruangan penjara besar. Ruangan penjara besar ini adalah penjara khusus untuk para bangsawan yang pembangkang dan melakukan kejahatan begitu besar, tidak sembarangan bangsawan itu ditangkap. Mereka harus menghadapi begitu banyak interogasi dan beberapa penyelidikan yang harus ditetapkan bahwa bangsawan itu bersalah.


Jika semua telah ditetapkan, berarti bangsawan itu dapat di penjara besar itu. Penjara besar ini berisi anj*ng buas yang telah disiapkan oleh pasukan penjaga untuk membuat bangsawan takut dan tidak berani untuk berbicara. Andaikan rantai anj*ng itu lepas dari lehernya.


Berarti nasib bangsawan itu termakan oleh anj*ng buas di dalam penjara, pasukan penjaga tidak akan memperdulikan anj*ng buas membunuh bangsawan secara brutal dan tersiksa. Melainkan ini menjadi tontonan yang begitu seru buatnya agar jadi pengajaran buat bangsawan lainnya.


Disinilah Bibi Reina menjelaskan tentang penjara besar bagi para bangsawan lainnya, rata-rata tahanan bangsawan ini tidak berpakaian tidak layak dan ada juga yang telanjang bulat tanpa berbusana apa pun.


Karena suasana penjara besar ini gelap, dingin. Hanya di kasih penerangan cahaya bulan saja dari celah batu yang telah disusun. Tidak lama aku mengikuti perjalanan Bibi Reina berjalan menuju penjara lainnya.


"Tolong aku!! Yang berada disini tolonglah aku!!" teriak bangsawan iri.


Seketika, aku langsung hapal dengan suara mereka dan aku berhenti sejenak melihat jeruji besi yang berisi bangsawan iri ngomongin Ibuku tadi.


Nguk!! Nguk!!!


Arhh!!


"Akhh, tolong lepaskan kami ini!! Hiks …."


Karena Bibi Reina tidak memperhatikan aku mengikutinya, aku pun beraksi dari jauh.


"Hehe!!"