Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage

Reincarnation Of The Light Family'S Windsword Mage
Episode 26 - Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VII) Kesepakatan Berhasil!



...Pesta Perjamuan Kerajaan Ernk (VII)...


...Kesepakatan Berhasil!...


"Tunggu kau, br*ngsek! Kalau kau ingin membuat kesepakatan dengan aku. Kau harus memperjelas ini semua secara jelas!" Ketus Mark Karl memukul jeruji besi dengan keras memarahiku.


"Gimana, aku ingin menjelaskan. Dari wajah saja sudah meragukan, apa lagi kau sudah menolak secara mentah kesepakatanku," sungutku memasang muka murung menoleh ke bawah.


Mark Karl hanya terdiam, menatap aku yang murung dengan keadaan sekitar, karena kecewa diriku yang belum berhasil menyakinkan kepercayaan Mark Karl. Padahal diriku hanya berpura-pura berdrama seolah akulah menjadi seorang penawar yang malang.


"Sudahlah tidak Mark, akupun tidak memaksa dirimu. Kalau tidak ada lagi aku berkata, sekian terima kasih telah berjumpa padamu," ucapku menunjukkan senyum mengangkat badan untuk beranjak pergi dari penjara Mark Karl.


Mark Karl mendengarkan ucapanku ia, hanya menundukkan kepalanya dengan perasaan yang masih tertutup sama kegelapan pada dirinya. Demikian aku hanya seperti menjenguk saja, sesudah aku pergi dengan membawa pasukan penjaga penjara yang tidak sadar terserang oleh sihirku. Kubawakan memakai sihir angin untuk aku sadarkan di tempat lain.


Setelahnya aku mulai menjauhi penjara Mark Karl dengan jarak yang masih dekat. Mark Karl yang masih tertundukkan kepalanya di depan jeruji besi kemudian ia mengangkat kepalanya dengan tegak.


Tanpa apa-apa, Mark Karl langsung berkata pada diriku dengan nyaring, "Tunggu kau! Aku akan menerima kesepakatan ini! Dengan syarat kau harus memperjelas isi tentang kesepakatan ini!" Raung Mark Karl memanggil diriku untuk kembali menghadap ke dirinya.


Suara nyaring yang bergema di dalam penjara terjauh, terdengar di telinga. Tanpa terasa panggilanku mengutuskan aku kembali ke sana.


Raung Mark Karl membuat aku menoleh sebagian kepalaku ke belakang, "Apa kau yakin untuk menerima kesepakatan?" tanyaku pada Mark Karl dengan tatapan serius untuk memastikan ia yakin untuk menerima kesepakatan ini.


"Iya, aku yakin! Karena itu aku minta penjelasanmu secara jelas!" jawab Mark Karl dengan teguh.


Akhirnya, aku berhasil memenangkan tangkapan ikan besarku. Walau ia terkenal dengan orang berdarah dingin kejam di novel yang aku baca, aku harus memancing ia untuk menjadi orang kepercayaan pertamaku di Dunia Euro.


Kemudian aku membalikkan badan lalu, aku menghilang badanku dengan menggunakan kemampuan wujud angin pergi ke dalam penjara Mark Karl.


Mark Karl terheran melihat orang yang ia panggil tadi menghilang, alhasilnya ia memundurkan badannya dengan perasaan waspada dirinya, "Kemana tubuh orang itu pergi!" gerutu Mark Karl merasa aneh padaku yang menghilang secara langsung.


Mark Karl menggelengkan kepalanya melihat keadaan sekitar dengan mengeluarkan kekuatan keganasan di tangannya, untuk menghalau serangan yang akan datang.


Dengan geli hati, aku hanya terdiam di belakang tubuh Mark Karl tanpa bersuara, aku mengamati tingkah Mark Karl melindungi dirinya dari ancaman. Tidak lama aku berada di dalam penjara, Mark Karl yang merasa was-was langsung mengeluarkan pedang dari telapak tangannya.


Aku terkejut melihat senjata pedang buatan Mark Karl yang keluar dari telapak tangan, sampai ia beranjak berdiri dan memegangi pedangnya yang sudah keluar menampakkan wujudnya.


'Kevin, aku merasa pedang itu berbahaya jika, ia mulai menyerang secara maksimal!' cemas Zack memperhatikan pedang keganasan punya Mark Karl keluar.


Zack timbul secara langsung memberikan aku peringatan bahaya menghampiri diriku.


'Aku tahu Zack, memang aku sengaja untuk membuat ia mengeluarkan senjatanya. Dan aku juga mengevaluasi kekuatan ia,' batinku memberitahu pada Zack di dalam cincin sihir.


Namun, aku memang memiliki ingatan yang bagus tentang kekuatan Mark Karl serta karakter yang dimilikinya. Bahkan aku terpukau sama kekuatan keganasannya, seandainya aku miliki kekuasaan penuh pada dia. Aku bisa saja dapat perlindungan darinya.


"Kau tidak perlu sewas-was itu Mark," kataku memberitahu Mark Karl secara tiba-tiba.


Mark merasa terkejut, kemudian ia mengayunkan pedangnya ke segala arah.


"Dimana kau!" cemas Mark Karl memperhatikan sekeliling jeruji besi yang ia tempati.


Aku pun tidak bisa menahan ketawa melihat tingkah Mark Karl yang berusaha mencari wujud tubuh asliku.


"Disini, belakangmu," kataku yang menahan tertawa di belakang tubuhnya.


Mark Karl terdengar lalu mengayunkan pedangnya ke arah kepalaku.


Sehingga, aku reflek langsung menundukkan kepala menghindari ayunan pedang keganasan, untung kekuatan keganasan Mark Karl diserap karena disegel oleh cap roda penyerap sihir di tubuh belakangnya.


"Bagaimana kau bisa masuk ke penjara ini dengan mudah!" tunjuk Mark Karl merasa heran dan juga bingung dengan diriku berada di penjara gelapnya.


"Hmmm, penjaramu pantaslah gelap, rupanya kau di ruangan besar tanpa di isi cahaya bulan," celinguk melihat sekitar penjaranya.


Mark Karl kesal sama rahasianya penjara dimilikinya terbongkar dengan mudah olehku.


"Heummm, cepatlah berikan isi kesepakatan itu, janganlah berlama-lama lagi di tempatku ini!" kesal Mark Karl.


Mark Karl kesal sama diriku mengerjainya dengan segala ocehan dan kejahilan. Akhirnya aku mencoba serius untuk memberitahunya, dalam waktu yang sebentar ini.


"Baiklah, sinilah Mark Karl duduklah di tempat jangkauanku sekarang," suruhku memanggil Mark Karl menghampiriku.


Mark Karl yang masih kesal dengan muka muka muramnya, sesekali ia mendekati diriku. Ia merasa lingkungan tempat aku terduduk ada sebuah hawa yang berbeda.


"Apa ini?"


"Kenapa, aku merasa hawa berbeda dari penjaraku yang sebelumnya?" tanya Mark Karl.


Dari sini aku memperjelas ke Mark Karl bahwa aku menggunakan sebuah pembatas ruang yang terbentuk dari angin sekitar untuk mengantisipasi kebocoran informasi dan menguping pembicaraan seorang.


"Ini adalah pembatas ruang angin yang aku buat di penjaramu, aku sengaja buatnya. Karena kau tahulah Kerajaan Ernk ini penuh dengan dinding yang selalu tidak rapat dan akan ada pembicaraan yang selalu mengarah pada kesalahpahaman,"


"Karena itu, aku ingin berbicarakan ini secara rahasia dan hanya kau yang tahu saja. Kesepakatan aku untukmu adalah membebaskan kau dalam waktu 3 tahun yang akan datang, sampai aku akan berusaha melenyapkan segel cap di belakang tubuhmu," sambungku memperjelas isi kesepakatanku.


Mark Karl dengan serius mendengarkan isi kesepakatan dariku, sampai akhirnya ia menggeleng kepalanya untuk bertanya.


"Berarti dari sekarang ini, selama 3 tahun aku akan dibebaskan dari penjara gelap inilah?" tanya Mark Karl masih belum jelas bagi dia.


"Iya, dari sekarang. Dan aku menyuruh untuk menunggu aku mempersiapkan waktu selama 3 tahun ini untuk mencari finansial dan fasilitas yang aku akan siapkan," jawabku.


"Walaupun, aku masih belum mempersiapkan perencanaan ini. Aku janji! Tunggu aku selama 3 tahun, aku akan membebasmu dengan beban dan peraturan yang ditimpa olehmu, aku akan mengurus dokumen dan datamu disini." putuskan berjanji pada Mark Karl memegang tangan.


Mark Karl percaya padaku dengan senyum ia memegang tangan,


"Aku terima, janjimu. Tapi aku punya kemauan yang terbesar untukmu." Pinta Mark Karl dengan serius.


Namun ia masih punya kemauan yang ingin ia tahu tentang kebenaran keluarganya terbunuh.


"Aku punya satu kemauanku selama, aku terkurung 5 tahun disini, apa kau mau mencari bukti atas pembunuhan dari Keluargaku ini di kawasan luar Kota Tyson, kawasan Desrin?"


"Apa kau sanggup untuk mencari siapa dalang dari ini semua, walaupun dibenak pikiranku. Dalangnya antara Kerajaan Ernk inilah yang membunuh keluargaku dengan menyewa atau Clan Bayangan yang menghasut diriku sampai penjara ini karena aku tidak sadar." jelas Mark Karl menatap dengan serius memberikan permintaannya.


Akhirnya, inilah yang aku maukan dari Mark Karl menyampaikan permintaannya yang diinginkan dari ia secara langsung. Tanpa memaksa kehendak.


"Aku sanggup untuk memenuhi permintaanmu, tapi jika kamu mau fakta sebenarnya dalang membunuh itu sudah ada," ucapku memegang bahunya Mark Karl.


Mark Karl merasa penasaran, karena ia belum mengetahui fakta sebenarnya dari pembunuhan seluruh keluarga ia, "Apa kau tahu siapa orangnya?" tanya Mark Karl mengerutkan alis matanya karena ia menahan dendam atas pembunuh keluarganya.


Lalu, aku menjawab, "Dalang dari pembunuhan keluargamu adalah Kepala Clan Bayangan berkerjasama dengan Paman dan Bibimu, dengan mengambil hak otoritas harta Keluarga Karl," ucap Mark Karl dengan matanya terbelalak, terdiam sebentar. Mendengarkan jawabanku.