
Ryota Dari Malam Hingga Pagi Hari Terus menerus Membuka Shop Tanpa Sadar waktu, Dirinya terlalu Asik dengan Benda Benda Di Shop
Selama Itu Dia Hanya Membeli 10 pil Tingkat 8 Dan 1 pil tingkat 9
pil Pil Itu Hanya Berguna Untuk memulihkan Qi Serta Luka Fisik Ketika Para Kultivator aliran hitam telah tiba
"Ryo, Lebih Baik Kau Sudahi Saja Membuka Buka Shop, Sekarang telah pagi dan sepertinya Para Kultivator serta orang orang di aliran putih telah mengetahui Penyerangan Kultivator aliran hitam Hari ini"
Vin Berkata begitu Sebab Dengan Menggunakan Map Dirinya Bisa melihat Lebih dari 50% Penghuni Kota elemental Telah Meninggalkan Kota ini
Sementara Ryota Hanya Tersenyum Kecut Karena Merasa Dirinya Terlalu asik dengan Shop
"Vin Kau Lebih Baik Temani Mia dengan Yuyu Di ruang pribadiku, Mereka Mungkin Akan Bosan Jika Terlalu lama berdua saja"
Ryota Tak Ingin ketika Penyerangan telah selesai dirinya Hanya mendapat Sambutan yang buruk Dari Lumia dan Yukki, Sebab Itu Dirinya meminta Vin Menemani mereka berdua
"Baiklah Aku Juga Sudah Tak Sabar ingin bermain dengan mereka, Eh Maksudku Aku Akan menemani mereka dengan Baik"
Ryota Mendengar perkataan Vin Dipikirannya hampir tidak percaya sebab Vin memiliki Sifat Tsundere
"Yah, Mungkin Sekarang Aku Akan Bertempur habis-habisan, Lagipula Ini Kesempatan Untuk Menambah kekuatanku secara singkat"
Ryota Tak Akan Melepaskan Kesempatan Untuk Membuat Dirinya Bertambah Kuat dengan instan, Karena Hal Itu Dirinya Akan Mengamuk sepuasnya Ketika Pertempuran dimulai
"Lebih Baik Aku Diam Di Sini Hingga Orang orang dari aliran Hitam Itu datang sendiri, Untuk apa Aku Berjalan ke arah mereka jika mereka sendiri ingin mendatangi kota ini"
Ryota Saat ini sangat malas bergerak Sebab Tidak Ingin membuat Kehebohan karena sekarang Mukanya dan kultivasi miliknya terlihat oleh banyak orang, Jika Saja Dia Berjalan keluar Maka Akan Ada Ribuan Orang mengerumbuninya bagai Gula yang Dihurung rombongan semut
"Vin Apakah Di alam dewa dengan alam dewa sejati Memiliki perbedaan"
"Emm, Mungkin Perbedaanya cukup banyak, Ryota akan tau saat kesana Suatu saat"
Tentu hal itu membuat Rasa Penasaran Ryota Menjadi semakin menjadi-jadi, Tapi karena mengingat kekuatan miliknya serta 2 orang wanita yang mengikutinya Tidak Terlalu kuat dirinya hanya bisa menunggu ketika waktunya Tiba saja
"Ah Aku Berkultivasi Saja Dahulu, Lumayan untuk sedikit meningkatkan waktu naik Tingkatku Nanti"
Ryota Duduk Bersila dan Berkultivasi Selama beberapa jam, Hingga Sebuah Gempa Kecil Membuat Ryota Tersadar dan mencoba Mencari tau asal Gempa ini Dan menemukan Bahwa Orang Orang dari Aliran Hitam telah Berdatangan
Dari Yang Dirasakan Ryota mereka Ada lebih dari Ribuan Orang, Tetapi yang membuat ryota tertarik adalah 1 Orang di Langit dengan kultivasi yang tidak bisa dilihat oleh Ryota
"Mungkin Itu pemimpin pasukan Ini" Batin Ryota
Ryota Beranjak Dari Kamarnya dan Berlari dengan cepat ke Bangunan Tertinggi di kota elemental untuk Memastikan Apa yang dirasakan Ryota
Dan Hal itu memang benar, Dirinya melihat ada Ribuan Orang dari Luar kota, serta mengeluarkan Aura pembunuh yang luar biasa jika digabungkan
Ryota merasa Mereka seperti Rombongan semua jika dilihat dari jauh
"Hmm Sepertinya Kota Ini Juga memiliki kesiapan, Seluruh warga telah mereka ungsikan, Dan Kultivator Telah Bersiap untuk bertempur walau Tau bisa mengalami Yang namanya kematian"
Ryota Telah memutuskan akan muncul ketika Kultivator aliran Putih Terpojok
"Biar Kuliat Apa Kalian Para Aliran Hitam Bisa Meruntuhkan Kota Yang saat ini Kuhuni" Gumam Ryota sambil Tersenyum lebar ke arah Orang orang Aliran Hitam
Tanpa Ryota sadari ketika dirinya tersenyum Aura Dewa kegelapan miliknya Menekan Para Kultuvator aliran Hitam
Hampir seluruh dari mereka Bergidik ngeri sebab Tidak Pernah merasakan Tekanan Mengerikan seperti itu kecuali Tuan besar mereka