Re World

Re World
ujian babak kedua (bagian 1)



"Uh, Ini Jam Berapa" Ucap Ryota dengan Mata Tertutup


"Oh Yota kau dah bangun, Ini baru jam 7 Pagi, Kenapa kau menanyakannya" Ucap Yukki


Ryota Teringat Keada Ujian murid dalam babak kedua Dilaksanakan jam 07:10 Langsung membuka mata seperti tidak pernah merasakan ngantuk


"Yota kenapa tiba Tiba Kau menjadi Bersemangat, Apakah Ada Hal Yang Kita Lupakan" Ucap Lumia


"Gawat Mia, Yuyu, Ujian Murid dalam Babak kedua Kalian ingat bukan Dimulai jam brp" Ucap Ryota dengan muka pucat


"Tentu saja, 07:10 pagi, Kenapa kau menanyakan hal yang jelas sudah" Ucap Lumia


"Sekarang jam berapa" Tanya Ryota


"07:03 Pagi, Memangnya kenapa kau menanyakan Jam......."


"GAWAT YUYU, YOTA UJIAN AKAN DIMULAI 7 MENIT LAGI" ucap lumia dengan panik


"Astaga Benar 7 menit lagi Ujian Akan dimulai bagaimana ini" Ucap Yukki


"Hal yang mudah, Bahkan jika harus mempunyai sisa waktu 2 menit, aku bisa sampai ke sekte kurang dari 1 menit" Ucap Ryota


"Kalau begitu cepatlah Kita Ke Sekte segera Yota" Ucap Lumia


"Cepat Yota, Kalau tidak Kita akan terlambat" Ucap Yukki


"Baiklah kalau kalian yang Memintanya, Pegang lah Pundak ku" Ucap Ryota


"Untuk apa" Tanya Lumia


Sedangkan Yukki tidak banyak tanya dan memegang pundak ryota


"Sudahlah pegang saja, kalian tidak ingin terlambat bukan" Ucap Ryota


"Baiklah Baiklah, Akan Kupegang pundakmu" Ucap Lumia


Lumia Pun akhirnya Memegang Pundak Ryota


"Bersiaplah Aku akan terbang dengan kecepatan kuktivator emperor 3, Open My Port" Ucap Ryota


Syuuuu.........Portal Menuju Keluar Terbuka dan Ryota memasuki Portal itu dan Terbang dengan kecepatan yang sangat cepat Hingga dalam beberapa detik Mereka sampai Di Lokasi Ujian


"Walau Itu Cepat, Tapi Aku dan Yuyu tak terkena tekanan angin sama sekali sebenarnya apa yang terjadi" Ucap Lumia dengan bingung


"Karena Di sekitar aku terbang sudah kulapisi Qi sehingga kalian berdua tak terkena Tekanan angin" Ucap Ryota


"Sudahlah Mia, Yota Sekarang Kita masuk dulu Kedalam dan duduk di tempat duduk khusus peserta paham" Ucap Yukki


Mereka berdua hanya mengangguk, dan berjalan Menuju Tempat duduk khusus peserta dan tentunya kultivasi mereka bertiga sudah mereka sembunyikan hingga Qi gathering 3


"Baiklah, Karena sekarang sudah waktunya Ujian Murid dalam babak kedua dimulai Maka akan saya Ucapkan Ujian babak Kedua dimulai"


"Kali ini 250 peserta tersisa, Dan 250 peserta akan bertarung hingga tersisa 125 Peserta"


"Pertandingan Pertama Rani melawan Rowder"


"Kedua peserta diharapkan memasuki Arena" ucap wasit


"Lagj Lagi aku menjadi yang pertama Ini Pasti Ulah Si 'Sialan' itu Tapi tak apa lah" Ucap Rani


"Kalah sudah aku" Pikir rowder


Tap Tap.........Tempat dimana Rani Berjalan Penuh dengan Sorakan, Sedangkan Tempat Rowder berjalan Sunyi tanpa Suara


"Dasar Sial, Apa ini Bahkan Tak ada 1 pun yang menyemangatiku" Pikir Rowder


"Lebih Baik Kau menyerah Atau Ketika bertarung tak akan kuberi kesempatan untukmu menyerah" Ucap Rani


"Hah, Baiklah Aku Menyerah" Ucap Rowder


"Silahkan keluar Arena kedua peserta" Ucap Wasit


"Baik" Ucap Rowder


Rani hanya mengangguk dan berjalan keluar arena


"Pertandingan selanjutnya adalah Resta Vs Daeta" Ucap wasit


"Kedua peserta diharapkan memasuki Arena" Ucap Wasit


••••


Dengan Senyuman Yang Lebar tetapi Jika dilihat baik baik Senyuman Itu bagai Senyuman Yang bisa merengut nyawa Seseorang


"Giliran ku Yah" Ucap Daeta


Sedangakan Satunya Hanya Bersikap biasa dan Hanya orang orang tertentu Yang Mengetahui sifat aslinya


"Eh, Tak Kusangka harus melawan Daeta, Sungguh keberuntungan yang aneh" Ucap Resta


••••


"Karena Kedua peserta Telah memasuki Arena pertandingan dimulai" Ucap wasit


Si Daeta Berpakaian Hitam hingga Kepala, Sedangkan Resta Berpakaian Ungu Gelap Dari Kaki hingga badan


Mereka Berdua Menggunakan Telepati Untuk saling berbicara


"Daeta, Entah Karena apa kita bertemu disini, Akan tetapi salah satu dari kita harus menyerah atau kalah disini, Jika Kita bertarung Maka Seisi Arena akan mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya" Ucap Resta


"Hah Takdir sungguh tak memihak Kita, Kau Menyerahlah Biar kuatasi sisanya" Ucap Daeta


"Baik Daeta, Kuharap rencana ini berhasil" Ucap Resta


"Kuharap juga begitu" Ucap Daeta


Mereka Berdua memutuskan Telepati


"Aku menyerah" Ucap Resta


"Baiklah Pemenang kali ini Daeta, Karena Resta menyerah" Ucap wasit


"Pertandingan selanjutnya adalah.......


•••••


"Baiklah Sungguh Pertarungan Yang hebat akan tetapi Terlalu membosankan, Selanjutnya Pertarungan Lumia Melawan Sato" Ucap Wasit


"Kedua peserta diharapkan memasuki Arena" Ucap Wasit


"Majulah Mia" Ucap Ryota


"Jangan Kalah Mia Bodoh" Ucap Yukki


"Jangan mengira aku akan kalah Yuyu" Ucap Lumia


Sota dan Lumia Melangkah Menuju Arena


"baik kedua peserta telah memasuki arena dengan ini kunyatakan pertandingan Dimulai" Ucap wasit


Like


Koment


Rate


Vote