Re World

Re World
Di serang (bagian 2)



"Benar, Orang Orang seperti mereka Sangat Pantas Mati"


Ryota Menatap Para Penghianat Itu Seperti menatap Kotoran Dan Tentu Hal Itu membuat mereka Marah, Tetapi Kekuatan mereka Tidak Cukup untuk Membuat orang orang itu meluapkan kemarahannya dan hanya bisa terus menunduk


Yasha yang Merasakan Tekanan Emperor Dari Ryota Hanya Bisa Melototkan Matanya Tidak percaya Dengan apa yang dilihatnya


Yasha Saat Ini Tidak daoat berdiri ataupun berbicara karena tekanan Yang dirasakannya terlalu besar


Dirinya Hanya Berharap Akan Tetap hidup Hingga Bantuan Tiba


"Hei, Kenapa Kau diam diam saja" Ryota Berbicara ke Yasha Dengan Pandangan yang menusuk


"Bagaimana Aku Bisa berbicara Jika Kau Memberiku tekanan Sebesar ini" Batin Yasha


Yah walau Dia Diberi pertanyaan Tanpa tekanan pun Yasha tetap tak akan berani berbicara di depan Ryota


"cih Dasar lemah, Hanya Tekanan Segini Sudah tak bisa Bergerak"


Ryota Tersenyum Ke Arah Yasha Sambil Berjalan ke arahnya, Tetapi bagi Yasha Senyuman itu adalah senyuman terburuk yang pernah dilihatnya


Setelah Ryota Agak Dekat dengan Yasha Tanpa Ragu Dirinya Mengangkat kerah Yasha seolah mengangkat Sebuah Batu kecil saja, Setelah berhasil Mengangkat yasha, Ryota Membanting Yasha Sekuat Mungkin Ke Lantai


Tentunya Hal Itu membuat seluruh Tulang tulang Yasha Menjerit kesakitan dan mengalami Kesakitan yang luar biasa


"sial Apa Dia Benar benar pendekar aliran Putih, Caranya Sama sekali tidak mencerminkan Mereka, Bahkan Condong ke Aliran Hitam" Batin Yasha


Sementara Ryota Semakin Tersenyum lebar ketika Melihat Yasha Kesakitan


Sepertinya Mempelajari Kitab Dewa kegelapan Membuat pikiran Ryota sedikit Menggila atau menggelap


"Bukankah Begini Kalian Pendekar aliran Hitam Menyiksa Seseorang"


Ryota Menanyakan Itu Sambil Tersenyum puas, Dirinya hanya ingin Yasha Teringat dengan para korban yang Disiksanya dahulu


Ryota Mengarahkan Matanya Ke Arah Para Tetua Dan Patriach Yang Menatap ke arahnya seolah menatap dewa kematian


Ryota Tidak Banyak Omong, Karena Tekanan Miliknya hanya menekan para penghianat serta musuh dan Tidak menekan Para Tetua maupun Patriach


Tetapi Kenapa Mereka diam saja Seolah sedang tertekan, Ryota Tidak Mengetahui Para Tetua Mematung karena ketakutan Terhadap dirinya


Ryota Merasa Para Tetua itu tidak akan Bergerak Jika Tidak Diberi tau terlebih dahulu, Walau ada Tetua yang membunuh Musuhnya Yang tidak bisa bergerak karena Tekanan Ryota, Tetapi Tetua yang melakukan itu Bisa Dihitung dengan jari miliknya


Ryota Menambahkan Sedikit Qi Di Bagian Mulut agar Suara Yang dikeluarkannya terdengar oleh Para Tetua


"Selesaikan Musuh Kalian, Atau Mati disini"


Setelah Ryota mengatakan itu Para Tetua Dengan cepat membunuh Lawannya dan Bergerak Ke Bagian Musuh Yang Tidak dapat bergerak


sementara Lawan Patriach sekte Juga Mengalami Luka Berat Dan Berakhir Kalah Dengan meninggalnya dirinya


Jika Bukan Bantuan Tekanan Milik Ryota Patriach tidak mungkin Bisa menang Tanpa terluka berat


Sekarang Hanya Tersisa Para Penghianat dan Yasha Saja Karena Para Kultivatir aliran Hitam Yang Lain Telah Mati karena dibunuh para tetua dengan Mudah


"Aku Serahkan Para Penghianat kepada kalian, Sedangkan Yasha Dia Tidak Terlalu Berguna bagiku Jadi Akan Kubunuh Nanti"


Para Tetua Serentak Menganggukan Kepala Dan Bergerak cepat meringkus para Penghianat sekte Begitu Juga Para Murid Yang membela Sekte mereka Juga Membantu meringkus Para penghianat


Proses peringkusan Berlangsung selama beberapa puluh menit Dan Yasha Telah terbaring tanpa Kepala di Lantai


Ryota memisahkan Kepala Dengan badan yasha hanya dengan mengayunkan Tangannya, tentunya hal itu membuat Ryota Lebih seperti Ke pendekar aliran hitam Tapi Tidak 1 pun Orang berani mengkritik Ryota sebab takut akan kematian


"Ehem Terima Kasih Senior Ryota Karena Membantu Kami menyelamatkan Sekte serta Orang orang didalamnya dari Para Kultivator aliran Hitam"


Patriach Memanggil Ryota Senior Karena Merasakan Bahwa Kekuatan Milik Ryota yang ditunjukannya saat ini Bukanlah Kekuatan penuhnya, Dan Tentu patriach tidak Percaya dengan tampang Ryota Yang masih Muda Sebab Jika Seseorang memiliki Kultuvasi yang tinggi, Umur mereka akan bertambah dan Wajah mereka pun Akan Memuda beberapa tahun


"Patriach tidak Perlu memanggilku Senior, Umurku Tidak Lebih dari 20 tahun Saat ini"


Patriach Melototkan Matanya sebab Tidak Mungkin menemukan 1 Pun Jenius Berumur kurang dari 20 tahun telah mencapai Kultivasi emperor


"Ah, Baik"


Patriach Tidak Tau Ingin bicara apa kepada jenius Tidak Mungkin Lebih tepatnya Reincarnasi Dewa Dihadapannya saat ini


Ryota Beranjak Pergi Dari Hadapan Patriach Dan Mendatangi Lumia dan yukki Yang Sedang memulihkan Qi Milik Mereka Karena Bertarung dengan Para Kultivator aliran hitam


Ketika Bertarung mereka Telah menunjukkan Kultivasi Mereka Yang sesungguhnya Yaitu Penguasa 4


Juga Ada Beberapa Tetua Berdatangan Ke Arah Lumia dan yukki Untuk Menjadikan Mereka Murid


Dan 1 Tetua Murid Inti, Memaksa Lumia Dan Yukki Agar menjadi Muridnya, Menggunakan Kultivasi Nya Yang Lebih tinggi Serta kekuasaanya Membuat tetua yang lain menyerah mencoba merekrut Lumia maupun Yukki menjadi murid mereka


Tetapi Ryota Melihat kejadian Tersebut tentu membuat dirinya sangat kesal, Tanpa Pikir Panjang Dirinya Berlari Dengan sangat cepat me arah Tetua Itu dan menebas Kedua Tangannya yang menarik Tangan Lumia Dan Yukki


Lumia Maupun Yukki Tak Bisa Menggunakan Jurus Tingkat dewa karena Tetua Itu Menotok Aliran Qi Mereka


Tetua Tersebut terkejut bukan Main Sebab Dirinya tak Merasakan Seseorang berjalan ke arahnya Dan Hanya Bisa Merasakan kedua tangannya Yang Telah Putus


Tak Lama setelah tangan Tetua Putus, Dirinya Mengalami Pusing sebab kehilangan banyak darah


Dirinya Menoleh Ke arah Belakang untuk melihat orang yang memotong kedua tangannya


Dan Ketika Kelihat bahwa Ryota adalah orang yang memotong kedua tangannya Hanya Bisa Tersenyum kecut sebab Perbedaan kekuatan keduanya terlalu jauh


"Dasar, Sudah Berani Memaksa Kedua Muridku, Kau Juga Berani Memegang kulit putih mereka, Tanganmu masih terlalu Dibawah syarat untuk menyentuh mereka"


Ryota saat ini ingin membunuh Tetua Ini, Tetapi mengingat Sekte mereka Saat ini membutuhkan Banyak Kekuatan Dirinya Hanya Menebas kedua tangan saja


"Aku Tidak Tau Ternyata Kedua Perempuan Ini adalah murid anda, Mohon maafkan saya tidak melihat Persamaan Antara guru dengan murid"


Tetua Itu Hanya Bisa Menyesal Karena Telah Memaksa Lumia maupun Yukki, Karena perbuatannya Dirinya Mengalami Hal Seperti ini


"Tak apa"


Ryota tak memasang ekspresi bersalah sedikitpun Malahan Memasang ekspresi puas Karena membuat Tetua Itu Menyesal


"Patriach, Lebih Baik Kau Beri Tetua Ini Pil untuk menyembuhkan Tangannya yang putus sebelum aku sendiri yang bergerak"


Ryota menoleh ke arah patriach Hanya Untuk Meminta Pil


Patriach yang mendengar permintaan Ryota Segera Mengeluarkan Pil Tingkat 6 Dan Membuat tetua itu Memakannya


"Besok Tangan tetua Akan Sembuh kembali, Jadi Istirahat saja Hingga besok hari"


Tentunya Bagi patriach pil itu lumayan berharga tetapi dirinya tak bisa Membiarkan sektenya menghilang hanya karena Tidak memberi pil


"Lebih Baik Kalian bersiap Untuk besok Hari sebab Besok Adalah Hari yang panjang"


Ryota bisa merasakan ada Ribuan Kultuvator aliran Hitam Sedang berjalan ke arah Sekte ini dari jauh, Menurut perkiraan Ryota Mereka Akan Tiba Besok hari


Karena Tak Mau Panjang pikir Ryota Berjalan Kearah Lumia maupun Yukki dan menepuk Bahu Mereka


Setelah Menepuk Bahu Lumia dan Yukki, Mereka Bertiga Tiba Di Di Rumah mereka dalam sekejab mata


Ryota Hanya Menyuruh Mereka Untuk Masuk Ke dalam Ruang pribadi miliknya


Lumia dan Yukki menanyakan Kenapa Ryota Menyuruh mereka melakukan itu


dan Ryota Hanya menjawab Bahwa Besok akan Ada Ribuan kultivator Aliran Hitam menyerang Sekte elemental


Tentu Lumia Maupun Yukki menolak masuk dan Ingin membantu Ryota


Tetapi Ryota mengatakan dirinya Harus Serius dalam Perang kali ini sebab dirinya merasakan Di antara ribuan orang itu ada seorang Kultivator yang kultivasinya melebihi Kultivasi Holy emperor


Akhirnya Lumia Maupun Yukki menyerah Berdebat Dengan Ryota Sebab Tidak Ingin menghalangi Amukan Ryota Ketika Perang nanti


Lumia Dan Yukki Segera Masuk Ke dalam Ruang Pribadi Di dalam dimensi waktu milik Ryota


Setelah mereka berdua masuk ke dalam Ruang pribadi Milik Ryota, Ryota Membuka Shop Untuk melihat lihat barang yang bisa digunakannya Ketika Perang


----


Yo Sorry Gw Gak Up Karena Akun Gw Sempat Hilang dan membutuhkan beberapa puluh har untuk menemukannya kembali


Mungkin Up gw seminggu paling banyak 3 kali saja Karena Ada urusan di dunia nyata


Jangan Lupa


Like


Koment


Rate