
Di Suatu Hutan Yang Berwarna Hitam penuh Akan kegelapan, Terlihat berkumpul Ribuan Kultivator dari Ranah Nirvana Hingga Emperor
"Patriach, Kita Berangkat sekarang" Ucap ????
"Tidak, Kita akan berangkat ketika Ujian babak kedua berakhir dan menyerang ketika Babak Ketiga" Ucap ?????
"Baik Patriach akan Hamba sampaikan Pesan Ini Kepada seluruh Anggota Kita" Ucap ????
Dan ???? Berjalan menuju Ribuan Kultivator untuk menyampaikan Pesan ????? Kepada seluruh Kultivator tersebut
"Semuanya Para Anggota sekte kegelapan, sekte Iblis hitam, Sekte Racun Hitam, Dan sekte sekte yang Bergabung dengan kami, Saya menyampaikan Pesan dari Patriach Sekte kegelapan Bahwa kita menyerang ketika ujian babak ketiga dan berangkat ketika ujian babak kedua berakhir" Ucap ????
Dan Ribuan Kultivator Itu Menjawab dengan Lantang Sekali Hingga Menyebabkan Banyak burung hewan monster berlarian
"Bagus, Pastikan Kalian Semua dalam kondisi prima Atau Kita akan kalah, Dan Patriach telah menerobos menuju emperor 9, Selama ada tuan kita pasti menang" Ucap ????
"YAAAAAA"
"HAAAAAA"
Terdengar berbagai semangat dari seluruh kultivator tersebut, Tanpa tau mereka Akan mengalami kekalahan karena menyerang ketika Ryota sedang Berada disitu
•••
Sato menundukkan Kepalanya
"Mohon bantuannya Saudari Lumia"
Lumia Juga sedikit menundukkan kepalanya, Hanya sedikit hingga Tak Terlihat dari jauh
"Aku Juga Mohon Bantuannya Saudara Sato"
Lumia menunggu Sato Mengeluarkan Senjatanya akan tetapi Dia Tak mengeluarkan senjata apapun dan membuat Lumia Bingung
"Ngomong Ngomong Dimana Senjatamu Saudara sato" Tanya Lumia
"Tidak Saudari Lumia, Aku tak memakai senjata aku Seorang Kultivator Yang menggunakan seni bela diri, Kau Juga tak mengeluarkan Senjatamu" Ucap Sota
"Karna Kau Tak Menggunakan senjata aku juga tak akan menggunakannya" Ucap Lumia
"Tapi Apa Tak Apa Nanti Kulitmu Akan" Ucap Sota
"Meremahkan Ku, Coba kau khawatirkan Si Rani itu dia juga perempuan" Ucap Lumia
"Baiklah aku tak akan meremahkanmu" Ucap Sota, Benar Perempuan Itu tak boleh diremehkan Karena Si Rani Adalah Yang terkuat didalam Ujian Ini dan dia adalah perempuan Pikir Sota
"Baiklah Aku Maju" Ucap Lumia
"Aku Juga" Ucap Sota
Mereka Berlari Kearah Masing masing Dan Mengangkat Tangan Bersiap Untuk Mengadu kekuatan Mereka, Dan Ketika kepalan Tangan Mereka beradu hingga Menimbulkan Ledakan Dan suara yang Keras
Mereka Berdua Melompat mundur untuk menjaga jarak dengan lawan Dan memikirkan Strategi untuk mengalahkanny
"Astaga aku tak bisa bilamg kalau Kepalan tanganku Hampir Patah Jika Aku Tak Lompat mundur, Aku seperti Meninju Sebuah besi saja, Apa Aku Harus Mengadu kepalan lagi, Tidak jika aku melakukannya kemungkinan Aku Akan Kalah karena tak bisa menggerakkan Tangan" Pikir Sota
"Kenapa Tanganmu Di Sembunyikan Saudara Sota, Apa kau terluka" Ucap Lumia
Sota kaget dan berjalan mundur Sambil menyembunyikan Telapak tangannya
"Ah Tidak ini Adalah jurus, Benar Jurus rahasia Jika diketahui bukan rahasia lagi namanya" Ucap Sota
"Jelas Jelas Tanganmu Membengkak Dan Terluka Karena beradu kekuatan denganku, Mungkin aku agak berlebihan Hingga memakai kekuatan Qi gathering 6, Tapi tak apalah" Pikir Lumia
"Baiklah Kalau begitu aku tunggu dalam 1 menit jika lama Akan kuserang segera" Ucap Lumia
"Oh Terima Kasih Saudari Lumia, Kalau begitu aku tak akan sungkan" Ucap Sota
"Tentu Saudara Sota jadi cepatlah atau aku Akan Menyerangmu sekarang" Ucap Lumia
"Baik aku akan Bersedia" Ucao Sota
Lumia menunggu selama 1 menit Hanya untuk menunggu Sota menyelesaikan jurusnya
"Baiklah Aku selesai" Ucap Sota
"Ouh Jurus yang hebat" Ucap Lumia
"Tentu ini Adalah Jurus tingkat Elite, Bahkan susah didapat oleh murid luar, Kuharap Kau tak terluka" Ucap Sota
"Majulah" Ucap Lumia
"Jurus tingkat elite : Pukulan Harimau Tinju merah" Ucap Sota
Sota melancarkan sebuah Pukulan Yang Kuat ke arah lumia, Lumia yang melihat itu bersiap menangkis Atau Membalas serangan yota
"Kalau begitu Akan Kutambahkan kekuatannya Hingga Qi gathering 7, Dan pertahanan ku" Pikir Lumia
Lumia Berlari ke arah Sota yang bersiap melancarkan serangannya, Lumia Juga bersiap Melakukannya Hingga Kedua kepalan tangan mereka beradu, Menyebabkan Ledakan yang besar, Dan menyebabkan Seluruh arena mengalami keretakan, Begitu pula Telapak tangan sota yang retak
"Hmm, Kabut Sialan ini menghalangi pemandanganku" Ucap Wasit
Ketika kabur menghilang semua krang di arena melihat Lumia berdiri dan Sota Yang Tidak sadarkan diri
"Pemenangnya Lumia, Lanjutkan Ke lertandingan selanjutnya" Ucap wasit
Like
Koment
Vote
Rate