Re World

Re World
pembicaraan sebelum Ujian



One-chan Tidak Akan Rilis Ch lagi Kalau likenya dibawah 10, Ingat itu


"Baiklah aku akan mengaktifkan Tato Spiritual, Dengan begitu Kekuatan, kecepatan, pemulihan, pertahanan, Akan meningkat Sebesar Kultivasi Heavenly Tribulation 5, Tetapi dimata orang lain kalian hanya Nirvana 8, Walau Kemampuan kalian setara Heavenly Tribulation 5, Kalian Jangan Berlebihan menunjukkan kekuatan cukup selesaikan dengan cepat" Ucap Ryota


"Tetapi apakah Ryota bisa jadi juara 1 dalam perlombaan kali ini" Ucap Lumia


"Benar kemampuan kami setara dengan heavenly tribulation 5, sedangkan Kau yang kutau Baru Heavenly Tribulation 3, Jadi Kami akan Menyerah saja ketika berhadapan denganmu" Ucap Yukki


"Bodoh, jangan kan heavenly tribulation 5, Jika dia Heavenly tribulation 8 pun akan kukalahkan, Kalian Berdua jadilah juara 1 Aku akan Menjadi Murid Peringkat akhir saja, Aku Ingin Melihat dahulu sifat sifat Orang yang sebenarnya" Ucap Ryota


"Walau Aku Kuat, Aku sangat membenci Para 'penjilat' Aku Hanya Menerima Orang baik baik bahkan Jika Itu Monster, Asal dia baik tidak munafik" Ucap Ryota


"Dan Jika Ada seorang Yang Ingin menjadi Guru pribadi kalian, kupastikan dia akan mati, bahkan jika harus menghancurkan sekte ini" Ucap Ryota


"Baik Aku Akan Menolak semua orang yang menjadi Guru Pribadi Diriku" Ucap Lumia


"Tidak ada yang layak menjadi Guruku Kecuali Ryota seorang" Ucap Yukki


"Baguslah Kalau Begitu, Ayo Kita berangkat ke sekte elemental untuk Ujiannya" Ucap Ryota


Lumia dan Yukki mengangguk


'mereka pun menuju Sekte elemental untuk ujian'


"Disini ada banyak orang, ayo menuju penatia ujiannya" Ucap Ryota


"Baik" Ucap Lumia


"Ok Ryota" Ucap Yukki


"Permisi Saya ingin mendaftar" Ucap Ryota


"Kartu Peserta ada?" ucap penatia


'menyerahkan Kartu peserta'


"Ini silahkan Punya saya" Ucap Ryota


"Ryota Setelah Ini kau bisa menunggu di ruang itu 'menunjuk pintu di pojok kiri' dan ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, No peserta 52" ucap penatia


"Baiklah Lumia, Yukki Giliran kalian Lagi" Ucap Ryota


"Ini paman Kartu peserta saya" ucap Lumia


"Baik, Kau Teman Laki Laki tadi bukan" Ucap Penatia


"ya saya temannya" Ucap Lumia


"kalau begitu kau Ikuti Saja Dia" Ucap penatia


"Nomor peserta mu 51, Silahkan Datang beberapa jam lagi karena ujiannya akan dimulai tepat jam 12, Jangan terlambat" Ucap Penatia


"Baik, Terima Kasih" Ucap Lumia


"Selanjutnya" Ucap Penatia


"Ini kartu peserta saya" Ucap Yukki


"Kamu teman mereka berdua" Tanya penatia


"Ya, Aku teman Ryota dan Lumia" Ucap Yukki


"kau boleh mengikuti mereka, No pesertamu 50, Jam 12 tepat ujian akan dimulai" Ucap Penatia


"Baik" Ucap Yukki


Mereka bertiga pun bertemu


"Kalian Berdua Bisa Temanin aku sebentar, Aku disuruh datang ke ruang itu 'menunjuk pintu pojok kiri' Ada orang yang Ingin bertemu denganku" ucap Ryota


"Baiklah" ucap Lumia


"Memangnya siapa yang ingin bertemu denganmu?" Tanya Yukki


"Ketika masuk Baru Kita Tau" Ucap Ryota


Tok Tok Tok, Mengetuk pintu


"Permisi Apa ada orang" Ucap Ryota


"Masuklah"???


"Baik"


Klek, suara membuka pintu


"Jadi ada Urusan Apa Seorang Patriach Hingga Menungguku Seorang" Ucap Ryota


"Heee, Kau Mengenal diriku padahal aku Tak pernah menunjukkan diri padamu" Ucap Patriach


"Dari kata kata sebelumnya yaitu 'menunjukkan diri' Itu Artinya Kau Adalah Orang Yang mengikuti Kami" Ucap Ryota


"Hmm, Kau Benar Aku memang mengikutimu karna Cara kalian Waktu pendaftaran sungguh unik" Ucap Patriach


"Tak Usah Banyak Omong Patriach Disini kami 1 jam lagi akan Ujian Apa Ada hal penting untuk memanggil diriku"


"kalau Tidak ada, Aku Akan Pergi" Ucap Ryota


"Oh Tunggu, Ketika kau menjadi Murid sekteku Kau Akan menjadi muridku dan 2 teman perempuan mu" ucap Patriach


"Kalau Begitu sayang sekali Sepertinya hanya Mereka berdua yang akan menjadi Muridmu, Karena aku Akan menjadi Murid Peringkat akhir saja, Aku Harus mengetahui dahulu sifat sifat asli para Penjilat itu"


"Dan Kau Mungkin Hanya akan menjadi Guru Mereka, Bukan Guru Pribadi" Ucap Ryota


"Kalau aku menginnginkan mereka menjadi murid Pribadiku, Maka Apa yang bisa kau lakukan"


"Kau hanya Nirvana 7, apa hakmu berkata begitu" ucap Patriach


"kalau begitu aku akan menghubungi Seseorang untuk menghancurkan sektemu, Bagaimana"


"Dan Kuingatkan Kau Hanya mencapai emperor 5, Bahkan Sedangkan Seseorang ini kultivasinya Lebih tinggi dari Holy emperor 10" Ucap Ryota


"Apa mungkin itu, atau bocah ini mengada ngada, Tapi Dia terlihat serius" Pikir Patriach


"Kalau dia percaya hal ini akan bagus, Kalau tidak aku Harus ke Jurang kegelapan hanya memperkuat diri untuk Menjemput mereka" Pikir Ryota


"Baiklah-Baiklah, Kau menang dasar Pertama kalinya aku diancam oleh seorang bocah bahkan umurnya belum seperempat diriku, Ini sungguh memalukan" Ucap Patriach


"Baiklah Aku akan Undur diri ini sudah jam setengah dua belas kami tak ingin terlambat, dan kuharap murid murid di sektemu nanti yang memperlakukan ku dengan buruk hanya karena aku murid peserta terakhir masih hidup ketika aku bersinar"


'menunjukkan tekanan heavenly tribulation 5


"karena aku termasuk orang yang pendemdam loh" Ucap Ryota


"Astaga aku mimpi buruk seorang heavenly tribulation 5 dengan umur 16" pikir patriach


"Ah Kuharap Juga Begitu" ucap Patriach


"Dah Patriack, Hehehehe Kuharap Tak ada yang menyulut emosi Lumia dan Yukki, Karena Mereka berdua memiliki pelindung Yang bahkan Bisa menghancurkan Alam dewa ini Jika Dia Mau"


"Walau Dia tak disini, Tapi dia bisa melihat Lumia dan Yukki, Jadi Amankanlah mereka aku tak mau dia mengamuk" Ucap Ryota


"Baiklah Akan Ku amankan mereka" Ucap Patriach


"Aku berubah pikiran kau tak boleh jadi Guru mereka Secara Publik Atau Diketahui banyak orang, Jadilah Guru Mereka berdua secara diam diam tanpa siapapun tau, Karna Yukki maupun Lumia bisa Diculik Untuk Mengancam Dirimu"


"Aku pergi" ucap Ryota


"Maaf menunggu lama, Aku sedikit 'berbicara' dengan Dia"


"Ayo sekarang menuju lokasi Ujian" Ucap Ryota


"Siapa Dia Yang kau maksud" Ucap Lumia


"Lain kali Jangan Terlalu lama" Ucap Yukki


"Dia akan bertemu kalian dan Maaf kalau terlalu lama" Ucap Ryota


'Mereka pun menuju lokasi Ujian'