
"Tujuan Tuan besar adalah Untuk kembali Menuju Alam Yang lebih tinggi, Alam Tersebut dinamakan alam dewa sejati, Tuan besar Pernah berkata, Bahwa dia Adalah Kultivator aliran hitam di alam dewa sejati, tetapi dia melanggar salah satu hukum alam, karna melanggar dia di lempar menuju alam kita saat ini"
"Dan Untuk kembali ke alam dewa sejati Tuan besar memerlukan Sebuah Barang Bernama Gerbang Teleportasi, Dan Hampir seluruh kultivator aliran putih, hitam dan netral tau Bahwa sekte elemental memiliki Barang tersebut"
"Tuan Besar Memerlukan Bantuan kita Untuk menghabisi Para Pengganggu, Sebab Ketika sedang mengaktifkan Portal teleportasi, Tuan besar Tidak boleh Bergerak Ataupun Melakukan sesuatu"
"Oleh karena itu kita harus semangat karena setelah penyerangan ini Nama Kita Sebagai sekte aliran hitam akan lebih ditakuti"
"Jadi Semuanya Bersiaplah Kita akan Berangkat segera" Ucap Targal
Hanya karena ucapan Targal, seluruh Pengikut Dan anggota sekte aliran hitam Memiliki semangat yang lebih tinggi, banyak sorak sorakan terdengar di tempat itu
Sementara Itu Di Kembali Ke Ujian
"Yo🤘 Pertandingan Terakhir Akan dimulai yo🤘, Dimohon Untuk Peserta Ryota dan Yasha Untuk maju kearena yo🤘" Ucap Wasit
"Yota, Entah kenapa aku merasakan hal aneh dengan lawanmu kali ini" Ucap Lumia
"Mia Benae, aku merasakan Ada Sebuah Aura Gelap Di tubuh Lawanmu dan ada kemungkinan dia adalah kultivator aliran hitam menyamar menjadi kultivator aliran putih" Ucap Yukki
"Tak perlu khawatir, Bagaimana pun Aku pasti menang" Ucap Ryota
"Yota benar, Kita tak perlu khawatir" Ucap Yukki
"Sudahlah Maju sana" ucap Lumia
Ryota hanya mengangguk dan Berjalan ke arena
•••
"Rencana akan dimulai, Kuharap tak ada masalah yang datang" Pikir yasha
•••
"Yo🤘 Karena Kedua peserta telah memasuki arena, Maka tanpa banyak basa basi kita mulai sahaja Yo🤘" Ucap wasit
"Hey, Saudara Ryota Akan kuberi kau pilihan Karena saat ini aku sedang sibuk, Pilihan pertama Menyerah, Pilihan kedua Kalah Dengan Luka Parah, Ketiga Mati
"Pilih Satu, Aku sedang terburu buru jadi cepatlah" Ucap Yasha dengan Sombong
"Aku PilIh Pilihan keempat" Ucap Ryota
"Baiklah Silahkan keluar arena"
"Tunggu......Kenapa kau tak Memilih pilihan kesatu dan apa maksudmu pilihan keempat" Ucap Yasha Dengan Eksperesi kebingungan
"Bukankah sudah jelas, Aku tak memilih pilihan kesatu karena aku yakin akan menang dan pilihan keempat adalah untuk menang" Ucap Ryota dengan Eksperesi datar
Dengan wajah yang merah karena Marah Yasha berkata
"Apa Maksudmu Hah, Kau Kira bisa menang melawanku, AKAN KUBUAT KAU MENYESALI KEPUTUSANMU"
"Silahkan, Semoga kau menang" Ucap Ryota dengan menggunakan ekspresi meremehkan
Tiba Tiba Tekanan Di sekitar arena Meningkat hingga Ke Tekanan Seorang kultivator Raja Hal Itu membuat Seluruh Penonton Terkejut
"KAU BENAR BENAR CARI MATI BOCAH, AKU SUDAH BAIK BAIK MENYURUHMU MENYERAH, TAPI KAU MALAH MEMPERLAKUKANKU BEGINI, AKU PASTI AKAN MEMBUATMU MENYESAL" ucap Yasha Dengan Wajah memerah Karena Marah...Tanpa sadar Ukuran Tubuhnya Berubah Hingga Seukuran Orang dewasa
"Karena Penyamaranku ketahuan Kita Hanya Perlu Bertahan Hingga Bantuan Datang" Ucap Yasha
"Kita??" Hampir seluruh Orang berpikir Begitu
"BENAR, KALIAN SEMUA TAK PERLU MENAHAN DIRI BUNUH SEMUA ORANG DISINI" ucap Yasha
Syuu....Dari Seluruh Bagian Tempat duduk Baik peserta maupun penonton Bermunculan Sekitar 100 Orang Dengan Pakaian Hitam
"Cih, Jadi Sekte Ku Yang kena serang...Apa yang para Kultivator aliran hitam ini incar" Pikir Patriach Sekte elemental
"Hei Kalian Kira Aku Tak Akan Turun tangan Untuk membereskan Kalian...Hanya Ratusan kultivator raja Mudah Sekali" Ucap Patriach
"Hoo...Patriach sekte elemental bukan...Kultivator Emperor 5...Sayangnya Lawanmu bukan Kami...Tapi Dia" Ucap Yasha
Duarr...Dari Langit Seseorang Turun Dengan Kecepatan yang tinggi, Tekanan Kultivator Emperor 5
"Lawanmu Adalah Aku...Nuwa" Ucap ???
"Kau...Kukira Kau sudah mati ternyata kau masih hidup yah...Soji" Ucap Patriach/Nuwa
"Aku tak akan mati sebelum membunuhmu" Ucap Soji
"Dendam Ini Kita akhiri Disini...aku malas berhadapan denganmu lagi" Ucap Nuwa...Serta Eksperesi Sedih
"Aku Juga" Ucap Soji dengan Muka Sedih
"Hiaaa" Ucap mereka berdua dengan semangat
•••
Dengan Ekspresi yang meremahkan Serta merendahkan Yasha berusaha Meruntuhkan Mental Seluruh Peserta
"Hehehe...Dengan begini Kalian akan kalah...Karna Tetua agung kalian sedang Melakukan Kunjungan sekte kalian tak mempunyai kuktivator empror lagi"
"karena Aku Baik...Silahkan Bagi Orang Orang diisini Yang ingin selamat Boleh Pergi ke bagian Kami...Dan Jika Ingin Mati mengenaskan tetaplah Berada disana" Ucap Yasha
"Lebih Baik Aku tak menunjukkan diri Dahulu...Akan kulihat Bagaimana Orang Orang ini mengatasi Masalah ini" Pikir Ryota
Banyak orang yang berpikir untuk Memilih Pihak Musuh Tetapi karena kesetiaan Mereka terhadap Sekte elemental mereka menahan diri...Akan tetapi ada saja orang orang Yang Langsung berlari Ke Musuh...Dari Ribuan Makhluk hidup Di arena...Hanya tersisa 3683 Orang yang membela Sekte mereka
Yasha Membuat Wajah Yang merendahkan Ke arah Para Tetua...Patriach...Murid
"HAHAHAHA...KAU LIHAT INI...BANYAK YANG MEMILIH MENGHIANATI SEKTE UNTUK KEPENTINGAN HIDUP MEREKA"
Tiba Tiba Sebuah tekanan Emperor Muncul Secara Mendadak Dan menekan Para Musuh Dan pemberontak
"Benar Orang seperti itu Sangat pantas Ma-...
Like
Koment
Vote
Rate