Re World

Re World
ujian Murid Babak Pertama (bagian I)



Trang.....Benturan Antara Tombak Pendek milik Mona Dan Pedang Milik mia Terdengar Hingga Seluruh Arena


"Heh, Hebat juga pedangmu, Walau Tak sekuat milikku" Ucap Mona


"Hah, Tombak Pendekmu juga hebat Walau Tak sehebat Senjata Utamaku" Ucap mia


"Heh, Senjata Utamamu Mungkin Hanya sedikit lebih bagus Dari pedangmu Kan, Kau takut menggunakannya karena Takut senjata utamamu Rusak melawan Tombak pendekku Ini" Ucap Mona


"Tidak, Aku hanya takut 1 tebasannya Menghancurkan Wilayah sekitar" Ucap Mia


"cih, Banyak omong Bahkan Senjata utamamu mustahil Memotong tombak pendekku" Ucap Mona


"Jika Aku diberi Izin memakainya saat ini sudah ku belah Kepala Kosongmu itu" Ucap Mia


"Owh Ya" ucap Mona


Trang.....setelah benturan Senjata mereka Berdua melompat mundur kebelakang


"Akan Kutambah sedikit kekuatan lagi, Akan kutunjukkan sebagian kekuatanku" Pikir Mia


"Jika begini terus aku akan kalah karena kelelahan, Aku Harus menyelesaikan Ini Secepat mungkin" Pikir Mona


"Ayo Maju Mona"


"Ayo maju Lumia"


"Kalahkan Dia" Ucap mereka bersamaan


Ketika semakin Dekat Mona Menggunakan seni tarung Terbaiknya Untuk mengakhiri Pertempuran dengan cepat


"Heh Kalah kau sudah, seni tarung Tombak Pendek : Tombak Badai" Ucap Mona


Ketika Mona menyelesaikan Jurus itu, Muncul Ratusan Tombak Membentuk Badai Dan Menyerang Mia


"Heh Jurus yang Lumayan, Tapi Tak Cukup Melawanku, seni Tarung Dewi Es kembar : Tebasan Es" Ucap Mi


Mia menebaskan Pedangnya kedepan membuat serangan Tebasan Es Menuju Badai Tombak Milik Mona


"Hahahaha, Sebuah Tebasan Biasa kau kira bisa mengalahkan Tombak Badaiku Jangan Terlalu Berharap Kau Lumia" Ejek Mona


dengan Tatapan sedingin es yang bisa membekukan Jantung Mia menatap Mona,


mona Terdiam karena Takut Hanya karena tatapan Mia


"Mengerikan sekali tatapan tadi" Pikir Mona


"Tapi tetap saja Dia tak bisa mengalahkan Seranganku" Pikir Mona


Ketika Serangan Mia dan Mona Saling Mendekat, semua orang kecuali yang mengetahui Seni tarung milik Mia Sudah menyatakan Dalam Pikiran Bahwa Mia sudah kalah, Tetapi ketika Serangan Mereka berdua bertabrakan Hal yang mengejutkan Bagi orang yang Menduga bahwa Mia akan Kalah karena Ketika Tebasan Es milik Mia mengenai Tombak Badai Milik Mona, Serangan Mia Membekukan Tombak badai dan menghancurkannya Hingga mencapai Pelindung arena Karena tebasan itu Termasuk serangan tingkat dewa Pelindung tersebut tak bisa menghalaunya dan hanya bisa membeku dan rusak, Hingga Ke Atap Arena, Setiap Yang ditabrak Oleh Serangan Mia semuanya Membeku Dan Pecah


"Ba.....Bagaimana Mungkin seranganku kalah" ucap mona karena tak percaya apa yang dilihatnya


"Jawabannya mudah, aku lebih kuat darimu Jadi wajar serangan lemah milikmu tak bisa menahan seranganku" Ucap mia


Sebelum menyelesaikan Ucapannya Mona Terjatuh Dan Tak sadarkan Diri Karena kehabisan Qi


"Bahkan Jika Kau melakukan Berbagai cara, Kau tak akan bisa mengalahkan ku" Pikir Mia


"OH, Mona Tidak sadarkan Diri Karena Kehabisan Qi, Dengan Begitu Pertandingan Kali Ini dimenangkan Oleh Lumia" Ucap Wasit


"Baiklah Kita Sudahi Pertandingannya Hari ini, Lanjutkan Besok Pagi lagi karena ini sudah malam, Bubar" Ucap Wasit


Banyak Orang yang tidak sadar Dengan Waktu karena terlalu Menyenagkan Menonton Pertandingan, Akhirnya mereka Pulang Dan Kembali ke Tempat tinggal masing Masing


•••••


"Yah, itu pertandingan Yang membosankan, Bagaimana menurutmu Mia, Yuyu" Tanya Yota


Dengan Muka datar Mia menjawab pertanyaan Yota


"Tentu, Apa Lagi yang seru Bagimu Yang seorang Kultivator emperor, Mungkin menyingkirkan seluruh manusia Di alam dewa ini Hanya perlu beberapa hari"


Yuyu mengangguk Membenarkan Perkataan Mia


"Yah, Kau tau Ada beberapa Tetua Dalam, Dan Inti mencoba mendekati Mia, Aku terpaksa memberinya sedikit peringatan" Ucap Yota


"sudah ku duga kau ternyata Pelaku yang menyebabkan Hilangnya Beberapa Harta berharga, Ruang Tetua Dalam Dan Inti" Ucap Mia


"Berani mencuri Muridku Berani menanggung akibatnya" Ucap Yota


"Yah Yang penting kau tak membunuh Para Tetua, Yang penting Aku merasakan beberapa Orang Memasuki Arena secara diam diam" Ucap Yuyu


"Aku juga merasakannya, Dan Mereka berjumlah lebih dari 100 orang, Mereka Masuk secara diam diam, Dan ada 1 Orang Kuatnya seperti para Tetua Agung, Dan 1 orang Sekuat patriach" Ucap Mia


"Mereka tak akan bergerak terlalu cepat, Kita hanya akan menjadi penonton, Ada waktunya menunjukkan diri jadi tunggu saja" Ucap Yota


"Aku akan Ke Kamarku" Ucap Yota


"Aku Juga akan ke kamarku untuk berkultivasi" Ucap Mia


"Aku Juga akan berkultivasi di kamar" Ucap yuyu


Dan selama Malam Hari mereka melakukan aktifitas masing masing, Hingga pagi hari datang


Bersambung


like


koment


Rate


vote


Sayonara Minna