
Pedang besar memasuki jangkauanku meluncur dari atas dengan momentum yang mengerikan. Menggenggam erat pedang itu adalah pak tua berjenggot, Kadhan yang baru saja mengayunkan pedangnya dengan satu tangan padaku dengan senyum sadis yang mengerikan setelah memberikan serangan tipuan yang menjauhakan jarak serang pedangku terhadapnya.
Serius? Apa kau ingin membunuhku pak tua?
Karena aku melihatnya dengan jelas aku pun menghindari serangan itu setipis kertas.
Kali ini ia akan menyerang dengan serangan menusuk dari pedang pendek di tangan kanannya. Jika aku shock dan terkejut dalam keadaan seperti ini aku yakin aku akan langsung terbunuh. Pak tua ini tidak bercanda, ia benar-benar ingin membunuhku.
Aku menghadapinya dengan tenang, melompat mundur dan menarik pedangku kembali ke lintasannya, lalu maju ke depan menghadapinya.
Kelebihan dari penggunaan pedang besar adalah akan menguntungkan dalam pertahanan tapi tidak untuk kecepatan.
Ini adalah keuntungan bagiku dan hasil dari kerja kerasku selama ini dalam berlatih pedang dalam hal kekuatan dan kecepatan. Aku melewati pertahanan pedang besarnya sekali lagi dan menjatuhkan dengan tendanganku pada ganggangnya. Aku melompat menahan pedang pendeknya dengan pedangku dan menendang tepat di wajahnya.
Aku tau, ini sama sekali bukan teknik pedang yang benar tapi ini cukup bagiku untuk menjatuhkan lawan yang lebih lambat dariku.
Aku menyelesaikannya dengan menodongkan pedangku di lehernya.
"Ini kemenanganku, Kadhan."
"Wuahahah, baiklah... ini kemenangan pertamamu... setelah 100 kali kelalahan, hahahaha."
100 kali kekalahan, memang memalukan... tapi kemenangan pertama setelah itu akan menjadi suatu pencapaian yang membanggakan.
Aku menyarungkan pedang bajaku yang biasa kupakai untuk latihan dan memasuki mansion.
*
Sudah 1 tahun sejak latihan pertamaku dengan Kadhan.
3 bulan pertama adalah masa-masa latihan neraka yang takkan pernah kulupakan. Bangun tidur aku berlari mengelilingi mansion 100 kali, lalu pendinginan dan sarapan, kemudian lari lagi lalu push-up puluhan kali, pull-up, back-up dan scot jump seterusnya berulang kali setiap hari. Waktu istirahat hanyalah saat makan dan tidur.
Rasanya fisikku benar-benar dilatih untuk melampaui batas dengan latihan ini dan menyesuaikan dengan hasil yang seharusnya. Aku merasa sedikit berbeda setelah tiga bulan seperti aku kehilangan rasa berat untuk benda-benda yang sebelumnya sulit untuk kupindahkan.
"Tuan muda... saatnya telur dadar kesukaanmu."
"Oh, Nerhy, kau tidak pernah lupa, terimakasih."
Itu adalah telur dadar biasa yang dimasak dengan bumbu bawang dan irisan sayuran biasa. Ternyata masakan lauk biasa seperti ini tidak di ketahui oleh warga kerajaan, mereka biasa memakan telur dengan merebusnya, atau mencampurnya dengan sup.
Jadi aku mengajarkan resep dari telur dadar ini pada Ernha dengan menggunakan perasan buah Reshi yang biasa digunakan orang-orang untuk bahan olesan pada daging bakar sebagai pengganti minyak goreng.
Meskipun aku sudah hidup di dunia yang berbeda aku tidak akan bisa melupakan masakan rumah di kampung halamanku.
Akhirnya disini aku bisa merasakannya, yang pertama membuatnya adalah Ernha dan itu enak sekali, lalu Nerhy juga belajar membuatnya sampai duo ibu dan anak itu duet memasak dengan aku sebagai jurinya. Hari-hari yang menyenangkan.
"Saya sudah mendedikasikan diriku hanya untukmu tuan. Tidak mungkin saya akan melupakan hal kecil seperti itu. Sebagai pelayan pribadi anda, saya harus memahami secara detail semua tentang anda." Kata Nerhy.
"Hmm, ya ya... aku tau, kau sudah mengatakan itu puluhan kali."
Pertama kali aku mendengarnya, aku benar-benar malu. Aku bertanya-tanya apa ia selalu ingin memahamiku sesuatu secara detail? Apa saja yang telah terjadi tanpa kusadari selama ini?.
Tapi setelah ia mengatakan itu berulang-ulang kali, aku merasa... aku menyerah dengan niat untuk menghentikannya. Nerhy menjadi seperti itu sejak aku menyelamatkannya di hutan waktu itu, sudah lebih setahun yang lalu.
Sejak saat itu ia menjadi lebih keras padaku dalam memperhatikan tindakanku, ia melarangku banyak hal yang menurutnya berbahaya. Bahkan ia juga melarangku untuk melakukan latihan yang berbahaya dan menghentikan latihanku ketika aku terlihat kelelahan.
Butuh penjelasan panjang lebar untuk menjelaskan padanya bahwa aku memerlukan latihan keras ini agar bertamah kuat dan melewati batasku. Aku kesal dengan Kadhan yang tak membantuku sama sekali dalam menjelaskan itu semua.
"Setelah ini adalah waktunya mandi, tuan muda... saya tidak sabar untuk membasuh tubuh anda. Anda juga pasti menantikannya bukan?"
"Ugh, ya... terserah."
"Yeay..."
Aku benar-benar menyerah. Pertama kali aku menolaknya dengan lembut dan mengatakan, "aku baik-baik saja sendiri."
Jawabannya, "Tidak mungkin anda bisa membersihkan keringat di tubuh bagian belakang anda sendiri. saya tidak akan membiarkan tubuh mulia tuan muda terkotori dengan ketidakbersihan itu." Aku menyerah dan berpikir untuk menerimanya hanya untuk satu hari itu saja.
Lalu hari berikutnya, ia memintaku lagi dan aku mengatakan padanya, "Biarkan aku mandi sendiri ini perintah" dengan tekanan pada suara ku.
"Tuan muda, ada saatnya perintah dapat dilanggar untuk kebaikan atasan tanpa merugikan pihak lain, dan dalam situasi ini tidak ada yang dirugikan sama sekali jika kulanggar, dan juga... ini untuk kebaikan anda. Mohon maaf tuan muda, saya akan tetap melakukan yang terbaik untuk anda meskipun anda melarang saya. "
“Tolong biarkan saya mandi sendiri!!.” Kataku dalam hati.
Nerhy sangat gigih dalam hal ini.
Ini terlalu berat untuk beban mentalku. Meskipun saat ini aku bertubuh anak kecil polos yang seharusnya tidak tau apa-apa, di dalamnya adalah jiwa mental orang dewasa 20 tahun. Bahkan setelah setiap hari aku mengalami ini, dimandikan oleh gadis cantik, aku tidak pernah merasa terbiasa dengan itu. ini adalah ujian bagiku yang berusaha untuk tidak menjadi orang bejat.
Baiklah... ini sudah 1 tahun sejak latihan pertamaku. Ada beberapa perubahan yang jelas terlihat padaku jika dibandingkan dengan diriku sebelumnya. Kupikir tubuh kurusku ini sudah cukup berotot.
Untuk anak berusia 6 tahun memiliki otot seperti ini, bahkan di duniaku sebelumnya yang seperti ini sangat langka. Bukan hanya itu, dengan tubuh ini aku sudah dapat mengeluarkan kekuatan yang sebanding dengan orang dewasa di kehidupanku sebelumnya.
Sepertinya rata-rata kemampuan fisik manusia dunia ini lebih tinggi dari rata-rata kemampuan fisik orang dewasa di duniaku dulu. Atau mungkin, tubuh ini adalah hasil dari latihanku, hahaha
Tak terasa sudah setahun dan besok adalah hari ulang tahunku, mungkin. Atau... begitulah yang dikatakan Ernha.
Hari itu, sepertinya ada yang aneh, orang-orang di rumah agak mengabaikanku, mereka seperti menyembunyikan sesuatu, dan Nerhy memaksaku untuk tidur sangat awal di malam itu. Apa kalian merencanakan sebuah kejutan? Maafkan aku, tapi aku tidak terlalu bodoh untuk menyadari klise seperti itu.
Dan hari esok pun datang.
“”Kejutan!!””
Aku sudah menduganya, mereka merencanakan sesuatu untukku.
Pagi ini, baru beberapa menit yang lalu aku bangun dan hari juga masih belum begitu terang, aku dikejutkan oleh mereka berempat. Di ruang makan ini, semua orang berkumpul Moris, Kadhan, Ernha, dan Nerhy dengan senyuman tulus di wajah mereka semua. Dengan dekorasi sederhana dari lilin-lilin, lampu kristal terang bewarna putih dan juga lampu kristal warna-warni yang berkilau di atas meja makan ini sudah cukup untuk memberikan kesan megah bagiku.
“Selamat ulang tahun... Tuan muda, Adellard.”
Nerhy mendekatiku dan menuntunku ke meja makan. Disana sudah menanti sebuah roti besar yang bulat, dengan saus berry bewarna ungu di atasnya dan madu di bawahnya.
“Selamat ulang tahun anda yang ke enam, tuan muda...”
Mengetahui tatapanku pada roti itu, Ernha mengucapkan selamat padaku. Itu cukup menjelaskan, ialah yang membuat kue roti manis ini, bersama suaminya Moris,... mungkin.
Hoohh... aku yakin mereka tidak tidur tadi malam.
“Selamat, tuan muda.”
Diikuti oleh Moris disamping Ernha yang juga mengucapkan selamat padaku, sambil memberikan senyuman hangat dan sedikit aura ketegasan prajurit.
“Selamat.”
Lalu yang terakhir adalah Kadhan, tatapannya, wajahnya, ia... masih bersikap dingin seperti biasanya, tapi aku tau itu... matanya tersenyum padaku dengan tulus.
Perasaan yang bergejolak ini, rasanya sudah sangat lama. Sudah berapa lama? Aku tidak ingat. Mungkin,... itu adalah masa kecilku di tahun-tahun yang jauh, sangat jauh.
Hanya dengan kami bertiga saat itu, ibuku dan ayahku, mereka memberikanku kehangatan dan kenangan indah yang tak terlupakan, salah satunya adalah acara kecil seperti ini.
Aku menangis.
“Semuanya... Terimakasih.”
*
Pagi ini, kenangan terindah yang takkan kulupakan tercatat di memori batinku, aku menangis seperti anak kecil dan bertingkah seperti anak kecil normal.
Ernha mengatakan bahwa itu semua adalah idenya Nerhy, dan aku pun mengucapkan banyak terimakasih padanya, dan ia balik membalas dengan memberikanku sesuatu.
“Tuan muda, mungkin ini tidak seberapa, tapi tolong terimalah... ”
“Ini...??”
Sebuah kalung permata spiral kecil bewarna biru yang diikat dengan tali dari benang yang sangat kuat dan halus, ini adalah pemberian terindah pertamaku di dunia ini.
“Aku membuatnya sendiri.”
“... Ini... sangat cantik.”
Jujur saja, ini memang cantik, bukan hanya permatanya saja, talinya juga tampak rapi dan berkilau, ini juga sangat kuat.
“Be-benarkah? Tuan muda?...”
“Ya... aku sangat senang sekali Nerhy, ini adalah pertama kalinya... hadiah pertama terindah dalam hidupku, terimakasih...”
“I-itu tidak seberapa tuan, aku... hanya mengikat permata biasa itu dengan_”
“_Tidak, ini sangat berharga.”
Mungkin belum tapi aku akan, aku akan menyimpan dan menjaganya selalu dan menjadikan ini sesuatu yang sangat berharga, benda yang sangat berharga.
Haah... sepertinya aku akan meneteskan air mata lagi, aku tidak akan menyangkalnya, aku memang anak yang cengeng.
“.... Tuan?_”
“Nerhy, kupikir memanggilku ‘tuan muda’ terlalu panjang, kau bisa memanggilku Adel saja.”
Itu benar, aku sudah memikirkannya berkali-kali, memanggilku ‘tuan muda’ sepertinya kepanjangan...
“Tidak... mohon maaf, tapi saya tidak akan melakukannya, itu akan mencemari kehormatan tuan muda, dan saya tidak akan melakukan kesalahan seperti itu.”
Tapi sepertinya rasa hormat Nerhy sangat tinggi. Kalau saja posisi kami setara, mungkin akan jadi lebih baik.
“Ughm... Bagaimana dengan ‘Sir’? Sir Adel?”
Kurasa panggilan ‘sir’ lebih pendek dan lebih simpel tidakkah ini akan menjadi lebih mudah?. Arti dari kata ‘sir’... kalau aku tidak salah sih juga ‘tuan’
“Sir... Adel?”
“Ya...”
“Sir Adel, Sir Adel... tuan Adel?”
“Tidak buruk bukan?”
“Tidak... sir Adel tidak cocok, Nerhy ini akan memanggil anda tuan Adel saja mulai sekarang sebagai satu-satunya pelayan pribadi anda.”
“Haah... baiklah, terserahmu saja.”
Setelah Nerhy Kadhan juga mendatangiku, ia membawa benda panjang yang tersembunyi dalam kain katun itu.
“Aku juga akan memberikanmu sesuatu.”
“... hah?”
Wajar aku akan terkejut, pak tua berwajah dingin seperti dia... ternyata masih punya hati yang bersih, haha..
“Kau bisa memilikinya.”
Ia memberikan benda dibalik kain itu padaku.
“Ini... pedang?”
Tepatnya, itu adalah pedang perak putih yang kulihat di gudang waktu itu. Sekarang, benda itu berada di tanganku. gagangnya yang bewarna putih terasa kokoh dan lembut. Ada ukiran garis-garis bercabang di tulang pedangnya selaras dengan gagangnya.
Panjangnya... ku perkirakan sekitar 1 meter setengah. Dan beratnya,... entahlah, yang penting ini tidak terlalu berat dan juga tidak ringan pula. Aku dapat mengayunkannya dengan baik.
“Terimakasih Kadhan. Aku akan menjanganya.”
“Hnm..”
Aku sangat senang sekali, senang, senang sekali, aku memiliki keluarga yang baik padaku. Mereka telah merawatku sejak bayi, menjagaku, dan mengajariku dengan sabar, meskipun mereka bukan orang tuaku.
Sampai pada akhirnya aku diusir dari jajaran keluarga bangsawan, mereka memilih untuk tetap menjagaku, meski mereka tau mereka akan kehilangan pekerjaan mereka.
Mereka hampir terbunuh oleh bandit, dan berhasil kuselamatkan dengan kekuatan berbahayaku yang sampai sekarang masih misterius. Dan mereka tetap setia padaku, tidak menjauhiku setelah melihat sendiri aku mengeluarkan sihir yang berbahaya yang tak terkendali, mereka tidak takut.
Kemudian, satu lagi yang setia mengajariku ilmu pedang dari dasarnya dengan kesabaran karena ketidakmahiranku dalam menghapal tekniknya.
Tepat satu tahun sejak ingatanku kembali, telah menjadi hari-hari indahku selama di rumah bersama keluargaku yang baik. Aku berjanji akan membalas kebaikan itu dengan kekuatanku, kemampuanku, sebagai manusia yang berhasil melewati reinkarnasi dengan ingatan lengkap dari kehidupanku sebelumnya.
KLING
Tiba-tiba suara berdenting yang aneh berdengung di telingaku. Layar panel transparan mengambang di depan mataku.
Kupikir pedang putih dari Kadhan adalah hadiah terakhirku hari ini, tapi ternyata bukan. Kata-kata yang tertulis disana membuatku terkejut, aku terdiam dan tercengang. Ini adalah...
“Selamat! Persyaratan untuk mengakses seluruh informasi data diri sudah terpenuhi.”
“*Note Armil: Uhm... aku sengaja melakukan ini karena beberapa alasan. Pertama, kau harus belajar tentang hidup dan bagaimana caramu menanggapinya. Keputusan yang telah kau pilih untuk bersabar telah membuatmu tidak menjadi manusia yang lebih baik, kau menghadapinya dan mencintai keluargamu yang baru itulah yang membuatmu untuk lulus dari alasan yang pertama.
Kedua, kau perlu melatih fisikmu dan otakmu sebelum kau terobsesi dengan sihir, ini demi keselamatan untuk masa depan. Ketiga, umur 6 tahun adalah usia rata-rata dimana anak-anak mulai belajar di sekolah dasar.
Okeyy, untuk selanjutnya, kau dapat melihatnya sendiri dan latihlah dengan baik, karena keterampilan ini, skill ini, hanya milikmu. Hanya kau yang bisa menggunakannya dan itu tidak akan berguna di tangan orang lain. Ia punya makna yang dalam dan wujud yang bercabang, melampaui akal sehat dan penggunaan yang beragam. Cukup pergunakan dengan baik dan kau tak kan kehilangannya. Aku menyebutnya, INFINITY MAGIC.
Good bye*”
”Ha?”
Ini adalah hadiah terkahirku hari ini.
***