
1 tahun telah berlalu.
Umurku sekarang adalah 7 tahun. Ulang tahunku sudah lewat 3 bulan yang lalu acara hari itu menjadi pertarungan antara Kadhan dan aku. Hasilnya menjadi kemenanganku dengan selisih 11 12.
"Kau memang anak yang jenius dan pekerja keras tuan muda."
"Tidak, tidak... Kadhan masih lebih kuat dariku. Itu hanya kebetulan saja Kadhan sedikit lengah, bukan?"
"Tuan muda, dalam pertempuran nyata yang mempertaruhkan nyawa yang paling berbahaya bukanlah kekuatan semata, kecepatan dan kelincahan anda itu sangat diperlukan."
"Hahaha... benarkah? Itu hanya kebetulan, aku masih bocah jadi tubuhku cukup ringan untuk bergerak cepat. Terimakasih Kadhan, tidak... master Kadhan."
"Tidak perlu memanggilku seperti itu, ngomong-ngomong,... selamat ulang tahun tuan muda."
Yah, itu adalah 3 bulan yang lalu, tepi kenangan dari perayaan ulang tahunku yang kedua bersama keluarga yang indah ini, aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Selama perempuan mungil ini masih ada di kepalaku ia akan terus merekamnya di memori dengan kapasitas yang tak terbatas.
"Alpha, berapa kemungkinan aku tidak akan merusak kualitasnya jika menggunakan petir?" tanyaku pada Alpha
"Dengan jarak, jumlah dan pergerakan mereka peluang untuk mendapatkan kualitas bagus itu sekitar 5%. Master, anda tidak bisa menggunakan petir-petir dan petir terus jika itu untuk membunuh tanpa merusak, binatang sihir squiltian ini tidak sama seperti monster Blackind spider sebelumnya. " jawab Alpha.
"Aku tau itu, aku tau, lalu... bagaimana dengan listrik 100 volt? ini cukup untuk memberikan kematian seketika kan?" kataku.
"Jika itu hanya listrik, yang langsung di tergetkan ke titik vital mereka, kemungkinan untuk menjaga kualitas tetap bagus adalah 95 %. Master, tolong serang langsung ke otak mereka, anda tidak boleh meleset." Kata Alpha.
"Okee..."
Saat ini aku sedang berburu, di pinggir hutan Feronian timur.
Ngomong-ngomong binatang yang aku buru kali ini adalah jenis binatang yang sama dengan yang kukejar-kejar dulu, binatang sihir mirip tupai, Squiltian. Ide menangkap mereka dengan serangan petir adalah yang paling buruk, tubuh marmut merekat akan langsung hancur dan tercerai berai keman-mana.
Squiltian terkenal karena lezat dagingnya dan organ dalamnya yang dapat menjadi obat. Ini sama seperti di kehidupanku dulu, tupai juga dijadian sebagai obat tapi aku tidak tau bagian mananya yang di ubah mejadi obat.
Saat ini aku mengejar tiga Squiltian yang berlari dari pohon ke pohon. Mereka kecil dan sangat lincah, memanjat pohon yang tinggi dan bersembunyi dibalik daun-daun. Kalau bukan karena bantuan Alpha, menggunakan keterampilan mappingku dan mengunci target sebagai Squiltian disana aku pasti akan kehilangan binatang kecil itu.
Kenapa aku tidak menggunakan keterampilan mappingku sendiri? Alasannya sederhana, kalau ada yang mudah kenapa harus memilih yang susah, seperti itulah…
Jadi aku menyerahkan penggunaan mapping dan appraisal sepenuhnya pada Alpha, aku tinggal mengikuti arahannya saja.
Aku menciptakan konsep sihir baru dengan bantuan Alpha, mengubah hukum lintasan cahaya dengan membelokkan mereka di sekitar tubuh membuat aku jadi tidak terlihat. Kami memberi nama sihir invisible ini sebagai [Stealth]. Itu akan menjadi kata kunci bagiku untuk mengaktifkannya.
Aku menggunakan Stealth untuk mendekati tupai-tupai yang sudah duduk diam diatas dahan itu. Mereka ada tiga dan mereka duduk terpisah, mungkin mereka berteman satu sama lain, tapi maafkan aku, aku tidak akan simpati sama sekali, karena aku membutuhkan kalian sebagai makanan.
"Tembak."
Dari udara kosong di atas kepala mereka percikan listrik yang membentuk panah menusuk ke kepala mereka, menghancurkan isi dalam kepala mereka seketika. Sama seperti seseorang yang kepalanya tersengat kabel listrik tegangan tinggi dan langsung menghanguskan isinya, Ketiganya pun jatuh dari pohon dan kutangkap dengan tanganku.
"Misi selesai."
"GOARRR."
Saat kupikir ini sudah selesai seekor monster serigala bertanduk mendekat dan mengaum di belakangku.
Aku sudah menyadarinya sedari tadi lewat deteksi dari map. Meski aku tidak terlalu memerhatikan map saat aku sedang berurusan dengan para tupai ini, Alpha akan selalu memerhatikan dan memberitahukannya padaku.
"Gerakannya sangat cepat bukan?"
"Ya, ia menutup jarak 50 meter dari master tidak lebih dari 3 detik."
Binatang sihir serigala biru bertanduk satu ini di sebut skywolf. Dari sekian banyak jenis binatang sihir yang tergolong monster di hutan ini, Skywolf termasuk salah satu yang terkuat dan paling cepat. Berdasarkan hasil analisis dari Skill Apraisal, Ia monster yang belum dewasa.
"Aku ingin menyelesaikan dengan cepat."
Aku melemparkan pedangku yang kualiri listrik kearahnya dengan kecepatan cahaya, lalu monster itu bereaksi menghindarinya setipis kertas.
"Mati."
Tepat saat ia melompat kesamping, tombak petir muncul di depan wajahnya dan menusuknya hingga menembus otak serta jantungnya dan ia mati seketika.
"Alpha, aku dapat jackpot hari ini."
"Ya."
Aku menggunakan sihir penyimpanan untuk menyimpan mayat Skywolf, mengambil pedangku dan mengenakan jubah hitam yang sebelumnya kusimpan di penyimpanan.
"Ini sudah dekat jam makan siang, sebaiknya aku cepat."
Aku pun pergi ke kota untuk menyelesaikan urusanku.
**
Kembali kebeberapa jam yang lalu, ini saat sebelum aku berburu tupai-tupai yang imut ini.
Hari ini adalah pertama kalinya aku pergi ke kota, setelah tinggal di mansion selama lebih dari satu tahun. Aku pergi ke kota tanpa memberitahu siapa pun dan berbohong dengan mengatakan aku pergi ke hutan untuk latihan.
Aku harap Nerhy dan lainnya tidak tau kebohongan kecilku ini.
Mansion kami letaknya tidak jauh dari kota, menurut perhitungan Alpha lewat map jaraknya itu sekitar 300 meter, tapi karena jalannya yang berliku-liku di area yang tidak datar ini maka jauhnya perjalanan akan sekitar 500 meter.
Bukan hanya jalan dari mansion kami saja, rata-rata jalan pedesaan ke kota dan mansion bangsawan lain yang letaknya di luar kota di tanah Folance ini melewati jalan berliku seperti ini. Entah karena alasan apa, sepertinya para bangsawan suka membangun rumah mereka di tempat-tempat yang tinggi, apa mereka tidak paham itu hanya akan mempersulit perjalanan mereka?
Kadang-kadang, kota ini juga di sebut kota Folance sesuai dengan nama tanah atau nama daerah disini. Folance di perintah oleh marquis Homura dan dari apa yang di ceritakan Ernha, sepertinya marquis Homura berteman dengan Varlort Magstain, ayahku.
Mungkin, karena itulah keluarga Magstain punya mansion di tanah Folance ini.
Kota Folance, meskipun tidak sebesar ibu kota Airylia, kota ini juga kota yang indah dan bersih. Mereka punya tatanan sanitasi yang baik. Setiap bangunan di kota punya aliran pembuangannya masing-masing, kanal-kanal saluran air yang menampung hujan dan sebagainya dan sumber air bersih mereka yang beragam.
Ada sungai yang mengalir dari atas bukit batu sampai ke kota Folance, sebagian warga menggunakan air sungai untuk keseharian mereka dan sebagian lagi menggunakan sumur yang di gali. Dan juga, 80 % tanah di dalam kota di lapisi batu bata yang tertata rapi, sama seperti di ibu kota. Sehingga ketika hari hujan warga kota tidak perlu risau akan tanah kotor yang becek.
Itu semua kulihat dan kusimpulkan sendiri setelah memerhatikan denah kota dan bagaimana sistem kebersihan kota ini bekerja.
"Alpha, apa kau tau kenapa meski kota ini kecil ia memiliki tatanan rapi yang sama seperti di ibu kota?"
"Saya pikir itu karena kota ini adalah salah satu kota perbatasan antar kerajaan Airylia dan kekaisaran Xerecias."
Menurut spekulasi dari Alpha dari skill mapping , tanah Folance ini diapit oleh hutan dan bukit, dan terhubung dengan dua jalur yang berlawanan arah, yang satu mengarah ke Ibu kota kerajaan dan yang satu lagi mengarah ke wilayah kekaisaran. Jadi, kota Folance juga berfungsi sebagai tempat pemberhentian bagi siapapun yang melakukan perjalanan antar kerajaan dan Kekaisaran.
Oleh karena itulah, nilai ekonomi warga kota Folance cukup baik dan tatanannya cukup rapi.
Akan tetapi kota Folance bukanlah pemberhentian pertama para pedagang dari kekaisaran. Ada benteng kerajaan Airylia diantara tanah Folance dan wilayah kerajaan. Para pedagang yang memasuki kerajaan akan di periksa dulu disana.
Selama aku berjalan-jalan di sekitar kota, aku melihat banyak orang-orang yang membuka kedai mereka dengan semangat, menggelar kain untuk lapak kecil mereka dan menjual barang-barang kecil yang terlihat seperti aksesoris. Pasar kota adalah tempat yang paling ramai, para penjual terus berteriak mempromsikan barang-barang dagangan mereka dengan suara yang nyaring. Kadang mereka juga mendatangi pejalan kaki dan mengundangnya untuk membeli barang dagangan mereka.
Entah kenapa rasanya nostalgia, di kehidupanku sebelumnya pemandangan pasar pagi ini sudah familiar bagiku.
Aku melihat salah satu lapak yang menjual buah Reshi, bentuknya lonjong dan merah seperti tomat. Aku sudah sering melihatnya di dapur Ernha tapi aku belum pernah melihat yang masih segar seperti ini. Saat aku menyentuh kulitnya, aku merasakan tetesan minyaknya yang keluar seperti getah.
"Hei nak apa kau ingin membelinya?" bapak penjual yang duduk disana mengejutkanku.
"Ah, tidak..."
"Kalau kau bukan pembeli maka pergilah, daganganku bukan untuk pengemis... atau bahkan pencuri." Katanya sambil memicingkan matanya padaku. Ia mencurigaiku sebagai pengemis dan pencuri.
"Maaf, aku pergi."
Kenapa ia menyangka aku pencuri? Apa karena pakaianku?
Saat aku memerhatikannya sendiri sepertinya wajar aku dianggap miskin, jubah hitam yang kukenakan ini memang terlihat lusuh. Terkadang aku memakainya saat latihan di hutan dan ketika kotor aku mencucinya sendiri di sungai, dan di beberapa bagian sudah terlihat sobekan.
"Aku memang terlihat menyedihkan."
"Saya juga berpikir begitu, master."
Alpha, tolong jangan memperburuk mood ku lagi.
Aku berpikir untuk mencari yang baru.
Aku menyusuri kota lagi untuk mencari toko pakaian, melihat ke kiri dan kanan membaca tiap merek toko, sampai akhirnya aku berhenti di suatu tempat.
"Hunter guild?"
Guild pemburu? Apakah ini sama seperti guild petualang seperti di game-game rpg itu?
"Saya rasa perkiraan master benar."
"Apa maksudmu Alpha?"
"Berdasarkan ingatan masa lalu master, di dunia master, dunia yang memiliki sihir petualangan dan pertarungan melawan monster hanya dapat ditemukan di game atau di beberapa film anime.
Kemudian, kenyataan yang master hadapi di dunia ini sampai sekarang, sama dengan fantasi di kehidupan master sebelumnya. Para petualang yang berburu monster, master temukan di game dan anime, secara logika julukan petualang tidak cocok bagi mereka yang bekerja dengan berburu monster dan menukarnya dengan uang, lalu di dunia inilah kenyataannya di tetapkan.
Mereka yang berburu monster untuk menukarnya dengan uang lebih cocok dipanggil sebagai pemburu bukan petualang."
"Eee..."
"Kesimpulannya, yang master kenal sebagai adventurer guild dan petualang, disini dikenal sebagai Hunter guild dan Pemburu."
"Ooo..."
Aku mengerti apa yang dimaksud Alpha, ini adalah Hunter guild dan pekerjaannya sama seperti adventurer guild yang kutau dari game. Menyelesaikan misi berburu dan menukar buruan dengan uang sambil terus meningkatkan reputasi.
Menjadi pemburu adalah awal dari petualanganku di dunia ini.
Aku pun membuka pintu hunter guild dan masuk.
Pertama, aku kagum dengan interiornya, ini terlihat seperti bar yang ada di film-film koboi, bahkan aromanya memberikan sensasi itu. Beberapa orang kasar dan berotot duduk di kursi kayu itu sambil meneguk minumannya dan bercerita dengan temannya.
Ada juga perempuan yang tidak feminim sama sekali duduk dengan kaki terbuka dengan kondisi yang setengah mabuk. Semua orang disini terlihat sangat kasar kecuali dua perempuan resepsionis yang ada disana.
Aku mendekati meja yang tingginya sejajar dengan hidungku itu dan berusaha melihat wajah perempuan resepsionis itu, benar-benar inilah payahnya menjadi anak kecil.
"Ada apa adik kecil, apa kau butuh bantuan kakak ini?" perempuan berambut pirang itu bertanya, dari wajahnya ia tampak masih muda, mungkin ia seumuran anak SMA.
"Aku ingin mendaftarkan diri sebagai pemburu." Kataku tegas.
"Hah?... "Ia terkejut sekilas lalu tersenyum manis sambil mendekatkan wajahnya, "maaf tapi anak kecil tidak bisa jadi pemburu, batas umurnya adalah 10 tahun."
Apa seperti itu ekspresi yang kau buat untuk merayau seorang bocah? Ia terlihat seperti ibu-ibu yang sedang menenangkan anaknya yang rewel minta dibelikan permen, yang mengatakan permen tidak baik untuk kesehatan dan lain-lain. Perempuan ini terlihat seperti itu.
Maaf saja, tapi aku tidak semudah itu tertipu.
"Kakak, emangnya ada kerugian bagimu jika aku menjadi pemburu?." kataku.
"Tidak sih... Tapi pemburu adalah pekerjaan yang bebahaya, pemburu memburu monster-monster mengerikan yang suka membunuh manusia. Kakak tidak akan membiarkan anak kecil seperti kamu yang belum tau apa-apa mati setelah menjadi pemburu." ia mengatakan kalimat terakhir itu dengan tegas.
"Apa kakak tau pemburu tidak resmi itu apa?" Kataku.
"Mereka yang berburu monster tanpa bergabung dengan hunter guild Kan?" jawabnya. “Semua orang tau itu.”
"Lalu, bagaimana cara kakak menghentikan seorang anak yang pergi berburu tanpa bergabung dengan hunter guild? Bukankah yang seperti itu banyak di pedesaan, yang tidak ada guild hunternya." Kataku.
Ini memang ada, mereka yang masih anak-anak terkadang ikut menemani orang tua mereka berburu dipinggir hutan. Binatang yang mereka buru memang hanya selevel **** hutan atau rusa. Tidak ada monster binatang sihir.
"Ugh..."
"Kakak tidak bisa menghentikan kami berburu sementara kakak hanya berdiri bersembunyi di guild sambil terus mengatakan alasan-alasan yang mengganggu..." sekarang aku merasa seperti mengjarkannya sesuatu.
"Memburu monster tidak seberbahaya yang kau katakan kak. Aku sudah melakukannya setiap hari..." lanjutku.
Sekarang ia terdiam tidak dapat membalas kata-kataku lagi. Ia mungkin kehabisan akal bagaimana menghadapi kata-kata yang seharusnya tidak datang dari anak kecil.
Hehe… Bagaimana menurutmu Alpha?
“Master cukup baik memanfaatkan penampilan master yang menipu” jawab Alpha yang ada di kepalaku.
Saat kakak rambut pirang ini bingung, perempuan rambut coklat yang dari tadi hanya menonton mendekat untuk berbicara padaku. Ia menunjukan senyuman yang sedikit menakutkan.
"Hm... Menarik, bagaimana jika kau membuktikan kemampuanmu dengan misi tingkat pemula?" katanya sambil tersenyum dan mengambil selembar kertas yang tergantung di papan di belakangnya.
"Tunggu, Nina! Apa yang kau lakukan?" kata resepsionis perempuan di sebelahnya.
Ia menunjukan kertas misi itu padaku.
"Misi pemula. Menangkap 2 Squiltian tanpa merusak tubuhnya. Tidak apa-apa jika kau kau membunuhnya asalkan tubuhnya tidak rusak." katanya sambil mengabaikan temannya.
"Nina! Itu misi rank E, bukan untuk pemula sama sekali." Kata Kakak berambut pirang itu, yang sepertinya tidak terima dengan perempuan bernama Nina ini
"Jika kau berhasil maka aku akan membantumu menyelesaikan pendaftaranmu di hunter guild, kau bisa menjadi pemburu setelah menyelesaikannya." Kata kakak bernama Nina ini.
Jadi ini untuk melihat apakah aku pantas untuk menjadi pemburu meski belum cukup umur. Perempuan bernama Nina ini, tidak bodoh seperti temannya si rambut pirang itu.
Kupikir aku berhasil menjatuhkannya tadi, sekerang ia malah membalas balik. Perempuan yang menakutkan.
“Makanya master jangan main-main dengan perempuan.” Kata Alpha yang nyambung entah dari mana.
"Nina! Ia masih anak kecil!." Kakak berambut pirang itu masih tidak terima dan mencemaskanku.
"Dola, ayo bertaruh, jika anak ini berhasil maka aku menang, jika ia tidak berhasil dan tak kembali sampai malam maka kau menang, yang kalah akan mentraktir yang menang makan malam. Bagaimana?" kata Nina, Ia cukup licik untuk mendapat untung dari perdebatan ini.
"...."
Ragu untuk menerima ajakan taruhan dari kak Nina, kak Dola melihat ke arahku. Mungkin ia mempertimbangkan bagaimana reaksiku dari syarat yang diajukan kaka Nina. Lalu ia pun mendekatiku.
"Apa kau baik-baik saja dengan ini? Menangkap Squiltian bukan untuk pemula, misi pemula harusnya rank F bukannya_"
"Aku baik-baik saja, aku akan menerimanya." Jawabku dengan tegas.
Aku tidak masalah sama sekali, hutan Feronian Timur sudah menjadi tempat latihanku setiap hari.
Dola, sepertinya perempuan ini punya hati yang cukup baik, ia masih mencemaskan kehidupan anak kecil sepertiku. Aku seharusnya bertanya padanya saja tadi pas mau mendaftar.
"B-baiklah... Kalau begitu..." kata Dola, dengan enggan ia menerimanya.
Tapi aku punya satu masalah disini.
“Uhm... sebelum itu, Squiltian seperti apa?...”
Atas pertanyaanku mereka berdua sedikit terkejut dan menjelaskannya padaku. Mungkin mereka pikir aku sudah tau seperti apa bentuk Squiltian, karena aku menyinggung tentang pemburu tidak resmi tadi.
Setelah tau aku tidak tau apa itu Squiltian Dola semakin cemas dan berusaha menghentikanku, tapi Nina menghentikannya. Di mata Nina aku juga tampaknya menjadi orang aneh. Mereka berdua mulai berspekulasi yang aneh-aneh tentang diriku.
“Lalu... Kak Dola, Kak Nina, aku akan kembali sebelum jam makan siang.”
“Sebelum itu, siapa namamu anak kecil.”
“Adel. Kalian berdua bisa memanggilku Adel.”
Dan... begitulah bagaimana akhirnya aku mendapatkan misi bersyarat untuk diterima sebagai hunter termuda di kota Folance.
Sekarang, setelah aku membawa tiga Squiltian di tangan aku kembali ke guild.
***
Ngomong-ngomong, tentang statusku sekarang adalah...
My Identity
Name individu : Adellard
Usia : 7 tahun
Ras : Manusia asli
gender : laki-laki
Health Point : 1150/1150
Strength Point : 1260/1260
Mana Point : 0/0
Physical power : 1001
Agility : 1403
Intelijen : 1210
Power Skill
-Infinity Magic Lv. 2
Bonus Skill
-Maping, lv 3
-Appraisal, lv 4
Divine God :
-Perlindungan Dewa Armil terhadap jiwa dan kekuatan
-Perlindungan Dewi Asyilah terhadap emosi dan pikiran
Title :
-The crazy man who kill his self to get reinkarnation
-A whiny child
-Thunder manic
Physical dan Agility juga sudah naik melebihi standar orang dewasa biasa. Tapi aku masih di bawah Kadhan, Physical dan Agility miliknya adalah 7900, aku belum pernah menemukan orang kuat selain Kadhan sampai saat ini.
Infinity magicku naik level, meskipun aku sering menggunakannya aku hanya naik satu angka selama satu tahun ini.
Dan, aku punya gelar baru, Thunder maniac? kurasa sesuai.
***