Re Life In Arlogia

Re Life In Arlogia
Bab 18 : Master Hunter Guild



Hunter guild di sore hari, para pemburu keluar masuk pintu guild membawa lelah di wajah mereka. Berbeda dengan kami, setelah menyantap beberapa daging kelinci lezat sebelumnya rasa lelah sudah lama hilang. Mungkin yang tersisa hanya lelah karena berjalan kaki dari lokasi perburuan sampai ke guild.


“Kita sampai.”


Baru saja Yopi membuka pintu guild, kak Nina dari meja resepsionis langsung memerhatikan dan menyoraki kami.


“Ah, kamu semua? akhirnya pulang juga ... Dola sempat cemas tau.” Dan dia malah menuduh kak Dola yang duduk disampingnya.


“Nina pun juga!!” Tentu saja, Kak Dola tidak terima.


Jam pada panel perangkat Alpha juga menunjukan jam 6 sore.


Wajar saja mereka mencemaskan kami, karena sebentar lagi malam dan matahari juga akan terbenam. Saat malam hari aktivitas monster akan bertambah agresif. Hutan akan lebih berbahaya pada saat malam.


Malah akan tidak wajar kalau mereka tidak mencemaskan anak-anak seperti kami.


Ada beberapa pemburu tua yang tak kukenal, tapi wajahnya sudah tidak asing lagi karena sering bermain dan duduk-duduk di guild. Mereka juga memerhatikan kami dan mulai mengobrol diantara mereka. Sepertinya mereka membicarakan kami dan arah pembicaraannya mulai ke arah mengenang masa muda.


Beberapa kakak resepsionis yang tak kukenal juga sepertinya berpikiran sama dengan kak Dola dan kak Nina. Mungkin, karena tak banyak pemburu usia anak-anak seperti kami.


“Yo, semuanya ... bagaimana misi pertama kalian?”


Seorang pria dewasa berjenggot rapi lengkap dengan set perlengkapan pemburu dan armor kulit di atas bajunya serta sebilah great sword tergantung di punggungnya, datang menghampiri kami dengan senyuman lepas di wajahnya yang terasa agak familiar itu.


”Ayah?”


Oh, dia adalah ayahnya Yopi? pantas saja familiar, wajah mereka mirip.


“Mister Poli? kau juga sudah kembali, lebih cepat dari biasanya.” Ujar Kak Nina melihat ayahnya Yopi datang.


“Tidak terlalu sulit, monster-monster itu sudah menjadi lemah sejak kami temukan.” kata ayah Yopi tersebut.


Tentu saja, mereka sudah melarikan diri dari pembantaianku pada malam itu dan mungkin juga bertikai diantara mereka sendiri setelahnya. Monster-monster itu sudah pada kondisi lemahnya sejak di temukan para pemburu. Kau harusnya berterimakasih padaku pak tua!


“Master! wajahmu menjijikan.”


Alpha?


“Kak Alpha benar, master jadi jelek ketika sombong”


Kau pun juga mengejekku, Zoro?


“Itu kenyataan”


Ukh.


Sementara mereka bercerita sedikit antara ayahnya Yopi dengan yang lain, aku melakukan adu mulut dengan dua teman kecilku di dalam diriku. Yang satu di dalam bayangan yang satu di dalam kepala.


Setelah itu bersama dengan mister Poli kami menuju ke belakang, ke area gudang guild untuk menyerahkan hasil buruan dan menukarkannya dengan uang dan reward point. Disana sudah ada staf guild yang bertugas mengecek, menghitung dan menyimpas hasil buruan yang di bawa pemburu.


“10 kelinci tanduk, hidup tanpa ada luka. Sesuai ketentuan maka, 440 Natt dan 40 point.” Kata seorang staf guild perempuan yang bertugas sambil mencatat laporan di buku catatannya.


“Jadi masing-masing mendapat 110 Natt dan 10 point?” Lina yang terbukti lebih pandai berhitung diantara mereka bertiga menanyakan pendapatnya.


“Yap, itu benar.” Dan itu dibenarkan oleh kakak petugas itu.


Staf guild yang bertugas disini menunjukan sebuah kandang kayu beralaskan jerami sebagai tempat para kelinci tanduk tersebut. Satu persatu kelinci tanduk dimasukkan dengan hati-hati agar tidak melompat melarikan diri dari genggaman tangan.


10 point untuk dua kelinci tanduk, berati 5 untuk satu kelinci tanduk. Untuk dapat lulus dari rank F butuh 100 point yang berarti 20 kelinci tanduk cukup untuk naik ke rank E. Tapi ternyata tidak, setelah kutanyakan perburuan kelinci tanduk tanpa misi dari guild hanya bernilai 3 atau kadang 2 point tergantung situasinya. Point reward untuk masing-masing jenis monster dapat berubah-ubah tergantung situasi dan tingkat bahaya pada waktu perburuan tersebut.


“Ah, selamat tinggal kelinci tanduk yang imut.”


“Nikmatilah rumah barumu.”


Valeria dan Lina, mereka berbicara pada kelinci itu seakan-akan kelinci itu dapat mendengar mereka. Mengusap kepala dan telinga lembut mereka, kedua gadis itu mengucapkan salam perpisahan. Mereka sedikit lucu saat melakukannya.


Setelah itu semua urusan di guild pun selesai kami semua pamit untuk pulang. Yopi dan Lina ikut bersama mister Poli pulang ke rumah mereka. Valeria juga sudah pergi dan katanya ia akan menemui kakeknya dan pulang bersamanya.


Aku juga akan pulang dan hendak keluar dari bangunan guild, tapi sebuah panggilan dari kak Nina menghentikanku.


“Adel, besok pagi tolong segera datang ke guild.” katanya setelah mengejarku di depan pintu, dan lanjut berkata.”master ingin kau menemuinya di ruangannya.”


“Master?”


“Ya, Hunter guild master, cabang kota Folance. Jadi datanglah pagi-pagi ya.”


Master guild pemburu, yang artinya dia adalah bos pemburu di kota ini. Ada urusan apa seorang master guild ingin menemuiku yang hanya pemburu pemula rank rendah ini? apa aku ada melakukan kesalahan? atau karena usiaku yang dibawah syarat ini berhasil menjadi pemburu? atau rahasia tentang kekuatanku?


Aku terlalu terang-terangan menunjukan hasil buranku dari kekuataku pada kak Dola dan kak Nina. Ada kemungkinan master guild mendapat laporan dari mereka berdua. Apa yang akan kulakukan jika seandainya sihirku ini di ketahui oleh publik?


"Master, aku tidak dapat menganalisa apa kemungkinan buruk apa yang akan terjadi, tapi menurutku itu bukan hal buruk. Di kenal oleh seorang master guild akan meningkatkan reputasimu di guild pemburu. Dan juga, menggunakan Infinity magic untuk membuat seseorang tutup mulut itu cukup mudah"


Ah, ya ... kurasa kau benar Alpha. Tidak ada gunanya untuk panik, aku harus tenang.


“ya, ya master tenang saja”


Zoro? usahamu dengan mengelus kepalamu pada pipiku saat berubah bentuk menjadi Squitian itu kuucapkan terimakasih.


Kemudian aku pulang dan melewati malam dengan makan bersama Nerhy, Ernha, Moris dan Kadhan lalu tidur seperti biasanya.


**


Pagi pun tiba pertanda hari sudah berganti.


Aku sudah menyelesaikan sarapan pagiku berdua bersama Zoro yang makan dari mangkuk pribadinya. Kali ini tidak bersama Nerhy yang menemaniku makan. Mungkin ia sedang sibuk bersama Ernha di dapur.


Mengingat undangan dari master guild lewat kak Nina kemarin, aku jadi semakin penasaran dan tidak sabar ingin segera ke guild.


“Ayo Zoro!”


“Ya!”


Hari ini Zoro berubah menjadi kucing kecil oranye dan memanjat ke pundakku. Persiapan selesai saatnya untuk teleport ke kota Folance dan menuju Hunter Guild.


“Adel? kedatangan yang tepat waktu, master sudah menunggu, ikuti aku!” Kak Nina langsung menyambutku dan memintaku untuk mengikutinya.


Naik ke lantai 2 lalu lantai 3 Kak Nina berhenti di depan pintu kayu elegan dengan gagang besi mengkilap.


Ia mengetuk beberapa kali lalu berkata “ Master, Pemburu Adel sudah disini” kemudian mendapat jawaban “Biarkan dia masuk” dari dalam.


Suara berat dan agak serak itu adalah suara master guild dari balik pintu di dalam ruangan. Aku sempat berpikir master guild adalah perempuan mengingat rata-rata staf guild yang ku temukan adalah perempuan.


Tapi dari suaranya, itu terdengar seperti suara pria tua.


Memang tdak mungkin, master guildnya adalah perempuan seperti pemimpin desa yang montok seksi di sebuah film anime ninja tertentu. Sudah pasti begitu, Ini bukan ko**ha, tapi Folance dan ini juga bukan dunia ninja melainkan dunia sihir.


Aku membuka pintu.


Aroma dari asap rokok adalah yang pertama kali tercium, kulihat seorang pria tua yang sudah keriput dan beruban duduk di kursi kayu berkualitas dibalik meja kerja yang penuh dengan buku, perkamen dan tumpukan kertas. Ditangan kirinya pipa cerutu menempel dengan bibirnya saat ia menghisap dan menghembuskan asap dari mulut dan hidungnya. Matanya yang tajam menatap diriku yang masih berdiri di depan pintu.


“Pemburu muda, Adel?” Mungkin dia bertanya, jadi aku menjawab dengan anggukan pelan “terimakasih sudah menjawab panggilanku.” lanjutnya.


“Ya? sama-sama.”


“Terimakasih. “ ku jawab.


Kesan pertamaku padanya, terasa aneh sekaligus menakutkan. Kutebak kakek perokok ini, sudah berumur diatas 70 tahun menilai dari wajahnya. Juga terasa olehku, aliran mana yang pekat dan berat berputar di sekeliling kakek tua tersebut.


Bahkan Zoro yang ada di pundakku turun dan bersembunyi dibalik bajuku. Karena ada kekek tersebut, Zoro tidak dapat sembarang masuk ke dalam bayangan dan membiarkannya melihat hal tersebut. Sihirku dan kemampuan Zoro adalah rahasia.


Jujur saja, Kakek tua ini kuat.


Yah, sebenarnya dengan Infinity magic aku bisa saja membunuhnya, tapi itu akan berimbas pada kota ini. Kota Folance akan hancur, jika kami bertarung.


“Adellard Magstain, mata birumu itu mengingatkanku pada ayahmu.” ujarnya setelah meletakan cerutu itu di dalam asbak yang ada di mejanya.


Dia mengenal Varlort, dau bahwa aku adalah putra pertama keluarga Magstain ingin ku menjawab aku sudah bukan bagian dari keluarga itu lagi tapi aku memikirkan hal lain.


“Apa kau bawahannya? disamping posisimu sebagai master guild.” Tanyaku serius padanya.


Varlort adalah penyihir terkuat nomor 1 di kerajaaan ini. Penyihir yang hebat seperti dirinya ini bisa jadi adalah salah satu dari orang-orang dapetemen sihir yang di kepalai Varlort.


Tapi ia tidak langsung menjawab pertanyaanku, ia tersenyum di wajahnya yang sudah keriput itu.


“Untuk seorang anak kecil, kau sudah bersikap dewasa, ‘penyihir misterius’.”


Sial! apa ia juga tau itu adalah aku?


“Aku yakin, ia hanya mengetesmu master. Tenanglah”


Terimakasih Alpha.


Aku tidak boleh panik


“Apa maksudmu?” tanyaku


“Haha… masih berpura-pura tidak tau… Menjatuhkan ratusan batu berapi dari langit dan membunuh ribuan monster. Itu ulahmu kan nak?” Sekarang ia berbicara seolah-olah ia melihat aksiku di sana pada malam itu.


“Bukan aku.” tentu, tidak mungkin aku jujur disini.


Zing


Tiba-tiba cincin pada jari tengah tangan kanan kakek itu bercahaya dan meredup kembali. Fokusku jadi pindah pada cincin tersebut dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang ia lakukan.


“Kukuku .... kau tidak bisa berbohong di depanku nak.” Ia tersenyum menunjukan cincin berbatu putih di tangannya.


“Master, itu adalah item sihir kejujuran. Seperti yang baru saja terjadi ia akan bereaksi saat lawan bicara pengguna cincin berbohong” kata Alpha padaku.


Tch, alat sihir yang merepotkan. Alpha, bersiap untuk kemungkinan terburuk.


“Baik, master”


“Bahkan sampai menyebut ayahmu sendiri hanya dengan sebutan nama, sepertinya rumor itu benar.” ia kembali mengambil cerutunya mengisapnya dan meletakannya kembali “Tidak perlu waspada terhadap diriku, kita hanya berbicara santai disini.”


“Memang benar, aku adalah ‘penyihir misterius’ itu. Lalu apa yang akan lakukan setelah mengetahuinya, melaporkannya pada Varlort? apa yang kau inginkan, kakek Rogue.”


“Kukuku ...” ia bersandar sambil berpangku tangan dan tertawa pelan “Sepertinya kita tidak memerlukan perkenalan diri lagi. Kau bisa tenang nak, aku tidak akan melakukan itu. Aku dulu memang pernah menjabat sebagai salah satu bagian dapartemen sihir, tapi aku sudah keluar sejak ayahmu menjabat. Jadi aku bukanlah bawahan ayahmu.” katanya


“Hah… itu sudah lama sekali, saat bocah laki-laki itu mengambil kursiku.” sambil menutup mata dan mengenang masa lalu.


Menilai dari usia, kupikir apa yang dikatakannya itu bukan kebohongan.


Baiklah tidak ada yang perlu di waspadai, jika memang ia hanya ingin pembicaraan santai aku tidak boleh tegang.


“Aku hanya ingin meminta sesuatu padamu, sebagai balasannya rahasiamu akan tetap aman. Bagaimana?” Tawarnya padaku.


Itu sama saja dengan ia sudah menjebakku untuk menuruti permintaannya dengan memanggilku kesini. Ia tidak memberiku pilihan selain menerima apa permintaannya itu.


“Entah mengapa, aku jadi merasa dirugikan karena menjawab panggilanmu, kakek tua.” aku sedikit menyindir.


“Kukuku ... tentu saja, aku butuh jaminan untuk permintaan sulit ini.”


“Baik, lalu apa itu permintaan mu?”


“Sebelum itu, dengarlah dulu ceritaku ini ...


Dulu, aku pernah merawat beberapa anak yatim yang terlantar, salah satunya adalah seorang bocah laki-laki yang cerdas dan baik hati. Sambil mengajarkan teknik bertarung, sihir dan perburuan pada mereka aku juga mengenalkan dunia pada mereka. Satu persatu mereka beranjak dewasa dan akan memulai petualangan mereka sendiri.


Aku melepas mereka ke dunia untuk mencari apa yang mereka inginkan dan menemukan jati diri mereka. Menceritakan ini mengingatkanku pada anakku yang perempuan yang telah membuatkan cincin kejujuran ini untukku, sekarang ia sudah sukses di Kekaisaran Xerecias.


Baik, kembali ke cerita, bocah laki-laki yang baik hati itu akhirnya menemukan petualangannya sendiri dan cinta pertamanya. Akan tetapi cinta mereka adalah cinta terlarang. Keluarga perempuan yang ia cintai itu memisahkan cinta mereka berdua.


Tidak terima dengan kenyataan tersebut, anakku yang bodoh itu dengan nekat melawan pihak keluarga wanitanya. Tapi karena kebodohannya, akhirnya ia mati di tangan mereka.


Hanya meninggalkan seorang bayi perempuan hasil dari cinta mereka berdua pada diriku yang sudah tua ini.”


“Lalu, kau memintaku untuk menjadi pengasuh bayi? yang benar saja, cari saja pengasuh bayi yang lain sana!”


Sebenarnya apa yang dipikirkan kakek tua ini. Memintaku, yang masih 7 tahun menghabiskan waktuku untuk mengasuh bayi yang tidak ada hubungannya denganku. Lebih baik kau bocorkan saja rahasiaku dari pada aku menerima permintaanmu.


“Huahahaha ... “ Ternyata ia bisa tertawa lepas juga.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu dari luar.


“Masuklah sayang.” kata kakek itu seakan-akan sudah tau siapa yang akan masuk.


Lalu seorang yang tak kusangka-sangka untuk dapat bertemu lagi secepat ini pun membuka pintu kayu tersebut dan segera berlari ke arah master guild sambil berteriak “kakek!!” dan memeluknya. Kulitnya putih rambutnya pirang cerah dan tingginya hanya sedikit lebih tinggi dariku.


Ia melepas pelukannya dengan master guild dan mulai menyadari keberadaanku. Saat ia berbalik aku benar-benar dapat melihat wajahnya dan tidak mungkin ku lupa.


“Adel?”


“Vale?”


Kami berdua sama-sama terkejut, membuat wajah melongo yang lucu.


“Apa yang kau lakukan bersama kakek?”


Dia adalah kakeknya Valeria?, master guild?, kakek tua ini?


“Jangan bilang Vale, kau ... master guild?” aku sangat terkejut sampai tergagap-gagap


“Ya, aku ingin kamu menjaga cucuku Valeria, sampai kalian dewasa.” dengan santai ia mengatakan itu menunjukan senyuman keriputnya.


“Hahhhhh??”


Tidak tau bahwa, pikiranku mulai Blank sampai ke dalam


***


.


.