
Aku sampai di guild pemburu dan menemukan bahwa guild sedang sibuk, biasanya sepi di pagi hari tapi sekarang cukup ramai. Tidak ada yang tertarik untuk melihat siapa yang baru masuk karena banyak pemburu yang sudah keluar masuk guild pagi ini.
"Ohh... Adel, apa itu kamu? aku sudah menunggumu."
Di meja resepsionis, aku melihat Dola yang memanggilku, aku pun langsung menuju mejanya. Zoro mengikuti di belakangku dan duduk menunggu didekat kakiku.
"Kak Dola, apa sudah siap?." tanyaku pada Dola.
Meskipun aslinya aku lebih tua dari Dola, di dunia ini aku baru berumur 7 tahun. Jadi untuk menjaga sopan santun aku memanggilnya ‘kak’.
"Sudah, tunggu sebentar." Kata Dola.
Ia pergi ke ruangan di belakang meja resepsionis, sementara itu aku menunggu di meja yang tingginya hanya mencapai leher ku. Tepat disamping ku seorang anak muda yang lebih tinggi dariku dan perawakannya yang tampak seperti siswa smp berpakaian pemburu lengkap, memegang selembar kertas misi di tangannya.
Ia tampak sedang berpikir keras tentang misi yang akan diambilnya.
"Hai..." sapaku padanya, hanya mencoba untuk akrab sesama pemburu.
"Ah, ya... apa kau kesini untuk mengajukan permintaan?" Ia membalas dan bertanya. Setelah aku menyapanya, ia menjadi sedikit rileks.
"Tidak... aku baru mendaftar sebagai pemburu kemarin, jadi aku berencana mengambil kartu identitas pemburuku." Jawabku.
Mungkin ia berpikir aku anak salah satu toko daging yang mau mengajukan request misi.
"Ahahaha... kau sangat pandai bercanda adik kecil... " dia tertawa, tidak percaya.
Apa ia menganggap aku bercanda?
"...Kamu harus sedikit lebih besar lagi kalau mau menjadi pemburu." sambungnya dengan nada sombong.
"Aku serius."
Saat aku memberinya tatapan serius ia membalasku dengan tatapan serius juga.
"Dengar, kehidupan pemburu itu bukanlah permainan anak-anak. Kau harus lincah dan gesit untuk mendapatkan monster buruan yang kau incar." dia mulai sok mengajariku hal yang sudah ku ketahui.
"Sekarang, kembalilah ke rumah dan bermainlah dengan temanmu." dan sekarang ia memerintahku, dengan wajah sok dewasa padahal ia sendiri juga masih kecil.
Kurasa responnya yang seperti itu wajar. Dilihat dari manapun aku hanyalah bocah 7 tahun, aku juga tidak mengenakan peralatan lengkap seperti armor kulit dan pelindung dada, pedangku Siliverum juga ku simpan di penyimpanan. Cuma ada sepatu dan baju longgar biru di badanku.
"Baiklah, ini dia kartumu, Adel. Sekarang kamu resmi menjadi pemburu rank-F." Kata Dola yang datang dari dalam ruangan.
Pas sekali Dola! kau memberikannya di waktu yang tepat.
"Ooh... Terimakasih Dola." Kataku.
"Mendekatlah, aku akan menjelaskan tentang kartumu_"
"Haahh??? serius? kau lulus sebagai pemburu? jangan bercanda! kau bahkan masih kecil, jangan mengada-ngada syarat pemburu adalah di atas 10 tahun! kau tidak bisa menjadi pemburu!" Melihat Dola memberikanku kartu Id terkejut dan langsung memotong pembicaraan kami. Aku paham ia terkejut, tapi kenapa ia marah?
Ya, dia benar, syaratnya memang di atas 10 tahun, tapi... aku keburu miskin duluan menunggu sampai aku berumur 10 tahun, karena Varlort akan mengusirku dari mansion di usia itu.
Sial, harusnya aku tidak usah menyapanya tadi. Padahal aku hanya ingin menghilangkan kecanggungan sesaat.
"Miss Dola, aku tidak percaya? kau benar-benar meluluskannya sebagai pemburu? bukankah dia terlalu muda, masih anak-anak! aku yakin umurnya masih di bawah 10 tahun. Ia baru saja menipumu Miss Dola! Bukankah terlalu berbahaya bagi anak-anak untuk menjadi pemburu, ia bisa saja mati! dan kau membiarkannya menjadi pemburu! ini jelas-jelas sebuah kesalahan." ia dengan keras bertanya dan membentak Dola.
"Maafkan aku tapi tidak ada kesalahan disana, ia tidak menipu, ia menulis formulir pendaftaran sendiri dan dengan jujur menuliskan berumur 7 tahun dan ia juga berhasil menyelesaikan tesnya. Menangkap Squiltian misi rank E, adalah misi yang diberikan Nina, dan ia berhasil melakukannya. Aku yakin aku tidak tertipu sama sekali." jawab Dola tenang, seperti seorang pro.
"itu... mustahil misi rank E, bahkan rata-rata pemburu rank E kesulitan untuk menangkap mahluk kecil itu, meski dengan perangkap, geraknya sangat cepat. tidak mungkin ia dapat..." katanya tanpa mengalihkan matanya dariku.
"Dia melakukannya, dengan mayat Squiltian yang utuh tanpa luka." tegas Alpha.
Kemudian ia terdiam dengan menggerutu kesal lalu pergi meninggalkan kami.
Tanpa kusadari, karena keributan ini aku mulai menjadi pusat perhatian. Semua orang melihatku dan wajah mereka semua sama, wajah terkejut dan tak percaya. Seorang bocah 7 tahun telah menyelesaikan misi Rank E? dan berhasil menjadi pemburu? itu akan menjadi topik hangat untuk sementara ini.
Zoro yang dari tadi hanya duduk di dekat kakiku, melompat dan naik ke pundakku. Dola sempat termenung melihat Zoro yang duduk di pundakku.
“Master, semua orang melihatmu” kata Zoro lewat telepati.
Aku tau.
Dola sepertinya juga paham, bahwa aku merasa tidak enak. Ia juga seperti ingin menanyakan sesuatu tentang Zoro.
"Pria yang tadi itu, ia bukan orang jahat. Ia pernah meminta pendaftaran saat masih berumur 9 tahun tapi guild menolaknya karena ketidakmampuannya, ia hanya iri padamu. "
"Aku mengerti." jadi pada intinya ia hanya iri, padaku.
Iri pada diriku yang berjiwa dewasa tapi bertubuh anak-anak ini, terlalu cepat seratus tahun.
"Ngomong-ngomong Adel, apa kucing itu adalah peliharaanmu?" tanya Dola dengan penasaran.
"Ya, namanya Zoro aku juga sudah membuat sihir kontrak dengannya." Zoro turun dari pundakku naik ke atas meja.
“Master, dia cantik” kata Zoro lewat telepati.
"Ouhh... ia imut sekali." Dola menggendong Zoro dan menimangnya di dadanya.
"Miaaww..."
“Master, dadanya.. hangat” kata Zoro dengan semangat.
Sementara Dola menikmati mengelus dan menggendong Zoro, Zoro memberikan komentarnya pada kami lewat pikiran. Aku tidak masalah dengan itu, tapi... Alpha.
“Hmmmm....”
Tolong Zoro, jangan berpikiran mesum. Kau akan membuat kakakmu marah.
Alpha berdiri di udara di depan Zoro, hanya aku dan Zoro yang dapat melihat Alpha, sementara Dola tidak tau. Melihat wajah marah Alpha Zoro pun turun dari gendongan Dola.
"Ada apa kucing kecil?" tanya Dola.
"Kak Dola, ia gelisah di gendong terlalu lama, ia ingin sedikit bebas." Kataku dengan alasan yang bisa di terima.
"Ohh, baiklah… sampai jumpa lagi kucing kecil."
Lebih baik aku membohongi Dola dari pada membiarkan Alpha merajuk. Setelah itu pembicaraan mereka di dalam pikiran lewat telepati pun berlanjut.
“maafkan aku kak Alpha kenapa kau marah?”
“Aku tidak marah, kalau kau masih ingin melanjutkan bersama wanita itu, silahkan saja!”
“Tidak, sepertinya kak Dola tidak setuju aku mendekati wanita itu, maka sebaiknya tidak usah”
“Uhm... Zoro”
Setelah itu aku membayangkan adegan berpelukan diantara mereka. Cinta kakak beradik? yang benar saja apa kalian berdua sedang dalam komedi semacam itu.
Mereka berdua terlalu asik sehingga mengacuhkan komentarku, baiklah.
"Ngomong-ngomong kak Dola kenapa hari ini sangat ramai sekali?" tanyaku pada Dola.
"Apa kau tidak tau? tadi malam ada invasi monster dari hutan Feronian. Semua tentara, ksatria dan pemburu di Folance mengerahkan kekuatan mereka untuk melindungi Folance. Bagi para pemburu itu adalah pesta perburuan monster yang sangat jarang dapat terjadi."
Jadi ini semua karena invasi monster tadi malam. Aku membiarkan sekitar seratus atau dua ratus monster untuk diurus pasukan dari Folance, tapi mereka malah berpesta membantainya.
"Kak Dola tau? kira-kira berapa jumlah seluruh monsternya?"
"Kabar dari kelompok pengintai tadi malam ada sekitar 400 monster yang terdeteksi tapi sampai sekarang baru 100 yang berhasil di bunuh."
Hanya 400, kira-kira apa yang terjadi jika aku membiarkan 2000 mosnter itu lewat. Aku berusaha menahan tawa di dalam hati.
"Ooh... apa itu juga berhubungan dengan kenapa aku tidak melihat Nina pagi ini?"
Penyihir misterius? yang menurunkan hujan meteor?, sudah jelas itu aku. Jadi karena itulah aku mendapatkan title tersebut.
"Sepertinya sekarang orang-orang kerajaan sedang sibuk mencari siapa penyihir misterius itu, mereka juga menawarkan posisi sebagai penyihir resmi kerajaan untuk penyihir pisterius itu." Lanjut Dola.
Apa yang terjadi jika aku mengatakan bahwa aku adalah penyihir misterius itu? apa mereka akan langsung memposisikanku setingkat dengan Varlort? yang benar saja... sudah jelas aku tidak punya energi sihir sama sekali. Lebih baik aku hidup bebas sebagai pemburu dari pada penyihir kerajaan.
"Ah... iya, Adel aku belum sempat menjelaskan tentang kartu mu kan? Sini, tunjukan padaku."
"Oke..." Lalu aku menyerahkan kartuku pada Dola
Kartunya mengkilap dan ukurannya sama seperti kartu ATM biasa, di satu sisinya sebuah lingkaran sihir dan pola sihir yang tak kumengerti tergambar dengan rapi dan di satu sisinya adalah namaku, rank-ku, kewarganegaraan, dan point.
Nama : Adel
Negara : Airylia
Rank : F
Point : 0
"Kartu ini hanya menampilkan nama, rank, kewarganegaraan, dan point. Kuyakin kamu sudah paham ketiganya untuk point itu sama seperti nilaimu. Setiap misi yang kamu selesaikan akan memberikan reward point yang berbeda-beda, kamu akan mengumpulkan pointmu dengan menyelesaikan banyak misi dari guild.
Setelah point mencapai batas tertentu maka rank-mu akan naik. Syarat untuk masuk rank-E pointmu harus mencapai 100 point lalu untuk naik ke rank-D harus mencapai 1000 point, rank-C harus 5000 point, rank B 20000 point, rank A 100000 point lalu rank-S syaratnya 1 juta point. Sistem ini sudah berjalan di seluruh perserikatan pemburu benua timur sejak 300 tahun yang lalu.
Lalu, untuk lingkaran dan rune sihir disini informasi rinci yang kau tuliskan saat pendaftaran tercatat di dalamnya. Jika kamu tertangkap berbuat kejahatan kartu Id mu akan diambil dan catatan kriminal akan di tambahkan ke dalamnya. Dengan lingkaran sihir itu, kartu Id dapat terhubung dengan alat sihir khusus untuk membuka data penting tak terlihat yang tersimpan didalam kartu."
Sama persis, fungsi kartu ini sama persis seperti kartu elekronik, tapi dengan teknologi yang sedikit lebih maju karena di dukung oleh sihir. Aku sadar, Arlogia memang bukan dunia yang sama dengan peradaban eropa abad pertengahan, di dunia ini peradaban berkembang tapi dengan arah yang berbeda dengan dunia lamaku.
"Aku paham, jadi untuk menaikkan peringkat aku harus rajin menjalankan misi."
"Ya, benar... guild pemburu tidak menilai seseorang dengan kekuatan tapi dengan ketekunan mereka." Jawab Dola dengan bangga.
Jika menyelesaikan misi adalah kunci untuk mendapatkan point lalu bagaimana dengan hasil buruan pribadi. Menjual hasil buruan ke guild apakah juga akan mendapatkan point? aku baru ingat, aku masih menyimpan mayat seekor Skywolf di penyimpananku. Kemudian aku menanyakan tentang itu pada Dola.
"Kak Dola, aku punya hasil buruan di tas penyimpananku, kira-kira apa aku bisa mendapatkan point juga dengan menjual buruanku pada guild?"
"Ya, tapi hanya beberapa point saja untuk hasil buruan pribadi."
"Baiklah, dimana aku bisa mengeluarkannya?"
"Hm... ikut aku."
Aku mengikuti Dola melewati lorong di samping guild sampai ke bangunan di belakang guild. Disana bertumpuk tubuh monster mati dan genangan darah dimana-mana, ini adalah lapangan pembongkaran monster mereka memisahkan daging, tulang, kulit dan bagian lain yang diperlukan dan menyimpannya di gudang. Ada banyak staf guild yang bekerja mengurus ini semua, salah satu staf yang ada disana adalah Nina.
"Nina!"
Nina, aku tidak tau ia bisa terlihat sangat menakutkan dengan pisau berlumuran darah dan bekas percikan darah di wajahnya.
"Dola? ada apa.... eh Adel?"
Lalu Dola menjelaskan pada Nina tentang urusan kami.
"Adel, silahkan tunjukan buruanmu!"
"Baik!"
Aku tidak bisa memberitahukan mereka tentang sihir penyimpanan milikku, tapi sepertinya alat sihir yang berfungis seperti item box sudah menjadi perihal yang biasa. Jadi aku menyamarkan sihirku dengan kantong atau tas kecil yang kubawa.
Skywolf keluar dari tempat penyimpananku dan terkapar di atas tanah. Nina dan Dola terkejut melihatku mengeluarkan mayat monster itu.
"Hei Adel? apa monster ini kau yang membunuhnya?"
"Tentu saja, saat aku berburu Squiltian kemarin aku sempat di serang olehnya. Saat itu aku langsung membunuhnya."
"Yang benar saja? Skywolf adalah monster rank D. Bagaimana bisa?" Dola mulai bergumam takjub.
"Yo... Adel, kau sangat kuat di usia yang sangat muda. Skywolf ini adalah seharga 1500 Natt dan reward 32 point. Selamat-selamat...." Kak Nina langsung memujiku.
Natt, adalah mata uang di kerajaan Airylia dan Kemosilis, jika di konversi ke dalam rupiah, 1 Natt sama dengan 1000 rupiah. Maka 1500 Natt adalah 1 setengah juta rupiah, waw... hanya dengan berburu seseorang dapat menjadi kaya di dunia ini.
Kemudian, aku menyelesaikan urusanku bersama Nina dan kembali ke depan bersama Dola. Dola memperbarui kartu Id ku dengan alat sihir yang ada di bawah mejanya.
Aku sempat melihat ada papan tempat misi dari permintaan yang diperlukan dipajang. Ada banyak sekali kertas misi yang di tempel disana. Karena aku sudah menjadi kupikir menjalankan misi yang pertama kali akan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.
Aku pun menanyakannya pada Dola.
"Kau ingin mengerjakan misi pertamamu? tidak banyak misi berburu rank-F dalam kondisi berbahaya dimana hutan penuh dengan monster seperti saat ini. Ada satu misi untuk pemula yang tersisa, menangkap kelinci tanduk dalam kondisi hidup di pinggir hutan. Sebenarnya persyaratan misi ini hanya perlu dua orang untuk melakukannya tapi karena invasi monster yang terjadi tadi malam tingkat bahaya meningkat sehingga kami menaikkan persyaratannya menjadi 4 orang. 3 pemburu pemula telah mendaftar untuk misi ini, mereka akan datang besok pagi. Jadi bagaimana menurutmu?"
"Hm... apa aku tak bisa mengambil misi rank E saja?" kurasa aku belum bisa cocok dengan pemburu pemburu itu. Pengalaman dari kejadian beberapa saat yang lalu, aku tidak ingin mereka menjadi iri pula setelah melihatku.
"Tidak boleh Adel, meskipun kekuatan tampak meyakinkan, peraturan tetaplah peraturan." Tapi guild ternyata sangat ketat dengan peraturannya, tak ada pilihan lain.
"Okelah, kalau begitu aku terima misi itu."
**
Kota Folance memang kota yang indah, makanan yang dijajakan disini juga enak, meski tidak selevel dengan masakan Ernha. Aku berkeliling cukup lama, karena aku punya cukup uang aku mencoba beberapa makanan yang belum pernah kumakan, semuanya enak dan rasanya beragam.
Aku juga memesan setengah porsi kecil untuk Zoro dan ia memakannya dengan lahap.
"Enyawk~~..."
Meskipun ia kucing dengan kecerdasan manusia, ia masih anak-anak. Ia bertingkah seperti anak kecil saat memakan makanan lezat tersebut. Mereka menyebutnya Gegud mirip dengan semangku bakso tampa mie tapi dengan tambahan sayur dan sesuatu yang mirip kentang bewarna merah.
Setelah makan, Zoro akan mulai menceritakan citra kelezatan makanan itu pada Alpha dan Alpha akan mulai mengeluh manja karena tidak dapat merasakannya. Selagi aku menikmati dan berpikir tentang apa yang akan aku lakukan setelah ini, obrolan dan canda mereka berdua terus berlanjut.
Aku pergi ke guild hanya untuk mengambil kartuku lalu misi pertamaku akan dimulai besok. Apa yang akan kulakukan untuk satu hari ini?
Selagi aku termenung aku tidak sengaja melihat keluar jendela, seorang ksatria perempuan berarmor putih dan seorang pria berbadan besar yang menggunakan jubah putih dan membawa buku tebal di tangannya. Pada saat itu seorang pelayan restoran datang kemeja kami membawa semangkuk kecil eskrim yang baru saja ku pesan.
"Mister, apa kau tau tentang orang-orang itu?."
"Oh... mereka? aku tidak tau secara pastinya tapi kabarnya mereka adalah orang kerajaan yang mendapat misi dari kerajaan untuk mencari penyihir misterius. Kau pernah mendengarnya kan tuan? "
"Y,ya.. aku sudah mendengar tentang penyihir misterius itu."
Itu aku, itu aku.
"Betapa beruntungnya, mendapat tawaran menjadi penyihir kerajaan. Baiklah, saya permisi dulu tuan."
"Ya.. terimakasih, mister."
Aku tidak akan menjadi penyihir kerajaan, tapi Myterious Mage, bukan julukan yang buruk.
**
Di pinggir hutan, tidak jauh dari mansion Adel, anak panah meluncur membelah angin menuju pohon berbatang tebal. Targetnya adalah sebuah titik di batang pohon itu, tapi anak panah itu melenceng cukup jauh dan hanya mengiris kulit batang pohon itu.
Disana, dari arah datangnya anak panah, Nerhy berdiri dengan sebuah panah kayu di tangannya. Rasa kesal tampak di wajahnya karena tidak berhasil mengenai target. Di dalam hatinya ia merasa, aku tidak cocok dengan panah. Semangatnya pun jatuh
“Kamu berhasil menembakkan panah di percobaan pertamamu, dan hampir mengenai target itu adalah hasil yang bagus. Aku tidak begitu ahli dalam memanah, tapi jika kau terus melatih fokus dan tembakanmu aku yakin kau pasti bisa. Nerhy, kau punya bakat untuk menjadi pemanah.”
Namun komentar Kadhan berhasil membangkitkan semangat Nerhy kembali. Ia mengangkat panah kayu di tangannya mempersiapkan anak panah kedua dan bertekad untuk tidak menyerah.
“Aku tak kan menyerah untuk dapat mendampingi tuan Adel.”
.
***