
"Jadi, kenapa semuanya berkumpul di tempatku?" Gadis bertelinga kucing itu bertanya.
Dua hari setelah aku berpikir keras tentang keputusanku. Setelah aku menemui Rogue dan meminta pencerahan dari kakek tua itu. Sore ini, aku mengumpulkan mereka semua, Yopi, Lina, Valeria, Nerhy di maid café yang menjadi tempat kerjanya Fany, yang sering di kunjungi Zoro.
Tentu saja aku juga meminta Fany untuk ikut serta karena ada sesuatu yang juga ingin aku minta padanya.
Setelah memesan beberapa minuman, ngobrol sambil menunggu jam kerja Fany selesai aku akan meminta Yopi dan Lina menjelaskan masalah yang juga ingin mereka bicarakan pada semuanya terlebih dahulu.
"Sebenarnya kami tidak ingin ini terjadi, kami berdua harus meninggalkan kota Folance lalu mendaftar ke Akademi Curtaleo. Ayahku bilang ini adalah jalan terbaik bagiku untuk mengasah kemampuan pedangku serta ilmuku dalam berburu. Menjadi ksatria pemburu adalah impianku sejak kecil." Kata Yopi.
"Ibuku juga mengatakan hal yang sama, karena kedua orang tua ku adalah Alumni dari sekolah itu ... mereka menyarankanku untuk masuk ke sana juga. Ibuku bilang ilmu berburu darinya saja tidak akan cukup untukku. Aku juga harus pergi ke akademi Curtaleo untuk impianku." Kata Lina.
"... Dan tentang grup Bluestorm kita, sebenarnya aku tidak ingin_"
"Grup Bluestorm kita akan tetap di bubarkan!"
Aku sudah tau, ini pasti akan terjadi. Sebelum Yopi mengatakannya aku menegaskan pembubaran ini. Sontak Yopi dan Lina terkejut dan bertanya, Kenapa? Serentak.
"Karena, bukan hanya kalian yang juga ingin pergi, Aku Vale dan Nerhy juga akan berangkat ke Akademi Raflesia."
Kami bertiga akan mendaftar ke akademi Raflesia. Untuk mendapatkan jawaban atas keraguanku sebelumnya, aku sudah mengunjungi Rogue kakeknya Valeria untuk mendengar pendapat dan sarannya. Mengikuti sarannya, aku juga sudah mendikusikan hal ini dengan semua orang di rumah.
Sementara aku dan Nerhy pergi, Ernha dan Moris akan tinggal di kota dan membuka toko di bawah perusahaan milik Devian putra tuan tanah.
Sudah di putuskan bahwa kami akan berpisah dan bersekolah di akademi yang berbeda.
"Jadi ini adalah perpisahan."
"Belum, masih tiga minggu lagi, Yopi."
"Itu tidak lama."
"Dan bukan hanya itu, kita juga akan berpisah dengan Zoro."
Tadi malam, aku memanggil Zoro si kucing hitam jenius, untuk bicara berdua, di balkon kamarku sambil memandang pemandangan indah malam yang dingin.
"Zoro, aku ingin kau tetap di kota ini."
"Master ingin berpisah denganku? Tapi aku sudah berjanji untuk melindungimu master."
"Itu tidak perlu! Aku ini kuat, kau tau itu kan. Aku tidak butuh perlindungan dari kucing kecil yang lemah sepertimu." Kataku "Ada seseorang yang lebih penting yang harus kau lindungi."
"Fany?"
"Kau sendiri pun tau. Tinggallah di sini bersama Fany, lindungi kota Folance ini dan bertambah kuat lah. Kau tidak akan pernah bisa sekuat diriku jika kau terus bersamaku Zoro!"
Dan begitulah, bagaimana rencananya Zoro yang akan tetap tinggal di kota Folance. Ku jelaskan pada mereka semua, tanpa mengatakan bahwa niatku adalah agar Zoro bisa bersama Fany. Aku merasa, ia lebih cocok dengannya ketimbang diriku. Mungkin itu adalah pengaruh dari satu sub-ras yang sama ras kucing.
"Tolong jaga dia." Kataku pada Fany.
"Serahkan padaku, Adel." Katanya dengan semangat.
Sejak bersama Zoro, Fany si beastman suku kucing ini tidak pernah lagi menyembunyikan wujud aslinya dan sudah menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya. Ia datang ke kota Folance waktu kecil bersama sepasang suami istri sebagai anak angkat mereka. Keluarga kecil itu berhasil bertahan hidup di kota Folance dengan damai untuk beberapa tahun sebelum ayah angkatnya Fany mati terbunuh monster saat bekerja sebagai pemburu.
Kemudian, pembullyan terhadap dirinya yang berpenambilan beda dengan rambut perak dan telinga kucing dimulai sejak tidak ada lagi ayah yang melindungi dirinya. Fany menemukan item sihir di sebuah toko dan mulai menyembunyikan penampilan aslinya sejak saat itu. Tidak lama kemudian ibu angkatnya sakit dan ia butuh uang untuk membeli obat, Fany terpaksa harus menjadi pemburu untuk membutuhkan uang banyak.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Zoro, dan berkenalan dengan kami semua, yang kemudian membantu menyembuhkan penyakit ibunya dengan obat sihir yang diminta Valeria dari Rogue. Sekarang, Fany dapat berhenti menjadi pemburu dan bekerja dengan tenang di sebuah rumah makan dengan manajernya yang baik.
"Tapi aku sedikit berharap, kau dapat kembali menjadi pemburu dan mengasah kemampuan bawaan dari rasmu dengan berkelompok berdua bersama Zoro. Kau akan dapat melindungi keluargamu dengan tanganmu sendiri setelahnya."
"Soal itu ... aku akan memikirkannya."
Maka sudah di putuskan, Yopi dan Lina akan ke akademi Curtaleo, Zoro akan tetap di kota Folance bersama Fany, sedangkan aku Nerhy dan Vale akan mendaftar ke akademi Raflesia.
Sekarang, ayo bersiap-siap.
**
Ketiganya cukup di kenal oleh rakyat tapi yang paling terkenal adalah Akademi Raflesia dan Akademi Curtaleo.
Ada pepatah yang mengatakan, jangan sebut dirimu Mage kalau bukan alumni Raflesia dan jangan sebut dirimu Monster Slayer kalau bukan alumni Curtaleo. Pepatah itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
Akademi Raflesia, sudah ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Tempat itu adalah sekolah sihir yang sudah melahirkan banyak penyihir berbakat. Contohnya saja seperti, dua alumni terbaik dari akademi Raflesia yang sekarang sudah menjadi penyihir nomor satu dan nomor dua di kerajaan Airylia, Varlort dan Liliard.
Lalu fakta mengejutkan lainnya yang ku dengar sendiri dari orangnya, Rogue kakeknya Valeria juga adalah Alumni terbaik di angkatannya.
Dan ada banyak sejarah panjang lainnya yang menceritakan tentang keberhasilan akademi tersebut di bidang sihir.
Lalu, Akademi Curtaleo adalah saingan bagi akademi Raflesia yang berdiri sejak 200 tahun yang lalu. Tempat itu di kenal sebagai sekolah barbar karena tujuan mereka yang berfokus pada pelatihan siswanya untuk menjadi pemburu dan ksatria profesional untuk berhadapan dengan monster.
Meski sempat menjadi saingan, itu tidak begitu lama karena ketidakmampuan ke dua akademi itu. Curtaleo yang hebat di bidang job pemburu dan ksatria pembunuh monster, mulai mengembangkan jurusan sihir mereka untuk bersaing dengan Raflesia yang hebat dan menguasai rahasia sihir sejak ratusan tahun yang lalu. Begitu pun sebaliknya Raflesia, ingin bersaing dengan mengembangkan jurusan Ksatria dan pemburu mereka.
Tapi yang terjadi adalah keduanya gagal, dan malah sebaliknya semakin memperjauh perkembangan di masing-masing jurusan keahlian mereka. Sejak saat itu ke dua akademi sepakat untuk menjalin persahabatan dan bertekad untuk terus melahirkan Penyihir, Ksatria dan pemburu terbaik bagi kerajaan Airylia.
Lalu bagaimana dengan FinRose? Tempat itu adalah sekolah bangsawan dan pelatihan berburu tidak di ajarkan disana. Mereka hanya mengajarkan Sihir, Teknik dasar Ksatria serta pelajaran Adab dan politik bagi para putra bangsawan.
Akademi FinRose merupakan sekolah khusus bagi putra putri bangsawan dan anak orang kaya berkumpul.
Sekian penjelasan umum tentang ke tiga akademi yang berdiri di kerajaan Ailylia.
**
"Semuanya sudah di naikkan ke gerobak, kalian duluan saja aku akan menyusul nanti."
"Baik, tuan muda."
Hari ini, Ernha dan Moris sudah mulai pindah ke rumah baru di kota. Dengan bantuan Kadhan dan gerobak yang kupinjam dari Devian si pedagang semua barang pribadi di angkut.
Apa Kadhan juga akan tinggal di sana? Tentu saja tidak, Kadhan adalah penjaga mansion ini, saat kami sudah pergi semua mungkin ia akan tinggal di sini sendiri. Sebelumnya aku sudah mencoba mengajaknya untuk ikut pindah juga, tapi ia menolak dengan alasan rumah ini sudah menjadi bagian dari dirinya.
Aku sudah mengambil tawaran Devian sambil meminta diskon tarif untuk Yopi dan Lina sehingga kami bisa berangkat bersama. Tinggal tiga hari lagi sebelum keberangkatan, dan setelah tiba di ibu kota barulah kami berpisah jalan.
"Baiklah, Vale apa kau juga ingin membantu kami beres-beres?"
"Yaa."
Inginnya sih begitu, Aku Vale dan Nerhy akan mulai bersih-bersih sebelum meninggalkan mansion ini. Walau masih ada seminggu lagi sampai waktu yang di tentukan bagiku untuk angkat kaki dari sini, lebih baik dipercepat saja.
Aku ingin menghindari masalah, yang tak kusangka akhirnya muncul juga.
"Ah?"
Tiba-tiba aliran mana di udara meningkat dan memekat. Rasa dingin dan warna biru gelap tampak mengalir dari arah belakangku. Serasa membeku di hentikan oleh waktu kami bertiga di paksa diam untuk menyaksikan titik biru gelap di udara yang kemudian membesar dan membentuk pola portal.
Keluar dari portal itu, seorang yang ku kenal dengan setelan jas hitam dan tiga orang pengikutnya yang bertudung.
"Hm? Tak kusangka kedatanganku akan di sambut. Sudahkah kau bersenang-senang dengan dunia ini, putraku."
Varlort, datang lebih cepat dari yang ku perkirakan.
***
.
.
.