Re Life In Arlogia

Re Life In Arlogia
Bab 14 : Kontrak Pelayan dengan kucing



Seekor kucing dapat berbicara dan siapa pun pasti berpikir itu tidak mungkin. Mau di dunia ini atau pun duniaku sebelumnya, semua orang tau bahwa hewan tidak bisa berbicara bahasa manusia dan juga berpikir.


Bukan hanya diriku, bahkan Kadhan yang kukenal sebagai pembunuh monster terbaik dan sangat mengenal monster terkejut melihat kucing berbicara bahasa yang sama dengan dirinya.


Di dunia ini, Arlogia, mereka para ras yang berakal dan memiliki peradaban akan menganggap binatang sihir sebagai monster saat mereka merasakan bahwa mahluk itu berbahaya. Masyarakat juga akan menyebut seseorang sebagai monster saat mereka merasa takut yang teramat besar terhadapanya. Akan tetapi, bagi masyarakat kerajaan Airylia monster adalah mereka para binatang sihir berbahaya yang tinggal di hutan Feronian.


Kucing hitam kecil ini juga merupakan binatang sihir yang berasal dari hutan Feronian dan ia punya nama spesies sendiri, Black Catian. Saat ia masih sekecil ini ia di anggap tidak berbahaya dan bukan monster, tapi saat ia sudah berevolusi, membesar dan semakin kuat seperti Black Leonian ia akan disebut sebagai monster.


Dan, tepatnya malam ini, kucing kecil ini telah menyatakan sumpah setianya padaku. Jika kau dapat berpikir dan berbicara layaknya manusia, bagaimana mungkin kau bisa menerimaku secepat itu?


Setelah aku memperkenalkan Alpha padanya Zoro langsung menyebut Alpha sebagai seniornya, ia langsung patuh “Senior Alpha” katanya. Sikapnya itu bagiku terlihat sangat mencurigakan, kan?


Alpha juga bersikap tidak biasa, biasanya ia tegas dan suka marah. Sekarang ia tampak lembut terhadap Zoro, seperti sikap seorang kakak terhadap adik tercintanya. Ada apa denganmu?


Hahh... aku mendesah dalam hati.


“Tidak perlu cemburu master” kata Alpha di kepalaku.


Siapa yang cemburu!


“Ngomong-ngomong master, ada perubahan lagi di statusnya saat ini.” Kata Alpha, yang membuatku terdiam di tempat.


“Tuan muda, apa ada masalah?” Kadhan melihatku yang terdiam cukup lama berpikir bahwa ada sesuatu yang salah.


“Tidak, tidak... aku hanya sedang berdiskusi dengan Alpha di kepalaku.” kataku.


“Hoh...” Karena aku sudah menceritakan cerita palsu pada mereka tentang Alpha, Kadhan akan paham sendiri. Ia tetap diam di pintu seperti seorang penjaga.


|


Status :


Name individu : Zoro


Usia : 0 year, 0 mounth, 0 day.


Ras : Black catian


gender : jantan


Health Point : 530/530


Strength Point : 450/450


Mana Point : 750/750


Physical power : 410


Agility : 720


Intelijen : 1000


Power Skill :


-sihir api : Lv 0


Bonus Skill:


-Transform : Lv 0


-master all languages : Lv 1


Divine God :


-Berkah Dewa Armil terhadap kemampuan berpikir


Title :


-Reincarnator


Note : Jiwanya terus mengikutimu setelah kematianmu, aku memberikannya padamu sebagai tanda kasihan.


Tertanda Armil.


*


Apa-apaan ini???


“Ahh... dia adalah yang direinkarnasikan oleh Yang maha agung Dewa Armil, sungguh beruntungnya, adik kecil.” Kata Alpha di dalam kepalaku.


Reincarnator yang lain? dan juga ia seekor kucing? Alpha! tolong berhenti dulu bicara!


Aku terkejut secara bertahap sejak aku membaca dari awal statusnya, aku kesulitan memproses informasi ini. Untuk seekor kucing kecil memiliki kekuatan fisik dan sihir sebanding dengan pria dewasa, tidak masuk akal. Baiklah ia sudah bukan sekedar kucing kecil biasa, ia sudah termasuk monster.


Lalu apa-apaan dengan intilijen yang tinggi ini? ini bahkan melebihi kecerdasan seorang bocah SD, anak ini baru hidup hari ini kan?


Dan keterampilan bonus yang dimilikinya. Transform dikatakan disini ia dapat merubah fisik menjadi mahluk hidup apapun, kemampuan yang sangat nyaman untuk menyamar. Lalu, Master All languages dapat berbicara semua bahasa, aku juga menginginkannya!!!


Baiklah karena ia adalah reincarnator juga maka itu wajar.


“... master, jika kau memang sefrustasi itu aku punya solusinya, aku punya fungsi untuk membuat kontrak tuan dan pelayan. Dengan master yang diposisikan sebagai tuan dan Zoro sebagai pelayan, master dapat berkomunikasi dengan Zoro lewat pikiran seperti aku dan master. Master dapat menggunakannya untuk menerjemahkan bahasa apapun dan ia akan mengartikannya untuk master”


Aku tau apa niatmu sebenarnya Alpha, kau hanya ingin berbicara panjang padanya dalam komunikasi pikiran, kan.


“Ehe, ketahuan”


Baiklah, aku tidak masalah dengan itu, yang kupermasalahkan adalah ia juga seorang yang berenkarnasi apa ia juga punya ingatan lamanya sama sepertiku. Jika iya, bagaimana mungkin ia bisa langsung tunduk padaku sementara ia tidak mengenalku.


“Master, aku bisa mengakses ingatannya setelah kau_”


Atau mungkin ia adalah seorang yang ku kenal? tidak, aku rasa mustahil aku bahkan tidak punya teman sebelumnya. Alpha, aku tidak akan menggunakan cara itu, aku akan menanyakannya langsung padanya.


“Baiklah jika itu yang memang master inginkan” kata Alpha dan semangatnya turun.


Aku melihat ke anak kucing ini, matanya yang membulat tampak sedikit imut dan ia tak mengalihkan tatapannya dariku. Seperti kucing yang meminta makan, entah kenapa aku jadi sedikit nostalgia melihat matanya itu.


“Zoro.” aku menatap tajam ke matanya.


“Yes, master.”


“Aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting padamu. Apa sebelumnya aku mengenalmu?.”


“....”


Zoro terdiam sejenak, ia tampak seperti sedang berpikir, kepalanya turun ke bawah dan ia menutup matanya. Lalu ia balik menatapku dan mulai menjawab.


“Aku rasa tidak, tapi aku mengenal master.” katanya.


“Haah? “ aku semakin bingung, apa mungkin aku punya semacam stalker dulu. Tidak, aku yakin tidak.


“Master adalah pria yang baik, yang selalu membagikan rotinya padaku dan selalu mengelusku. Master juga sempat menyelamatkan hidupku sementara mengorbankan diri master sendiri. Karena itulah aku sudah bersumpah akan membalas kebaikan master dengan menyerahkan kehidupan kedua saya sepenuhnya di tangan master.” Kata Zoro.


“T-tunggu, apa yang baru saja kau katakan? membagikan roti?”


“Iyaa... setiap pagi master selalu berhenti di toko roti lalu master membagikannya denganku. Aku selalu menunggu master di bangku kayu itu.” Zoro menceritakan dengan mata yang berbinar.


“Toko roti??? toko roti??? yang itu? Ka-kau siapa sebenarnya!”


“Apakah sesulit itu master untuk mengingatnya?” Zoro turun dari kasur ia mendekati kakiku dan mengeluskan kepalanya disana. Lalu ia kembali menatapku dan....


“Miaaww...” ia mengeong.


“Ka-kau? kucing itu? kucing hitam putih di depan toko roti? ka-kau... tidak mungkin. Tapi, kenapa sampai kesini?” Aku sungguh, sungguh, sungguh sangat terkejut seekor kucing yang sering kubagikan rotiku, telah mengikutiku berenkarnasi ke dunia lain. Sungguh sulit untuk menerima kenyataan ini.


“Ya! akhirnya anda mengingatku master, sejak master selalu peduli terhadapku dan menyelamatkan nyawaku, aku bertekad mengikuti master dan membalas semua kebaikan master dengan kehidupan kedua ini.” Ia mengatakannya dengan tekad yang kuat dan kesetiaan yang tinggi. Aku hanya dapat tersenyum kecut melihatnya.


“Fufufufufufufufu”


Di kepalaku Alpha tertawa terbahak-bahak sejak tadi. Sudah jelas, ia menertawakanku.


Tentu saja mengingat apa yang sudah aku lakukan untuk dapat mati, aku memancing seekor kucing untuk lari ke tengah jalan lalu berdalih menyelamatkannya hanya untuk mati. Sebuah takdir yang kejam mengikutiku, membuatku harus menjaga kucing itu di kehidupan kedua ini.


“Kupikir, bagaimana reaksinya saat aku menceritakan ini ya...”


Entah kenapa, kau mulai usil sekarang ya Alpha.


“Hmm... aku hanya menikmati hiburan ini”


Hiburan???


“Baiklah, Zoro sekarang aku ingin membuat kontrak pelayan denganmu. Dengan kontrak ini kau akan mematuhi perintahku dan dapat berkomunikasi telepati denganku. Apa kau bersedia menerimanya?.”


“Ya, aku terima master.” Jawabnya spontan, yang tidak ada keraguan sama sekali di dalam jawabannya. Ia sangat patuh dan setia seperti ****** sementara ia sendiri adalah kucing.


Sebuah gambar wajah kucing muncul bercahaya dan hilang begitu saja di atas tanganku sementara Zoro badannya bercahaya sebentar lalu menghilang. Itu terjadi setelah Alpha mengaktifkan fungsi magisnya itu dan mengikat hubungan kami bertiga.


“Kontrak sudah selesai, sekarang aku dapat bercerita banyak padamu, adik kecil”


“Ya, senior Alpha, aku akan mendengarkan”


“Tidak apa-apa kau bisa memanggilku kak Alpha saja”


“Baik, kak Alpha”


“Uhmm... imutnya...”


“Kalian berdua, berhenti berbicara di dalam pikiranku!” Mereka berdua sangat berisik.


Dari luar, orang lain seperti Kadhan hanya akan melihat mereka hanya tersenyum saling memandang satu sama lain, tapi bagiku mereka tidak berhenti bicara. Sejak saat itu, Alpha sifatnya berubah 180 derajat saat bersama Zoro, hanya saat bersama Zoro.


“Jangan cemburu, Mas~ter”


Menyebalkan.


**


Pagi ini, aku bangun kesiangan. Melihat jam yang ada di perangkat Alpha, sudah sekitar jam 9 pagi. Aku berencana untuk pergi ke guild pemburu hari ini dan mengambil kartu identitasku lebih pagi lagi, tapi karena sudah jam segini apa boleh buat.


Aku turun ke bawah dan melihat sarapan lezat masakan Ernha sudah tersedia di meja makan semangkuk mie rebus pedas dengan telur orak arik.


Beberapa waktu yang lalu aku memberitahu Ernha resep membuat mie mentah berdasarkan dari ingatan lamaku. Aku dulu cukup sering membaca buku, jadi buku apapun yang pernah ku baca semasa hidupku dulu, dengan bantuan Alpha aku bisa melihatnya lagi di ingatanku. Diantara banyak buku itu ada resep-resep masakan.


Karena aku hanya tau resepnya dan tak pandai membuatnya, aku menyerahkan semua percobaan memasaknya pada Ernha. Setelah berkali-kali percobaan, akhirnya Ernha berhasil membuat mie yang mirip dengan mie telor warna kuning.


Bahkan karena pembuatannya alami maka itu tanpa bahan pengawet, pewarna maupun penyedap rasa buatan sedikit pun. Yang perlu dilakukan tinggal memasaknya, di rebus dan di goreng aku memberikan ide itu pada Ernha dan Ernha akan mengembangkan cara penyajiannya lebih jauh lagi.


“Enak, masakanmu enak seperti biasa Ernha.”


“Terimakasih tuan muda, semua karena ide anda juga.”


Sebagai tukang masak di rumah penyihir nomor 1 di kerajaan, kemampuan memasak Ernha sudah tidak diragukan lagi. Bahkan saat aku mengecek statusnya Ernha, Keterampilan memasaknya mencapai level 7 sudah mendekati level maksimal. Beruntung aku memilikinya sebagai perawatku yang menyayangiku.


Masakannya bagaikan ‘masakan ibu’ bagiku di dunia ini.


“Baiklah Ernha, kalau begitu aku pergi dulu.”


“Hati-hati tuan muda.”


Setelah pamit pada Ernha aku pun pergi, mengambil sepatu dan peralatanku mengganti bajuku yang biasa dengan baju yang yang sedikit modis lalu turun dan membuka pintu rumah. Saat keluar rumah, aku melihat Nerhy sedang berbicara berdua dengan Kadhan. Aku melihat dari jauh dan pembicaraan mereka tampaknya serius.


Aku yang penasaran berniat menguping apa yang mereka bicarakan, tapi...


“master!”


Zoro datang dari belakangku, membuatku terkejut, dan kami mulai berjalan meninggalkan mansion.


Aku sudah menjelaskan tentang Zoro pada semua orang di mansion dan ia pun mendapat kamar khusus untuknya sendiri. Pada awalnya semua orang terkejut tentang kucing yang bisa bicara tapi setelah melihat keberadaan Alpha, mereka jadi tidak terlalu terkejut.


Aku tidak tau, apa yang terjadi pagi ini, tapi Ernha mengatakan sementara aku tidur Alpha dan Zoro sangat akrab dan asik bercerita dan bermain. Alpha, sejatinya baru berumur 1 tahun, masih bayi sama seperti Zoro.


“Master, aku ini diciptakan langsung sebagai wanita dewasa!”


“Ya benar, aku juga bukan bayi! master!”


Mereka berdua protes.


Sebelum sampai di kota aku meminta Zoro mengecilkan tubuhnya sebesar anak kucing usia 2 bulan dan merubah warna kulitnya menjadi orange dengan kemampuan transform. Aku juga memerintahkannya untuk tidak menggunakan bahasa manusia di depan orang asing. Aku tidak ingin kabar mengenai Zoro yang merupakan ras langka tersebar.


Alasannya sudah jelas, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian.


**


My Identity


Name individu : Adellard


Usia : 7


Ras : Manusia asli


Gender : laki-laki


Health Point : 2310/1310


Strength Point : 2360/1360


Mana Point : 0/0


Physical power : 1180


Agility : 1500


Intelijen : 1212


Power Skil :


-Infinity Magic Lv. 3


Bonus Skill :


-Mapping, lv 5


-Appraisal, lv 5


Divine God :


-Perlindungan Dewa Armil terhadap jiwa dan kekuatan


-Perlindungan Dewi Asyilah terhadap emosi dan pikiran


Title :


-The crazy man who kill his self to get reinkarnation


-A whiny child


-Thunder manic


-Monster Slayer


-Monster tamer


-Mysterious mage


Semua yang diperlukan untuk bertambah kuat bertambah ahli adalah dengan belajar. Aku gila-gilaan memakai infinity magic saat bertarung sehingga levelnya meningkat. Aku berkali-kali sudah menggunakan Mapping dan Appraisal tadi malam sehingga levelnya juga meningkat dan mencapai kelas master.


Keuntungannya adalah, informasi wilayah yang di peroleh dari mapping akan semakin meluas dan juga, dapat melihat pergerakan yang ada. Dan Appraisal, informasi yang di peroleh dan jumlah penilaian sekaligus juga akan bertambah.


Yang ku perlukan untuk menaikkan statusku adalah belajar dan memperbanyak pengalaman.


Dari semua deretan statistikku yang baru hanya satu yang membuatku penasaran. Title Myterious mage sebenarnya bagaimana aku bisa mendapatkan title itu?


***