Re Life In Arlogia

Re Life In Arlogia
Bab 11 : Serangan Monster



“Master, aku mendeteksi ada gejolak energi besar yang mendekati tanah folance dari arah barat.”


“Ya, aku juga merasakan getaran energi sihir yang hebat. Tampaknya segerombolan besar monster telah menyerbu daerah ini.”


Perasaan dari energi magis yang normal itu hangat, tapi sekerang aku merasa berbeda. Rasanya seperti aliran sungai yang dingin dan berat, karena beratnya energi magis yang mengalir esensi emosi takut juga dapat kurasakan dalam aliran magis ini.


Aku terbangun di malam hari karena merasakan keanehan aliran energi magis di sekitarku. Semua orang di mansion sudah tidur nyenyak, hanya aku yang terbangun. Aku membuka jendela kamarku dan melihat keluar.


“Ukh...”


Angin bertiup kencang dari arah barat, bukan hanya angin yang kurasakan tapi aliran energi magis yang sangat berat ini juga kurasakan. Jika aku memvisualisasikannya dalam bentuk warna, aliran energi magis yang biasa kurasakan adalah kuning lembut, tapi sekarang yang kurasakan adalah ungu keras.


“Berdasarkan kecepatan gelombang ini, dan persamaan dengan kecepatan barisan monster, sekitar 3 jam adalah waktu bagi mereka untuk mencapai kota.” lapor Alpha padaku.


“Itu tidak lama lagi, apa tanah ini akan hancur malam ini.”


“Kemungkinan untuk hancur tidak sampai 100 persen, jika semua ksatria dan pemburu dikerahkan sekitar 33 persen kesempatan bagi tanah folance untuk bertahan.”


“Hanya 33 persen?”


“Itu berdasarkan pengamatanku selama kita di kota. Nilai dapat berubah jika ternyata ada ksatria dengan kemampuan diatas rata-rata di kota folance.”


“[Far sight]”


Seperti namanya ini adalah penglihatan jarak jauh, dengan kecepatan berpikirku oleh bantuan Alpha sekarang aku dapat menyusun konsep dalam sekejap.


Ngomong-ngomong konsep sihir far sight sama seperti teropong, dengan kemampuanku sekarang aku hanya dapat menggunakannya pada jarak maksimal 10 km saja.


“Sepertinya mereka sedang melarikan diri dari sesuatu.”


“Berdasarkan pengamatan dan perhitungan, sebuah eksistensi besar di pusat hutan Feronianlah penyebabnya.” kata Alpha


Aku juga melihat apa yang dilihat Alpha. Eksistensi itu tidak jelas, mungkin itu monster raksasa yang mengamuk atau sesuatu yang lebih menakutkan lagi.


“Yang terpenting sekarang, aku harus memastikan mansion ini aman. Untuk situasi seperti ini kita harus cepat.”


“Baik master aku akan membantu.”


Kamarku berada di lantai 2 mansion, ada sekitar 10 meter jarak ke pemukaan tanah. Aku melompat dari jendela dan mendarat dengan bantuan manipulasi gravitasi, yah untuk sihir yang tidak rumit seperti manipulasi aku tidak membutuhkan kata kunci.


“Harusnya aku mempersiapkan ini sebelumnya.” kataku.


“Itu tidak master lakukan karena situasi seperti ini tidak pernah terpikirkan oleh master.” Lagi-lagi Alpha mengejekku dengan nada sombongnya.


“Ya, aku tau... harusnya kau yang mengingatkanku.” balasku


“....” ah dia tidak menjawab.


Aku harus segera ke gudang, tujuanku adalah mengambil barang untuk di jadikan sebagai objek aktivasi. Aku berniat untuk membuat sihir penghalang, dan aku membutuhkan benda yang cocok untuk kutanamkan sihir ke dalamnya. Aku akan membuat sihir pelindung sihir tipe tidak langsung agar dapat aktif selalu meski aku tidak ada di mansion.


Aku berpikir mungkin pedang atau benda logam yang kuat cocok untuk itu.


Dan saat aku sampai di gudang aku melihat Kadhan ada disana.


“Ka-kadhan? master? apa yang kau lakukakan disini?, malam-malam.” Ia terkejut saat aku juga terkejut ia ada disana.


“Lalu aku juga menanyakan hal yang sama, apa yang akan anda lakukan disini tuan muda?” dengan segera ia mengubah ekspresinya menjadi tenang dan membalikkan pertanyaanku.


“... Uh.” aku tidak bisa mengatakan padanya aku ingin membuat pelindung.


Ngomong-ngomong aku juga belum memberitahu siapapun di mansion ini tentang sihirku. Bukan berarti aku ingin merahasiakannya, aku hanya belum memberitahu mereka.


“Kupikir aku akan menjawabnya setelah kau menjawabnya dulu master Kadhan.” kataku.


Ia menatapku intens, matanya menusuk memaksaku untuk menunjukan ekspresi untuk menjawab pertanyaannya. Apa ia marah? atau...


“Hah..”


Lalu ia melonggarkan ekspresinya.


“Apa mungkin kau juga sudah menyadarinya tuan muda. Kita tidak punya banyak waktu, cepatlah.”


Sepertinya tujuan kami sama. Kadhan memang hebat, meski tidak sepertiku ia sepertinya sudah sangat berpengalaman dalam situasi seperti ini.


“B-Baik.”


Kami pun masuk ke gudang dengan Kadhan di depan. Sepeti biasa, pedang-pedang dan belati yang beberapa sudah berkarat berserak di lantai, beberapa yang masih bernilai tertata di rak bersama beberapa barang rumahan.


“Apa yang kau butuhkan?.” tanya Kadhan padaku.


“Mungkin, 4.. kalau bisa 5 belati atau apapun yang cocok untuk katalis sihir.” aku mencari apapun yang dapat menahan sihirku, sebenarnya aku dapat mengaktifkannya di atas tanah, tapi itu tidak bagus karena hanya akan bertahan sementara.


“Sihir? kapan kau mempelajarinya?” Sepertinya aku baru saja memberi kejutan baru bagi Kadhan.


“Aah... itu... aku akan memberitahukannya nanti.”


Lalu ia pergi ke salah satu lemari mengambil 3 belati dan 2 tombak besi kecil mengkilap, warna hitam logam itu mengkilap dan sekilas aku melihat ia bereaksi dengan aliran magis.


“Ini?...” kataku saat Kadhan memberikannya padaku.


“Mithril, meski pun ini tidak murni dia masih dapat menampung beberapa kekuatan sihir.” jelas Kadhan padaku.


“Ohh... “ Aku mendapatkan informasi baru, itu akan dicatat oleh Alpha dan ia akan menggalinya lebih dalam.


“.... mana pedangmu?”


“Hah?...” aku punya pedang perak putih hadiah ulang tahunku dari Kadhan aku memberinya nama Siliverum. Ini pedang yang sama yang kugunakan untuk membunuh monster serigala tadi pagi.


“Siliverum, ini...” Aku mengeluarkan Siliverum dari penyimpananku... di depan mata Kadhan.


Sial! betapa cerobohnya aku.


“Aku benar-benar akan menjelaskannya nanti...” Kadhan menatapku intens lagi.


“... pedang itu terbuat dari mitrhil dengan kemurnian yang tinggi. Kau tidak boleh menghilangkannya. Sekarang pergilah.”


“Terimakasih Kadhan.”


Setelah itu aku meninggalkan Kadhan di gudang. Mungkin ia juga ingin mempersiapkan persenjataannya melawan monster.


Kadhan itu kuat, mungkin ia adalah mantan ksatria dulu. Aku yakin ia akan baik-baik melawan paling tidak 30 monster sendirian.


Sekerang aku harus ke 5 titik di sekeliling mansion untuk menanamkan sihir ke masing-masing belati dan menancapkannya di tanah. Nantinya saat aku mengaktifkannya 5 titik itu akan membentuk lingkaran dan menembakkan cahaya ke titik pusat dan membentuk kubah pelindung.


“Alpha, apa kau sudah menyelesaikan rumus konsepnya?”


“Sudah, kau bisa memulainya.”


3 belati dan 2 tombak aku menyerakkannya di atas tanah, lalu cahaya laser kuning muncul dari ujung jariku dan aku pun memulai penulisan rumusnya dengan cahaya itu.


Sebagian besar aku tidak mengerti apa yang aku tuliskan aku menyerahkan semuanya pada Alpha membiarkan ia menulis menggunakan tanganku. Ia membuatnya dalam bentuk rune tulisan abjab ingris dan beberapa angka rumus matematika. Setelah selesai, semua tulisan itu bercahaya lalu hilang.


“Rune itu tidak dapat dilihat oleh mata, tapi efek sihir pada benda akan tetap ada.” kata Alpha


“Baiklah sekarang saatnya memasangkannya.”


Aku mengambil kelimanya dan berlari ketitik yang di tuju. Titik-titik itu sudah dipetakan lewat kemampuan map di dalam kepalaku. Jika titik-titik itu dihubungkan dengan garis lurus ia akan membentuk segi lima.


Saat aku sampai di titik pertama aku menancapkan belati itu di tanah. Tulisan itu muncul dan bercahaya, semua pisau belati itu diserap ke dalam tanah menyisakan pegangannya, lalu tanah di sekitar belati mengeras seperti batu dan proses pun berhenti.


Hal yang sama terjadi pada belati yang lain dan tombak itu. Sepertinya mereka sudah tertanam secara permanen di tanah, itu tidak akan mudah untuk melepasnya.


“[Field actived!]” itulah kata kunci yang kubuat untuk mengaktifkannya.


SFUSS


5 cahaya laser biru di tembakkan ke langit. Lalu garis cahaya itu bergerak turun mencapai titik pusat tepat di atas mansion, lalu masing belati terhubung dengan garis lurus membentuk segilima jika dilihat dari langit. Setelah masing-masing titik terhubung kubah penghalang mulai di buat dari titik pusat.


“Penghalang telah diaktifkan, sekarang mansion akan aman dari semua serangan fisik ataupun sihir.”


Paling tidak Nerhy, Ernha dan Moris terhindar dari kemungkinan terburuk. Sekarang jam 1 malam, sekitar 2 setengah jam lagi monster-monster itu akan menyerbu ke arah sini. Kuharap mereka dapat bangun pagi seperti biasanya besok.


Penghalang ini juga tidak membiarkan orang asing untuk memasukinya. Alpha sudah membuat pengaturan identifikasi otomatis yang mana hanya, penghuni mansion ini yang dapat melewatinya.


Jadi meskipun monster-monster itu tidak menyerang sampai ke sini mansion akan tetap aman dari orang-orang jahat.


Hanya aku yang dapat mematikan dan mengaktifkan penghalang.


“Selanjutnya adalah perburuan, tidak tapi pembantaian. Alpha, barapa jumlah pasti monster-monster itu.”


“Ya... ada 953 monster yang telah melintasi gunung ditambah dengan jumlah monster panik dari Feronian timur jumlah mereka menjadi 1746. Saat ini, ada 1800 monster dengan ukuran rata-rata 1 meter sampai 3 meter berlari ke sini. Jumlah mereka juga semakin bertambah tiap bertemu dengan monster lain di tengah jalan.”


“Kira-kira berapa kemungkinanku untuk menang melawan 2000 monster itu?”


“Dengan kekuatan master yang sekarang, kira-kira 98 persen kemungkinan master untuk menang.”


“98? ternyata lebih baik dari dugaanku.” Cuma 2 persen kemungkinanku untuk kalah.


Meski Cuma 2 persen, aku tidak boleh meremehkan nilai itu, aku akan serius.


“Itu akan bernilai 100 jika aku mengabaikan kemungkinan akan kecerobohan master.” kata Alpha, apa aku memang selalu ceroboh di mata gadis kecil ini?


“Tenang saja, aku tidak akan ceroboh. Aku akan membuktikan bahwa nilai yang benar itu adalah 100 persen.”


Ini adalah debut pertempuran pertamaku, biasanya aku hanya bertarung melawan monster satu lawan satu atau paling banyak satu lawan tiga, tapi kali ini, aku akan bertarung 1 lawan 2000.


Kupastikan, aku akan menggila kali ini.


“Alpha, ayo pergi.”


“Ya...”


**


2000 monster, menyerbu tanah Folance. Tanah dan pepohonan berguncang saat mereka berlari membentuk barisan V ke arah kota. Jenis mereka beragam dan hampir semuanya tampak seperti hewan-hewan yang mernutasi menjadi lebih ganas.


Disana ada beruang bertaring panjang, Serigala bertanduk, ular cobra raksasa berkepala 3, Laba-laba hitam dan capung-capung raksasa dan ada juga beberapa yang mirip dinosauraus seperti raptor, dan tiranosaurus.


Aku melihat mereka semua dari langit berlarian saling menginjak satu sama lain. Dengan menggunakan sihir, aku terbang 2000 kaki dari permukaan tanah. Konsepnya tidak rumit, karena cukup dengan menghilangkan gravitasi di sekitarku lalu memberikan dorongan dari telapak kaki untuk meluncur di udara. Aku memakai kata kunci [Fly] untuk mengaktifkannya.


Hm... baru terpikirkan olehku, untuk konsep-konsep sihir rumit dari keterampilan infinity magic ku aku akan selalu menggunakan kata kunci untuk mengaktifkannya. Dengan menyebutkan kata kunci itu, pikiranku akan secara otomatis meresponnya dan menyesuaikanya dengan konsep yang telah disusun dikepalaku.


Tanpa perlu kugambarkan atau khayalkan bentuk sihirnya, otakku yang sudah mendapat dukungan dari Alpha akan langsung menunjukkan gambarannya. Kesimpulannya, kata kunci itu sama seperti mantra khusus yang hanya dapat digunakan olehku.


“Huahahaha...”


“Master? kupikir pikiranmu sudah sepenuhnya dewasa, tapi ternyata masih ada sifat kekanak-kanakkan di dalamnya.”


“Jangan Mengejekku Alpha, aku memang sudah dewasa tapi aku tidak dapat menolak naluri dari tubuh anak-anak 7 tahun ini.”


“[Crimson bolt meteor]!”


Kira-kira apa nama itu sudah cocok? untuk serangan hujan meteor bola api berselimut listrik ini? yang muncul dari lingkaran sihir raksasa bertuliskan angka dan huruf rumus konsep sihir, berdiameter 45 meter dan 6000 kaki dari permukaan tanah, dengan kecepatan jatuh meteornya hampir menyamai kecepatan cahaya dan memborbardir bumi dan melenyapkan hampir setengah dari jumlah total seluruh monster?


998 monster bersama dengan sejumlah besar area hutan hangus dan habis menjadi tanah gersang setelah hujan meteor api berdurasi 10 detik, aku sedikit merasa bersalah dengan hutannya.


Haah... aku jadi malu dengan diriku sendiri. Baru saja terpikirkan olehku, ide untuk membuat lebih banyak mantra sihir untuk kugunakan dan meneriakkannya seperti para chunibyo jepang. Jika itu di duniaku dulu, itu tidak normal untuk pria dewasa 25 tahun meneriaakan kalimat seperti itu sambil berpose layaknya bocah.


Tapi karena aku hidup di dunia ini dan juga dengan tubuh bocah 7 tahun ini tidak ada masalah dengan itu sama sekali. Dengan bantuan Alpha, aku akan terus membuat lebih banyak mantra sihir lagi. Mantra sihir khusus untuk mengaktifkan sihirku, Infinity magiku.


“Alpha, setelah ini aku ingin kau membantuku membuat buku, sebuah buku mantra khusus untuk infinity magic.”


“Baik... tanpa perlu kau katakan aku sudah menyimpan semua konsep dan kata kunci yang sudah kita buat, termasuk crimson bolt meteor, di kepalamu master.”


“Sepertinya kau belum mengerti, menyimpan pengetahuan tentang semua mantra dan konsep di kepala itu berbeda dengan menyimpannya di buku, sensasinya berbeda. Kau pahamkan?” dia pasti paham karena ia selalu melihat ke dalam kepalaku.


“Ya... kau beruntung aku tau semua isi kepalamu master. Jika itu kau jelaskan pada orang lain mereka tidak akan pernah paham apa yang kau maksud.” kata Alpha.


“Haah... yaa, aku tidak perlu menjelaskan sesuatu yang tak bisa di pahami oleh orang lain.”


Kau benar, sedetail apapun aku menjelaskan tidak akan ada yang paham bagaimana rasanya bercakap-cakap dengan seseorang yang tau semua isi kepalamu dan semua hal yang sudah kau lupakan dan bahkan dapat merekam lalu memutar ulang apapun yang kau dengar dan kau lihat. Tidak akan ada yang paham hal itu.


“Master, apa kau baru saja berpikir buruk tentangku.”


“Tidak ada.”


Aah... mukanya seram ketika marah.


“Master?”


“Ndak.”


***