Re Life In Arlogia

Re Life In Arlogia
Bab 21 : Zoro's new friend



Pada hari itu, seekor kucing berbulu oranye berlari ke sana kemari, berputar-putar di sekitar kota sambil melihat ke sekelilingnya, seperti sedang mencari sesuatu. Dari sudut pandang kucing yang tak di mengerti oleh manusia, wajah kucing oranye itu mencerminkan kecemasan dan panik. Sampai ia melihat ke sebuah jendela kaca pada sebuah balkon rumah bertingkat.


Kucing itu meloncat dan memanjat dengan mudah ke atas balkon. Menuju jendela kaca itu ia melihat dan menemukan apa yang ia cari. Tergantung di balik kaca jendela itu sebuah kalung dengan plat mitril kecil.


Ia harus membukanya untuk mendapatkannya, tapi tampaknya tidak perlu karena seorang perempuan yang ada di dalam sudah membukanya lebih dulu.


"Aku sudah menunggumu." Kata perempuan itu


"..." kucing itu terkejut di awal tapi di respon dengan senyuman oleh setelah melihat sosok perempuan tersebut.


Zoro dalam mode penyamarannya, berkunjung ke rumah teman barunya. Teman yang unik karena ras mereka.


**


Sekitar satu tahun yang lalu, hunter guild sempat di gemparkan oleh sebuah rumor tentang monster jenis baru. Ada beberapa pemburu yang sudah melihatnya tapi tak ada yang bisa membuktikan bahwa apa yang dikatakannya itu benar.


"Kami benar-benar melihatnya, monster itu besar hitam dan kakinya berapi-api." salah satu grup pemburu yang isinya remaja telah melihat monster yang di rumorkan itu.


"Hah? tidak ada monster seperti itu, jangan hanya mengada-ngada." salah seorang pemburu dewasa tidak percaya.


Di dalam gedung hunter guild saat ini sedang ribut memperdebatkan tentang monster jenis baru itu. Beberapa pemburu beradu mulut dengan argumen mereka.


"Aku tidak bohong!"anak muda itu masih tidak terima.


"Aku juga pernah melihatnya, dari jauh. Sepertinya, monster hitam itu dapat menggunakan sihir." salah seorang pemburu lain yang mendengar perdebatan mereka ikut mendukung anak muda itu, atas pernyataannya.


"Kau bahkan tidak punya buktinya. Jika memang benar ada monster baru, kita pasti sudah menemukan mayat di sekitar hutan." pihak yang tidak percaya juga benar, jika tidak ada bukti maka pernyataan mereka bisa saja bohong.


Monster besar itu memang terlihat berkeliaran di dalam hutan Feronian timur. Saat grup pemburu muda itu sedang menjalankan misi mereka. Tapi, sekalipun apa yang di katakannya memang benar, tak kan ada yang percaya sebelum ada buktinya.


"Baiklah hentikan keributan ini!" tiba-tiba suara berat datang dari arah tangga "Kalian terlalu ribut sampai mengganggu pekerjaanku."


Master guild cabang folance, Rogue turun dari lantai atas dan rokok cerutu yang mejadi favoritnya. Tak ada yang berani bicara saat ia sudah berdiri di antara mereka. Semuanya diam seribu bahasa dan beberapa ada yang gemetar karenanya.


"Ma-maafkan kami, sudah mengganggu anda master." kata pemburu yang ada pada pihak 'tidak percaya' "Kami hanya sedang memperdebatkan tentang monster biasa."


Di kota Folance Rogue memang sangat di hormati oleh para pemburu. Bukan hanya karena jabatannya, tapi Penyihir tua Rogue, juga berperan sebagai pelindung untuk kota ini.


Rogue yang sudah paham situasinya mengetahui bahwa pria itu berbohong, dia beralih pada pemburu muda itu dan bertanya. "Jelaskan padaku masalahmu?"


"B-baik."


Kemudian, ia pun menceritakan semuanya. Tentang penampakkan monster baru, warna hitam besar dan kaki yang berapi-api serta dapat menggunakan sihir, ia menceritakan semuanya.


Sampai Rogue bertanya setelah ceritanya selesai "Apa kau pernah melihatnya menyerang pemburu?"


"Ha? tidak. Kulihat monster itu hanya menyerang monster lain" jawab pemburu muda itu.


"Hm ... hahh ... sepertinya ia adalah jenis monster kelas tinggi yang abnormal. Akan berbahaya jika ada yang mengganggu atau menyerangnya, jadi ... abaikan saja." Kata Rogue dengan santai.


Reaksi semua orang mendengar pernyataan Rogue adalah terkejut. Meskipun pada awalnya banyak yang tidak percaya, setelah mendengar cerita itu mereka menjadi ragu dan jika memang benar, mereka tidak akan terima akan keputusan Rogue.


"Hah? Master! Apa itu memang baik-baik saja, bagaimana jika ia mengamuk? keberedaannya dapat membahayakan kita." kata pemburu muda itu.


"Jika monster itu memang benar-benar ada, master guild ... bukankah seharusnya kita membentuk tim untuk membunuhnya." kata pemburu yang ragu akan keberadaan monster itu.


"Aku tidak akan melakukannya dan aku juga tidak akan menghentikan kalian. Bagi yang ingin aman dan selamat ikuti kata-kataku karena kalian hanya akan melakukan hal yang percuma. Dan bagi yang tidak terima silahkan lakukan sesuka kalian, tapi guild tidak akan bertanggung jawab akan akibatnya. Sekian!"


Setelah menyatakan perintahnya sebagai master guild Rogue kembali ke lantai atas dan meninggalkan kelompok pemburu itu dalam diam. Semua orang terpaku dan dengan lambat berusaha mencerna perkataan master guild mereka itu. Tak ada keraguan dalam kata-katanya seolah-olah ia sudah tau akan kenyataannya.


"Hah ... sepertinya aku akan sibuk mengurus masalah yang akan datang." Dan memang, Rogue sudah tau siapa dalang di balik sosok monster hitam itu.


**


Tim Ekspedisi sekaligus pemusnahan monster hitam itu pun di bentuk tanpa seizin dari guild. Terdiri dari beberapa grup pemburu profesional rank D, mereka sepakat untuk merahasiakannya dari guild. Meski pada kenyataannya Rogue sudah tau apa yang mereka rencanakan.


"Dasar kakek tua pengecut!" Umpat salah seorang pemburu.


"Ayo, aku sudah penasaran bagaimana bentuk monster itu."


"Siap bos."


Pada Hari yang telah mereka tentukan tim pemburu tidak resmi itu memasuki hutan dan memulai pencarian. Mulai dari mendeteksi jejak, reaksi sihir dan bekas pertarungan antar monster, mereka dengan cermat melakukannya.


"Aku menemukan banyak jejak monster."


"Itu ... Cuma madboar biasa, abaikan saja."


"Pohon dan ranting disini, tampak menghitam bekas terbakar."


"Ikuti tanda itu!"


Beberapa jejak dan tanda yang menurut mereka sesuai dengan monster hitam itu dikonfirmasi. Tim itu mengikutinya sambil terus berhati-hati dan waspada terhadap sekitar. Mereka tidak ingin saat lengah sesaat, tiba-tiba monster menyerang mereka dari titik buta dan membunuh mereka seketika.


Sekali pun mereka berhasil selamat, guild tidak bertanggung jawab atas ekspedisi ini. Jadi, hanya kerugian besar tanpa hasillah yang akan menanti mereka.


"Tanah disini mulai lembab." kata salah satu pemburu "dan benang putih ... Bos!" Terkejut saat melihat seutas benang di ranting pohon.


"Ya, semuanya mundur! waspada dengan Megaspider! "


"Baik! mundur"


Monster laba-laba raksasa, itu yang mereka waspadai saat ini. Berharap tidak ditemukan oleh salah satunya, mereka pun mundur dan mengubah jalur.


Pohon yang semakin lebat dan tanah yang lembab, jika mereka meneruskan perjalanan mereka hanya akan bertemu dengan sarang laba-laba berisikan ratusan laba-laba raksasa. Sekalipun mereka adalah pemburu rank D, kekuatan tidak berpengaruh dengan tingkat yang mereka punya.


Mungkin jika hanya berhadapan dengan satu sampai tiga laba-laba mereka masih sanggup, tapi jika sudah ratusan hanya kematian yang menanti.


"NGASSSHH"


"Uaahh ... "


Seekor laba-laba hitam raksasa, menemukan mereka. Muncung serangganya terbuka lebar dan tembakan jaring yang sangat lengket di tembakkan darinya.


"Awas!"


SLASH


Menghindari tembakan jaringnya, para pemburu itu balik menyerang, pengguna pedang mulai menebas dan memotong kaki laba-laba itu, sementara pemanah dan penyihir menyerang dari belakang.


"Yeah."


Satu monster laba-laba berhasil diatasi, tapi mereka tidak bisa langsung senang begitu saja. Mereka sudah mengetahui bahwa, ketika membunuh satu laba-laba, laba-laba yang lain akan datang dan jika mereka terdiam sangat lama ratusan laba-laba akan mulai menyerbu mereka.


Jadi mereka semua segera melarikan diri, sambil mengikuti jalan yang sebelumnya sudah mereka lewati.


"Semuanya, lari." perintah pimpinan tim tersebut.


Akan tetapi mereka masih tidak beruntung. Keluar dari kandang harimau masuk ke kandang singa, begitulah istilahnya. Kini tanpa mereka sadari, 10 ekor Skywolf sudah menemukan mereka dari jarak cukup jauh.


Skywolf adalah salah satu monster terkuat dan paling cepat di hutan Feronian timur ini. Andaikan mereka hanya bertemu satu dengan tim pemburu pro rank D, mungkin tidak akan menjadi masalah. Tapi jika sudah bertemu dengan sekelompok dari mereka, itu sama saja dengan mimpi buruk.


"Gawat! Skywolf, Semuanya! lari lebih cepat selamatkan nyawa kalian!" Mereka semua panik.


Ada sekitar 20 orang yang mengikuti ekspedisi ini dan mereka semua kocar-kacir di dalam hutan. Di belakang ada laba-laba raksasa dan di depan ada serigala tercepat raksasa. Satu-satunya jalan hanyalah ke kanan atau kiri yang padat dengan pohon dan semak.


"Wuaaah..." Satu orang tertangkap oleh skywolf.


Meskipun ia berhasil bertahan dengan pedangnya, dua ekor skywolf lain yang menyusul memperburuk nasibnya. Ia berakhir menjadi santapan mereka.


"T-tidak mungkin." seorang gadis yang melihat temannya dimakan sadis oleh tiga skywolf itu terdiam ketakutan.


Masih shock akan apa yang dilihatnya ia terjatuh, tanpa ada yang menolongnya. Salah seorang pemburu lain yang menyadari itu ingin memanggil gadis tersebut tapi segera balik berlari setelah melihat apa yang menghampiri gadis yang mematung tersebut.


Monster laba-laba hitam besar itu sudah berdiri di belakang gadis tersebut. Tanpa sempat bereaksi atau menyadari monster di belakangnya hidupnya berakhir dengan kaki tajam laba-laba itu yang menembus tepat di dadanya.


""Uaahhh ...""


Mereka yang sempat melihat itu, menjadi semakin panik dan mati-matian berlari menyelamatkan diri. Tidak peduli akan siapa pun yang penting diri mereka sendiri selamat. Salah seorang pemburu pria yang sudah panik berlari dan menyerempet seorang pemburu perempuan dari dan membuatnya terjatuh.


"Auh ..."


Ia terjatuh dengan kaki yang menyandung batang pohon dan membuat kakinya terkilir. Dengan kesulitan dan menahan sakit ia berusaha berdiri dan berlari. Tapi apalah daya ia hanya dapat berjalan dengan tertatih-tatih sementara semua orang lari tanpa ada yang mempedulikan dirinya.


"GRAURF ..."


Salah seekor skywolf berhasil menerkam dirinya yang kemudian melompat dan terjatuh dengan berguling-guling.


"Hiiiii ..."


Melihat mangsanya yang sudah tak berdaya, skywolf itu dengan santai berjalan mendekati dirinya. Air liurnya menetes membayangkan akan mendapatkan santapan lezat.


"Apa aku akan mati disini?" pikir gadis itu. "Tidak!" katanya setelah memperkuat tekadnya.


Meskipun tangan dan kakinya sudah gemetar ketakutan ia berusaha mati-matian untuk bertahan. Gadis itu, ia bukanlah gadis biasa. Ia mempunyai kekuatan khusus karena rasnya yang berbeda dengan mayoritas penduduk Folance.


"[Relase]" setelah mengatakan bait semacam mantra, sebuah cincin di tangan kirinya bersinar dan beberapa perubahan tampak terjadi pada tubuhnya.


Rambut coklatnya berubah perak, sepasang kuping kucing muncul di kepalanya, ekor kucing mencuat keluar dari belakangnya dan sepasang mata kucing bermanik kuning kini menatap tajam ke arah skywolf.


"Grrr ..." eraman keluar dari gigi taringnya yang tumbuh tajam.


"Graurrr ..." melihat perubahan yang terjadi pada mangsanya, Skywolf menjadi waspada dan tidak berani mendekat.


Seperti yang kau pikirkan, gadis muda itu tidak lain adalah seorang dari ras Beastman suku kucing. Setelah lama menyembunyikan jati dirinya selama tinggal di Folance akhirnya ia menunjukannya saat tidak ada orang yang melihat dan keadaan juga sudah menjadi kritis. Ia tidak punya pilihan lain jika ingin tetap hidup.


"Haa." Gadis beastman itu berlari ke arah skywolf sambil mengacungkan ke dua belati di tangannya.


"Grarr..."


Skywolf berhasil mengelak dengan mudah dengan mundur ke belakang. Kemudian membalas dengan lompatan ke depan dan acungan cakarnya.


"Ugh ..."


Gadis kucing itu menahan dengan ke dua belatinya. Biasanya, siapa pun akan langsung terpental saat menerima lompatan dan serangan cakar dari Skywolf, tapi ia berhasil bertahan. Beastman punya kemampuan fisik alami yang lebih tinggi dari manusia jadi itulah alasannya kenapa ia menjadi sedikit lebih kuat.


"Haa ..."


Berputar 360 derajat, gadis itu hendak menargetkan leher skywolf dengan memanfaatkan gaya sentrifugalnya itu.


"Hiah ..."


Tapi sekali lagi tidak berhasil karena gerakan skywolf itu yang terlalu cepat.


""Grrauurr""


""Nggasshhh""


"T-tidak mungkin."


Tak menyadari waktu yang terhabiskan oleh pertarungannya, sekumpulan skywolf dan megaspider kini sudah menargetkan dirinya. Kalau di hitung ada lebih dari 20 monster besar yang sekarang mengepungnya.


"Hah hah ..."


Tak ada celah atau pun tempat untuk berlari. Gadis itu, meski sudah mengeluarkan wujud aslinya, ia tetap tidak akan bisa menang melawan segerombolan dari mereka sendirian.


"Hahh ..." ia tersenyum pasrah.


Melepaskan ke dua belatinya, gadis itu memandang ke langit. Ia sudah tidak dapat menolak kenyataan lagi seperti sebelumnya.


"Siapa pun, tolong aku."


PAHMM ....


Tiba-tiba salah satu Skywolf terjatuh dan kehilangan kepalanya. Kucing besar mirip macan tutul berbulu lebat sebesar 3 meter dengan kaki yang berapi berdiri di atas Skywolf yang sudah mati dengan kepala terpotong dan terpanggang.


Keberadaannya yang tiba-tiba muncul mengejutkan semua monster. Sosok yang dirumorkan sebagai monster hitam kini telah datang dan membunuh satu skywolf dalam sekejap.


"...." Gadis itu, yang sebelumnya sudah pasrah kini terdiam melihat sosok yang berdiri gagah di depannya. Sosok monster hitam yang menjadi rumor dan ditakuti banyak pemburu tak lain adalah Zoro.


SYUUTS


Tanpa bergerak dari tempatnya, api menjalar membakar Megaspider dan skywolf. Tak ada yang berani melawan sisa monster yang masih hidup melarikan diri dengan kondisi yang sudah terluka parah. Zoro membiarkan mereka pergi karena sekarang, ia juga terpaku pada gadis beastman kucing di depannya.


Kedua mata kucing mereka bertemu.


**


"Ceroboh sekali, sampai menghilangkan kalung lisensi khusus mu."


"Aha, maaf merepotkan. master dan kak Alpha pasti marah kalau mereka tau aku menghilangkannya, terimakasih sudah menemukannya, Fany."


"Hm hm ... ini bukan apa-apa dengan saat kau menyelamatkan ku, Zoro."


Nama gadis itu adalah Fany, Beastman kucing yang entah karena alasan apa ia menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai manusia di kota Folance. Zoro telah menyelamatkan hidupnya satu tahun yang lalu saat tim ilegal mereka memasuki hutan untuk mencari sosok monster hitam yang tidak lain adalah Zoro sendiri.


Mereka berdua pun berkenalan sebelum akhirnya Fany pingsan karena kelelahan. Kemudian Zoro dengan nekat membawanya ke kota dalam wujud aslinya, macan tutul hitam. Kota Folance sempat gentar sejenak saat Zoro menerobos masuk berlari sampai ke depan guild pemburu.


"I-itu monster hitam? bagaimana mungkin bisa...."


Pemburu, Ksatria serta tentara kota sempat panik dan segera mengepung Zoro dengan senjata mereka. Sampai akhirnya dihentikan oleh Rogue yang sudah mengetahui keberadaannya dari Adel. Melihat monster hitam yang dirumorkan itu membawa seorang gadis beastman di punggungnya, beberapa orang menjadi bingung dengan tindakan yang dilakukan monster itu.


Zoro menurunkan Fany dari punggungnya dan meminta Rogue untuk menjaganya. Kemudian Zoro pergi dengan melompat dan menghilang dari pandangan semua orang. Ia bertransformasi bayangangan untuk kembali ke hutan.


"Aku suka dengan wujud asli Fany, jadi tidak perlu sembunyikan dirimu saat bersamaku." kata Zoro yang dalam wujud kucing hitam kecil saat ini berada dalam pelukan Fany.


"Ha? terimakasih Zoro." Kata Fany sambil memeluk dan mengelus bulu lembut Zoro.


Satu hari setelah Zoro membawa Fany yang pingsan ke kota, ia kembali menunjukan dirinya kali ini dengan Adel yang menungganginya. Tanpa ada yang berani mendekat, semua orang memberi jalan untuk mereka.


Dan pada hari itu, zoro mendapat kalung lisensinya yang menyatakan dirinya resmi sebagai peliharaan Adel.


Status :


Name individu : Zoro


Usia : 3 year


Ras : Black catian


gender : jantan


Health Point : 15200/15200


Strength Point : 16050/16050


Mana Point : 20500/20500


Physical power : 10000


Agility : 11000


Intelijen : 2600


Power Skill


-sihir api : Lv 5


-sihir bayangan : Lv 3


Bonus skill :


-Transform : Lv 4


-master all languages : Lv 3


Divine God :


-Berkah Dewa Armil terhadap kemampuan berpikir


Title :


-Reincarnator