Re Life In Arlogia

Re Life In Arlogia
Bab 13 : Black Catian Tribe



Aku di rumah.


Setelah semua kekacauan yang baru saja terjadi, aku berteleportasi langsung ke kamarku dan ingin menganggap tidak terjadi apa-apa. Tapi apa yang menungguku di ruang makan saat aku turun ke bawah adalah, mereka semua sudah berkumpul bersama Kadhan.


“.... dan untuk lebih jelasnya aku ingin kita mendengar cerita dari sisi tuan muda lebih dulu.”


Dasar kau!? aku baru datang!


“Ee... permisi.” Aku mengambil salah satu kursi dan duduk.


Hahh... aku harus mulai dari mana? apa Kadhan sudah menjelaskan semuanya, atau baru hanya setengah? Aku juga berjanji dengannya tadi, aku akan menceritakan tentang sihirku pada mereka tapi... apa ia sudah memberitahu mereka tentang itu?


“Bisakah anda mulai menjelaskan, Tuan Adel!?” itu Nerhy, aku tau ia sudah tidak sabar dan penasaran. Matanya itu,... terlihat seperti tatapan seorang perempuan yang meminta kejelasan pada cowoknya yang baru saja berjalan dengan wanita lain.


Aah... kira-kira seperti itu.


“Aah... ya, dari mana aku harus memulai?.”


“Kau bisa memulainya dari awal tuan muda.” kata Kadhan.


“O-ok, baik.”


Lalu aku mulai bercerita.


Topik pertama yang kuceritakan bukan tentang kejadian malam ini, tapi tentang diriku. Aku sudah berjanji pada Kadhan akan menceritakannya pada mereka semua, dan sekarang adalah waktu yang tepat saat kita semua berkumpul.


Aku menceritakan tentang bagaimana aku bisa mendapatkan sihir. Bagaimana saat aku bertemu dengan Alpha dan saat aku belajar sihir dari Alpha.


Aku menceritakan pada mereka bahwa Alpha adalah roh sihir pemberian dewa yang membuat kontrak denganku.


“... dan inilah Alpha yang membantuku dalam sihir meski aku tidak mempunyai kekuatan sihir.”


“Salam kenal.”


Diakhir cerita aku menunjukan Alpha pada mereka semua, gadis kecil bergaun putih dengan rambut mata dan pita biru berdiri di atas telapak tanganku.


“Oooh...” Aku tau mereka pasti kagum dengan kecantikannya, aku juga begitu sih pas pertama kali melihatnya, gaun seksi dan kulit putih itu.


“Master!” pekik Alpha lewat telepati


Ugh, ya... aku tidak bermaksud....


Ini adalah kesepekatan kami berdua beberapa menit yang lalu, cerita karangan roh sihir terkontrak lebih cocok untuk menyembunyikan jati diri Alpha.


Apalagi wujud Alpha saat ini adalah hologram virtual, tidak dapat disentuh tapi hanya dapat dilihat, wujudnya lebih mirip seperti roh normal yang diketahui orang-orang.


Aku bohong karena itu perlu, tidak mungkin mereka akan mengerti jika aku membicarakan kebenarannya,... Perangkat pendukung, kendali pikiran, infinity magic dan bahkan reinkarnasi, tidak mungkin aku mengatakan itu semua.


“... Alpha, salam kenal juga... aku Nerhy pelayan pribadi Tuan Adel.” Kata Nerhy sambil menyodorkan jari tangannya.


“Salam kenal Nerhy” jawab Alpha sambil memegang jari tangan Nerhy “Aku tau... Nerhy, aku selalu melihatmu, kegigihanmu merawat dan mengingatkan master yang sering lalai aku menyukainya.” Kata Alpha menggebu-gebu.


“Ya... kau benar, ia juga cengeng dan sangat keras kepala tapi aku menyukainya saat tuan Adel menyukai masakanku. Tuan Adel sering menghilang saat aku mencarinya di mansion, tapi karena sekarang aku tau ada Alpha, maka aku akan mengandalkanmu! ”


“Tenang saja... aku akan menjaganya, kau bisa serahkan itu padaku. Aku juga mengandalakanmu Nerhy! kau harus merawat master dan menjaga kesehatannya juga!.”


“Ya... aku akan lebih bekerja keras dan aku tidak akan menyerah, rekan.”


“Ya, rekan.”


Aahh... kini dua gadis yang merepotkan sudah bergabung. Mereka berdua berjabat tangan lagi dan saling menatap penuh tekad.


“Master, kau baru saja mengatakan kami ini merepotkan.”


Ya, sangat merepotkan! dan jangan katakan isi pikiranku dengan keras!


“Tuan Adel, aku akan tetap melakukannya karena ini semua adalah demi kebaikanmu.” matanya yang berapi-api malah membuatku merinding.


Alpha yang terlahir dengan meniru sifat Nerhy kini telah bersatu dengan orangnya dan level mereka berdua melesat melewati angka seratus persen.


Ahh... , menyebalkan!


Ernha, Moris kenapa kalian hanya tersenyum, dan Kadhan... apa kau tertidur?


Kemudian aku melanjutkan ceritaku.


Ribuan monster menyebrangi gunung perbatasan dan aku membantai sebagian dari jumlah mereka dengan sihirku. Lalu aku pergi ke hutan Feronian dan menemukan penyebab dari invasi monster ini, dan semua ini terjadi karena amukan...


“... Lord Black Leonian Beast, dan_”


“””Lord Black Leonian?”””


Sontak mereka bertiga terkejut, aku baru saja membayangkan bola mata mereka keluar dari songketnya.


Moris juga, aku tidak pernah melihat mulutnya terbuka sebesar itu, terlihat seperti ia akan menelanku.


Kecuali Nerhy yang kebinguan yang lainnya menunjukan ekspresi jelek mereka.


“Y,ya... lord black_”


“T-Tuan muda, kau benar-benar bertemu dengan monster itu?”


Ada apa Moris? kenapa mukamu pucat.


“Tuan muda, apa kau baik-baik saja?”


Kau juga Ernha ada apa?


“Tuan muda, apa kau tau dia adalah salah satu dari 3 Lord Monster penguasa hutan Feronian”


“Lord monster?” Nerhy juga mulai pucat mendengar pernyataan Kadhan.


“Ya, aku tau... aku bertarung dengannya dan aku menang, sekarang ia ada di kamarku.” jawabku santai


“”””....???””””


Hey... aku mulai berpikir wajah mereka saat ini, lucu.


“Jangan bercanda denganku!!” Sontak Kadhan langsung berdiri dan berteriak, ia mengeluarkan pedangnya dan naik ke lantai dua.


Hahh... apa aku baru saja membuatnya marah, secara tidak sengaja.


Kurasa ini pertama kalinya aku melihatnya wajah marahnya yang serius itu.


(Master benar, ini memang yang pertama kalinya) Alpha, kau tidak perlu melihat-lihat vidio ingatanku hanya untuk itu.


“Hey, Kadhan! tunggu...”


Aku pun meninggalkan tiga orang yang masih bengong di meja makan dan menyusul Kadhan yang pergi ke kamarku.


“Tunggu Kadhan, kau tidak perlu mengeluarkan pedangmu aku sudah mengalahkannya.”


BAAM


Kadhan membanting pintu dengan keras dan masuk ke kamarku. Saat itu juga, matanya langsung terpaku pada seekor kucing hitam yang sedang tidur di atas kasurku.


“Kucing?”


Kadhan pun menurunkan pedangnya dan menatap diam ke kucing hitam itu sesaat. Ia terbengong.


“Kucing hitam itu adalah Lord Black Leonian, ia berubah menjadi kucing hitam setelah aku membunuhnya.”


“Hah?? t-tuan muda, k-kau benar-benar mengalahkannya??, monster super raksasa yang dapat menginjak gunung dengan kakinya, sang pelahap naga, dan satu-satunya monster lord yang dapat mencapai langit hanya dengan berdiri dengan keempat kakinya , dan sudah hidup selama ratusan ribu tahun...


“Ya, aku membunuhnya,... dengan petir!.” kataku dengan semangat.


“Dasar master, maniak petir” sindir Alpha.


Diam!


“... sulit dipercaya...” Berusaha menerima kenyataan, Kadhan terjatuh di lantai dengan lututnya.


“Ya, begitulah... menurutmu bagaimana?”


Aku bertanya padanya, apa yang terjadi pada singa hitam besar itu sehingga berubah menjaddi kucing hitam kecil.


“Ini adalah... evolusi mundur.” jawabnya


“Evolusi mundur?” ulangku.


Sebenarnya, aku sudah tau... aku sudah membacanya dibuku, tapi penjelasan di buku dan penjelasan yang ku dengar dari mulut seseorang itu pasti berbeda. Jadi, aku akan pura-pura tidak tau.


“Ya, monster dapat bertambah kuat dan bertambah besar atau berubah bentuk setelah evolusi itu, biasanya evolusi terjadi karena beberapa persayaratan khusus berdasarkan ras monster itu, tapi evolusi mundur adalah kebalikan dari itu.” Jelas Kadhan padaku.


“Kesimpulannya, Black catian adalah spesies dasar dari lord Black Leonian.” aku menyimpulkannya dari penjelasan Kadhan.


“... ya, dan bukan hanya itu, ini satu-satunya Black catian berelemen sihir api.” sambung Kadhan.


“Maksudmu, ia adalah monster langka?.”


“Semacam itu.”


Nah, aku tidak tau... kucing hitam berkaki kuning ini ternyata monster yang sangat langka, catat itu! Alpha.


“Baik…”


“ia adalah monster unik, langka. Terakhir kali di temukannya Black catian api di benua ini adalah 300 tahun yang lalu. Bahkan sekarang, ras monster Black catian yang di temukan hanya ada 10 di benua ini. ”


“Wauw.”


Hanya 10 di satu benua? aku bertanya-tanya berapa sih besar benua ini? apa ada sebesar benua asia?


Jika ini di duniaku yang lama, hewan langka seperti ini sudah pasti akan di jaga atau di masukkan ke penangkaran, tapi di dunia sudah jelas tidak ada yang seperti itu.


Mereka adalah monster, pastinya kebanyakan orang lebih memilih untuk memusnahkannya dari pada membiarkannya berkembang biak.


“Kadhan, menurutmu apa yang harus aku lakukan?”


“Hah? anda tidak perlu menanyakan itu tuan muda. Black catian meskipun mereka langka mereka tidak berbahaya, mereka terkenal karena hanya segelintir orang yang pernah melihatnya. Mereka adalah monster cerdas yang paling handal bersembunyi.”


“Oh... begitukah? sudah kuduga.”


Aku sudah memutuskan aku akan memeliharanya.


“Menurutmu bagaimana jika aku memeliharanya?”


Kulihat kucing hitam yang imut ini, ia mengusap kepalanya dengan kaki depan sementara matanya masih tertutup. Aku mendekat dan mengelus kepalanya, bereaksi dengan elusanku ia menguap besar dan merentangkan kakinya ke depan, seperti orang bangun tidur, lalu ia lanjut tidur.


“Saya rasa tidak ada salahnya, tapi untuk menghindar dari kehebohan tentang identitasnya, tuan muda harus memutuskan bagaimana menyamarkan penampilannya.”


“Aku tau_.”


“Tenang saja, aku tau bagaimana cara menyamarkannya.” potong Alpha yang tiba-tiba muncul di depan Kadhan.


“Baguslah.” kata Kadhan dengan lega.


Melihat kucing hitam yang masih tidur nyenyak sementara kami membicarakannya, aku mengangkat secara paksa dan membuatnya menatap mataku.


Kulitnya hitam, kakinya kuning dan matanya seperti mata kucing biasa.


Kuro? jika ini tentang orang jepang yang mati dan berenkarnasi aku yakin kau pasti akan memiliki nama itu, tapi aku bukanlah itu.


Cepat, dan juga handal bersembunyi, pembunuh yang cerdas dan handal bersembunyi dan melarikan diri, memiliki sihir api yang membakar dan membara tapi karena sifat rasmu itu sihir khususmu jarang kau gunakan.


Apa nama dalam bahasa inggris lebih baik, atau bahasa negara asing yang terdengar tapi dengan arti nama apa? aku rasa tidak ada yang cocok jika aku memilihnya dari sana.


Hmm... oke.


“Baiklah kucing hitam... mulai sekarang namamu adalah....


...Zoro”


***