Playboy in Love

Playboy in Love
Cewek Unik



"SAGARA!"


Gara loncat dari posisi duduknya ia sangat kaget dengan pekikan Naya yang sangat membuat gendang telinganya hampir rusak. Dadanya bergetar, jantungnya berdetak tak karuan. Suaranya sangat menggelegar.


Gadis itu sedang tersenyum miring sambil memandangi Gara, tak lupa ia mengabadikan itu dalam sebuah video berdurasi singkat. Ia akan tunjukan pada seantero sekolah, bahwa sosok cowok yang mereka bangga banggakan ternyata sangat pengecut.


"Ngapain lo!" bentak Gara saat Naya mematikan rekaman videonya.


Naya terkekeh kecil sambil menatap tajam Gara. "Diem lo! Sialan emang," kata Naya.


Gara mendengus melihat tingkah gadis itu, gadis yang menurutnya adalah gadis jadi jadian.


"Ngapain lo kesini?!" ketus Naya, matanya masih melirik tajam Gara yang terdiam dengan keringat bercucuran karena kaget.


Naya mendecih pelan, melihat ekspresi Gara saat ini. Katanya cowok bengis, ketua geng, playboy, badboy, tapi Gara yang ada dihadapannya ini sungguh membuat dirinya ingin tertawa seketika.


"Lo budek?" ulang Naya, cowok itu langsung menoleh menatap Naya tajam.


"Eh, cewek jadi jadian yang sekarang menjabat sebagai pacar gue. Lo jangan ngomong kayak gitu sama pacar sendiri, dosa tau!" kata Gara sambil terkekeh kecil.


"Najis banget gue pacaran sama lo, lagian ya lo bukan suami gue yang kalo omongannya dibantah bisa dosa," kata Naya menekankan setiap kata yang ia katakan.


"Jadi, lo mau jadi istri gue nantinya?" kata Gara sambil menaik turunkan alisnya diiringi senyum miring untuk menggoda Naya, namun gadis itu malah jijik melihatnya.


Gadis itu maju, refleks ia meninju perut Gara.


BUGH.


"ARGHHH!" ia meringis sambil memegangi perutnya yang sakit. Gadis sialan! Dia belum siap sudah di tinju saja.


"Pergi lo sana!" bentak Naya yang terdengar oleh Rayna. Buru buru ia menghampiri anak gadisnya dengan tamunya yang memperkenalkan diri sebagai pacar Naya.


Rayna syok melihat Gara tengah kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Astaghfirullah, Naya! Kamu apa apaan sih, kamu buat tamu kita jadi kesakitan kayak gini." Kata Rayna.


Gara terkekeh kecil, "udah gak papa tante, biasa Naya lagi ngambek sama Gara." Kata Gara sambil tersenyum manis dihadapan Naya.


Gadis itu mendengus melihat tingkah Gara yang menurutnya caper! Alias cari perhatian! Cih.


Rayna menatap tajam sang putri, "kamu gak boleh gitu dong sama Gara, kamu ini ya! Emang mama ngajarin kamu bersikap kasar kayak gitu?"


Naya mencebikan bibirnya kesal, padahal dia tidak salah. Gara terkekeh kecil melihat respon Naya apalagi wajahnya yang terlihat sangat lucu jika seperti itu.


"Iya ma iya, lagian nih si kunyuk ngapain sih kesini. Bikin bete aja!" ketus Naya membuat Rayna mengelus dadanya pelan.


"Kenapa mama punya anak gadis jutek banget kayak kamu ini ya," keluh Rayna.


"Yaudah Gara, Tante kebelakang lagi ya. Maafin Naya, dia emang suka gitu." Kata Rayna.


Gara tersenyum manis membuat Naya begidik ngeri melihatnya. "Iya tante," katanya.


Setelah Rayna pergi, keduanya masih tetap sama saling diam. Sesekali Gara membuat jokes receh namun sama sekali tak ditanggapi oleh Naya.


"Nay," panggil Gara.


Gadis itu sama sekali tak menoleh ataupun menjawab, bergumam saja tidak.


Gara mendekat kearah Naya lalu menyenggol lengannya pelan, membuat gadis itu merasa risih.


"Naya, sayang!" panggil Gara lagi dengan suara sok imut.


Naya masih tak menanggapi ucapan cowok disampingnya ini.


"Naya, kalo lo gak jawab gue umumin di hadapan semua orang kalau lo pacar gue." Kata Gara menantang.


"Apa?!" ketus Naya sambil menatap Gara tajam.


"Jalan yuk, kencan gitu loh!" usul Gara membuat gadis itu mengernyit.


Tak ada jawaban dari gadis itu.


Gara mendengus melihat ucapannya sama sekali tak direspon oleh Naya.


"Nay, ayo dong!" ajak Gara.


Apa dia bilang? Kemayu? Seorang Sagara Vallecano Jonathan, KEMAYU?


Rahang Gara menegas, tangannya terkepal kuat, kalau saja ini bukan dirumah sang gadis, pasti ia sudah mencabik cabik Naya saat ini juga.


Naya mendongak menatap Gara, "apa? Jangan ngebatin dalam hati lo!" kata Naya seolah tau isi hati Gara.


Cowok itu langsung merubah raut wajahnya sambil tersenyum, walau bagaimanapun rencananya untuk menjadikan Naya pacarnya harus berhasil.


"Eh, Naya cenayang ya? Berarti Naya tau dong perasaan aku ke kamu," kata Gara sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.


Gadis itu menatap jijik Gara, dia sangat muak melihat tingkah yang Gara lakukan.


"Najis!"


Najis.


Najis.


Najis.


Sudah berapa kali gadis itu mengumpatnya? Apakah dia disamakan dengan najis? What! Muka ganteng menggoda iman seperti ini dibilang Najis, matanya bulukan kali ya.


"Sakit hati loh Nay, lo bilang kayak gitu sama gue." kata Gara sambil memasang tampang memelas.


"Bodoamat!"


"Nay, jangan gitu dong!"


"Pergi lo, sialan!" bentak Naya.


Tatapan Gara semakin memelas, membuat Naya semakin jijik melihatnya.


"Naya, kamu mau jadi pacar aku? Kamu mau jadi satu satunya dihidup aku, kamu mau menghiasi setiap hari hari aku dengan senyuman kamu, kamu ma—"


"Gue gak mau!"


"Gue gak mau jadi pacar lo gak mau jadi satu satunya dihidup lo, gak mau menghiasi hari hari bersama cowok sialan kayak lo, gue gak mau ngasih senyuman gue cuma cuma buat lo! Catat itu di jidat lo yang sok kecakepan!" bentak Naya dengan nada bicara naik beberapa oktaf.


Gara tersenyum miring, "oh ya? Jadi kamu gak mau jadi pacar aku?"


Naya tak merespon.


"Apa yang gak kamu suka dari aku?"


"Please deh, ngomongnya jangan lebay! Muka lo udah lebay gitu, gak lucu seorang ketua geng ngomong alay dan lebay kayak gitu! Gak cocok." Ketus Naya.


"Oke, apa yang gak lo suka dari gue?" tanya Gara.


"SEMUANYA!" kata Naya dengan menekankan setiap katanya.


Gara melongo, sebegitu jijik nya Naya pada dirinya hingga ia tak suka semua yang ada pada dirinya, termasuk wajahnya yang tampan dan menggoda iman ini?


"Kenapa?" tanya Gara memelas.


Naya menatap datar Gara, ia mendecih pelan.


"Jangan sok deh lo, mentang mentang orang lain bilang lo itu ganteng lah, apa lah, lo bisa seenaknya gini. Jangan meninggi dulu, lo jangan sok kecakepan! Dan ya, jangan seenaknya mainin perasaan perempuan! Karena nanti lo bakal dapet karmanya." kata Naya.


Gara tersenyum miring, "seorang Gara gak bakal dapet karma, kalau dapet ya bukan gue, tapi elo!" kata Gara.


Naya menatap sinis cowok disampingnya ini, "maksud lo?"


"Liat aja, gue doain lo bakal jatuh cinta sama gue!" kata Gara.


"Mustahil!" kata Naya.


"Pasti lo bakal jatuh cinta sama gue,"


"Sebelum gue jatuh cinta sama lo juga, lo bakal jatuh cinta duluan. Liat aja nanti." Kata Naya.