Playboy in Love

Playboy in Love
Sagara Vallencano Jonathan



Sagara Vallecano Jonathan, cowok tampan yang dikagumi para kaum hawa yang menjabat sebagai ketua geng motor yang bernama Redrigaz, dengan anggota kurang lebih 150 orang, sekaligus menjabat sebagai most wanted boy, dan juga bad boy dalam waktu bersamaan.


Tampan, tinggi, kulit putih, hidung mancung, tubuh atletis, dan jangan lupakan bibirnya yang merah nan mempesona itu, memang selalu menarik perhatian para wanita.


Seperti biasa, Sagara, atau yang kerap dipanggil Gara datang dengan membawa mobil sport keluaran terbaru berwarna merah turun dari mobilnya dan keluar bersama dua gadis disamping kiri dan kanannya. Kedua pacar Gara.


Tangan kanannya dipeluk oleh Maura, dan tangan kirinya dipeluk oleh Laura, membuat orang orang merasa sangat kagum sekaligus berharap ada diposisi dua gadis itu.


"Sayang, kok kamu biarin tangan kamu dipeluk Laura sih." Keluh Maura sambil mencebikan bibirnya yang merah itu, gadis cantik yang menjabat sebagai pacar nya.


Gara menoleh kearah Mauren kemudian mencubit pipinya pelan, "aduh sayang, kamu jangan ngambek dong. Harus terbiasa kalau Laura juga pacar aku, sama kayak kamu." Kata Gara tersenyum jahil.


Laura yang mendengar Gara membelanya langsung menjulurkan lidahnya kearah Maura, "kan dengerin tuh kata pacar gue!" celetuk Laura.


Maura membelalakan matanya, "macem macem ya lo! Garlove itu pacar gue tau!" kata Maura.


Laura tersenyum sinis, "dia juga pacar gue kok."


Gara yang risih dengan keduanya langsung melepas pelukan dari kedua tangannya.


"Lepas! Udah sana, kalo kalian masih debat, gue putusin juga kalian berdua hari ini." Kata Gara ketus.


Laura dan Maura mendekat sambil tersenyum manis, "eh jangan dong sayang, kita gak debat kok, kita damai ya kan ya kan?" kata Laura sambil menyenggol lengan Maura pelan.


"Eh iya sayang, kita gak debat, jangan putusin kita ya." Kata Maura memohon.


Gara tersenyum, "oke, tapi kalau nanti gue punya pacar lagi kalian jangan komen! Gue udah bosen sebenernya sama kalian!" kata Gara sambil berlalu pergi.


Gara berjalan menuju kelasnya, saat sampai di kooridor kelas 10 mereka semua langsung menjerit karena melihat wajah tampan Gara, dan dengan narsisnya cowok itu melambaikan tangan sembari mengedipkan matanya kepada beberapa adik kelasnya.


"OMG! Tadi kak gara senyumin gue, meleleh kak,"


"Senyumanmu, yang indah bagaikan candy..."


"KAK GARA KEDIPIN GUE AWWW!" teriak salah satu adik kelas.


"Cogan yaampun! Gue gak kuat anjir!" teriak salah satu dari mereka.


Saat Gara melihat salah satu adik kelas yang diam sambil memandanginya terpesona tapi tak bersuara, ia mendekat mencoba menggoda adik kelas tersebut.


"Hai dek, sendirian aja mau kakak temenin gak?" tanya Gara sambil tersenyum menggoda.


Adik kelas itu terpaku ditempat tanpa berkata apapun dan...


BRUK.


"Rara!!!"


"Ra!"


"Yaampun!" teriak beberapa temannya saat melihat Rara pingsang karena Gara menyapanya.


Cowok itu hanya mengedikan bahu sambil tersenyum singkat, "kalian bawa temen kalian ini ya, bilangin ada dalam dari Kak Gara yang tampan ini." Kata Gara sambil tersenyum pada beberapa teman Rara.


"Yaampun! Demi apa tadi kak Gara senyumin gue anjir!"


"Yaallah, Rara beruntung banget sih, disapa sekaligus di titipin salam huaaa aku juga pengen kan!" kata salah satu diantara mereka.


"Sttt, udah kita bawa Rara ke UKS sekarang."


Sedangkan Gara, cowok itu malah cekikikan saat namanya di elukan oleh beberapa siswa kelas 10. Bukan hanya siswa kelas 10, namun hampir seantero sekolah mengenal yang namanya Sagara Vallecano Jonathan, dan mengagumi parasnya yang kelewat tampan.


Sesampainya dikelas, Gara langsung disambut beberapa temannya.


"Woy pak bos kita datang!" kata Dalvin.


"Selamat pagi pak, sudah dapat mangsa? Perawan atau janda hahaha." Kata Olis, diiringi tawa teman temannya yang lain.


"Gue dapet adik kelas coy, kelas 10 kalau gak salah namanya Rara. Kalian pada tau gak?"


"Enggak!"


"Ya iyalah bego, gue belom cerita bangsat! Lo main potong pembicaraan orang aja." Kata Gara sambil mendengus kesal.


"Yee maap pak bos," kata Fandi.


"Tadi tuh gue lewat kooridor kelas 10 ye kan." Kata Gara memulai ceritanya.


"Yee kaya yang gak tau aja pekerjaan si bos," kata Olis.


Mereka semua mengangguk faham, sudah tak asing lagi bagi mereka. Biasa playboy suka caper.


"Nah, gue denger tuh mereka pada teriak neriakin nama gue, se- famous apa sih gue sampe segitunya?" kata Gara sambil terkekeh pelan. Rasa sombongnya itu memang selalu ada, narsis sekaligus sombong, ciri khas seorang Gara sekali.


"Lah gitu doang, mana asyiknya. Biasanya juga lo diteriakin gitu kan." Kata Fandi.


Gara menoyor kepala Fandi pelan, "gue belum kelar cerita bego!" kata Gara mendengus.


Fandi nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hehe, sorry lah. Gue kagak tau bos!" kata Fandi.


"Terus gimana?" tanya Dalvin.


"Gue liat ada adik kelas sendirian gitu, dia gak teriak kayak temen temennya, dia cuma diem kayak kaku gitu sambil melongo ngeliatin gue. Waktu gue sapa dia, sambil di senyumin dikit, kalian tau apa respon dia?" tanya Gara.


"Nangis kejer?" tanya Dalvin.


Gara menggeleng, "bukan."


"Kejang kejang?" tanya Olis.


Gara menggeleng, "bukan juga."


"Teriak kegirangan?" tanya Fandi.


Gara menggeleng, "itu apalagi, salah banget!" kata Gara.


Mereka semua nampak berfikir, Fano yang masih diam sambil memainkan game tiba tiba meletakan ponselnya diatas meja.


"Paling juga, pingsan!" kata Fano.


"Bener!" kata Gara sambil menepuk bahu Fano seolah memberikan selamat.


"Hah? Pingsan?" tanya Dalvin.


Gara mengangguk, "iya."


"Hahahaha, narsis amat tuh bocah ya hahahaha." Kata teman teman Gara.


"Tapi gue penasaran sama tuh cewek, kok bisa ya sampe segitunya sama gue? Atau jangan jangan dia suka sama gue ya?" tanya Gara.


"Alah, semua cewek disekolah ini juga pada suka sama lo, sampe kita gak kebagian stok cewek!" kata Olis mendengus.


"Yee, lo nya aja yang burique!" seru Fandi sambil terkekeh.


Olis memasang tampang melas, "astaghfirullah, abang Olis yang tampan melebihi Shawn the Sheep ini dibilang burique? Teganya kamu!" kata Olis lebay.


"Yah, mukanya disamain kayak kambing hahaha." Kata Dalvin sambil tertawa.


"Gue punya tugas buat kalian!" kata Gara membuat mereka semua terdiam.


"Apa bos?" tanya Dalvin.


"Iya, apa bos. Tenang, semua bakalan beres kalo sama kita mah." Kata Olis.


"Gue pengen kalian cari tau tentang Rara, adik kelas yang barusan pingsan gara gara gue." Kata Gara.


"Lah, lo demen bos?" tanya Fandi.


"Gue penasaran." Mata Gara.


"Kalau boleh tau, dia cantik gak?" tanya Olis.


Gara mengangguk, "lumayan, tapi kayaknya dia polos. Gue pengen tau buat cewek polos terpesona. Gue pengen jadiin dia pacar gue yang kesekian." Kata Gara sambil tersenyum miring.



Vote+comment!!!


Ini cerita baru aku Btw, gimana ya feel nya dapet gak? Serius nih, nanya:(