
Siapa sih yang gak tau Sagara Vallecano Jonathan, cowok yang menjabat sebagai most wanted boy sekaligus bad boy dalam waktu bersamaan. Tak dipungkiri, berita tentangnya pun bisa langsung dengan cepat menyebar luas apalagi di kalangan siswa siswi disekolahnya.
Kini, kabar tentang Gara berpacaran dengan Naya, anak baru yang baru beberapa hari ini. Tapi, dengan mudahnya Naya bisa memikat hati seorang Gara? Padahal, niat Gara sebenarnya hanya iseng dan ingin membuat gadis itu menderita. Penderitaan Naya dimulai dari hari ini.
Hari ini bukanlah hari pertama mereka resmi berpacaran. Hari ini adalah hari kedua setelah mereka berdua meresmikan hubungan mereka yang terbilang terjadi sangat aneh, karena sebuah perjanjian dan tantangan.
Naya, gadis itu tak menggubris sama sekali mereka yang terus saja menanyakan dan menggosipinya karena telah berhasil memikat Gara. Memang sebagus apakah Gara di mata mereka?
Gadis itu berdecak kesal, karena sejak kedatangannya ke sekolah ia sudah dihadiahi berbagai macam tatapan dari para siswa siswi, apalagi dari para penggemar fanatik Gara.
Saat ia melewati kooridor kelas 10, ada yang berbisik dan mendekatinya. Lancang sekali, adik kelas ini.
"Kak, pacarnya kak Gara ya?" tanyanya dengan nada tidak suka, cih siapa Gara? Apa sebegitu pentingnya cowok yang bernama Gara itu hingga namanya terkenal hingga seantero sekolah.
Naya hanya memandang sekilas adik kelas tersebut, ia sangat malas menghadapi mereka yang bertanya apa benar hubungan diantara mereka.
"Sombong banget sih!" katanya lagi, itu semakin membuat Naya geram.
"Denger ya adek adek, kakak itu gak pacaran sama si monyet. Udah kan? Kakak mau ke kelas," kata Naya sambil melangkahkan kakinya pergi, namun adik kelas itu menatapnya sambil melongo, mungkin kaget dengan panggilan Naya pada Gara. Sosok tampan itu disebut Monyet? Gak salah.
Saat ia melangkahkan kakinya dan beberapa langkah lagi menuju kelasnya, tangannya dicekal oleh seseorang dibelakangnya. Sontak, Naya memutar tubuhnya menghadap sosok tersebut, sosok yang sangat dihindarinya saat ini tengah tersenyum manis menatapnya.
"Pagi, pacar!" kata Gara sambil mengembangkan senyum manisnya, gadis itu berdecak kesal melihat sekeliling orang orang tengah menatapnya ingin tahu.
"Jangan manggil gue dengan sebutan alay lo itu!" bentak Naya sambil menunjuk wajah Gara dengan telunjuknya.
Cowok itu langsung memegang tangan Naya sambil tersenyum, jika gadis lain yang diperlakukan seperti ini mungkin akan baper, tapi berbeda dengan Naya yang justru geli melihatnya.
"Jangan gitu sayang, gak baik loh ngumpatin pacar!" seru Gara sambil cengengesan membuat Naya semakin geram.
Gadis itu langsung melepaskan tangannya dari genggaman sang buaya darat yang kini berstatus sebagai pacarnya.
"Udah sana! Tuh pacar lo yang lain lagi ngeliatin," kata Naya sambil melirik Maura dan Laura, si kembar tak identik beda orang tua itu sedang memasang tampang kesal menatap Naya dengan Gara.
Cowok itu langsung melihat arah tatapan sang gadis, Maura tengah menatapnya dengan wajah memerah dan bibir yang ditekuk. Sedangkan, Laura mengepalkan tangannya sambil misuh misuh gak jelas.
"Biarin," acuh Gara.
Naya melongo dengan apa yang dikatakan cowok itu, "semudah itukah lo mengabaikan cewek Gar? Lo emang pantes disebut brengsek!" kata Naya sambil menekankan kata terakhirnya.
Gara memiringkan wajahnya menatap lekat Naya, "menurut lo gue kayak apa yang ada di fikiran lo?" tanya Gara.
Naya mengangguk, "iya, gak terima lo gue katain kayak gitu?"
Gara menggeleng sambil tersenyum, refleks tangannya terangkat dan menepuk kepala Naya pelan, namun gadis itu langsung menyingkirkan lengan Gara dari kepalanya.
"Lo lucu, dan lo berbeda—"
"Lo mirip Veronica, kucing peliharaan nyokap gue."
Hampir saja Naya baper, untung orang seperti Gara ini suka bercanda jadi Naya tidak terlalu berfikir kearah sana. Tenyata dia hanya di samakan dengan kucing peliharaan mamanya saja, gak lebih. Naya bahkan tak berharap lebih dari cowok seperti Gara, kelakuannya memang brengsek dan ngeselin. Heran, kenapa banyak yang memujinya tampan padahal otaknya agak geser menurut Naya.
Karena kesal setengah mati, Naya langsung melangkahkan kakinya menuju bangkunya tanpa menghiraukan Gara yang meneriaki namanya sejak tadi.
Anin tersenyum saat Naya sudah duduk dibangkunya, ia seperti ingin menanyakan sesuatu pada Naya.
"Emm, Nay!" panggil Anin ragu.
Naya menoleh menatap Anin, "kenapa?" tanya Naya.
"Lo—pacarnya Gara?" tanya Anin.
"Iya! Dia pacar gue, pacar baru gue." Kata Gara yang baru duduk dibangkunya, ia menatap Naya sambil cengengesan membuat gadis itu begidik ngeri melihatnya.
Naya menggeleng pada Anin, "jangan percaya sama dia, musyrik!" kata Naya sambil terkekeh.
Anin yang gugup hanya mengangguk, "i-iya."
Tiba tiba Gara langsung melangkahkan kakinya ke depan kelas, entah apa yang akan dia lakukan sekarang. Banyak sekali yang menatapnya, ada yang diam diam menatap sambil mengagumi ketampanannya, ada yang menatap sambil diam diam mencibir hubungan dirinya dengan Naya, ada yang menatap kagum tapi malu mengakuinya.
Naya hanya memutar bola matanya malas, cowok aneh petakilan macam Gara akan melakukan hal aneh lagi saat ini.
Anin menyikut lengannya pelan, membuat Naya langsung menatapnya sambil mengangkat alis.
"Dia mau ngapain?" tanya Anin.
Naya mengedikan bahunya acuh, "maksud lo Gara kan?"
Anin mengangguk mengiyakan, "gue gak tau Nin," kata Naya.
"HEI KALIAN SEMUA PARA MURID YANG BUDIMAN!!!" pekik Gara memulai ulahnya.
"Kita bukan Budiman woy!" teriak Fandi.
"Kita juga bukan!" teriak Olis.
"Aku siapa?" tanya Dalvin.
"Temen siapa sih?!" kata Fano datar, namun langsung membuat mereka terbahak mendengarnya.
"Teman gak dianggap, sad boy banget si dia." Kata Fandi sambil melirik Gara.
"WOY KALIAN! JANGAN PADA NGOMONGIN GUE DIBELAKANG YA!" kata Gara sambil melirik kearah teman temannya.
"Lo mau ngapain sih disitu, sambil teriak teriak. Kayak orang gila baru waras!" kata Olis.
"Gue disini mau bikin pengumuman!" katanya, langsung disambut pekikan para murid dikelas itu.
"GUE SAGARA VALLENCANO JONATHAN, DAN ANNAYARA ALEXANDRIA, RESMI BERPACARAN SEJAK KEMARIN! JADI BUAT KALIAN YANG KEPO, GAK USAH KEPO DAN GAK USAH NGUSIK HIDUP PACAR GUE YANG UNYU INI." kata Gara sambil senyam senyum menatap Naya.
Sedangkan gadis itu menatapnya tajam sambil menahan marah dan malu dalam benaknya. Ia mendengus kesal melihat Gara yang seolah biasa saja mendapat tatapan tatapan aneh dari para siswa.
"Wehhhh! Pacar baru!" celetuk Fandi membuat yang lainnya bersorak riang.
"Gercep juga nih si Playboy!" kata Dalvin.
"Enak ya punya muka cakep," kata Olis.
Sontak mereka langsung menoleh kearah Olis, "lah, enak kenapa emangnya?"
"Ya, liat aja tuh si Gara pacar aja kayak perabot!" canda Olis.
"Hah?" tanya mereka terperangah dengan maksud makhluk jomblo yang satu ini.
"Iya, lusinan!"
—
Vote+comment!!!
Follow Ig: @r.rhmaulia