Playboy in Love

Playboy in Love
Suka Atau Cinta?



Setelah pengakuan Gara tersebut, berita itu langsung tersebar hingga senatero sekolah. Membuat nama Naya mendadak famous dikalangan anak anak lainnya.


Kini, Naya sedang menekuk wajahnya setelah pelajaran Bu Merlin selesai. Ia sangat kesal dengan Gara, apalagi dengan pengakuannya. Tapi, kata tertarik tidak mendefinisikan rasa cinta kan? Naya menghela nafasnya senang, untung saja Gara tidak benar benar mencintainya. Bisa gila dia kalau harus berhadapan dengan cowok dihadapannya ini. Sebenarnya, Naya ingin sekali meminta putus pada Gara, tapi ia gengsi kalau harus kalah dari tantangan yang diberikan cowok itu padanya.


Anin bangkit dari duduknya, "Nay, kantin kuy!" kata Anin sambil menarik tangan Naya.


Gadis itu memang sudah tak canggung lagi kini berhadapan dengan Naya. Kini, ia bisa lebih akrab dan tidak kaku padanya.


Naya menggeleng pasrah, dia tidak mau bertemu lagi dengan Gara. Sudah pasti berita mereka kini sedang menjadi perbincangan hangat dikalangan para Siswa, apalagi para fans Gara.


Anin memasang wajah lesu, ia menghembuskan nafasnya pelan. Kemudian ia kembali duduk dibangkunya.


"Yah, padahal kan gue laper banget!" keluh Anin.


Krukkk...


Naya langsung nyengir tanpa dosa ketika perutnya bergemuruh. Ia juga sebenarnya lapar, tapi ia malu jika harus menjadi perbincangan dikalangan para siswa.


Anin terkekeh melihat reaksi Naya, kini mereka hanya berdua di dalam kelas, sedangkan anak lain sedang menghabiskan waktunya di kantin.


"Tuh kan, lo juga laper!" kata Anin sambil tertawa.


Wajah Naya memerah menahan malu, ia menepuk tangan Anin pelan.


"Nggak kok! Yaudah sana kalau mau ke kantin, gue gak lapar." Kata Naya.


Anin mengangkat sebelah alisnya, "beneran gak lapar? Gak mau nitip nih?" kata Anin seraya bangkit dari duduknya.


Naya menggeleng pelan, "nggak ah, gue gak nafsu makan. Lo gak tau ya, anak emak yang super duper glowing ini bisa kuat nahan makan sampe seminggu. Sekalinya makan, kayak kuli! Hahahaha." Kata Naya, sontak tawa mereka berdua pecah karena kata kata Naya.


"Yaudah Nay kalo lo gak mau nitip apa apa, gue ke kantin dulu ya." Kata Anin sambil melangkahkan kakinya.


"IYA NIN!" pekik Naya.


Naya merogoh saku rok nya dan mengeluarkan ponselnya. Ia melihat notifikasi dari line dan segera membukanya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat layar ponselnya.


Garanteng added you.


Gadis itu mendengus kesal, pasti ini si Garagila. Cowok itu sangat narsis, sangat sangat narsis. Padahal, menurut Naya Gara terlihat biasa biasa saja.


"Narsis banget sih jadi orang! Garanteng, apaan dah. Yang ada itu harusnya Garabuaya yang pantes!" kata Naya.


Garanteng


Kenapa lo gak ke kantin? Gak lapar?


Annayaraa.a


Gk. Mls.


Garanteng


Jutek banget sih, pacar aku:)


Annayaraa.a


Idih. Njs!


Garanteng


Beneran, gak lapar? Mau di bawain apa?


Annayaraa.a


W udh bilang mls. LIAT MUKA LO!


Garanteng


Duh jahat banget sih, yaudah! Tungguin gue ya sayang:*


Naya hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalasnya. Paling juga Gara hanya bercanda. Namun, gilirannya salah. Ketika beberapa menit setelah mengiriminya pesan, Gara datang dengan beberapa makanan ditangannya.


Gara tersenyum menatap Naya, tapi gadis itu malah menatap tajam kearahnya.


"Naya, cantik! Makan ya ini gue bawa—"


"Gak mau!" ketus Naya.


Gara mengulum senyum, ia menepuk kepala Naya pelan. Namun gadis itu malah menatapnya tajam.


"Singkirkan tangan sialan lo itu!" pekik Naya.


"Makan ya? Mau gue suapin?"


Naya melotot menatap cowok dihadapannya.


"Gue punya tangan!" bentak Naya.


"Makannya putusin dong!" keluh Naya, namun Gara menggeleng.


"Nggak bakal dong, sebelum lo yang mutusin gue duluan!" kata Gara yang dihadiahi tonjokan pada bahunya, ia malah terkekeh karenanya.


Gara membuka bungkusan plastik itu, mengeluarkan Batagor, Siomay, Baso, dan beberapa cup minuman.


Naya mengerjapkan matanya melihat beberapa makanan tersebut, tak lupa susu UHT rasa strawberry kesukaan Naya.


"Dari mana lo tau makanan kesukaan gue?" tanya Naya sambil menatap Gara intens.


Gara menutup wajahnya, membuat Naya menatapnya heran.


"Kenapa lo nutup muka begitu?"


"Malu, diliatin sama orang cantik!" Kata Gara sambil terkekeh membuatnya terlihat jauh lebih tampan dari biasanya.


"Shut up you're mouth!"


"I'm okay!"


Naya mendelik menatap Gara, "dasar Garagila! Gak nyambung ******!"


"Yaudah, sih! Gimana abang Garanteng ini aja." Kata Gara sambil mengulum senyum sok manis dihadapan Naya.


Naya menatap tajam Gara, ia tidak berhenti merutuki Gara yang selalu memancing emosinya.


"Udah, jangan natap abang Gara begitu tajam setajam silet, nanti gue baper Lo mau tanggung jawab hm?" tanya Gara sambil menaik turunkan alisnya menggoda Naya, gadis itu membuang muka, malu. Wajahnya memerah karena kata kata Gara.


Ia baru sadar, Gara berpengaruh pada kesehatan pipi dan kulitnya.


"Ciee baper cie... Gak mau tanggung jawab ah! Mending kasih tau tante Rayna kalo anaknya ini baper!" kata Gara sambil mencolek pipi Naya yang memerah.


"Diem lo!" bentak Naya sambil menyingkirkan tangan Gara dari pipinya.


"Yaudah, cepetan makan! Biar cepet gede, nanti bisa gue halalin!" kata Gara membuat Naya tersedak.


"APA?" tanya Naya dengan mata yang melotot.


Gara memamerkan deretan giginya, "hehe, gue gak bercanda!" kata Gara.


Gak bercanda, artinya serius dong.


"Gak masuk akal! Lagian ya, mana mau gue sama cowok sableng modelan lo." Kata Naya sambil memakan batagornya.


Gara mengulum senyum melihat pipi Naya yang kembung ketika memakan batagornya sambil berbicara.


"Lo lucu ya!" kata Gara lagi lagi membuat pipi Naya memerah.


"Dwiem lo gwe lagwi mahan!" kata Naya dengan mulut yang penuh dengan batagor membuat Gara tergelak melihatnya.


Ia mengambil susu UHT dan memberikannya pada Naya.


"Nih, minum!" kata Gara.


Naya menggeleng, ia menunjuk satu cup es teh yang ada disini Gara. Dengan cepat, ia langsung memberikannya pada Naya.


Gadis itu langsung mengambil dan meminum es teh yang diberikan Gara, ia menghembuskan nafasnya lega.


"Makasih." Kata Naya tanpa sadar ia tersenyum pada Gara, membuat cowok itu terdiam kaku melihat Naya.


Inget loh! Tanpa sadar ya.


Naya yang tidak mendengar Gara berkata apa apa lagi, langsung menoleh. Ia mendapati wajah Gara kaku, mulutnya menganga membuat Naya tertawa. Namun, Gara masih belum menyadarinya.


Dengan cepat, Naya mengambil ponselnya dan memotret Gara yang sedang melongo karena melihat senyumannya.


"Gara! Lo kenapa?" tanya Naya saat tak ada pergerakan dari Gara.


"GARA!" pekik Naya tepat ditelinga Gara, sesaat Gara langsung tersadar dari lamunannya.


Ia menatap Naya, "Nay, tadi kenapa lo senyum?" tanya Gara yang masih fokus menatap wajah gadis itu.


Naya menggeleng, "emang kapan gue senyum sama lo?" tanya Naya.


"Ta—ah udahlah lupain!" kata Gara sambil mendengus.


Sial! Baru disenyumin aja udah baper. Apa ini yang dinamakan pesona cewek jutek, sekalinya senyum langsung menggetarkan jiwa. Batin Gara.



Oke, ada yang tau Gara kenapa? Bingung juga wkwk.


Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️


Vote+comment!!!