Perfect match

Perfect match
Kondisi andre



Sesuai instruksi mecca, jenni mulai berbicara hampir setiap hari pada andre.. mengenai sasa.. mulai dari ketika sasa kecil hingga dewasa..


bahkan kadang jenni tertawa sendiri saat mengingat beberapa cerita yg lucu mengenai anak gadisnya itu..


Sampai ketika jenni menanyakan sesuatu pada andre..


“Menantu ku.. 14 th kamu menanti sasa, hingga akhirnya dapat menikahinya, apakah kalian merasa bahagia??


aku merasa berdosa saat memaksa kalian menikah.. harusnya aku bertanya dulu padamu.. apakah rasamu masih sama seperti yg dulu pada anak ku..


“aku minta maaf.. atas kesalahan ku ini.. semoga kamu memaafkan ku.. dan aku akan mengabulkan permintaan mu untuk menceraikan kalian, jika itu yg kamu maksud..


dengan tidak ingin bangun seperti yg di ucapkan dokter kemarin. Ini sudah berlalu 3 bulan lebih.... bahkan istri mu sudah tak pernah menghubungiku sejak 3 bulan yg lalu.. apa kami telah mengambil langkah yg salah karena menyatukan kalian???


Tangis jenni lirih..ia bingung.. tak mengerti kenapa andre tak kunjung bangun juga dari tidur panjang nya.. sedangkan dokter berkata bahwa ia telah baik-baik saja. Semua organ nya sudah mulai bekerja dengan baik..


tinggal keinginan hidupnya saja.. apa kah masih ada atau tidak.. mencoba memakai cara untuk menceritakan mengenai istri nya namun andre tetap saja tak bergeming.. ia tetap betah dengan tidur panjang nya.


Matahari kini telah sampai di ufuk barat.. langit pun telah berubah warna menjadi jingga.. menampilkan suatu lukisan yg indah dari atas sana..


Jenny berdiri karena kedatangan seorang suster, yg berkata ingin membersihkan tubuh andre.


“Selamat sore nyonya.. mohon maaf mengganggu waktunya sebentar.. saya ingin membersihkan tubuh tuan muda.. sudah waktu nya lap-lap..” ucap suster tersebut


Jenni menatap andre mengelus lengannya. Dan berbisik di telinganya..


“Apa kah kamu tidak ingin bangun karena istri mu tak disini? Atau karena bukan dy yg memandi kan dan merawat mu??”


Setelah mengatakan kalimat tersebut, jenni melihat jari jari andre mulai bergerak perlahan.


Ia terperanjat kaget, namun suster di belakang nya kembali berucap.


“Nyonya maaf.. tuan muda harus segera di mandikan..—-


Belum selesai ia melanjutkan kata-katanya telah di potong oleh jenni.


“Nanti!!! Ku katakan nanti. Aku masih ingin berbicara dengan menantuku. Bentak jenni seketika.


“Ma maaf nyonya.. baiklah.. saya permisi dulu” kemudian suster itu pun pamit..


Jenni mulai menggenggam tangan andre dan bertanya sekali lagi.


“Menantuku.. apakah kau mencintai istrimu?? Jika ya, gerakkan tangan mu.. agar aku dapat mengambil keputusan.


“Menantuku, aku ingin berbicara dengan mu mengenai perusahaan mu yg bangkrut, dan ternyata dalang di balik ini semua adalah arlan. Jika kau masih ingat, arlan adalah mantan dari istri mu. Ia mengganggu perusahaan mu semua itu ia lakukan karena ia ingin merebut istri mu. Jadi bagaimana menurut mu? Apakah sasa akan meninggalkan mu dan kembali kepelukan si arlan itu? Jika ia gerakan tangan mu, jika tidak, jangan di gerakkan


Kemudian jenni tak mendapatkan respon apapun dari andre.


Akhirnya ia yakin bahwa andre benar2 bisa merespon semua pertanyaan yg terlontar dari mulut nya.


“Menantuku. Apakah kau ingin aku mengatakan kemajuan mu ini pada semua orang, atau kau ingin aku merahasiakan nya? Jika kau menggerakkan tanganmu, aku menganggap kau ingin merahasiakan ini.


Tangan itu pun bergerak kembali.


“Baiklah.. hari telah sore.. aku yakin kau ingin segera sembuh.. aku yakin kalian saling mencintai.. kini aku tak akan memisahkan dan meragukan mu lagi.. sekarang sudah waktunya kau mandi.. aku akan memanggil kembali suster tadi. Besok kita lanjut ngobrol lagi yah.. aku akan membawakan album foto sasa ketika ia kecil.. aku yakin kau akan menyukai nya.


Namun tangan andre malah semakin erat. Seakan ia mengatakan jangan pergi.. ia tetap ingin mendengar cerita mengenai sasa ketika ia kecil dulu..


Jenni pun mengelus lembut tangan andre.. “aku mengerti.. kau tetap ingin aku bercerita tentang istri mu kan?? aku berjanji akan datang lebih pagi esok hari.. oke.. tenanglah..” namun genggaman andre malah semakin kuat..


“Jangan katakan kau ingin menemui sasa?” Dan benar saja genggaman itu seakan bertambah kuat, bahkan telah menampakkan urat-urat di punggung tangan andre.


”menantuku.. maaf kan aku.. seperti nya aku harus mengatakan yg sejujurnya padamu.. sasa.. dy diculik beberapa hari yang lalu.. kami masih belum menemukan siapa pelakunya. Siapa yg menculiknya. Dan apa motifnya. Kini ibu mu sedang mencari istrimu.. kita doakan saja istri dan ibu mu dalam keadaan baik-baik saja.. semoga mereka lekas kembali ke sisi mu oke??


Setelah jeni menyelesaikan kalimatnya itu, tubuh andre mulai bergetar hebat.. bahkan ujung mata nya telah mengeluarkan sebagian bulir air bening. Semakin lama getaran kecil di tubuh andre berubah menegang.. jenni pun kemudian berteriak.


“Dokter!!! Dokter!!! Dokter!!! Cepat kemari!!!!


Ke 4 dokter yg akan bersiap bertukar sift itu pun kembali masuk keruangan.


Mereka kemudian memberikan andre beberapa suntikan untuk menenangkannya. Setelah andre tenang, mulai lah dokter itu memeriksa seluruh tubuh mya dengan teliti..


“Apa yang terjadi?


“Sebenarnya ini pertanda baik.. namun.. juga tak baik..


“Apa maksudmu dok?”


“Seluruh tubuh nya memang telah pulih.. namun saraf di otak nya masih lemah.. dy harus bangun secara perlahan.. tapi barusan ia kejang karena otak nya terlalu bekerja keras ia seakan memberontak pada dirinya sendiri ingin bangun.


Saya berharap anda dapat berbicara dengan lembut padanya.. saya melihat ia menggenggam tangan anda.. brrti ini suatu kemajuan yg bagus untuk tubuhnya.. namun jika dy terlalu keras mencoba, ini tak bagus juga untuk otak nya bisa-bisa ia kembali koma. Anda mengerti nyonya?


“Aku mengerti jawab jenny. Terimakasih saran mu dok..