
“Dengarkan baik2 disini tersedia 5 macam permainan.
Kalian bebas memilih permainan mana yg ingin kalian mainkan. Cukup selesaikan 1 permainan saja..
Semua permainan ini juga akan selesai hanya dalam 5 part
disetiap part kalian akan di berikan sebuah klu yg menunjukkan lokasi dan keberadaan andre xin.
“Bagaimana jika kami tidak bisa menyelesaikan game yg telah kami pilih?” Tanya lucy yg memang yakin, ia tak akan pernah bisa menamatkan permainan itu.. ia terbiasa bermain game dengan adiknya jackop, setiap bagian yg mudah akan dimainkan oleh lucy, sedangkan bagian yg sulit dimainkan oleh jackop.
“Itu mudah.. kalian tinggal pilih permainan yg lain saja.. tapi.. permainan yg kalian tinggalkan tak akan bisa di mainkan lagi. Jd kalian tetap harus lanjutkan. Tak ada kesempatan untuk mengulang..
kalian bisa menuntaskan permainan ini secara perorangan atau berkelompok.. ini mudah dan menyenangkan bukan? Anggap saja kalian sedang liburan.. semua fasilitas yg ada di villa ini bebas kalian gunakan.. anggap saja rumah sendiri..
bersantai dan berkeliling lah hari ini.. siap kan mental kalian, besok pagi jam 7.00 permainan ini akan di mulai. Selamat berlatih dan berjuang gaes.. semoga kalian berhasil.. seketika gambar visual yg menampilkan tuan J itu pun menghilang..
“Hey apa hp kalian ada yg memiliki signal? Hp ku tidak ada signal sama sekali..” padahal aku ingin menelpon jack.. andai dy disini.. semua permainan ini akan mudah selesai.. endus lucy sebal
“Di pulau ini tak akan bisa nona.. karena letak pulau ini terpencil, jd tidak akan memiliki signal..” mbok min yg menjawab, ntah dari mana asal mbok min ini.. tak ada yg menyadari kapan dan darimana ia datang.
“Aku ingin istrirahat dan membersihkan diri mbok.. bisa tunjukan kamar ku?” Tanya sasa yg sudah merasa gerah..
Plok plok” mbok min menupuk kedua tangannya di udara, dan 4 orang pelayan yg terdiri dari 3 wanita dan 1 pelayan keluar dan berdiri di samping mereka ber empat seakan telah diinstruksi kan siapa yg memilih siapa.
“Silahkan mengikuti saya nona.. ucap pelayan wanita tersebut pada sasa.. begitu pula ucapan pelayan lainnya pada majikan yg di pilihnya.
Sasa pun mengikuti pelayan tersebut dari belakang..
Mereka diarah kan menuju lift, sampai lah mereka di lantai 5
mereka pun melangkahkan kaki nya masing masing masuki kamar untuk melihat isi kamar tersebut. Tanpa di duga, mereka semua pun kembali keluar dari kamar itu dan berdiskusi.
“Pantas saja mereka memampang nama kita disetiap pintunya.. ternyata isi kamar nya pun benar-benar mirip seperti kamar milik kita. Ucap lucy.
“Orang ini benar-benar tidak bisa kita remehkan.. kelihatannya dy benar-benar lebih jauh mengerikan dari perkiraan ku.. kita harus waspada pada si J ini. Dy sudah seperti bayangan..
tau apapun mengenai kita.. namun kita tak pernah menyadari kehadiran nya.” Ucap maria yang di angguki oleh ke tiga teman nya.
“Sudah jangan dipikirkan dulu.. melihat dari jumlah penjagaan villa ini, seperti nya dy tak bermaksud melukai kita. Bahkan dy tak mengancam kita bukan? Dy hanya mengajak kita bermain petak umpet untuk mencari keberadaan andre.” Kali ini beni mulai mengeluarkan pendapatnya dan membuat ke tiga teman nya berpendapat yang sama dengan dirinya.
“Ya sudah.. kalau begitu aku rasa malam ini aku bisa tidur nyenyak” ucap maria. Ia pun melangkahkan kakinya memasuki kamar nya.
“Mbk.. kamu gak usah ngikutin sya masuk kamar yah.. saya ingin beristirahat.. kamu bisa memasuki kamar sy jam 6 esok pagi untuk membangunkan saya oke?ucap maria pada pelayan yg mengekorinya.
“Baik nona.. kalau begitu saya permisi dulu” jawab pelayan tersebut yg diangguki oleh maria.
Setelah berbicara pada pelayan tersebut. Maria pun Menutup kamar itu lalu melemparkan seluruh pakaian nya kesembarang arah. Ia melangkah menuju bath up dan berencana berendam selama 1 jam untuk merilax kan tubuh nya.
Yg lain pun menyusul memasuki kamar mereka masing-masing.. para pelayan telah disuruh turun dan jangan mengganggu istirahat mereka. Para pelayan pun setuju.
Sasa masih menyusun pakaiannya di lemari pakaian.. ia melihat beberapa kemeja laki-laki tertata rapi di lemari itu.. ia kemudian teringat pada suaminya..
“Apa J sengaja melakukan ini??? Agar aku teringat pada suamiku??? Huh!! Mungkin memang ini hukuman yang pantas aku terima.. sejak kesibukan ku di kantor, aku jadi jarang menelpon nya..” sasa pun menitik kan air matanya
Ia tak bermaksud menjadi cuek.. hanya saja ia tak ingin menghubungi suami nya ketika ia dalam suasana hati yg buruk.. ia takut beban nya dapat memperburuk kondisi suaminya.. jd ia berencana menuntaskan semua masalah andre sampai ke akarnya agar dapat memberikan seluruh waktunya untuk merawat suaminya itu..
“Kapan kita bertemu lagi??