Perfect match

Perfect match
Permainan



Lucy berkali-kali mencoba menghubungi kedua nyonya besar itu, namun usahanya sia2. Kedua nyonya besar itu tak ada 1 pun nomor mereka yg dapat di hubungi. Firasat lucy benar.. memang telah terjadi sesuatu pada keluarga sahabatnya itu.


Sasa yg terpuruk dalam kesedihan beberapa bulan ini membuat lucy semakin mengkhawatirkannya. Ia tak sanggup mengatakan bahwa kedua nyonya besar tersebut tak bisa di hubungi.


Namun tiba-tiba tlp lucy berdering, dan ternyata sasa lah orang yg menghubungi lucy saat ini. Dengan gugup lucy mengangkat tlp itu.


“Ha halo..


“Lucy bagaimana? Apa kau sudah menghubungi kedua ibu ku?


“Hmmm itu...


“Sudah ku duga” potong sasa


“Kamu sudah mengetahui nya?” Tanya lucy


“Ya. Aku mendapat kan sebuah text ancaman. Aku akan mengirimkan text itu ke hp mu, lalu kau tunjukan pada beni. Dan maria. Selidiki. Namun jangan sampai tau sean. Biarkan sean yg menjalan kan perusahaan beberapa hari ini.


“Ada apa?” Tanya lucy lagi yg semakin bingung.


“Kita akan keluar kota untuk beberapa hari, temui aku di bandara 30menit lagi. Pesawat kita akan berangkat 2 jam lagi. Mengerti


“Mengerti.


Lucy pun bergegas menuju ruangan beni dan maria.


Beni dan maria mempunyai firasat, ini tidak seperti yg di bayangkan sasa dan lucy. Namun mereka hanya mengikuti arus saja.. karena mereka berdua belum mengetahui ini rencana siapa dan apa rencana yg sedang direncanakan orang tersebut..


akhirnya mereka tiba di bandara. Sesuai instruksi dari amplop yg di terima sasa itu, seluruh CCTV gedung dan jalanan seketika dimati kan oleh beni dan maria saat mereka melewati jalanan itu. Dan kembali hidup setelah keduanya pergi.


Mereka lepas landas setelah 1 jam menunggu di bandara. Kini mereka tiba dikota C mereka di jemput seorang supir di bandara. Lalu mengantar kan mereka ke sebuah pulau pribadi.


“Pak siapa pemilik pulau ini?” tanya lucy saat mobil mereka mulai menaiki kapal untuk mengantarkan mereka kepulau yg di tuju. Ia penasaran pada pak supir tersebut


“Ini bukan wewenang saya untuk menjawabnya nona.. mohon maaf, lagipula saya sebenarnya juga tidak tau siapa pemiliknya.. kami hanya tau pulau ini milik seseorang yg dermawan saja.. sejak saya bekerja selama 10 th disini, baru tuan dan nona nona lah tamu pertama di pulau ini.


“Jika kami yg pertama, berarti andre tidak di pulau ini?” Tanya sasa memotong pembicaraan. ia seketika mengamuk dan berteriak. “Turunkan kami!!! Turunkan!!! Aku ingin kembali kebandara!!! Cepat turunkan!!!” Triak sasa dengan penuh emosi, kemudian ia mengeluarkan senjata nya, “putar arah atau kepalamu yg menjadi gantinya..” ancam sasa


“Mohon maaf nona ini silahkan di terima, seseorang telah menaruh amplop coklat itu tadi pagi di mobil ini, lalu meninstruksi kan saya untuk menjemput kalian ber-4, lalu juga menyuruh saya untuk memberikan amplop coklat ini pada saat kalian menyebutkan nama Andre Xin. Ini nona silahkan diterima.” Ucap Pak supir sambil menyodorkan amplop itu kepada sasa yg duduk di belakang nya.


“Apa ini?” Tanya sasa


“Saya juga tidak tau nona.


Lucy yg biasa melihat benda itu berkata


“Ini seperti hardisck yg biasa dipakai jackop untuk memainkan game. Ben.. coba kau lihat? Apa aku benar atau salah? Bagaimana menurut mu?” Tanya lucy


“Yah kamu benar.. ini adalah hardisck untuk bermain game. Tp apa maksudnya? Kenapa kita malah di beri game? Apa-apa an ini?? Pak jelaskan maksudnya bagaimana ini?” Tanya beni pada supir tersebut


“Saya juga tak begitu mengerti masalah ini tuan. Tak ada pesan atau keterangan apapun mengenai kotak itu. Tp tadi tuan dan nona menyebutkan game?? Kalau begitu anda harus memasuki villa pulau dulu dan melihat isinya. Saya yakin tuan dan nona akan terkejut.” Supir memberikan info dan tersenyum


“Jika ini jebakan, maka orang pertama yg aku cari adalah kau pak supir!!!” Ancam maria


“Tenang nona.. tak akan ada yg menyakiti kalian.. sebentar lagi kita akan memasuki gerbang rumah..” pak supir memberikan informasi.


Nampak lah sebuah pagar tembok tinggi menjulang dan kokoh mengelilingi sebuah villa yg megah dan luas..


saat memasuki gerbang tersebut, mata di suguhkan dengan pemandangan taman mawar putih di sebelah kiri dan taman bunga mawar merah di sebelah kanan. Lalu di antara nya terdapat air pancur dengan sebuah patung dewi ditengahnya..


“Benar-benar indah.. ucap sasa kagum.. benar-benar mirip sesuai selera nya ucapnya dalam hati.


Sampai lah mereka di pintu utama.


“Silahkan masuk tuan dan nyonya. Saya hanya mengantar sampai disini”


Semua nya pun turun dan mulai memasuki villa tersebut..


sebagian villa nampak normal..


namun seluruh sudut dipenuhi oleh CCTV, jika memang benar villa ini tak pernah ada yg singgah.. lalu mengapa ada CCTV disini? Bukankah beberapa penjaga sudah cukup untuk menjaga rumah ini???


“Mari kita lihat..” ucap sasa sambil melangkahkan kakinya memasuki villa itu.


Lalu muncullah seorang wanita tua dengan baju stelan jas dari arah belakang mereka


“Halo tuan dan nona sekalian.. perkenalkan namaku aminah.. tuan dan nona sekalian bs memanggil ku mbok min..


“Selamat datang di pulau pribadi milik tuan J nona-nona dan tuan.. silahkan duduk.. saya akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan dan kamar yg akan kalian tempati..


“Tidak!!” Sasa membentak “aku hanya ingin tau siapa tuan J? Kami kesini bukan karena ingin liburan. Kami kesini hanya ingin menyelamatkan suamiku!!! Katakan dimana dy? Dimana tuan J menyembunyikan suamiku?” sasa mulai tersulut emosi karena merasa di permainkan


“Tenang.. nona.. anda akan mengetahui kabar suami anda setelah anda memainkan suatu permainan.. jd lebih baik sekarang anda makan yg banyak untuk mengumpulkan energy” jawab kepala pelayan itu santai