
*Pagi menjelang..
Lucy yg sedari malam tak bisa tidur menghampiri kamar sasa. Yg ketika ia datangi ternyata sasa juga tidak bisa tidur..
Akhirnya mereka yg sudah seperti anak kembar itu saling menghibur dan menguatkan.. tanpa di sadari keduanya pun dapat tertidur lelap.
Kini jam sudah menunjukan jam 5 subuh. lucy yg terbiasa bangun pagi ia terbangun terlebih dahulu daripada sasa. Ia melihat kesenduan di wajah sasa..
dengan inisiatif ingin menghibur sasa, akhirnya lucy memutuskan untuk turun kedapur dan membuat kan menu sarapan favorite kesukaan sasa.
Sesampainya di pintu lift ia memencet lantai paling bawah. Dan tibalah ia di ruang tamu villa tersebut. Kemudian ia melangkah keruang makan untuk mencari seseorang, namun tak menemukan siapapun.. kemudian ia mengitari sekeliling lantai 1 itu. Namun tak juga menemukan siapa-siapa disana.
“Ini villa apa rumah hantu?? Mengerikan sekali.. tak ada siapapun disini.. kalau saja dirumah sasa, jam segini ibuku sudah sibuk didapur memantau para koki untuk membuat kan sarapan keluarga liu. Tapi... disini.. knp????
Seseorang memegang bahu lucy, dan lucy pun mematung.. ia ketakutan.. tak tau siapa yg telah menyentuh pundaknya. Padahal sedari tadi keliling ruangan ia tak menemukan siapapun. Bahkan juga tak mendengar suara langkah kaki siapapun. Kenapa tiba-tiba saja ada orang yg menyentuh bahunya??
“Ia segera membaca kan ayat kursi untuk mengusir setan”
mulutnya komat kamit secepat kilat,, tubuhnya mulai bergetar. Lalu ia dapat merasakan hembusan nafas seseorang di bagian telinganya.
“Nona anda mau kemana subuh-subuh begini?” Ucap orang yg mendekatkan mulutnya kekuping lucy.
“Ya!!! Lucy pun membalik kan badannya dengan tetap menutup kedua matanya.
“Nona apa anda baik-baik saja?” ucap orang itu lagi.
Lucy pun mulai membuka perlahan kedua kelopak matanya
“Hufff helaan nafas pelan lucy. Mbok min... bikin kaget saja.. berbicara dengan menepuk-nepuk dadanya tanda kelegaan
Ya.. ternyata yg datang tiba-tiba menepuk pundak lucy adalah mbok min.. mbok kin sedari awal memang begitu.. ntah kapan dy datang.. ntah kapan dy menghilang.. sudah seprti hantu saja kan.. hahaha
“Mbok min dapur... dapur nya di mana??” Ucao lucy yg masih merasakan nafas nya tersengal-sengal karena ketakutan tadi.
“Ada perlu apa non? Apa nona sudah lapar jam segini?
“Tidak mbok min.. saya hanya ingin membuatkan sarapan kesukaan saudara saya..
“Saudara?? Bukan kah kalian semua tidak ada yg berhubungan darah??
“Itu benar.. tapi saya dengan sasa sudah hidup bersama sedari kecil.. jadi kami sudah seperti saudara.. hehehe
“Oh begitu... baiklah saya mengerti.. mari saya antar nona menuju dapur.
“Sebelumnya terima kasih mbok min..” ucap lucy seraya tersenyum manis..
“Jangan sungka nona..
Mereka pun melangkah kedalam dapur yg tak jauh letaknya dari lokasi lucy berdiri saat ini.
“Wah.. dapur nya besar dan luas sekali.. tapi...” lucy menggantungkan kata-katanya, ia teringat akan jackop dan permainan berbie designer nya.. yg hampir tiap hari ia main kan..
“Kenapa.. dapurnya mirip seperti yg aku design untuk dapur barbie ku??” Mata lucy mengelilingi sudut dapur tersebut.. “benar-benar mirip.. seperti dapur yg aku inginkan.. ini gak mungkin banget.. bahkan semua peralatan.. dan gambar dinding nya juga sesuai dengan apa yg aku design?? Apa semengerikan itu tuan J?? Sudah seperti penguntit handal saja.. bahkan hanya hoby abal-abal ku pun ia mengetahui nya..
“Jack.. jackop.. aku mulai merindukan mu adik ku yg pemalas.. kau pernah mengatakan ingin membuatkan aku dapur sesuai impianku agar aku lebih rajin lagi dan lebih senang lagi saat berkreasi dengan resep-resep buatan ku saat berada di dapur, tapi.. lihat lah ini.. sebelum kau mengabulkannya Kini sudah ada orang lain yg membuatkan dapur ini untuk ku.. andai saja kau yg membuatkan ini.. aku akan sangat bahagia jack..
“Non.. nona.. nona., non..” berkali kali mbok min memanggil lucy, namun lucy tampaknya sedang hanyut dalam lamunanmya hingga tak menyadari namanya berkali-kali disebut. Sampai mbok min menjatuh kan panci kecil tepat di bawah kakinya
Prankkkkk!!!💥 dan benar saja, lucy akhirnya terjaga dari lamunan nya.
“Hmmm maaf mbok min.. saya hanya terlalu terharu melihat dapur yg begitu besar rapi bersih dan indah ini.. hingga membuat saya kehilangan fokus td.. hehehe” jawab lucy
“Tak masalah nona.. jd apa yg anda perlukan?
Lucy pun segera menyebutkan beberapa bahan kue pada mbok min.. pagi ini ia ingin membuat maccaron cake kesukaan sasa dengan coffe latte tiramisu kegemarannya. Ia berharap dengan begini sasa akan sedikit semangat melalui hari ini.
1 jam lebih telah berlalu, dan kue buatan lucy telah jadi.. ia merapikan maccaron cake itu di meja makan dengan secangkir coffe latte tiramisu panas di sampingnya.
Saat akan membuka celemek, ternyata ketiga teman-teman nya telah sampai di ruang makan tersebut. Dapat dilihat oleh lucy bibir sasa yg mulai menyunggingkan senyum..
“Eh.. kalian sudah bangun.. baguslah.. silahkan dilanjutkan sarapannya.. aku akan keatas untuk membersihkan diri dulu..” Kata lucy
“Lucy.. jangan terlalu lama.. kita akan memasuki ruang permainan dalam 30 menit lagi.. ruangan itu tak akan terbuka hingga kita menyelesaikan part 1 nya, dan aku ingin kau menemaniku di ruangan itu.” Ucap sasa memperingatkan
“Tenang sasa.. aku hanya butuh membersihkan tubuhku.. aku tak perlu berendam berjam-jam hingga ketiduran seperti maria” ucap luci sambil melihat kearah maria dengan ujung matanya.
Maria yg mendengar namanya disebut pun langsung angkat bicara.
“Darimana kau tau kebiasaan mandiku??
Lucy tak menjawab, ia hanya menunjuk kearah beni dengan dagu nya. Dan mulai berlari ke arah lift.
“Kau!!! Kau mengintip!!! Dasar cabul!!!
“Hey siapa yg mengintip!!! Jangan sembarangan bicara. Aku tak tertarik pada dada datar mu!! Pekik beni sambil menunjuk dan melihat kearah dada maria.
Namun tiba-tiba wajahnya memerah seketika. “Besar?!! Mengapa sekarang jadi besar? Apa itu asli?!” Ucap beni dengan bodohnya
Maria yg mendegar beni mengatakan itu semakin membuat amarahnya memuncak, bahkan wajahnya sudah memerah bak sebuah tomat.
“Kau!!! Ketika kau melihat nya pertama kali itu adalah bertahun-tahun yang lalu. Saat itu tentu saja aku sedang dalam masa pertumbuhan!!! Kini aku sudah dewasa brengsek!!! Jangan terus memandangi dadaku seperti itu. Bajing*n!!! Pekik maria.
“Jadi itu asliiii?????.... beni mematung
“Sudah.. sudah.. bisakah kalian membiarkan aku makan dengan tenang.. jangan membicarakan hal menjijikan seperti itu lagi.. aku hampir kehilangan nafsu makan ku..
“Sasa....” rengek maria..
“Jadi benar.. firasatku sedari awal, memang ada sesuatu diantara kalian berdua??
“Tidak!!! Sasa bukan begitu..” maria menggantungkan kalimatnya karena si polos nan recoh telah datang.. ia tak mau lucy mendengar pembicaraan mengenainya lagi. Lucy yg bocor bisa-bisa gosip itu akan menyebar nnt.
“Aku datang.. wah.. sasa kau sudah menghabis kan cake mu.. masih mau nambah lagi?? Aku masih menyimpan 5 maccaron cake lagi dengan rasa yg berbeda.. bagaimana? Apa kau tertarik?
“Boleh.. aku mau yg greentea kali ini..
“oke siap...” dengan senang lucy mengambil kan sepotong maccaron cake rasa greentea
Lucy dan sasa kemudian melanjutkan makan mereka.
Sedangkan maria dan beni masih salaing melemoar pandangan peperangan..jam pun telah menunjukan pukul 6.55 pagi
“Nona dan tuan.. silahkan bersiap-siap untuk memasuki ruangan permainan.. permainan akan di mulai 5 menit lagi”
ucap mbok min.
Mereka berempat pun mengangguk dan mulai melangkah kan kaki ke ruangan yg dituju