
Arlan dan sasa telah duduk sebangku, dihadapannya telah tersuduh 2 gelas anggur.. sasa yakin minuman itu telah di beri sesuatu.. namun ia tetap berpura2 polos.
“Hei tuan tan.. perutku masih kosong.. tidak kah kau ingin mentraktirku makan terlebih dahulu?
“Oh.. jd anda belum makan? Ya kau benar..
beberapa hari ini aku sangat sibuk jd makan pun aku terkadang lupa.
“Baiklah kalau begitu mari kita pesan makanan untuk memberikan mu energi agar kuat menghadapi ku nanti.” Tersenyum licik
“Namun sasa tak menghiraukan, ia hanya mencoba untuk menyelamatkan dirinya dari meminum minuman itu.
Flashback on
Maria, dan beni berada di kamar yg telah di boocking sasa sedari mendapatkan tlp arlan, kedua hacker tersebut telah berjaga dan memulai mematai seluruh cctv hari itu. Ia melihat sekitar jam 5 arlan telah memasuki hotel dan keluar kembali sekitar pukul 6.30, ia memasuki pintu restoran dan duduk tepat menghadap ke jendela, dimana letak bangku itu tidak akan terpantau jelas oleh CCTV restoran.
Namun, bukan maria namanya jika ia tak punya banyak ide.
Ia menyamar menjadi waitres kala itu. Dan ia jugalah yg melayani arlan. Sambil memberikan pesanan arlan, ia melemparkan sebuah kamera kecil diatas pot bunga menghadap ke arah arlan.
“Perfect” ucap beni melewati sambungan telp yg terhubung di telinga mereka masing2.
Sedangkan posisi lucy sekarang ia berada tak jauh dari meja arlan. Memantau dan menjaga sasa, jika terjadi sesuatu pada sasa, maka ia akan menyemprotkan semprotan merica yg ia bawa setiap hari pada mata arland.si laki2 berengsek itu.
Gelas yg masih kosong itu kemudian diambil oleh arlan. Ia mengoleskan sebuah tisu pada bagian dalam gelas.. persis seperti apa yg belinda lakukan ketika menjebak andre di kota A waktu itu.
Flashback off
Sasa yg mengetahui rencana keji arlan tetap santai dan melahap sebagian makanannya secara perlahan.
“Uhuk uhuk uhuk,” sasa berpura2 tersedak
air.. tolong air putih.. uhuk uhuk uhuk..
Reflex arlan pun berlari meninggalkan meja nya dan meminta waitres membawakan air putih.
“Kesempatan” ucap sasa ia menukar gelasnya dan gelas arlan. Uhuk uhuk uhuk, drama batuk pun dimulai kembali ketika arlan mulai mendekat.
“Ini air nya minum..” sambil memegang punggung sasa dengan lembut.
“Terimakasih tuan tan..
“Sasa bisakah kau memanggilku dengan arlan saja? Kita tidak sedang bekerja.
“Maaf.. itu sungguh tidak sopan.. kita hanya rekan bisnis saat ini.. tak ada alasan apapun bagiku untuk memanggil mu dengan sebutan selain tuan tan.
“Baiklah.. terserah saja.
*Selesai menyantap makanan
“Tuan tan.. bagaimana dengan pembahasan kita ketika di tlp tadi siang?
“Oh.. kau tenang saja.. aku akan mengatakan yg sebenarnya setelah aku memeriksa tubuhmu dulu..
“Bukan apa2 kau tenang saja..” ia me nelpon seseorang dan menyuruh orang itu melakukan tugasnya.
Lucy sudah mulai geram dengan tindakan arlan. Tiap sebentar ia berdiri duduk berdiri duduk ingin menghajar arlan. Namun selalu di cegah oleh beni. Karena mereka belum mendapatkan apa2. Kali ini mereka harus sabar agar bs mencapai tujuan yg diinginkan.
Seseorang itu datang dengan menggunakan alat sensor di tangannya. Sensor itu bertujuan untuk mengetahui jika seseorang membawa alat penyadap ataupun kamera tersembunyi.
Namun ternyata sasa bersih.. mereka tak mendapatkan apapun dari memeriksanya.. ya tentu saja tidak akan menemukan apapun.. karena beni dan maria sudah pengalaman permainan lama ini.
“Ternyata kau benar2 berani kemari tanpa membawa apapun yah..” arlan pun semakin mendekatkan tempat duduk nya menjadi semakin dekat dengan sasa. Sasa mulai risih, namun ia harus tetap tahan demi rencana mereka.
“Apa lagi yg kau mau? Kenapa kau begitu bertele2 tuan tan? Apa kau takut pada wanita lemah seperti ku? Aku bahkan tak membawa 1 pengawal pun untuk bertemu dengan mu. Bagaimana bisa kini kau menjadi begitu mengecut??
“Mulut mu semakin tajam saja nyonya.. tapi aku semakin suka.. bahkan setelah kau menjadi bekas pun aku tetap suka. Aku suka merebut apapun yg menjadi kesayangan orang lain.
bagaimana kalau kita menghabiskan malam ini dulu?
“Huh kau benar2 membuat ku jengkel!!! Kau bukan laki2 jika tidak bisa menepati janjimu. Aku sungguh malu pernah menjalin kedekatan dengan mu.. kalau kau tak mau bercerita ya sudah, lebih baik aku pergi saja. Toh bersama mu lama2 juga tak ada guna nya.
Saat sasa akan berdiri arlan menangkap tangan nya. “Baik baik.. aku akan cerita.. tapi minum dulu anggur ini. “Ucap arlan sambil menyeringai kan senyuman penuh maksud itu
“Apa setelah aku meminum ini kau akan mulai menceritakan semua rencanamu?
“Pasti.. kau bisa memegang ucapanku?
Sasa menaikkan sebelah alisnya 🤨
“Tenang saja kali ini aku bersungguh-sungguh..
Sasa pun mengambil gelas anggur yg berada tepat di hadapannya, ia memutar-mutar gelas itu perlahan untuk membuat anggurnya tercampur rata..
glek.. glek.. glek.. dalam 1 tarikan nafas sasa menghabiskan anggur itu.
“Kini tepati janji mu
“Baiklah.. kau tau? Kau telah masuk dalam jebakan ku saat ini?? Sebuah jebakan yg aku berikan juga pada belinda untuk menjebak suamimu masuk dalam pelukannya.
Sasa memberikan ekspresi kaget nya.. sungguh jika dy adalah aktris, dy pasti akan mendapatkan piala oscar
Arlan melanjutkan ceritanya tentang bagaimana belinda mendapatkan obat itu darinya dan rencana2 jahatnya untuk menjatuh kan andre pun berlanjut keluar begitu saja dari mulut nya.
“Lalu aku juga melakukan hal yg sama pada ke 5 pemegang saham mu.. dan aku hanya menyisakan 1% untuk mereka. Aku mendapatkan semua dengan cuma2 tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.. kau tau.. aku memegang kunci semua dewan di perusahaan mu.
“Tapiiihhh “sasa berpura2 mulai terangsang akibat efek obat “bukan kahhh jika aku mampu membuktikan kau melakukan kecurangan makahh semua bukti2 mu ituhhh tak ada gunanyaaahhhh” berakting mendesah.. dan terbata-bata agar meyakin kan arlan jika ia sudah terpengaruh obat yg di berikan padanya.
“Ohhh kau sudah mulai bergairah sekarang?? Sungguh membuat nafsuku bangkit..
“Teruskan katakuh!! Aku masih ingin mendengar semua kebusukan mu!!
“Tak ada lagi.. semua hanya 1 rencana untuk menghancurkan semua..” arlan pun mulai meminum anggur di gelasnya dan menghabiskan dalam 1 tegukan.
“Kalau begitu bagus!!!” Sasa kembali berdiri dan berbicara dengan nada normal.