Parenting

Parenting
Bullying



Bullying


***


Perundungan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini saja. Akan tetapi, jauh sebelumnya pun marak terjadi baik itu bully-an verbal maupun kekerasan fisik.


Namun, akhir-akhir ini tingkat keparahannya semakin menjadi karena sering kali kita dengar banyaknya korban hingga harus kehilangan nyawa akibat perundungan yang di luar batas tersebut.


Sebagai orang tua kita harus mengarahkan anak-anak bagaimana caranya ketika menghadapi perundungan serta memberikan arahan supaya sang buah hati tidak menjadi pelaku bullying.


Seperti saat itu, si sulung sedang bermain kelereng dengan beberapa temannya. Tak berapa lama saya mendengar suaranya teriak-teriak seperti sedang adu mulut.


Mendengar hal itu saya pun segera mendatangi dan mengajaknya pulang. Di rumah saya tanya baik-baik kronologinya. Fatih bercerita jika temannya tadi bermain curang, tapi tidak terima ketika diingatkan. Malah menendang perut bagian bawahnya hingga Fatih menangis.


"Waktu ditendang kamu gak bales?" tanya saya kemudian.


"Enggak, Karena perutku sakit banget. Jadi aku gak bisa bales."


Mendengar jawabannya saya pun lalu memberikan arahan pada bocah kelas 3 SD itu. Menyarankan agar lain kali jika ada teman yang memukul, menendang ataupun melakukan kekerasan fisik lainnya agar segera menghindar dengan cara berlari atau menjauh.


Harus berani bilang dengan lantang dan tegas kepada teman atau orang yang membuly, "Stop. Aku tidak suka!" Jika orang tersebut tidak menggubrisnya lebih baik segera pergi menghindar jangan berdiam diri terus di dekat pelaku pembuly-an.


Saya pun mewanti-wanti si sulung agar sebisa mungkin tidak menjadi pelaku tindak perundungan. Karena dampaknya selain bisa membahayakan orang lain juga merugikan diri sendiri. Karena pelaku pembully-an nanti akan berurusan dengan pihak berwajib atau kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Korban perundungan pun biasanya ada penyebabnya juga. Misal, karena berkata yang tidak mengenakan atau menyinggung seseorang hingga membuat orang lain marah dan tidak terima akhirnya terjadilah bully-an itu.


Untuk mengatasi hal tersebut saya meminta agar si sulung menjaga ucapan yang ia lontarkan baik kepada teman atau siapapun agar jangan sampai berbicara yang membuat orang lain sakit hati atau tersinggung dengan perkataan kita.


Selain kekerasan fisik di sulung pun pernah mengadu kepada saya jika dirinya sering diledek temannya karena Fatih memiliki warna kulit yang sedikit hitam dibanding kawannya yang lain.


Untuk membesarkan hatinya saya berusaha memberikan pandangan pada anak berusia 9 tahun itu. "Gak apa-apa berkulit hitam yang penting sehat. Hitam juga tetap manis dan ganteng, kok."


Saya pun mengingatkan Fatih agar jangan sampai membalas ejekkan yang dilakukan oleh temannya itu dan menyarankan untuk mengabaikan saja. Karena biasanya berawal dari saling ledek itu pembully-an terjadi.


Sebagai bentuk usaha kita sebagai orang tua agar putra-putri tercinta terhindar dari perundangan baik verbal maupun kekerasan fisik yaitu dengan cara qiyamullail, salat malam(tahajud) mendo'akannya dengan harapan ananda senantiasa selalu berada dalam perlindungan Yang Maha Kuasa. Dijauhkan dari bala marabahaya dan dari orang-orang yang menjahatinya.


Percayalah! Do'a seorang ibu akan terkabulkan. Terutama jika kita memintanya di waktu mustajab seperti di sepertiga malam.