Parenting

Parenting
Old Style Parenting Vs Modern Style Parenting




Old Style Parenting Vs Modern Style Parenting



***


Pendidikan dan pengasuhan anak zaman old yang dilakukan oleh orang tua kita dulu pasti ada sisi baik dan buruknya. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua yang hidup di zaman now bisa mencoba mengambil pelajaran dari itu semua agar bisa memilih mana yang layak ditiru dan mana yang sebaiknya ditinggalkan.


Seperti yang sudah kita ketahui pengasuhan pada zaman dulu identik dengan pola asuh gaya militer.


Misal, ketika si anak melakukan kesalahan sepele atau hal wajar sebagaimana yang diperbuat oleh anak kecil seusianya maka orang tua kita akan spontan memberi hukuman dengan sabetan menggunakan dua batang lidi di bagian betis atau hukuman fisik lainnya.


Perlakuan yang pernah kita alami tersebut akan tersimpan dalam alam bawah sadar kita dan biasanya tanpa disadari kita pun mewariskan dengan apa yang telah kita terima dahulu kepada putra-putri kita saat sekarang ini.


Padahal kita sudah sangat paham jika didikan yang menggunakan hukuman fisik itu akan berdampak buruk kepada anak. Akan tetapi, kita sering kali tak bisa lepas dari itu semua.


Bagaimana caranya agar kita move on dari masa lalu tersebut? Diantaranya kita harus mampu berdamai dengan hati sendiri. Harus bisa mengubur dalam-dalam semua kejadian buruk itu.


Masih bisa menjaga kewarasan saja sebenarnya sudah sangat beruntung dan bersyukur untuk para orang tua kita dulu. Karena tak jarang kerasnya kehidupan membuat mereka menjadi terbiasa dengan didikan turun menurun seperti itu.


Selain itu, minimnya teori ilmu parenting pada orang tua kita dulu bisa juga menjadi salah satu penyebabnya salah asuhan.


Salah satu cara agar kita bisa memutus mata rantai pengasuhan yang keliru tersebut salah satunya mencoba memaklumi dan berbesar hati untuk bisa memaafkan semua kesalahan yang telah orang tua kita lakukan dalam memberikan pendidikan yang seperti itu.


Tanamkan juga dalam hati sebisa mungkin untuk tidak mengadopsi cara pengasuhan dengan tidak menerapkan hukuman fisik kepada generasi yang akan datang. Cukup stop dan berakhir di kita saja. Untuk anak cucu ke depannya semoga kita mampu memberikan pendidikan dan pengasuhan yang baik dan lebih terarah.


Salah satu caranya dengan menekan dalam emosi pada diri agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.


Satu hal yang harus kita pahami dan kita yakini jika sejatinya ridha seorang anak terletak pada ridha orang tuanya sendiri.


Jadi, sebagaimana buruknya perilaku orang tua dulu terhadap anak-anaknya syariat Islam akan tetap menyuruh agar sang anak tetap menghormati ibu bapaknya dan sebisa mungkin agar jangan sampai menjadi anak yang durhaka kepada orang tua dengan alasan karena terlalu banyak luka yang kita terima di masa lalu. Naudzubillahimindzalik.


Mari kita mulai berbenah diri agar bisa membersamai putra-putri tercinta dengan limpahan kasih sayang yang tulus baik melalui sikap ataupun perkataan di hadapan anak-anak. Dengan harapan sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan bahagia tanpa menyisakan luka di masa depannya kelak.


Diantaranya dengan sering menghujani pelukan dan ciuman yang tulus kepada anak agar mereka merasa begitu berharga dalam kehidupan kita sebagai orang tuanya.