Parenting

Parenting
Anak Minder Vs Anak Percaya Diri



Belajar Menyelami Karakter Anak


***


Keinginan terbesar semua orang tua pasti ingin mempunyai anak-anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi bukan? Dibanding anak yang selalu diliputi perasaan minder.


Namun, apapun keadaan sang buah hati yang telah diamanatkan kepada kita tetap harus disyukuri. Karakter yang cenderung minder itu bisa memang dari bawaan lahir atau bawaan genetik. Akan tetapi ,bisa juga hasil dari salah pengasuhan. Pola asuh yang salah ini yang lebih dominan menjadi penyebabnya.


Karena salah pengasuhan akan berdampak buruk dan sangat mempengaruhi kepribadian anak ke depannya kelak.


Cara pengasuhan seperti apa yang berdampak negatif itu? Diantaranya, orang tua sering memarahi anak dengan nada tinggi, membentak, memakai, serta seringnya memberi hukuman fisik seperti memukul, mencubit dan lainnya.


Sering dibanding-bandingkan dengan anak yang lain. "Kamu ini gimana sih, ini gak bisa itu gak bisa. Gak kayak temanmu tuh, pintar dan selalu berani!"


Kalimat seperti itu sebaiknya dihindari oleh para orang tua ataupun guru. Membandingkan anak satu dengan anak yang lain hanya akan menorehkan luka dalam hati anak dan berdampak buruk.


Pernah mengalami trauma masa kecil pun itu sangat mempengaruhi si anak jadi minder. Contoh, pernah mengalami kekerasan verbal ataupun fisik baik dari keluarga sendiri ataupun dari orang lain. Walaupun kejadiannya sudah sangat lama dan mungkin si anak sudah lupa. Akan tetapi, karakter dan kepribadian minder tersebut sudah melekat dan menyatu di alam bawah sadar si buah hati.


Ciri-ciri ketika anak menjadi minder diantaranya, ia akan terlihat berbeda dari teman kebanyakan. Di saat teman lainnya ngumpul bersama sedang asyik bermain kelereng anak tersebut memilih memisahkan diri dan hanya duduk bengong dengan tatapan kosong.


Prilaku anak yang sering disebut jago kandang pun itu termasuk ciri anak yang mempunyai sifat minder hingga dirinya merasa lebih sulit ketika harus berbaur dengan temannya di lingkungan baru.


Bagaimana upaya parents untuk bisa mengembalikan kembali rasa percaya diri pada anak? Caranya sebagai orang tua kita harus belajar memperbaiki pola asuh yang selama ini banyak kekeliruan.


Diantaranya dengan belajar disertai niat kuat agar bisa menahan kemarahan yang membabi buta ketika anak melakukan kesalahan. Misal, ketika mendapati anak berusia 4 tahun menaburkan pasir ke dalam piring berisi makanan. Sebaiknya parents berusaha menahan diri agar tidak memarahinya langsung.


Akan tetapi, kita bisa menegurnya dengan cara pelan-pelan dan mengajaknya bicara dari hati ke hati tanpa ada drama teriakan atau menyalahkan si kecil.


Memberikan dukungan penuh dengan apa yang dilakukan mengenai hoby anak. Misal, si buah hati sukanya menggambar, kita bisa memberikan waktu yang longgar untuknya agar bisa menyalurkan hobinya tersebut. Jika perlu parents bisa memfasilitasinya dengan menyediakan perlengkapan menggambarnya.


Jangan lupa, sering-seringlah memberi apresiasi terhadap sang buah hati. Katakan padanya jika kita sangat bangga memilik anak sepertinya.


Berikan pujian jika si anak telah mampu dan berani ketika kita meminta bantuannya untuk membeli garam di warung.


Misal, dengan mengucapkan, "Terima kasih banyak, Sayang. Kakak hebat dan pintar sudah bisa bantuin Mama beliin garam di warun. Mama sayang Kakak." Sambil memberikan pelukan hangat kepada si anak.