Parenting

Parenting
Si Kecil dan Sahabatnya



Si Kecil dan Sahabatnya


Sebagai orang tua kita memang tidak bisa menentukan dengan siapa di kecil harus berteman. Tapi, setidaknya tetap berusaha mengarahkan si anak agar memiliki sahabat yang baik dari sikap ataupun tutur katanya.


Karena pergaulan akan sangat mempengaruhi perkembangan si buah hati ke depannya nanti.


Kita bisa mengarahkan si kecil untuk berteman dengan anak yang bisa membawanya ke arah kebaikan. Misal, dengan cara mendukungnya ketika si buah hati sedang dekat dengan teman yang rajin berangkat salat berjamaah ke masjid tiap tiba waktunya salat lima waktu. Ikut memupuk persahabatannya tersebut agar tetap terjalin hingga dewasa nanti.


Karena biasanya kebiasaan yang sering dilakukan oleh temannya itu akan menular dengan sendirinya kepada putra-putri kita. Tanpa harus kita memberikan nasihat kepadanya.


Sebagai orang tua kita mesti tahu dengan siapa sang buah hati bergaul. Apabila ketahuan temannya berperangai buruk, maka parents harus menasehati dan berusaha sebisa mungkin agar anak tidak berteman akrab lagi dengannya. Jika perlu kita mencarikan dan mengarahkan agar anak mendapatkan teman yang baik dan merasa nyaman bersahabat dengannya.


Ketika anak dekat dengan teman yang kesehariannya hanya dihabiskan memainkan gadget, maka si kecil pun akan turut serta di dalamnya. Merasa nyaman berlama-lama di depan layar ponsel.


Tugas kita sebagai orang tua, harus sesegera mungkin mengingatkannya agar berusaha menjauh dan menghindari teman yang seperti itu.


Dalam sebuah hadits, Rasululah SAW, mengingatkan, “Perumpaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Jika kita abai dan tak mempedulikan anak dengan siapa saja teman bergaulnya. Tidak menutup kemungkinan lingkup pertemanan si buah hati tidak terkontrol dan menjadi liar tanpa kendali. Naudzubillahimindzalik.


Selain itu sejatinya kehadiran kedua orang tua untuk si kecil juga bisa dijadikan sosok seorang ibu sekaligus jadi sahabat terbaik. Yang selalu bisa menjadi pendengar setia kala si kecil sedang bersemangat menceritakan keseruannya selama di sekolah.


Atau kita bisa sesering mungkin mengajaknya berdiskusi di setiap momen kesempatan terutama bisa memanfaatkan kwalitas waktu sebelum tidur. Kita bisa mengajaknya bercanda atau bermain tebak-tebakan bersama si buah hati.


Ketika mengetahui si kecil mendapat perundungan dari temannya. Sebagai orang tua kita dituntut untuk mampu mengarahkan agar si anak tidak terus menerus menjadi bahan bully-an baik berupa verbal ataupun fisik. Sebisa mungkin kita menjauhkan anak dari temannya yang bersikap demikian. Agar tidak mengalami rasa traumatik yang mendalam.


Memberikan sentuhan-sentuhan fisik sesering mungkin kepada ananda pun bisa dikategorikan sebagai langkah menunjukkan jika kita memang layak untuk jadi sahabatnya. Karena sebaik-baiknya teman adalah sosok dan kehadiran sang ibu.


Mencoba memberikan pengertian bahwa memilih teman yang baik itu suatu keharusan agar mendatangkan kemaslahatan untuk masa depan sang buah hati kelak.


Menyarankan anak untuk senantiasa bisa menjaga sikap serta lisannya agar tidak melukai sahabatnya. Dan jangan lupa harus disampaikan pula