
Mama Paguyuban
Zaman dulu jauh sebelum maraknya android yang merajai hampir ke seluruh saentaro jagat ini mungkin kita tidak pernah mendapati atau mendengar istilah paguyuban ibu-ibu.
Namun, seiring berjalannya waktu. Istilah tersebut pun mulai merata di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali di tempat tinggal saya.
Paguyuban wali murid merupakan suatu forum perkumpulan para orang tua siswa di tiap jenjang kelas untuk peningkatan mutu pembelajaran.
Paguyuban ini merupakan bagian dari stakeholder sekolah yang akan ikut menentukan keberhasilan dan kemajuan dunia pendidikan.
Paguyuban orangtua adalah wujud partisipasi masyarakat, di samping komite sekolah.
Kebetulan baru di tahun ini dan beberapa waktu bulan lalu di tempat sekolah putra putri saya baik di sekolah si sulung yang masih duduk di kelas 3 SD serta adiknya yang baru masuk TK saat tahun ajaran kemarin mulai dibentuknya sebuah paguyuban atas saran dari guru dan komite sekolah.
Tujuannya untuk apa? Antara lain agar para orang tua murid turut serta terjun langsung dalam memajukan perkembangan sekolah. Dengan cara ikut memberi dukungan penuh kepada lembaga sekolah baik melalui ide, gagasan atau kritik dan saran demi kebaikan sekolah.
Fungsi paguyuban wali murid di sini diantaranya untuk menampung aspirasi, ide tuntutan dari orang tua terhadap proses belajar mengajar. Mendorong orang tua peduli dan aktif berpartisipasi guna mendukung hasil belajar siswa.
Tugas paguyuban diantaranya agar bisa sedikit membantu pihak sekolah dalam suatu kegiatan tertentu. Misal ketika diadakannya acara rapat yang melibatkan wali murid. Seperti rapat pleno, rapat menjelang kenaikan kelas, pelulusan atau rapat hal lainnya. Di situlah para panitia paguyuban bisa membantu meringankan tugas pihak sekolah. Misal, dengan menyiapkan tempat dan pengadaan konsumsi.
Selain itu, paguyuban wali murid ini bisa juga berfungsi sebagai wadah yang mengurusi masalah pembayaran biaya yang berkaitan dengan lembaga sekolah. Diantaranya untuk pembayaran infak atau pembayaran lainnya bisa melalui paguyuban tersebut.
Dengan adanya paguyuban seperti ini bila dilihat dari sisi positifnya mungkin banyak sekali jika dimanfaatkan dengan baik dan terarah. Karena melalui wadah ini bisa saling mengenal satu sama lain dan menciptakan kekompakkan antar wali murid lainnya dalam bersosialisasi.
Melalui paguyuban ini pula para orang tua bisa saling sharing tentang anak-anaknya. Entah itu dalam hal sikap dalam kehidupan sehari-hari ataupun sekadar berbagi pengalaman cara pengasuhan anak yang bisa menginspirasi yang lain.
Pastinya setiap orang tua memiliki cara pendidikan yang berbeda ketika mengarahkan sang buah hati karena setiap anak yang terlahir selalu berbeda baik dari pembawaan karakter sejak lahir ataupun karena dampak pola asuh yang salah dari orang tuanya.
Kegiatan pertemuan paguyuban juga diperlukan untuk menjembatani antara wali siswa dan wali kelas. Di sini, wali siswa maupun wali kelas bisa berbagi informasi terkait kendala atau masalah yang dihadapi Ananda ketika belajar di sekolah maupun di rumah. Wali siswa juga bisa menyampaikan saran maupun kritik yang membangun yang diperuntukkan untuk peningkatan kualitas diri Ananda.
Tidak hanya membahas aspek akademik saja, namun pertemuan paguyuban juga fokus pada pembentukan dan pengembangan karkater Ananda. Bagaimana sikap Ananda ketika di rumah, apakah sama dengan ketika di sekolah hingga rutinitas melakukan ibadah di rumah, seperti shalat 5 waktu, mengaji setelah maghrib, dan shalat duha.
Semua hal yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan peningkatan prestasi Ananda, dibahas dan didiskusikan melalui kegiatan pertemuan paguyuban ini. Begitu banyak dampak positif yang bisa diambil dari kegiatan pertemuan paguyuban. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memonitoring perkembangan ananda sehingga anak-anak menjadi siswa-siswi yang unggul dalam bidang akademik dan karakter.