
Mike duduk dikursinya sambil menatap Felix yang masih terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat.
Ruangan bawah tanah ini bahkan lima kali lebih luas daripada ukuran rumah mereka. Ini gila,,, bagaimana bisa Mike menyembunyikan hal itu selama bertahun-tahun lamanya.
"Jujur tempat ini berhasil mengejutkan ku, aku bahkan lebih terkejut mendapati adanya ruangan ini daripada pertemuanku dengan Eden! " seru Felix masih mengagumi setiap detail dari ruangan itu.
"Kenapa kau tidak memanggilnya Papa dan terus menyebutkan namanya? " tanya Mike heran.
"Karena aku ingin. " jawab Felix sekenanya.
"Kau memang semaunya, sangat mirip dengan pria itu. Sekarang kau bisa menceritakan semuanya tanpa terkecuali. " pinta Mike sambil menyilangkan kakinya.
"Eden menemui diriku saat aku masih berkuliah, awalnya aku mengira dia salah orang dan mengabaikan dirinya. Tapi pada malam harinya aku diculik oleh anak buah Eden dan dibawa keMansion mewahnya. Lalu disana dia menceritakan semua fakta yang belum aku ketahui. Tidak hanya tentang diriku tapi juga tentang dirimu Grandpa. "
Felix mengambil nafas sejenak lalu kembali melanjutkan penjelasannya.
"Aku tidak menyangka kalau selama ini Grandpa adalah seorang Billionaire, dan nama belakangmu bukan Palvin tapi William. Kau sudah membohongi keluargamu nyaris sepanjang hidup kami. "
"Apa Eden mengatakan hal lain padamu? Memintamu untuk kembali bersamanya misalnya!?" Tanya Mike lagi.
"Tidak ada, dia hanya memintaku untuk mengingat kalau dirinya adalah Ayah biologisku. Dan aku bisa meminta apapun padanya. Sekarang aku sudah menjelaskan semuanya pada Grandpa. Dan aku juga ingin mendengar penjelasan dari Grandpa sendiri sekarang. " pinta Felix.
"Apa lagi yang perlu aku katakan, bukannya Eden sudah menceritakan semuanya padamu. Apa dia juga menceritakan bagaimana dirinya yang gagal melindungi putri semata wayang ku! " Mike mengatakannya sambil menggeram marah.
Felix terdiam, dia tiba-tiba merasa teramat marah saat mengingat hal itu. Rose. Ibunya ternyata tidak meninggal karena pendarahan saat melahirkan dirinya melaikan karena dibunuh oleh keluarga Eden. Suami wanita itu sendiri.
Rose yang saat itu sedang hamil tua tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang di Mansionya dan saat itu Eden sedang tidak berada disana.
Rose mendapat lebih dari sepuluh tembakan ditubuhnya tapi beruntung tak satupun yang mengenai janinnya, karena Rose sangat melindungi nya.
Perut Rose terpaksa dibedah ditempat saat bantuan medis tiba. Dikarenakan kondisinya yang sudah sangat kritis. Nyawanya memang tak tertolong tapi beruntung janinnya berhasil diselamatkan.
Dan sekarang janin itu sudah tumbuh menjadi pria dewasa.
Felix meneteskan air matanya, merasa teramat bersalah karena baru mengetahui fakta mengerikan itu sekarang. Pemuda itu bahkan sempat mengamuk di kediaman Eden saat Ayahnya itu menceritakan kisah kelam itu padanya.
"Kenapa Grandpa tidak menceritakan yang sebenarnya padaku, aku merasa hidup sebagai anak durhaka karena tidak mengetahui betapa menderitanya Mama dalam melindungi diriku! " seru Felix merasa kecewa atas tindakan Mike yang telah menyembunyikan fakta itu selama ini.
Mike menyaksikan cucu semata wayangnya itu menangis pilu dihadapannya. Eden sialan. Mike tahu hal ini akan terjadi apabila dia memberitahu Felix tentang penyebab kematian Ibunya, makanya pria tua itu memilih untuk menutupinya saja.
Bukannya karena dia tidak perduli dengan putrinya. Mike bahkan selalu menanggung kesedihan atas kematian putrinya nyaris sepanjang hidupnya.
Bagaimana dengan Morena!?
Wanita tua itu tak tahu apa-apa karena Mike yang juga menutupi semuanya dari Istrinya itu. Morena hanya mengetahui kalau Rose meninggal akibat pendarahan saat melahirkan Felix.
Mike tidak bisa membayangkan bagaimana histerisnya Istrinya itu saat tahu putri kesayangan mereka ternyata tewas karena dibunuh.
"Aku tidak pernah tidur nyenyak saat mengetahui fakta tersebut, setiap malam hatiku terus menjerit sakit. Aku ingin membalas semua orang yang sudah melukai Mama! "
"Karena itu aku menyembunyikan fakta itu darimu. Rose pasti akan sedih kalau melihat putranya tumbuh dengan dendam di hatinya." Mike melangkah turun dari kursinya lalu menepuk pundak Felix.
"Tapi aku juga akan setuju kalau kau membalas para bedebah itu. Bukan dengan mengambil nyawa mereka, karena penderitaannya hanya akan terasa singkat. Itu terlalu mudah bagi mereka, sangat tidak setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan. "
Felix menatap Mike bingung, dalam pikirannya membalas dendam adalah melakukan hal yang sama seperti orang-orang itu lakukan pada Mamanya.
"Aku tahu, sekarang pria tua itu sedang menikmati hari tuanya dengan bersenang senang bersama para pelacurnya di pulau pribadinya. Begitu pula dengan Jake putra semata wayangnya yang tengah jaya menggeluti bisnis Kasinonya diMacau_Tiongkok. Mereka menjalani hidup dengan tenang. " geram Felix tertahan.
"Kau akan memulainya dari mana? "
"Aku akan memulai dari anaknya terlebih dahulu, tapi dalam hal ini aku masih enggan meminta pertolongan Eden, aku masih ragu padanya. Jadi dengan terpaksa aku meminta bantuan pada dirimu Grandpa. "
"Katakan saja apa yang kau butuhkan. "
****************
Felix menyesap rokoknya sambil berdiri menatap foto pernikahan Mike dan Morena, dengan bingkai yang terbuat dari emas diruang kerja pria tua itu. Felix tersenyum melihat betapa kuatnya Mike menjaga semua rahasianya selama ini.
Mike bahkan tetap tenang meski dulu ia sempat jadi bahan ejekan para sepupu Morena yang punya bisnis lebih besar dari pada usaha peternakannya. Mike selalu dengan sabar menyemangati Felix yang saat itu sering disebut miskin oleh sepupunya yang lain, padahal pria itu punya harta yang lebih banyak.
Entah bagaimana respon Morena saat mengetahui fakta tentang suami tercintanya itu nanti, wanita tua itu bisa-bisa terkena serangan jantung sangking terkejut nya.
Yang Morena tahu Mike hanyalah seorang pria biasa dengan sedikit warisan dari orangtuanya. Dan Morena juga tidak tahu kenapa selama ini disekitar mereka tidak ada tetangga, padahal itu semua terjadi karena Mike yang membeli Luas hutan, danau bahkan perbukitan di belakang peternakan mereka.
Mike hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Morena tanpa mau diganggu orang lain, karena itulah Mike membeli lahan seluas seribu hektare persegi hanya untuk mereka tempati.
Luar biasa bukan!?
Kalau Mike ternyata seberkuasa itu kenapa dia tidak membalaskan kematian putrinya. Rose sendiri!?
Tentu pria tua itu sangat ingin menuntut balasan atas hilangnya nyawa putri semata wayangnya. Namun dia tidak bisa melakukannya karena sumpah yang pernah ia buat.
Mike bukanlah pembisnis yang bersih, dia bahkan tidak segan untuk mengambil nyawa seseorang apaa bila tidak sejalan dengan kemauan nya.
Diusia tiga puluhan Mike bahkan sudah mengeksekusi nyaris seratus orang manusia. Dan saat ia hendak mengeksekusi korbannya yang keseratus nasib malang menimpa dirinya.
Saat itu Morena yang sedang hamil putri mereka. Rose, dan wanita itu terkena penyakit aneh diluar ilmu medis. Ditengah keputusasaan nya Mike menuruti saran dari salah satu anak buahnya untuk membawa Morena ke seorang dukun yang tinggal di sebuah gunung.
Padahal Mike adalah orang yang lebih mengandalkan logika dan mempercayai hal semacam itu bukanlah dirinya, namun ketakutannya akan kehilangan Morena berhasil membuat dia membuang semua prinsipnya tersebut.
Saat menemui sosok dukun itu Mike diberi tahu kalau dia mendapat teguran dari sang Pencipta. Dia sudah terlalu banyak merenggut nyawa orang dari yang benar-benar bersalah sampai yang tidak tahu apa-apa.
Oleh karena itulah Mike mendapat suatu kutukan, yang dimana kalau dia membunuh atau hanya terlibat dalam sebuah pembunuhan maka ia akan kehilangan Morena. Wanita yang paling ia cintai itu akan ikut diambil nyawanya apa bila Mike lagi-lagi melakukan aksi kejamnya itu.
Tentu Mike tidak mau Istrinya mati karena kesalahan yang ia buat. Dan begitulah akhirnya Mike menjalankan usaha peternakan dan membiarkan orang kepercayaan nya mengelola bisnisnya.
Pria itu bahkan rela menukarkan nyawanya sendiri hanya untuk Istrinya, dan berhenti dari bisnisnya bukanlah pengorbanan besar baginya.
Dan kini Mike sudah kembali kekamarnya. Karena Morena yang akan segera terbangun apa bila mendapati Mike tidak berada disampingnya. Sudah puluhan tahun mereka selalu tidur bersama, dan hampir tidak pernah berpisah.
Kalaupun harus berpisah pasti keduanya tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Felix mematikan puntung rokoknya lalu memutuskan untuk keluar dari ruang rahasia milik Kakeknya itu, dan dengan terpaksa ia menyusun kembali semua keranjang buah yang telah ia singkirkan tadi.
Malam sudah semakin larut namun Felix belum juga mengantuk. Dirinya sudah terbiasa dengan jam tidur yang tidak karuan, beban di pundaknya seolah melarang pemuda itu untuk terlelap dengan nyaman.
...----------------...