
Setelah sarapan aku membantu mama untuk membereskan meja makan.
Setelah membereskan meja makan, aku bergabung bersama adikku dan koko yang tengah berduduk santai di ruang tengah.
"Koko, adek lagi ngapain?"
"Ini lagi gambar bersama koko, cece mau lihat nggak?"
" boleh, emang gambar apa?"
" gambar cece, koko, adek, sama papa dan mama" ucap adikku choi sambil tersenyum
Tak lama kemudian papa pulang dengan wajah gembira, entah apa yang membuatnya gembira
" papa dari mana?" Tanya ku
" papa dari kantor sayang"
Aku hanya mengangguk saja. Tak lama kemudian mama datang sambil membawa cemilan
"Hai anak-anak ku lagi ngapain?"
" lagi gambar ma"
Mama hanya ber'o' ria saja
"Ma usaha kita berkembang pesat" ucap papa
"Papa serius, syukurlah" jawab mama dengan senang.
Mendengar berita dari papa tersebut membuat kami merasa bahagia terutama koko dan choi mereka tampak bahagia.
Hari-hari berlalu seperti biasa, mama juga menyuruh ku untuk bersekolah aku nurut saja apa yang di perintahkan, tetapi koko ku tidak bisa ikut bersama ku ke sekolah dia hanya bisa sekolah di rumah saja, mengingat penyakitnya mama dan papa sangat memperhatikan nya karena fisik koko yang lemah.
Mama juga sering mengingatkan kami supaya jangan membuat koko sampai drop.
Meskipun kami selalu di kekang oleh kedua orang tua kami supaya aku dan adikku choi tidak boleh bermain berlebihan dengan koko, tidak boleh ini lah, tidak boleh itu lah.
Meskipun begitu kami sangat menghormati keputusan mereka.
Hari ini aku berangkat ke sekolah di antara oleh supir keluarga ku.
Saat aku memasuki kelas aku mendapatkan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas
" kamu anak baru itu kan?
Ayo masuk"
Aku hanya menuruti kata guru ku. Saat aku memasuki kelas aku di suruh perkenalan di sana. Dan ya aku sangat tidak suka dengan itu, karena membosankan.
Banyak dari siswa perempuan yang berbisik membicarakan ku. Aku tidak peduli
"Naina kamu boleh duduk di bangku mu"
Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju bangku ku, aku memilih bangku belakang dekat pojokkan, karena aku suka sendiri.
Setelah itu aku pulang ke rumah di jemput sopir ku.
Sesampai di rumah kosong hanya tidak ada mama dan papa aku mencari sekeliling rumah tetap tidak ada, saat aku melihat taman belakang di sana ada adikku choi yang tengah bermain bersama pembantu rumah.
"Loh bi, mama dan papa mana?"
"Tuan dan nyonya sedang ke rumah sakit,tuan muda sedang drop"
Mendengar itu aku pun langsung lemas, rasanya aku ingin menangis.
Tapi rasa tangis ku, aku tahan karena aku tidak ingin terlihat sedih di depan adik ku.
Tak lama kemudian papa datang dengan tergesa-gesa
"Papa, mama dan koko mana?"
"Mereka ada di rumah sakit nana, papa harus membereskan baju koko mu untuk di bawak ke batavia di sana pengobatan nya sangat bagus, kamu sama choi di rumah, papa akan kasih kabar melalui telpon pemerintah"
Aku hanya mengangguk sambil menangis, dan membantu papa membereskan baju koko ku.
Sedih rasanya, tapi ini demi keselamatan koko
yang mulai menurun dan keadaan koko yang mulai melemah.