
Naina Prov
Perkenalkan namaku Han Naina biasa dipanggil nana, aku merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara.
Aku memiliki saudara yang pertama laki-laki bernama tian, dia adalah koko yang sangat perhatian dan menyayangi kami dengan baik. Tapi sangat di sayangkan dia memiliki penyakit gagal jantung sehingga membuat dia tidak bisa terlalu lelah dan tidak boleh di kejutkan. Dia juga sering masuk rumah sakit dan choi adik perempuanku. Dia adik yang paling aku sayangi dia lah yang membuat seluruh keluarga itu bahagia dikala kita sedih.
Orang tua ku bukan lah seorang pengusaha yang sukses ibu yang bernama liling dan juga papa ku bernama samy, ya ayah ku merupakan keturunan Indonesia tetapi menetap di cina.
Keuangan keluarga ku terus merosok karena terus menutupi untuk biaya pengobatan koko ku tian yang mengeluarkan banyak sekali biaya.
Sampai suatu ketika ayahku memutuskan untuk pindah ke Hindia Belanda
"Kita akan pindah ke sana dan membuka usaha pakaian di sana" seru papa
" kenapa begitu pak?" Tanya ku
" karena di sana kita akan menemukan kehidupan yang lebih layak nana" ujar papa
Aku hanya menuruti kata-kata papa dan semuanya setuju.
Beberapa bulan kemudian..
Kami berangkat ke pelabuhan untuk pindah ke Hindia Belanda atau yang sekarang di sebut dengan Indonesia.
Sesampai di sana, aku melihat banyak sekali orang-orang Belanda di sini.
"Ayo kita ke rumah baru kita" ajak papa
Kami hanya menurutinya, sesampainya di rumah baru ku yang terletak di bandung, udara di kota bandung saat itu sangat lah sejuk banyak pepohonan yang hijau.
Aku langsung masuk ke kamar ku dan tidur. Keesokannya papa pagi-pagi sudah berangkat entah kemana tapi di meja makan sana ada mama, adikku choi dan juga koko ku tian.
Aku menghampiri mereka dan menyapa mereka
"Selamat pagi ma, koko, adek" ucap ku dengan senyuman
"Pagi juga sayang" mama
"Pagi juga adek" koko
"Pagi juga cece" adek
" papa mu pergi ada urusan nana" mama
Aku hanya menganggukkan kepala tanda aku mengerti dan langsung memakan sarapan ku dengan khidmat
Setelah sarapan aku membantu mama untuk membereskan meja makan.
Setelah membereskan meja makan, aku bergabung bersama adikku dan koko yang tengah berduduk santai di ruang tengah.
"Koko, adek lagi ngapain?"
"Ini lagi gambar bersama koko, cece mau lihat nggak?"
" boleh, emang gambar apa?"
" gambar cece, koko, adek, sama papa dan mama" ucap adikku choi sambil tersenyum
Tak lama kemudian papa pulang dengan wajah gembira, entah apa yang membuatnya gembira
" papa dari mana?" Tanya ku
" papa dari kantor sayang"
Aku hanya mengangguk saja. Tak lama kemudian mama datang sambil membawa cemilan
"Hai anak-anak ku lagi ngapain?"
" lagi gambar ma"
Mama hanya ber'o' ria saja
"Ma usaha kita berkembang pesat" ucap papa
"Papa serius, syukurlah" jawab mama dengan senang.
Mendengar berita dari papa tersebut membuat kami merasa bahagia terutama koko dan choi mereka tampak bahagia
Hari-hari berlalu seperti biasa, mama juga menyuruh ku untuk bersekolah aku nurut saja apa yang di perintahkan, tetapi koko ku tidak bisa ikut bersama ku ke sekolah dia hanya bisa sekolah di rumah saja, mengingat penyakitnya mama dan papa sangat memperhatikan nya karena fisik koko yang lemah.