NAINA

NAINA
Prolog



Saat ini aku tengah berjalan di stasiun malam sehabis pulang dari berjalan-jalan bersama keluarga. Banyak noni Belanda dan juga hantu yang berlalu di sana.


Aku tidak menghiraukan mereka. Akupun menuju rumah baru ku yang terletak lumayan jauh dari stasiun tersebut, maklum saat itu rumah ku masih kostan di salah satu daerah yang terpencil.


Sesampai di rumah, aku masuk ke kamar ku dan membereskan barang-barangku. Tetapi ada yang aneh di kamar ini, saat aku melihat sekeliling kamar ku aku menemukan sesosok wanita ya bisa dibilang orang cina karena dari raut wajahnya sangat terlihat. Dia juga sambil membawa mainan dorongan bebek yang ketika di bunyikan berbunyi.


Dia menatap ku dengan tatapan tidak suka dan sinis, aku yang merasa di tatap seperti itu ketakutan meskipun aku sering melihat hantu seperti dia entah kenapa aku saat melihat dia menjadi takut, dan berkeringat dingin. Wajah dia terlihat pucat pasih, dan terdapat luka di mukanya bisa di bilang sebagian wajahnya luka bakar. Entah kenapa dia menatap ku dengan tatapan seperti itu dengan wajah menyeramkan, aku semakin takut dan gemetar menatap dia. Aku ingin berlari tetapi aku penasaran.


Akhirnya aku pun memberanikan diri untuk menyapa dia


"Siapa kau, kenapa kau disini"


Tetapi dia malah berteriak meminta ku untuk pergi dari rumah ini


"Pergi kau dari sini, aku benci dengan mu!!!!" Teriaknya


Aku yang merasa di teriak seperti itu langsung terdiam tanpa sepatah kata pun.


Aku semakin ketakutan dan berkeringat dingin badan ku juga bergemetar


Aku pun pergi keluar dari rumah menuju ke rumah nenek ku yang tidak jauh dari rumah ku itu.


Dengan berlari sekuat tenaga akhirnya sampai di rumah nenek ku dengan nafas yang terengah-engah


"Enza kamu kenapa?"


"Ne...nenek di,, di, dirumah ada sosok anak kecil yang sangat mengerikan" cerita ku kepada nenek


Lalu, nenek pun mengerti apa yang aku bicarakan, nenek meminta ku untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya dari awal hingga akhir tanpa ketinggalan sedikit pun.


Nenek mendengar cerita ku hingga habis


"Apakah kamu tau siapa namanya?"


" tidak nek, saat aku menanyakan namanya dia langsung berteriak kepadaku, aku menjadi takut" ucap ku dengan badan yang masih bergetar.


" ya sudah biar saja kamu sementara di sini dulu, biar saja ibu, ayah, dan adikmu di sana kamu di sini saja" aku hanya mengangguk dengan ucapan nenek ku.


Oh ya, aku belum bercerita tentang aku dan keluarga ku, aku dari kecil memang sudah bisa melihat hal yang tidak bisa di lihat oleh orang lain. Tak hanya aku bahkan seluruh keluarga besar ayah ku pun bisa melihat hal seperti itu seperti ku.


Ya aku dari kecil selalu di anggap aneh oleh orang lain, lorenza yang suka bicara sendiri lah, tingkah aneh lah, dan masih banyak lagi. Tetapi aku tidak ambil pusing. Aku cuek saja toh mereka tidak bisa melihat apa yang aku lihat.


semakin hari aku pun mulai menerima keberadaan mereka di sekitar ku, aku mulai merasa tak nyaman karna mereka selalu mengganggu kuu kapan pun dan di mana pun itu.


mereka selalu meminta tolong kepada ku tapi aku berusaha untuk diam saja