NAINA

NAINA
1. Naina datanglah



Selama di rumah nenek ku, aku pun terus memikirkan tentang sosok wanita itu.


   Aku tidak bisa tertidur malam ini entah mengapa, mata ku tidak bisa terpejam


"Siapa sosok wanita itu, kenapa dia benci kepada ku?" Dalam hati ku


    Jam telah menujukan pukul dua belas malam kemudian terdengar suara teman ku dewi. Ya kalian tau kan dewi itu merupakan sosok yang di jumpai oleh nenek ku dan meminta agar menjadi teman nenek. Akhirnya nenek pun setuju.


    Sosok dewi pun datang. Dan menyapa ku


" lorenza, aku tau yang kamu pikirkan gadis itu bernama naina dia gadis cina"


" tapi kenapa dia membenci ku?"


" karena kau dekat dengan ku dan berteman dengan ku, sebenarnya dia hanya salah paham dengan ku"


Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari dewi. Aku tambah penasaran dengan dia.


Keesokan hari nya setelah pulang sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah nenek. Aku mampir ke rumah ku dulu.


    Sampai di sana tidak ada siapapun, ayah dan ibuku pergi bekerja dan adik ku pergi bermain entah bermain di mana.


Untung saja aku membawa kunci serep.


   Langsung saja aku masuk ke rumah ku, saat aku masuk ke rumah kosong yang aku lihat.


"Naina datang lah, naina, naina"


Tak lama aku memanggil nya terdengar bunyi suara mainan bebek yang di dorong


Tek, tek, tek


Kemudian lampu pun mati secara tiba-tiba, aku semakin takut aku tidak tau harus melakukan apa sekarang


   Aku pun langsung berlari keluar rumah karena ketakutan. Aku berlari terus hingga sampai di rumah nenek.


     Nenek tidak ada di rumah dan kakek ku juga entah pergi ke mana, hanya ada abang sepupu ku bernama leo


" enza, kamu sakit kenapa muka mu sangat pucat?"


" tapi muka muka sangat pucat"


" tidak abang"


Aku heran kenapa abang leo bilang aku sakit, padahal aku tidak sakit.


  Aku masuk ke kamar ku dan istirahat sebentar.


aku terus memikir kan kenapa bisa seperti ini, apa yang sebenar nya terjadi.


aku lalu memberanikan diri lagi untuk keluar, satu kata yang aku dapat kan kosong.


kemana semua orang pergi, kenapa mereka meninggal kan diri ku sendiri di rumah ini.


aku pun mencoba rileks kan pikiran ku sejenak dari masalah yang aku hadapi akhir-akhir ini.


aku kedapur untuk minum air dari kulkas, aku kaget ketika mendengar suara geprak kan meja makan yang sangat keras, aku langsung menghampiri meja tersebut.


sesampai nya aku di sana, aku tidak menemukan siapa pun.


aku teringat bahwa aku sendirian di rumah ini, aku selalu berfikir positif mungkin itu hanya kucing yang lewat atau apa pun itu.


kemudian aku duduk di kursi sambil melamun tiba-tiba dewi menghampiri ku,


"apa yang kau pikirkan?" tanya nya


"aku hanya memikirkan gadis itu" ucap ku


dewi terdiam mendengar apa yang aku ucap kan


"jangan terlalu di pikir kan enza, tidak baik kamu bisa jatuh sakit" ujar nya


aku tidak menggubris perkataan dewi tersebut.


"aku harus mencoba nya sekali lagi, kali ini harus bisa dan pasti bisa" ujar ku dalam hati.


tekad ku telah bulat aku akan mencari tau apa yang sebenar nya terjadi.