
Setelah kejadian di rumah ku itu aku tidak pernah lagi datang ke sana, aku hanya diam di rumah nenek ku saja.
Hari ini, seluruh keluarga ku datang ke rumah nenek, termasuk orang tua aku dan adikku
" enza kamu sakit?, muka mu sangat pucat" tanya ibu ku
" enza tidak sakit ibu"
Aku jawab sambil tersenyum. Jujur aku akui aku sakit tetapi hati kecil ku bilang aku baik-baik saja.
"Semuanya enza izin ke kamar ya"
Pamit ku kepada mereka
"Iya" jawab mereka.
Aku langsung memasuki kamar ku. Aku bercermin di sana sambil memikirkan naina. Hantu anak kecil itu sangat berbeda dengan hantu yang lainnya. Dia tidak ingin di ajak untuk berkomunikasi.
Saat aku sedang bercermin tampak ada yang lain di pojok kamar ku. Jujur aku sudah lupa dengan wajah naina karena sudah lama aku tidak melihat nya.
Tetapi aku yakin sosok yang di pojok kamar ku itu adalah naina. Saat aku lihat tatapannya sama seperti waktu itu sinis saat melihat ku
"Naina kamu kah itu?" Tanya ku
Aku berani kan diri untuk bertanya jujur aku sudah sangat ketakutan, tetapi tak lama dia berteriak
" aku benci kamu!!! Kamu berteman dengan dewi, kenapa kamu terus menerus memanggil ku!!!" Ucap nya marah
Jujur aku sudah sangat takut.
Akhirnya aku berlari kebawah dan melihat keluarga ku sedang berkumpul
"Enza kenapa?" Tanya abang leo
"Abang sosok itu" jawab ku
"Kan sudah abang bilang waktu itu. jangan di panggil"
Aku terdiam dengan kata-kata abang leo karena ada benarnya juga.
Di mimpi ku, aku bertemu dengan sesosok wanita yang tidak aku kenali.
Sosok itu terlihat sangat ramah dari tatapan nya dia terlihat sangat ramah. Wajahnya pucat sekali tetapi bibirnya merah. Dan juga dia memiliki rambut panjang yang sangat lebat dan menggunakan pakaian putih.
Dari bibir merah itu, menampilkan kan senyum yang menenangkan seperti sosok seorang ibu yang sangat menyayangi anak nya.
Dia mengulurkan tangannya lalu aku sambut dengan senang hati.
Kemudian dia mengajak ku ke suatu tempat entah tempat apa aku tidak tau. Tapi entah kenapa aku mau saja di ajak pergi oleh dia padahal aku sama sekali tidak mengenal dia.
Tapi entah kenapa melihat wajah dia sangat damai sekali. Setelah berjalan, tidak lama dia berhenti dan menoleh ke arah ku sambil tersenyum hangat.
Damai
Itu lah yang aku rasakan dari senyum dan tatapan nya seperti seorang ibu yang menatap anak nya dengan penuh kasih sayang.
Tak lama kemudian terdengar suara
"Enza bangun, kamu mau sekolah kan, ayo bangun"
Ya itu suara nenek ku, aku pun langsung terbangun dari mimpi ku
"Iya nek"
Dan aku memikirkan
"Siapa dia?, ada hubungan apa dia dengan naina" dalam hatiku
Aku tambah bingung dengan itu dan aku semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan naina.
Aku ingin sekali untuk bertemu sosok itu, untuk definisi sekarang yang aku rasakan adalah rindu dan aku harap dalam mimpi nanti bisa bertemu dengan dia.
Pagi hari ini aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki memang dekat dari rumah nenek tidak perlu menggunakan alat transportasi.
Dan aku juga tidak memiliki teman satu pun karena mereka tidak mau berteman dengan ku karena aku aneh. Aku duduk di bangku kelas 1 SMP