My wife is beautiful

My wife is beautiful
Part 22



Part 22


Assalamualaikum selamat datang kembali Di Episod selanjutnya 🙂🙂


"Nisaaaa!" teriak Aminah.


"Pak! pak satpam." teriak Aminah pada satpam yang tengah duduk diluar pos.


Karna dirumah ini hanya ada dirinya, Nisa dan kedua satpam. Aminah memanggil nama keduanya, karna suami juga menantunya kini tengah bekerja.


Tak lama muncul Nisa didalam rumah dengan menggendong Alba, dan dua orang satpam dari arah pos tempat istirahat.


"Astagfirullah, Ica kenapa mah?"


"Nanti mamah ceritain, tolong bantu mamah dulu,"


"Pak tolong bantuin gendong," titah Nisa pada kedua satpam.


"Emang gapapa saya gendong non?" tanya pak Dedi sungkan.


"Gapapa ini darurat,"


"Oh baiklah,"


Pak Dedi juga pak Deni mulai mengendong Ica, mereka berjalan menuju kamar Ica. Memang jauh dan membutuhkan waktu untuk sampai, tapi kedua satpam itu tidak mengeluh.


Sekitar hampir lima menit, akhirnya kedua satpam, Nisa, juga Aminah telah sampai di depan kamar milik Ica.


Kedua satpam itu mulai membaringkan sang anak majikannya di ranjang, setelah Ica terbaring dengan nyaman Aminah mulai menyelimuti Ica.


"Saya permisi dulu nyonya," pamit Dedi.


"Oh iya, makasih pak," pak Deni juga pak Dedi hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban.


"Nis tolong telpon dokter,"


Nisa langsung melaksanakan perintah dari sang mamah, ia mulai mencari kontak nomor dokter kenalannya.


____


Disisi lain, Aisyah telah sampai dirumah Mahesa. Aisyah langsung turun dari mobil dan berjalan tergesa-gesa ke arah pintu, Aisyah mencari Ica mulai dari kamar, dapur, kamar mandi, bahkan taman bekalang.


Tak lama kemudian, Fikri pun sampai di depan rumah nya. Ia berlari ke arah pintu dan mencari sang istri, sama halnya yang dilakukan Aisyah.


"Astagfirullah, kakak dimana kak," Aisyah menitihkan air mata, karna memang bagi Aisyah Ica adalah kakak ipar sekaligus sahabat terbaiknya.


"Kak Ica bu,"


"Ica?" tanya Dwi.


"Iyah,"


"Loh kan tadi pamit mau ke rumah sakit, bareng kamu lagi. Kenapa sekarang nyariin?"


"Tadi kak Ica pulang duluan, sendiri lagi,"


"Loh kenapa?"


Belum sempat Aisyah menjawab pertanyaan Dwi, tiba-tiba Fikri muncul secara tiba-tiba dengan berteriak nama Ica.


"Kalian ini kenapa? Datang-datang cari Ica,"


"Kan tadi Ica bilang ke ibu mau ke rumah sakit," lanjut dwi heran.


"Bang kak Ica gak ada dimana-mana," keluh Isyah menitihkan air mata.


"Ica pasti di rumah mamah, abang susul dulu," Fikri langsung berbalik badan dan berlari.


Dwi yang tak mendapat jawaban dari keduanya, hanya menggaruk kepala. "Ini teh ada apa sih?" gumam Dwi semakin bingung.


"Aisyah ikut," Aisyah berlari menyusul Fikri, tapi ia terhenti karna seseorang dibelakang mencekal tangannya.


"Ehh mau kemana lagi?"


"Susul kak Ica buu,"


"Ada apa sih sebenarnya?"


"Nanti Isyah ceritaain ya bu, sekarang Isyah harus susul kak Ica dulu. Assalamualaikum," Aisyah mencium punggung tangan Dwi dan kembali berlari.


____


Stop aja y Cerita nya abis nya makin kesini Gak jelas ... jika kalian sudah membaca maka jangan lupa buat ninggalin jejak seperti komen dan Vote agar author nya semakin semangat menulis nya ..... maaf Fin author karena ketidak jelasan ceritanya ..jika kalian suka dengan cerita ini maka Vote lah sebanyak banyaknya ...terimah Kasih telah Mampir Di Cerita ini Dan jangan lupa mampir cerita yg lain seperti


#Jodohku Santri Nyebelin Itu


#Gus Tampan itu Suamiku


izin Promosi 🙂😅