
Hari-hari Alana kini disibukkan dengan mengerjakan skripsinya. Memang saat-saat seperti ini sangat menguras tenaga dan pikirannya.
Ditambah lagi usia kehamilannya yang masih di trimester awal begitu membuatnya cepat lelah. Makan sedikit saja kadang masih muntah.
Meski begitu Arman tetap menjadi suami siaga. Di tengah kesibukannya dia tetap meluangkan waktu untuk Alana.
Dan kini Alana pun sudah mulai terbuka mengenai hubungannya dengan Arman. Dia tak canggung lagi memperlihatkan Arman saat di kampus.
Meski banyak di antara teman-temannya menyebut bahwa Alana adalah istri simpanan om-om.
Namun beberapa mahasiswa yang ayahnya seorang pengusaha jelas tahu siapa Arman. Pria itu memang hanya memiliki satu istri yaitu Alana.
Alana perlahan mulai membuka dirinya. Dia bukan lagi gadis penyendiri seperti dulu. Perlahan juga dia mulai mengikhlaskan kepergian Andra. Meski awalnya terasa berat namun Arman dengan sabar terus menemaninya.
Sejak saat itu Alana pun kembali membuka hatinya untuk Arman. Bagaimanapun pria itu kini telah berubah dan sangat baik kepadanya. Bahkan apapun yang diinginkan Alana dengan segera Arman turuti. Dirinya kini benar-benar di ratukan oleh Arman.
Saat ini Arman sedang menunggu Alana yang hendak pulang dari kampus. Namun dia sengaja datang lebih awal dan ingin melihat istri kecilnya itu keluar.
Namun saat dirinya menunggu tiba-tiba Arman tak sengaja mendengar mahasiswa yang membicarakan tentang dirinya dan Alana.
"Hey, om-om itu bukannya suami Alana ya? Nggak nyangka ya Alana gadis pendiam begitu mau sama om-om. Palingan juga mengincar hartanya saja." ujar salah satu mahasiswi.
"Eh, tapi kalau diperhatiin om itu ganteng juga loh. Tapi sayang style nya ketuaan banget. Coba ganti gaya lebih muda kan bisa mengimbangi istrinya." ujar yang lain.
Arman pun mengernyitkan alisnya. Dia menatapi penampilan dirinya sendiri yang memang setiap hari tak pernah berubah.
Setelan kemeja dengan jas serba polos. Rambut yang disisir rapi serta sepasang sepatu kulit model pantofel.
Benar juga, dibanding Alana yang tampak modis dia kalah jauh, bahkan bisa dibilang seperti ayahnya saat jalan bersama.
Ck, begini resikonya menikahi daun muda. Batin Arman. Tapi bagaimana lagi dia sudah terlanjur menjalani pernikahan ini dan nyatanya Arman telah jatuh cinta kepada Alana.
"Mas, kok melamun sih?" Alana yang sudah masuk ke dalam mobil pun langsung membuat Arman tersadar dari lamunannya.
"Eh, sayang sudah selesai?" Arman mengulas senyum pada Alana.
Gadis itu menyambut Arman dengan mencium kedua pipi suaminya. Tak ada rasa canggung dan terpaksa lagi. Semua dilakukan Alana karena perasaannya sendiri.
Sejenak Arman menatapi Alana. Memang benar jika disandingkan keduanya tampak begitu kontras.
Alana tampak sangat cantik dan penampilannya begitu menggemaskan. Sedangkan Arman sangat jauh berbeda.
"Alana, bisa temani saya belanja?" tanya Arman tiba-tiba.
"Hmm.. Boleh, tapi tumben Mas Arman belanja?" tanya Alana penuh keheranan.
Arman hanya mengendikkan bahunya. Kemudian mereka meluncur menuju mall.
Sampai di mall Arman langsung menuju gerai baju andalannya. Memang disana sebagian besar pakaian pria bermodel kemeja serta setelan jas.
Tiba-tiba saja Arman berbalik dan pindah menuju salah satu butik ternama. Sebagian besar pakaian yang disediakan lebih trendy dan style khas anak muda.
Alana pun sedikit heran dengan suaminya. Namun dia masih pasrah menuruti saja.
"Alana pilihkan pakaian yang cocok denganku. Yang tidak terkesan tua" pinta Arman.
"H-Hah?" Alana pun mendelik keheranan.
"Aku serius Alana. Lihatlah kita, aku terlihat sangat tua saat bersamamu." ujar Arman sedikit merajuk.
Kemudian Alana menatapi suaminya. Memang benar. Gaya Arman benar-benar terlihat monoton. Memang pria itu terlihat tampan dan menawan namun tetap saja tak menutupi usianya.
"Buat aku terlihat cocok denganmu. Apa kamu tidak malu jalan dengan pria sepertiku." Arman menatapi dirinya di depan cermin.
Alana pun tersenyum geli melihat tingkah suaminya. Entah ada angin apa yang membuat Arman menjadi begitu mempedulikan penampilannya.
"Iya.. Iya.. Mas maunya style yang gimana?" tanya Alana.
"Yang kelihatan cocok dan nggak malu-maluin lah kalau jalan sama kamu." ujar Arman dengan entengnya.
Alana pun mengamati Arman dan sedikit berpikir. Kemudian mulai memilih beberapa pakaian mulai dari celana dan atasan hingga beberapa jacket serta hoodie.
"Tinggal cari sepatu sama rubah gaya rambut sayang" ujar Alana.
"Potong rambut juga?" protes Arman.
"Katanya mau rubah penampilan. Ya harus total dong mas.." ujar Alana.
Akhirnya mau tidak mau dirinya pun harus menuruti Alana.
Mereka memilih beberapa sepatu sket. Awalnya Arman memilih sepatu Pantofel kulit lagi. Cepat-cepat Alana menyingkirkan itu.
Terakhir mereka menuju salon. Alana meminta kepada stylish untuk merubah penampilan Arman. Mulai dari memotong rambut hingga merapikan jambang.
Alana memilih manny paddy sembari menunggu Arman.
Setelah beberapa saat Arman selesai dengan penataan rambutnya. Alana pun dibuat terkejut dengan penampilan baru suaminya. Bahkan dia tak berkedip sama sekali.
Benar-benar berubah drastis. Arman terlihat jauh lebih muda. Bahkan orang akan mengira usianya masih sekitar tiga puluhan.
"Bagaimana? Tidak cocok ya?" tanya arman pesimis.
"T-Tidak.. Mas Arman kelihatan beda banget. Jauh lebih ganteng" ujar Alana malu-malu.
Dia bahkan tak mampu menyembunyikan wajahnya yang berseri-seri bersemu merah.
Dia mendekati suaminya dan langsung mengecup pipinya. Tak peduli bahwa saat ini dirinya berada di salon.
Arman pun dibuat tersipu malu dengan tingkah berani istrinya tersebut. Namun tak dipungkiri bahwa dirinya saat ini begitu senang.
"Yaudah, ayok jalan." ujar Alana sembari merangkul lengan Arman.
Saat berjalan menyusuri Mall Alana tak melepaskan lengan Arman sama sekali. Dia begitu manja bergelendot mesra kepada Arman.
Tampak beberapa wanita memandangi Arman dengan pandangan genit. Bahkan tak jarang mereka tersenyum dan memuji ketampanan Arman.
"lihat pria itu, memang benar pria matang lebih menggoda ya, sangat sexy" bisik beberapa wanita.
Hal itu justru membuat Alana merasa cemburu. Dia langsung memelototi wanita yang berani menggoda suaminya.
"Tuh kan.. Mas Arman kalau gini ganteng tapi bikin kesel" protes Alana.
"Loh kenapa lagi? Bukannya kamu senang dengan penampilan baruku?" tanya Arman keheranan.
"Iya senang sih, tapi lihat itu nyamuk-nyamuk nakal mengincar Mas" rengek Alana menatapi mata para wanita yang memperhatikan suaminya.
Arman pun terkekeh karena tingkah gemas istrinya.
"Ya sudah, kalau nyamuknya nakal tinggal di tepuk aja kan beres" goda Arman.
Alana pun terus memasang wajah posesifnya hingga mereka benar-benar pergi dari keramaian Mall itu.
Bersambung.....
.
Halo teman-teman. Author mau spill visualnya Arman dan Alana ya.
*Arman sebelum make over oleh Alana.
*Arman setelah make over
*Visual Alana