My Stepmom My First Love

My Stepmom My First Love
Bab 22 Tragis



Andra berlari mengejar Hendro yang sudah kabur membawa koper berisi uang tersebut keluar dari gedung.


Tak hanya merebut uang, misi Andra adalah memberi pelajaran kepada Hendro karena telah berani mengganggu Alana.


Baik di luar maupun di dalam bangunan tersebut suasananya sama saja. Perkelahian antara anak buah Hendro maupun Andra tak dapat dihindarkan.


Arman menggunakan kesempatan itu untuk membawa Alana pergi. Misi utamanya adalah menyelamatkan Alana.


"Alana, ayo kita pergi." Arman membantu Alana berdiri kemudian memapahnya dengan hati-hati karena kondisi Alana yang masih lemah efek obat bius tadi.


Namun salah satu anak buah Hendro mengetahui kaburnya Arman dan langsung menghadangnya.


"Hei kau.. " teriakan itu tak Arman hiraukan. Dia terus berjalan memapah Alana.


DDUAARRR...


"Aarghh.. " Arman memekik ketika sebuah peluru menghantam lengannya.


"Mas.. Kamu tertembak" Alana panik. Apalagi saat melihat darah mengalir di lengan kiri Arman.


"Sudah, tak apa. Ayo cepat jalan." Arman berusaha menahan sakit di lengannya.


Akhirnya setelah berjuang melewati beberapa orang dan menahan sakit di lengannya Arman pun berhasil membawa Alana keluar.


Di luar suasananya pun tak jauh berbeda. Semua sibuk berkelahi dan ketika Alana mencari keberadaan Andra, dia melihat pria itu sedang berhadapan dengan Hendro dan anak buahnya di pinggiran laut.


"A-Andraa.." Alana berusaha memanggil Andra.


Secepatnya Arman menutup mulut Alana dan membawanya bersembunyi di balik tumpukan drum kosong.


"Jangan bersuara Alana, mereka bisa tahu kita" bisik Arman.


"Tapi Andra, dia dalam bahaya" protes Alana.


Arman menangkup pipi Alana dengan tangan kirinya. Dia menatap Alana dengan dengan lekat.


"Dengarkan aku, kau harus menyelamatkan dirimu Alana. Kau ingat apa kata Andra tadi?" Arman mencoba untuk meyakinkan Alana.


Kata-kata Arman dan tatapannya seolah bagai sihir yang entah kenapa Alana langsung menurutinya.


...****************...


"Hah, aku tidak menyangka ternyata kau punya hubungan dengan Alana juga. Dan rupanya kau anak tiri Arman?" Hendro tak kuasa menahan tawa karena keterkejutannya.


Tak disangka Alana keponakannya itu dikelilingi orang-orang berpengaruh saat ini.


"jangan-jangan kau melakukan ini semua untuk Alana? Mau jadi pahlawan untuk ibu tirimu anak muda?" ejek Hendro.


"Tutup mulutmu Pak Tua, tak usah banyak bicara. Urusanmu adalah denganku. Maka jangan pernah kau sentuh Alana." gertak Andra.


"Hmm.. sungguh luar biasa Alana. Pandai sekali memikat ayah dan anak ini. Tahu begitu akan ku jual dengan harga lebih tinggi." ucap Hendro.


"HENDRO.. TUTUP MULUTMU." Andra langsung terbakar emosi saat pria itu merendahkan Alana.


Tak disangka Andra langsung mengacungkan senjata apinya ke arah Hendro. Namun apa yang dia lakukan justru menambah masalah.


Anak buah Hendro yang berada di sekitarnya langsung sigap mengacungkan pistolnya semua.


Sialnya, saat ini Andra berada jauh dengan para anak buahnya. Dia semakin terpojok saat pengawal Hendro semakin menyasarnya.


Sejenak Andra melihat sosok Alana dan Arman dari kejauhan. Dia memberi kode kepada Arman untuk segera membawa Alana pergi.


"Habisi dia" ucapan Hendro saat Andra sedikit lengah.


DDUUAARRR...


DDUUAARRR...


DDUUAARRR...


Tak disangka tembakan demi tembakan langsung menyasar di tubuh Andra hingga membuat pria itu hampir terjatuh.


Namun di sisa-sisa tenaga terakhirnya Andra sempat menembakkan senjatanya hingga mengenai paha Hendro.


"Aarghh.. Sial" Hendro mengerang kesakitan saat merasakan timah panas menyerang pahanya.


"ANDRAAAA...." Alana langsung berteriak saat melihat kekasih hatinya dilenyapkan dengan begitu keji.


"ANDRA..." Arman pun ikut terkejut.


Alana langsung terisak dengan keras. Hatinya hancur berkeping-keping melihat kepergian Andra. Kakinya lemas dan langsung terjatuh di tanah.


Arman mencoba untuk menenangkan Alana. Namun di sisi lain dia melihat anak buah Hendro hendak menembak Alana. Dengan cepat Arman mendekap Alana untuk melindungi wanita itu.


DDUAARRR...


"Arrgghh..." tembakan itu mengenai bahu kanan Arman.


"Mas..." Alana terpekik menyadari Arman juga tertembak.


"Tidak apa-apa Alana..." ucap Arman sambil menahan sakit.


Alana semakin takut. Situasinya saat ini benar-benar berbahaya. Dia panik tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Beruntung ada anak buah Arman dan Andra yang melihat langsung menolongnya. Di saat bersamaan polisi pun datang.


Dengan cepat Alana dan Arman dibantu oleh para anak buahnya menuju mobil. Sementara Hendro langsung ditangkap oleh polisi itu.


Di dalam mobil Arman langsung menyenderkan tubuhnya. Dia melihat Alana yang begitu terguncang lalu dengan menahan sakit Arman mencoba untuk memeluk Alana.


Tak ada penolakan dari Alana. Justru wanita itu langsung menyandarkan kepalanya dalam pelukan Arman.


Dia menangis terisak meratapi semua yang terjadi. Tak Menyangka bahwa akhirnya akan seperti ini.


Padahal jauh-jauh Alana sudah menyusun rencana indah bersama Andra. Kini tampaknya semua itu akan jadi kenangan semata.


Sedangkan Arman yang masih sulit menerima keterkejutannya hari ini. Sebab tiba-tiba Andra datang dengan membawa banyak anak buah seperti itu, padahal selama ini yang Arman tahu bahwa Andra hanyalah pria payah yang hanya ingin merebut harta peninggalan orang tuanya serta pengkhianatan yang ingin merebut istrinya juga.


Tapi melihat kejadian tadi juga membuat Arman merasa sangat kehilangan. Biar bagaimanapun sebagai seorang ayah Arman tentu menyayanginya. Apalagi Andra sudah tak memiliki orang tua.


Tanpa sadar darah terus mengucur karena luka tembaknya membuat tubuhnya semakin lemah.


"A-Alana.." panggil Arman sambil menahan sakit.


"Mas.." jawab Alana.


"T-tubuhku teras sakit... Dan lemah.." suara Arman semakin pelan.


Alana melihat banyak darah yang terus keluar. Segera dia meminta anak buah Arman untuk lebih cepat menuju rumah sakit.


Akhirnya sampai di rumah sakit Arman langsung mendapatkan penanganan. Alana yang masih terguncang tak bisa mencerna semua dengan baik.


Kepalanya mulai terasa pusing. Pandangannya pun kabur dan sedetik kemudian..


**B***RRUUKK*...


Alana terjatuh pingsan.


...****************...


"BIG BOSS tertembak.." seru salah satu anak buah Andra.


Mereka langsung emosi dan menyerang anak buah Hendro yang tersisa dengan membabi buta.


.


Dua minggu kemudian...


Tak ada kabar apapun dari Andra. Padahal polisi sudah menyusuri laut di dermaga tempat Andra dijatuhkan. Hingga akhirnya pencarian di hentikan dan kemungkinan Andra selamat sudah sangat tipis.


Hingga akhirnya terpaksa polisi menyatakan bahwa Andra telah meninggal. Hal itu pula membuat Alana semakin hancur.


Dia terus mengurung diri di kamar dan tak mau keluar sama sekali. Arman yang sudah mulai membaik pun ikut prihatin melihat keterpurukan yang di alami Alana.


Alana tak peduli lagi jika hubungannya dengan Andra diketahui Arman. Persetan apapun yang akan dilakukan Arman. Jika dia harus menerima hukuman pun dia pasrah.


Bahkan di pikirannya saat ini adalah menyusul Andra. Perlahan dia bangkit dari ranjang. Lalu mengambil sebuah pisau dan hendak menyayatkan ke nadi nya.