
Bergulirnya siang dan malam, juga bulan yang terus mengitari bumi sampai tiba ditempatnya kembali, genap sudah satu bulan Benjamin Almero menyatu dengan dua jiwa yang bahkan berbeda gaya, juga berbeda kepribadian.
Selama itu juga semua tentangnya tak lepas dari bimbingan Freya Victoria, gadis yang tak mempunyai kesabaran lebih itu entah bagaimana bisa menahan amarah setiap kali bersama sang Tuan.
Kecuali satu...
Jika Almero dekat dengan gadis lain, sudah itu menjadi titik terlemah didalam kesabaran seorang Freya.
Normal layaknya gadis remaja pada umumnya, Freya juga bisa merasakan sakit hati dan cemburu, sedangkan Almero pun sama normalnya dengan laki-laki remaja pada umumnya yang juga bisa tertarik dengan penampilan cantik dan menarik.
^^^Seperti pagi ini...^^^
Di dalam perpustakaan niat hati Almero hanya ingin mengembalikan buku yang beberapa hari yang lalu ia pinjam, namun di sana ia tak sengaja melihat keberadaan Rosalie.
"Hay Ros?" sapa nya dengan menyugar rambut hitam pekatnya kebelakang.
"Hay Mer, lo ngapain di sini? Tumben ke perpus?" basa-basi gadis itu dengan senyum salah tingkahnya.
"Iseng aja, lagi pula ada bidadari tak bersayap di sini, mubadzir dong kalo nggak gue liat," gombalnya berhasil membuat kedua pipi Rosalie memerah.
"Apaan coba," gumam gadis itu dengan senyum yang ia sembunyikan.
"Gue serius, lo cantik, oh iya, ntar pulang bareng gue ya!" Pinta Almero dengan menatap wajah yang masih tersipu.
"Tapi..."
"Gue nggak suka ditolak! Ntar gue tunggu di parkiran," cetusnya yang kemudian bergegas meninggalkan Rosalie yang masih tersipu malu.
Buru-buru Almero meninggalkan gadis itu, memangnya apa lagi alasannya jika bukan takut Freya memergoki dirinya?
^^^Di tepi hutan...^^^
Freya yang ketinggalan Almero tengah melesat, berlari secepat kilat menuju kampus sang kekasih.
Namun perjalanannya tak semulus ketika ia melalui jalur kota, ia yang melintas di tepi hutan tiba-tiba terhenti karena tiba-tiba ia melihat dua sosok makhluk yang tak asing di indera penglihatannya.
"Alvin? Alan?" mengerut kedua alis Freya kala ia mulai mengenali wajah kedua saudara yang sudah satu bulan lebih dia tinggalkan.
"Ya, masih mengingat kita rupanya!" cetus Alan dengan ekspresi dinginnya.
"Maaf, tapi aku hanya mengikuti kemana Tuan Benjamin Almero pergi, ini salah satu usaha ku untuk membawa Lord masa depan bangsa kita agar kembali," berbagai alasan yang masuk akal Freya kerahkan semua.
Belum sampai kedua kakaknya berucap, penciuman tajam Freya mengendus aroma yang sangat tidak ia sukai.
"Bau anjing!" cetusnya, dan tak lama dari Freya berucap, Lovie muncul dari balik punggung Alvin.
"Kau!" teriak Freya dan Lovie secara bersamaan, keduanya terkejut, tak pernah Lovie menyangka jika ia akan bertemu dengan Freya yang pernah menyerangnya tanpa alasan.
"Al, Vin?! Beri aku alasan yang masuk akal, kenapa kalian membawa wanita anjing ini bersama kalian?" nada bicara yang sudah tak bersahabat itu terlontar begitu saja dari bibir Freya Victoria.
"Tenang dulu Fe! Dia ke sini, ingin mencari seseorang, dan tujuan kita sama, juga dia tau cerita Lord Athan Arrow yang tiba-tiba menghilang," Jelas Alvin.
Entah mengapa kali ini Alvin lebih terlihat membela Lovie, "Lord Athan Arrow? Ayah dari Benjamin Almero?" Freya bertanya, kali ini ia memasang wajah seriusnya. Persetan dengan perasaan tak sukanya terhadap Lovie, yang terpenting kali ini adalah informasi tentang Lord Athan Arrow.
"Ya, ayah dari yang Mulia Benjamin Almero," cetus Alan.
"Jadi benarkah beliau masih bisa bangkit kembali?...