MY LOVE STORY IN LONDON

MY LOVE STORY IN LONDON
7. Misi Pendekar dan Pemberani 2



"Jadi hanya karna itu, kamu menghilang dan menjauhi Alexa." Ucap Tamara.


"Ia. Dan kasi tau sama dia, jangan menelfon/SMS lagi. Aku muak sama dia, bikin ilfil tau nggak." Katanya.


"Oke. Tapi satu hal yang aku mau tekankan jangan menyesal suatu hari nanti.!!" Peringatan Tamara langsung berbalik dan pergi dari situ.


***


UKS


Alexa POV.


"Bagaimana? Apa yang dia bilang?" Tanyaku saat Tamara masuk dalam UKS.


"Dia itu cowok yang menyebalkan yang pernah aku temui." Kata Tamara.


"Dia bilang, ilfil sama kamu karna kamu jorok. Dan dia juga bilang jangan menghubunginya lagi." Imbuhnya lagi.


"Oh jadi itu. Ternyata dia berpikiran sempit. Masa hanya waktu itu aku menolak ciumannya dengan alasan itu dia langsung ilfil sih !!!!." Kataku sedih.


"Memang ya dia pintar, tapi be**."


Ucap Tamara geram



Tamara. Pendiam tapi pedas kalau diganggu.


***



Disisi lain, Joel tengah menjalankan tugas sebagai pendekar. Dia dari jauh mengikuti Jefer dan Agnes yang saat itu akan menuju ke balkon atas sekolah sambil bergandengan tangan. Kelihatan Agnes sangat senang saat digandeng Jefer.


Sesampainya disana Jefer langsung melu*** bibir Agnes dengan rakus, tak luput dari penglihatan pendekar Joel.


Joel terkejut tak percaya, akan apa yang dia lihat. Dia pun mengambil smartphonenya dan mengabdikan perbuatan dua sejoli itu.


Mereka terus berciuman, Jefer meremas gunung kem*** Agnes dan hendak membuka kancing baju Agnes untuk melanjutkan aksinya.


Tiba-tiba!!!!


Tring Tring Tring.


Bel berbunyi tanda jam istirahat habis.


Dua sejoli itu menghentikan kegiatan panas mereka dan kembali ke kelas.


Disaat itu juga Joel menekan tombol stop di smartphone nya. Dia pun turun kebawah mengikuti Jefer dan Agnes.


***


"Hay bos." Sapa Joel saat masuk pintu UKS.


"Bagaimana hasilnya pendekar??." Tanya ku tak sabar ingin tau, apa yang Joel dapat saat mengikuti Jefer.


Joel pura-pura menggeleng kepala seolah dia tak mendapatkan apapun.


"Tak apa-apa Joel masih ada hari esok!!." Kataku semangat tapi sedih.


Joel pun langsung memberikan aku smartphone nya pada ku. Aku bingung dan bertanya.


"Kenapa dengan smartphone mu?? Apakah rusak??" Tanya ku.


"Buka dan lihatlah, ada rekaman pengintaian aku disitu." Jawab Joel.


Aku dan Tamara membuka sebuah foldder Vidio di hpnya Joel. Aku pun menekan ikon play dan betapa kaget dan syoknya aku saat melihat adegan itu.


Aku mematung dan tak kuasa menahan rasa sakit di dadaku. Seperti ditusuk-tusuk beribu jarum, tak kurasa ada bulir bening mengalir di pipiku.


Joel dan Tamara yang melihat aku tak berdaya, mereka memeluk aku dan seraya mengatakan.


"Lupakan dia Lex, masih ada laki-laki baik diluar sana yang lebih dari dia." Kata Joel


"Ia Lex, kamu kan bilang kamu akan kuliah di Oxford London. Jadi pergilah kejarlah cita-citamu di sana dan lupakan dia. Dan ingat jangan terlalu berpikiran, karna kita akan melaksanakan ujian nasional dua Minggu lagi."


"Ia. Aku harus bangkit dan melupakan segalanya tentang dia." Kataku menyemangati diri aku.


"Tapi ada satu hal lagi yang harus aku selesaikan." Kataku membuat mereka bingung.


"Aku harus bertemu dengan nya dan mengakhiri hubungan ini. Boleh minta bantuan lagi?" Tanya aku pada dua sahabat ku.


"Kami siap membantu bos." Kata mereka kompak seraya membungkuk memberi hormat.


"Bagus." Kataku seraya meniru karakter bos besar.


Kami saling pandang dan tertawa bahak.


Selamat membaca.


Teman- teman yang author hormati. Tolong vote dan like komen.


Karna author sangat membutuhkan itu.


GBU