
"Kamu udah pulang, bagaimana kencan nya? Lancar.?" Serbu pertanyaan Cornelia saat Alexa memasuki kamar.
"Nanti aku jawab ya Lia. Aku mandi dulu soalnya gerah.!!" Kata Alexa memasuki kamar mandi.
"Oke." Jawab Lia yang mungkin tak di dengarkan Alexa.
Beberapa menit kemudian, Alexa keluar kamar mandi. Seperti biasa Alexa masuk ruang ganti dan keluar dengan piyama tidur.
"Bagaimana Lex? Aku penasaran sampai-sampai aku tak tidur.!" Ucap Cornelia serius.
"Jadi gini Lia kepo?" Ucap Alexa menceritakan semuanya. Cornelia yang mendengar hanya ber- oh- ria.
"Astaga Alexa, jadi tadi ciuman pertama kalian?" Tanya Cornelia.
"Mau di bilang tadi bukan yang pertama Lia. Tadi ciuman ke - 3 kita.!" Kata Alexa.
"Jadi berarti ciuman pertama dan ke dua terjadi di London.?" Tebak Cornelia tepat sasaran.
"Ko, kamu tahu sih?" Bingung Alexa.
"God Lex. Anak kecil aja pasti tahu, kalian berdua kan bertemu nya di pesawat menuju London. Berarti kalian pasti bertemu lagi di sana, dan dari tebakan ku pasti dia yang mencuri ciuman pertama kamu kan.!!" Ucap Cornelia bangga.
"Astaga, ko kamu tahu se-detail ini sih.?" Alexa penasaran.
"Aku tahu karena tadi Joel sama Tamara cerita kalau selama kamu pacaran, kamu belum pernah berciuman. Dan kata mereka lagi kalau kamu akan kasi alasan yang nggak jelas waktu kamu mau di cium." Jelas Cornelia.
"Aku pikir kamu ini mata-mata.?" Ucap Alexa polos.
"Hahahaha...., kamu ya?" Ucap Cornelia bahak.
******
Pagi Hari.
Mansion Bryan.
Tadi malam saking asyiknya Alexa dan Cornelia mengobrol jadi lupa untuk tidur. Sekitar pukul 2.30 dini hari baru mereka berdua tidur.
"Alexa, Lia. Bangun sarapan.!" Teriak Lory di telinga mereka berdua.
"Ah mama, aku masih ngantuk.!" Ucap Alexa yang masih menutup mata.
"Aku juga aunty.!" Lanjut Lia.
"Ya sudah, mama bilang Cristian ya.?" Ucap Lory yang hendak beranjak keluar, namun di hadang Alexa yang buru-buru bangun saat mendengar nama Cristian.
"Astaga sayang, katanya masih ngantuk. Kok bangun?" Pura-pura Lory.
"Ma, bilangin uncle tunggu aku. aku mandi dulu.!" Ucap Alexa masuk kamar mandi.
"Oke sayang.!" Kata Lory.
.
.
.
.
.
******
30 Menit kemudian Alexa keluar kamarnya dan menuruni anak tangga menuju meja makan.
"Ma. Ko uncle nggak ada?" Tanya Alexa bingung.
" Emang mama sama papa iji-nin? dulu aja Jeffer ngajak jalan aku, pasti dia harus kasi alasan yang tepat baru di iji-nin.?" Kata Alexa.
"Itu karena mama sama papa tahu, dia itu nggak baik sayang. Nanti pulang baru mama jelasin. Kamu panggi-lin gih papa sama Cristian.!" Perintah Lory.
"Oke bos." Kata Alexa memberi hormat.
.
.
.
.
.
.
"Bagaimana lanjutan hubungan kalian Tuan Cristian.? tanya Bryan.
"Udah lebih baik ko Bryan!!" Kata Cristian.
Cristian dan Bryan asyik mengobrol sampai-sampai tak sadar Alexa sudah di samping mereka.
"Pa Uncle. di suruh mama, sarapan.?!" Ucap Alexa gugup.
"Oke. papa duluan ya.!!" Kata Bryan yang mengerti akan jiwa muda.
Suasana jadi hening saat Bryan meninggalkan ruangan itu.
"Tadi malam tidur mu nyenyak?" Tanya Cristian canggung.
"Iya uncle.!" Jawab Alexa yang tak kalah canggung.
Cristian pun menga-nggukan kepala bingung mau tanya apalagi.
"Uncle, sarapan yuk. Soalnya perut aku konser dari tadi.!!" Ucap Alexa hendak berjalan, namun.
Cup.
Satu ciuman Cristian mendarat di bibir merah Alexa. Membuat wajah orang yang di cium berubah merah seperti kepiting rebus.
"Yuk. Jalan!" Kata Cristian menggandeng tangan Alexa.
Alexa tak mempermasalahkan gandengan itu, malahan dia tambah senang. Sesampainya mereka berdua di meja makan, membuat penghuni yang sudah duduk gempar.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat Membaca.