
Didalam mobil.
"Roy. Apa kamu melihatnya dia begitu seksi dan imut ketika dia marah". Kata Cristian pada Roy sambil tersenyum.
"Ternyata tuan bisa tersenyum semanis itu" Kata Roy membatin.
"Ia tuan, saya melihatnya". Ucap Roy.
***
PAGI HARI WAKTU LONDON.
Cristian POV.
"Roy. Jam berapa pertemuannya?" Tanya ku dingin.
"Jam makan siang tuan!." Kata Roy.
"Oke. Siapkan semua yang kita perlukan!". Ucapku
"Kucing kecil kita lihat, apa siang ini kamu akan kaget saat kau tahu syarat kerja sama yang aku berikan itu kamu!!!." Gumamku menyeringai.
"Tuan sangat menyeramkan saat menyeringai.!!" Ucap Roy membatin.
*****
Author POV.
Sisi lain, diapartemen Alexa.
"Alexa, bangun!!." Teriak Lory membangunkan Alexa.
"Ayolah ma, jangan teriak-teriak ini masih pagi. nanti saja aku bangun." Ucap Alexa kembali tidur.
"Alexa hari udah siang, cepat bangun mandi. Siang ini kamu harus ikut mama sama papa ketemu klien.!!" Teriak Lory lagi menjelaskan.
"Mama aja yang temani papa, aku mau tidur." Kata Alexa.
"Kalau kamu nggak ikut, papa akan memblokir semua fasilitas mu." Ucap Bryan masuk dalam kamar alexa
"Astaga ko papa tega sama anak papa yang cantik dan imut ini.!!" Kata Alexa memelas.
"Makanya cepat bangun mandi dan temani Papa sama Mama jalan.!" Kata Bryan tegas.
Bryan dan Lory keluar kamar Alexa saat Alexa masuk kamar mandi.
***
Lobi MC.clan.
"Pa, ma. Apa ini tempat pertemuannya?" Kata Alexa kagum melihat gedung menjulang tinggi.
"Ia. Yuk masuk." Ajak Bryan.
Mereka bertiga masuk dan bertanya pada bagian resepsionis
"Permisi kami ingin bertemu Presdir?" Kata Bryan menggunakan bahasa Inggris.
"Apa bapak sudah membuat janji?". Tanya resepsionis itu.
"Sudah, dan janjinya siang ini kita bertemu di tempat ini." Jelas Bryan.
"Oke tunggu sebentar.!" Kata resepsionis itu.
"Mohon tunggu disebelah sana pak, nanti asisten Roy datang menjemput." Kata resepsionis menunjuk tempat tunggu.
"Baik terima kasih." Ucap Bryan.
***
"Selamat siang, dengan bapak Bryan." Sapa asisten Roy.
"Selamat siang, saya sendiri." Balas Bryan.
"Ayo, Presdir sudah menunggu." Kata asisten Roy memboyong mereka bertiga menuju ruangan Presdir.
Ruangan Presdir.
Tok tok tok.
"Masuk." Kata Cristian.
Ketika Roy memegang handel pintu dan hendak masuk, tiba-tiba!!!! Alexa meminta ijin ke toilet.
"Tuan, Mr. Bryan dan Mrs. Lory tiba." Kata asisten Roy pada Cristian yang duduk membelakangi di kursi kebesaran.
"Oh, apa hanya mereka berdua. Dimana syaratnya?" Tanya Cristian dingin tetap pada posisi duduknya.
"Nona Alexa ke toilet Tuan.!" Jawab asisten Roy takut.
"Tunggu dia.!!" Kata Cristian tegas.
10 menit kemudian Alexa, keluar dari toilet. dan menuju ke ruang Presdir. Dia tak mengetuk pintu, langsung masuk.
"Maaf aku terlambat." Ucap Alexa.
"Tidak apa-apa nona, silahkan duduk." Jelas asisten Roy.
"Baik, mari mulai tanda tangan dokumennya.!" Kata asisten Roy.
"Silahkan dibaca dulu, dan kalau ada yang tidak dimengerti mohon bertanya." Lanjut asisten Roy, memberikan dokumen.
"Dan untuk syarat apa nona Alexa bersedia.?Tanya asisten Roy lagi.
"Apa maksudnya pa.?" Tanya Alexa bingung menatap Bryan dan Lory yang diam membisu.
"Begini nona, syarat yang kami ajukan dalam kerja sama ini adalah nona Alexa bersedia menjadi istri dari Presdir.!! Jelas Roy tegas.
"APA!!!" Teriak Alexa.
"Papa, mama. Kenapa kalian tega padaku?" Tanya Alexa dingin.
"Apa kerja sama ini lebih penting dari anak kalian sendiri.? Tanya Alexa tenang menatap Bryan dan Lory.
"Atau aku bukan darah daging kalian, jadi kalian tega membuang aku!!." Teriak Alexa yang mulai tak tenang dan emosi.
Selamat membaca.
Like kalau suku ceritanya, komen juga ya.
jangan lupa vote dan nilai ya.
Terima kasih.
GBU