
"Papa, mama. Kenapa kalian tega padaku?" Tanya Alexa dingin.
"Apa kerja sama ini lebih penting dari anak kalian sendiri.? Tanya Alexa tenang menatap Bryan dan Lory.
"Atau aku bukan darah daging kalian, jadi kalian tega membuang aku!!." Teriak Alexa yang mulai tak tenang dan emosi.
"Sayang, please tenang. Kamu itu anak mama dan papa, jadi jangan coba-coba berfikir kalau kami akan membuang mu. Dan ingat jangan biarkan emosi mengambil alih dirimu, okok kalau kamu nggak mau nggak apa-apa sayang, papa sama mama nggak maksa..!!" Ucap Lory memeluk Alexa yang khawatir akan Alexa, jika emosinya memuncak dia akan membunuh. Dan Lory pun membawanya pergi dari ruangan itu.
"Maaf tuan Roy, tapi aku harus membatalkan kerja sama ini. maafkan aku.!!" Ucap Bryan yang sama khawatirnya dengan Lory dan hendak keluar dari ruangan itu.
Tiba-tiba.
"Tidak apa-apa Mr. Bryan, kerja sama ini akan terus berlanjut. Aku salut padamu karena lebih mementingkan kebahagiaan putrimu dari pada keuntungan yang ada didepan mata." Ucap Cristian membalikan kursi duduknya kedepan.
"Cristian Jonatan MC.clan." Ucap Cristian berjalan menuju arah Bryan sambil menyodorkan tangannya.
"Bryan Imanuela." Ucap Bryan berdiri menjabat tangan Cristian.
"Astaga masih muda ya tuan Cristian. Aku pikir dia seorang bos pria hidung belang yang memanfaatkan untuk mendapatkan putriku." Gumam Brian membatin.
"Apa kamu mendukung kalau aku terus mendekati anakmu.???" Tanya Cristian dingin melepaskan tangannya dan duduk di sofa singgel.
"Aku mendukung jika kamu menjaga dan melindunginya dan jangan buat dia terlalu emosi, jika tidak dia yang akan mencincangmu." Ucap Bryan menjelaskan.
Deg deg deg.
Perkataan Bryan seperti peluru yang menembus jantung Roy, tapi tidak untuk Cristian.
"Astaga kalau seandainya tuan dan nona Alexa menjadi pasangan, berarti mereka adalah pasangan psikopat yang cocok.!!!" Gumam Roy membatin.
"Roy, siapkan dokumen kedua nya.!" Ucap Cristian
"Baik tuan." Jawab Roy.
*****
Apartemen.
Bryan memakirkan mobilnya dan menuju lift.
Dia menekan tombol angka 10, sesampainya di sana dia masuk.
"Bagaimana keadaannya ma? Tanya Bryan pada Lory.
"Nggak usah khawitir ma, nanti papa jelaskan kalau dia sudah bangun." Ucap Bryan yang tak kalah khawatirnya.
*****
Ruangan Presdir.
"Lucu sekali dia tadi. Aku tak sabar memilikinya!!" Gumam Cristian senyum manis
"Astaga tuan, jangan senyum seperti itu. Aku akan terpikat seandainya aku wanita." Kata Roy membatin.
"Roy, kita pulang." Ucap Cristian dingin.
"Baik tuan." Kata asisten Roy.
"Dalam hitungan detik aura dinginnya kembali!! Kata Roy membatin.
Disisi lain.
Tok tok tok.
"Sayang, apa kamu udah bangun? Tanya Lory yang sekarang ada didepan pintu Alexa bersama Bryan.
"Masuk ma." Jawab Alexa dari dalam.
Mereka berdua pun masuk.
"Sayang bagaimana perasaanmu? Tanya Lory.
"Good ma." Ucap Alexa.
"Sayang untuk yang tadi siang, jangan terlalu dipikirkan. Kerja sama dengan grup MC.clan berjalan lancar, dan untuk syarat nya ternyata Presdir nya mengetes papa. Apa papa akan pilih keuntungan itu tapi mengorbankan kamu atau sebaliknya sayang. Dan kamu itu dari sananya anak papa sama mama jadi ngapain papa buang kamu nak." Ucap Bryan panjang lebar yang di diami Alexa.
"Maafin papa sama mama ya sayang.!! Emang awal papa setuju. Tapi, papa akhirnya sadar kalau kamu itu harta papa yang nggak akan mungkin papa tukar sama bisnis yang hanya sementara saja." Ucap papa menyesal
Selamat membaca
Like kalau suka ceritanya, komen kalau ada kritik dan saran.
Bote dan nilainya.
Terima kasih.