
Di perjalanan pulang, aku merasa ada orang yang mengikuti. Ada mangsa datang sendiri ni!!!. Aku bergumam menyeringai.
Aku harus berpura-pura takut pikirku. Aku mempercepat langkah menuju apartemen. Tapi saat hendak melangkah, aku berpikir kayanya nggak bagus ni, kalau main dilokasi apartemen!!!.
"Harus cari jalan lain yang sepi?" Gumamku
Aku berlari menuju sebuah gang sempit yang jam malam segini, tidak ada yang berani lewat. Aku memulai akting, berpura-pura terpojok dan meminta bantuan. Dia melihat itu pun tertawa sinis dan berkata.
"Berteriak lah honey!!! Tak akan ada yang menolong kamu!!!" Katanya dengan tatapan yang menelusuri bentuk tubuh aku.
"Oh. Aku takut uncle!!!" Kataku manja dan mendekat padanya.
"Hahahaha aku harusnya mendapatkan piala oscar karna aktingku!!?"
"Ah, tidak perlu takut honey. Karna uncle akan memberi kenikmatan dunia pada mu!!!" Katanya menelan saliva kasar.
Aku mendekat padanya. Dia memegang daguku dan menyandarkan aku ditembok. Saat hendak menciumku aku memberi dia sebuah tendangan dibagian anunya.
"Aah Aah Aah bit**," Dia berteriak kesakitan.
Saat mendengar kata bit** aku marah, dan kembali mengingat akan kejadian masa lalu.
***
Flashback ON.
SMA Pintar adalah sekolah terfavorit dan tarbaik yang terkenal akan kata-kata mitosnya. Sekolah pintar dapat jodoh juga orang pintar (hahaha ini imajinasi author loh!!!!) pada saat itu, kelas sepuluh. Aku dan Jefer yang paling terpintar dalam kelas. Makanya kami digadang-gadang akan berjodoh.
Alhasil aku dan Jefer berpacaran saat kenaikan kelas duabelas. Kami berdua menjadi pasangan terfavorit kala itu. Banyak yang mendukung hubungan kami, ada juga yang membenci hubungan kami. Dan itu adalah teman cewek Jefer namanya agnes, karna dia menyukai Jefer sejak kecil. Ke manapun Jefer pergi, sekolah atau pindah dia akan ikut.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa hubungan kami sudah memasuki
usia satu tahun walau penuh Lika liku.
Sore ini Jefer mengajak ku jalan-jalan untuk merayakan satu tahun nya hubungan kami.
***
Pukul16.00 WITA aku selesai bersiap dan merias diri. Karna janjiannya kita akan jalan-jalan melihat matahari terbenam atau sunset di Ancol. Dan terakhir kita makan malam romantis, di salah satu restoran yang terkenal di kota Jakarta. Maka dia bilang akan menjemput pukul 16.00. Jefer tak kunjung datang saat jam menunjukan pukul 16.40, aku positif tingking saja mungkin macet. 20 menit kemudian Jefer muncul dengan senyum di wajahnya yang tak merasa bersalah.
"Yuk jalan bebs." Ajaknya menggandeng tangan aku.
Aku tak menjawab hanya anggukan kepala yang aku kasi.
Tiba- tiba.
Dia memegang dagu aku, dan bertanya.
"Apa boleh disini (menunjuk bibir aku)"
Sebelum aku jawab, perlahan-lahan dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. Tapi sebelum ciuman romantis terjadi, aku menutup mulut dan berkata.
"Aku tadi lupa menggosok gigi!!!! Kataku malu !!!"
"Ah Alexa alasan konyol apa ini!!!
(Hahaha author ngagak)
Bukan aku tak mau dicium tapi aku gugup.
Dia berhenti melanjutkan aksinya, kelihatan dari mukanya kalau dia kecewa sekaligus ILFIl sama aku.
***
Mulai hari itu aku tak lagi dikontak sama jefer.
Biasanya pagi-pagi dia jemput aku dan kesekolah bareng sekarang tidak. Saat disekolah dia menghindar.
"Apa dia marah? Atau dia jijik sama aku???
Tapi waktu itu kan cuma bercanda doang."
SELAMAT MEMBACA
vote ya dengan cara menekan tanda jempol dibawah sebelah kiri. terima kasih.
komen juga kalau ceritanya bagus dan nggak bagus.
GBU all