
"Tenang Mr. Bryan aku bukan tipe laki-laki seperti itu, jadi anda tenang saja." Ucap Cristian serius.
"Terima kasih Tuan Cristian. Tapi anda harus berusaha lagi untuk meluluhkan hatinya." Jawab Bryan senyum.
.
.
.
*****
Pukul 12.25
Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Akhirnya penerbangan panjang yang cukup melelahkan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Bryan, Lory, Alexa, cornalia dijemput oleh Bambang sekretaris Bryan dan untuk Cristian dan asisten Roy, dijemput oleh pengawal.
"Mr. Bryan, dalam beberapa hari ini saya di Indonesia. Dan akan melakukan kunjungan diberbagai tempat, jadi apa saya boleh mengajak putri anda untuk menemani saya.?" Tanya Cristian dingin.
"Ia tuan. Saya pastikan anak saya Alexa akan menemani anda." Jawab Bryan keringat dingin.
Pembicaraan itu hanya disaksikan dan didengar oleh Bryan, Lory, Cristian dan Roy. Karena Alexa dan Cornalia sudah memasuki mobil sejak tadi.
Bryan dan Lory pun memasuki mobil dan mobil itu melaju keluar dari bandara.
*****
.
.
.
Mansion Keluarga Imanuela.
"Alexa ajak Lia ke kamar kamu ya, kalian berdua istirahat dulu. Nanti mama bangunin kalau makan malam siap." Kata Lory
"Oke Ma. Yuk Lia kita ke kamar aku." Kata Alexa.
Sesampainya di kamar, Alexa mengajak Cornalia mandi bersama. Saat mereka berdua hendak masuk.
kring kring kring.
"Kamu mandi duluan ya, aku menerima telfon dulu. Ucap Alexa yang di angguki Cornalia
.
.
.
Alexa pun menghampiri ponselnya dan menerima panggilan itu.
"Hallo Joel." Jawab Alexa pada si penelpon yang tak lain adalah Joel.
"Kamu udah di Indonesia." Tanya Joel penasaran.
"Udah dong. Sebentar datang ke rumah aku ya ajak Tamara, nanti aku perkenalkan dengan sahabat baru kita." Jawab Alexa antusias.
Selesai panggilan telfon itu, Alexa menyimpan ponsel diatas meja dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tiba-tiba terdengar lagi panggilan masuk dari ponsel Alexa.
.
.
.
Kring Kring
Alexa menyodorkan tangannya dan mengambil ponsel itu, dia melihat siapa lagi yang menelfon dan ternyata itu panggilan tak dikenal. Dia pun tak menghiraukan panggilan itu, dia menyimpan kembali ponsel itu. Tak lama suara panggilan terdengar lagi, Alexa kembali mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu.
"Halo, di sini Alexa Imanuela. Anda siapa dan ada keperluan apa anda menelfon." Ucap Alexa panjang lebar. Bukannya mendapat jawaban dari si penelpon tapi hanya terdengar suara tawa yang keras.
"Halo. Kenapa anda tertawa apa ada yang melucu di sini.?? Tanya Alexa lagi.
"Halo nona Alexa Imanuela. Apa kamu masih mengingatku, Cristian Jonatan.!" Ucap si penelpon yang tak lain tak bukan Cristian.
deg
deg.
.
.
"Aku ingat ko, ada apa uncle.?" Tanya Alexa memegang jantungnya yang berdetak cepat.
"Malam ini saya akan menjemput mu, temani saya ke sebuah acara. Jadi sebelum saya datang kamu harus dandan yang cantik.! Ucap Cristian mengakhiri panggilan.
"Apa!, kenapa dia memutuskan sesuatu tanpa persetujuan ku. Dan apalagi tadi di mematikan panggilan tanpa menunggu jawabanku."! Ucap Alexa emosi.
.
.
.
"Kenapa Lex?" Tanya Cornalia yang baru keluar kamar mandi.
"Kamu tahu nggak itu Om Bule baru habis nelpon aku. Tahu nggak dia bilang apa? dia bilang mau jemput aku entar malam, dia nyuruh aku buat dandan yang cantik. Terus dia bilang dia mau ajak aku ke acara gitu, tapi sebelum aku jawab dia matikan telfon.!! Ucap Alexa menjelaskan ke Cornalia.
"Astaga bagus dong Lex. Secara orangnya ganteng, matang, baik, penyayang lagi.
Lu tahu nggak waktu di pesawat yang lu udah tidur, dia cium kening baru dia bilang selamat tidur. Ucap Cornalia.
.
.
.
.
.
Dukung author dengan like dan komen.