My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 34



Keesokan paginya...


Izha menjemput Kinessya untuk berangkat sekolah bersama, dengan gayanya yang bad boy dan luka di wajahnya. Ia menunggu di depan rumah kinessya.


Tak lama kinessya keluar rumah, dengan penampilan yang berbeda. Ia ber jalan mendekati kekasihnya.


Izha : Ini yakin penampilanmu gini buat berangkat ? (tanyanya dengan ragu)


Kiness : Ya... aku ingin ada yang beda kali ini... (jawabnya percaya diri) Kamu gak suka ?


Izha : Hah... nggak kok,, udah ayok berangkat...


Izha menjalankan motornya setelah kinessya naik.


Sesampainya di sekolah, semua pasang mata tertuju pada kinessya.


Izha : Kamu terlalu bad girl untuk cowo yang bad boy... (bisiknya di telinga kinessya)


Kiness : Hahaha... sudah, ayo masuk...


Mereka masuk ke kelas,,,


.


.


.


Sepulang sekolah,,, Kinessya menghabiskan waktu berdua dengan izha...


Banyak hal yang mereka lakukan,,,


Kiness : Sampai jumpa... (sampai melambaikan tangan ke arah mobil Izha yang hampir menghilang)


Keesokan paginya...


Ini adalah hari dimana Kinessya dan Kirana untuk jalan berdua tanpa gangguan.


Kinessya dan Kirana sudah berada di bandara.


Mereka akan pergi berkeliling ke tempat yang belum mereka kunjungi, mungkin afrika🤔.


Ya,,, mereka memang sering mengambil libur sekolah. Berhubung besok mereka libur tiga hari.


Pesawat mereka sudah take out.


Kiness : Yakin nih ? (Tanyanya ragu)


Kirana  : Iya lah,,, tenang... aku sudah biasa...


Kiness : Benar ya...


Kirana  : Hey,, ini bukan yang pertama kali untuk kita, ini yang ketiga kalinya... umurmu sudah 17 tahun, kelas XII SMA,,, santai saja...


Kiness : Iya iya... aku tau,,,


Berjam-jam untuk sampai di afrika,,, dan akhirnya mereka sampai.


Keesokan harinya....


Kinessya dan Kirana pergi ke gurun untuk melihat kangguru. Kinessya sangat suka berpetualang.


Kiness : Lihatlah,,, ibu kangguru itu menaruh anaknya di kantung perutnya... (sambil menarik Kirana)


Kirana : Jangan terlalu dekat dengan mereka, Kin...


Mereka sangat bersenang-senang, melupakan masalah yang ada.



Hari semakin sore, mereka pergi ke toko kue dan memesannya.


Kirana  : Kin, sebenarnya Devan itu siapa ?


Kiness : Temen,,, tapi dulu... sekarang nggak lagi...


Kirana  : Kenapa ?


Kiness : Jadi gini ceritanya...


3 Tahun yang lalu...


Kinessya datang ke sebuah pesta, ia sangat cantik dan anggun menggunakan dress malam berwarna merah.


Ia duduk di meja yang sudah tersedia, acara pun dimulai...


Namun, pesta itu berbeda dari yang ada di undangan.


Kiness : Ini bukan pesta bisnis, tapi ini... (batin nya)


Seorang lelaki berjalan menghampiri Kinessya yang sedang duduk, lalu bertekuk lutut di hadapannya. Ia memperlihatkan kotak merah berisi cincin berlian, dengan ungkapan rasa.


Kinessya tersentak kaget dan langsung mendirikan pria itu.


Kiness : Devan ?! (Pekiknya)


Pria itu hanya tersenyum. Para tamu undangan yang hadir mereka semua bersorak sorai sambil bertepuk tangan.


"Trima... trima... trima..."


Kiness : Maaf, aku gak bisa nerima ini semua, aku hanya menganggap kamu kakak dan tak akan lebih dari itu... menurutku kamu itu baik, banyak wanita di luaran sana yang mau denganmu... Lagipula aku sudah menerima perjodohan dari orang tua-ku... (Ucapnya dengan lembut) Sekali lagi aku minta maaf... (setelah itu pergi dari hadapan devan)


Devan  : Kau mempermalukan ku, kin... (Bentaknya)


Kinessya berbalik badan.


Kiness : Itu semua salah mu sendiri, ini di luar dugaanku... sekali lagi aku minta maaf...


Devan tampak geram,,, ia mengeluarkan pistol...


Dorrr...