
Sesampainya dirumah...
Arya sedang main game dan Kirana istirahat dikamar...
Izha : Kamu ke kamar gih...
Kiness : Hmmm.... (pergi ke kamar)
Arya : Zha, main yuk !
Izha : Hmmm...
Di kamar...
Kirana : Kamu sudah pulang ? (sedang
membaca buku sambil tiduran)
Kiness : Iya... (menutup pintu) Kamu sudah
membaik ? (tiduran samping kirana)
Kirana : Ya... (menutup buku) Kin ?
Kiness : Hmmm.... (duduk)
Kirana : Aku mau tanya...
Kiness : Iya... ?
Kirana : Tadi malam kamu kemana?
Pulangnya kok malem sih...
Kiness : Oh... (mendekat dan duduk
disamping kirana) Aku nggak
kemana-mana...
Kirana : Ini kalung dari siapa ?
(Memandangi kalung yan dipakai
kinessya) Indah banget... Pasti
dari izha ya ?
Kiness : Hmmm... (menganggukan kepala)
Kirana : Apa kamu tau kin, soal kalung ini?
Kiness : Tidak (menggelengkan kepala)
Kirana : Kalung ini adalah kalung
peninggalan ratu keabadian
cinta... dua ekor angsa itu
melambangkan sepasang
kekasih dan permata biru
melambangkan keabadian...
Artinya adalah... Siapapun yang
memakai kalung ini akan menjadi
sepasang kekasih yang abadi,
yang hamonis... Dan yang paling
penting... kalung itu hanya ada
satu-satunya di dunia... dan
harganya pun tak terkira...
Kiness : Aku tak tau... kalau ini sangat
berharga...
Kirana : Segitunya kah... izha
mencintaimu... sampai ia
membeli kalung ini untukmu...
(senyum) Beruntung sekali kamu
mendapatkan laki-laki seperti
izha... (merangkul kinessya sambil
senyum) ingat kalau dia macam-
macam bilang aku, biar ku pukul
dia... (percaya diri)
Kiness : Iya... tenang aja (memeluk kirana)
Sekarang aku mau nanya ke kamu...
Kirana : Tanya apa ? (melihat kinessya)
Kiness : Bagaimana hubunganmu dengan
arya? Kapan kalian jadian ?
Kirana : Seperti yang kau lihat... (malu-malu)
Kiness : Ayo lah cerita padaku... (wajah iba)
Kirana : Tidak...
Kiness : Ku mohon... (memohon)
Kirana : Baiklah... (menghela nafas)
Kiness : Hore... (senang)
Kirana : Begini ceritanya...
Kiness : (Mendekat...)
Kirana : Aku dan Arya sebenarnya sudah kenal
lama, tapi karena aku tau bakal di
jodohin makanya aku jauhin dia... tapi
karena sikap baiknya, aku merasa
bahwa, hatiku kembali ketempat
semula... dan aku baru tau dari ayahku
orang yang akan dijodohkan denganku
adalah dia..
Kiness : Uh.. baiklah... aku tersentuh dengan
ceritamu... karena aku bernasib sama..
tapi aku tidak tau siapa orangnya...
Kirana : (dalam hati : sedah ku duga, paman
pasti tidak akan memberi tau
orangnya. paman hanya memberi tau
aku, dan sekarang orang itu ada
didepan matanya sendiri...) Baiklah
mari kita lupakan itu dulu...
Kiness : Ayo kita menonton film...
Kirana : Tapi...
Kiness : Aku dengar ada film yang baru di rilis..
aku mau menontonnya... (sambil siap-
siap)
Kirana : Baiklah... (pasrah) kita akan pergi...
(berdiri dan bersiap siap)
Kinessya dan Kirana bersiap-siap untuk pergi menonton film, sedangkan Arya dan Izha masih asyik dengan game nya...
Setelah selesai bersiap-siap mereka turun ke bawah...
Izha : Mau kemana kalian ?
Kiness : Pergi... (mengabaikan)
Arya : Eh Kir, emang dah sembuh ?
Kirana : Tenang aja... (senyum)
Kiness : Ya udah kita pergi ya... (menutup
pintu)
Di jalan...
Kirana : Tadi filmnya bagus banget... (sambil
minum)
Kiness : Kapan-kapan kita nonton sama jalan-
jalan lagi... (bergandengan)
Di sisi jalan lain, terlihat sebuah wanita yang ingin menyebrang jalan tapi disisi lain ada mobil yang masih melaju cepat.
Tin... Tin... (suara klakson mobil)
Aaaagghhh... (suara teriakan wanita itu)
All : Awas bu.. ada mobil...
Kinessya dengan sigap menghampiri wanita itu dan mendorongnya.
Kiness : Awas .... (menghampiri dan
menarik wanita itu ke pinggir)
Kirana : Kinessya.... (teriak)
Kinessya dan wanita itu jatuh ke pinggir jalan. Karena waktunya tepat wanita itu selamat, tapi demi menyelamatkan wanita itu kinessya terluka di bagian tangan, kaki dan jidat (akibat benturan)
Kiness : Bu, anda baik-baik saja ? (duduk)
Ibu itu : Iya, saya tidak kenapa-napa... tapi
mba... (melihat luka)
Kiness : Saya nggak apa-apa, ini cuman luka
kecil...
Ibu itu : Kita ke rumah sakit ya...
(memberdirikan kinessya)
Kiness : Nggak usah... Mendingan kita periksa
ibu takutnya ada luka juga...
Ibu itu : Tapi kamu juga ya...
Kiness : Baiklah.. asal ibu juga periksa saya
akan ikut...
Kirana : Kinessya... (menghampiri setelah
menelpon rumah) Kamu ngga apa
-apa?
Kiness : Iya... (dirangkul ibu)
Kirana : Taksi... (memanggil taksi) Ayo..
masuk... (membuka pintu) Pak, kita
kerumah sakit pusat...
Sesampainya di rumah sakit, Kinessya diobati dan ibu itu menjalani pemeriksaan.
Tak lama Izha dan Arya datang.
Ruang rawat...
Ibu itu : Maaf ya nak.. kamu jadi begini...
(duduk di sebelah kinessya)
Kiness : Iya nggak kenapa-napa , ini hanya
luka kecil... kalau saya tidak
menyelamatkan ibu saya merasa
bersalah... (mengelus pundak ibu itu)
Kirana : Minum dulu kin... (mengulurkan obat)
Kiness : Iya... (meminum)
Brak... (suara membuka pintu)
Izha : Kinessya kamu nggak apa-apa?
(menghampiri)
Kiness : Hmmm... (senyum)
Izha : Mama.... (melihat kesamping
Kinessya)
Kiness : Hah...(bingung)
Mom izha : Izha...
Kiness : Kalian ?
Izha : Kin, kenalin ini mama aku...
Kiness : Hallo tante...
Mom izha : Kamu kinessya toh... makasih ya
udah nyelamatin saya
Kiness : Iya...
Izha : Mama kok disini...
Kiness : Maaf, zha... sebenernya mama kamu
dah bilang kalau mau ke sini
Mom Izha: Ya mama mau ngasih kejutan tapi
malah begini...
Izha : Baiklah... tidak apa-apa yang penting
sekarang kamu istirahat.... (mengelus
kirana)
Mom izha : Hallo kirana, Arya... (menyapa)
Kirana dan Arya: Hallo tante...
Mom izha : Zha, mama disini ya... jagain
kinessya... (menggenggam tangan
kinessya) Boleh ya...
Kiness : Tante istirahat aja... saya nggak apa
-apa kok sendirian... (senyum)
Mom Izha: Saya nggak mau istirahat kalau
kamu disini sakit karena saya...
Izha : Baiklah... aku diluar. kalau butuh apa
-apa bilang aku...
Mom izha: Makasih izha... (bahagia )
Arya dan Kirana: Kalau gitu kami pulang dulu
(merangkul)
Kiness : Baiklah...
Izha : Aku keluar dulu ya... (mengelus-elus
kepala kinessya) Mama disini jagain...
Kiness dan Mom : Iya....
Arya dan Kirana pulang, Izha menunggu di luar, Mom Izha dan Kinessya asyik berbincang.